• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.8 Metode analisa

Nilai kelompok variabel C =──────── X 8 = - - - 2

∑ nilai kelompok varibel A,B,C

Kualitas VeR = ──────────────────── X 100 % = - - - - -%

28

3.8. Metode analisa

Metode analisa data dimulai dari : a. Editing

Langkah ini digunakan untuk memeriksa blangko data dengan tujuan agar data yang masuk dapat diolah secara benar, sehingga pengolahan data dapat memberikan hasil yang menggambarkan masalah yang diteliti, kemudian data dikelompokkan menggunakan aspek pengukuran.

b. Koding

Data yang telah diperoleh dengan tepat dan benar, diberikan kode tertentu untuk mempermudah perhitungan.

c. Tabulating : yaitu mengelompokkan data dalam master tabel untuk mempermudah pendistribusian berdasarkan variabel.

d. Cleaning data

Pemeriksaan kembali, semua data yang telah dimasukkan ke dalam tabel guna menghindari terjadinya kesalahan dalam pemasukan data.

e. Analisa Data : data yang dikumpulkan berdasarkan variabel unsur-unsur VeR diperoleh dari dokumen VeR yang pernah dikeluarkan di RSUD. Deli Serdang periode 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 dengan

menggunakan metode skoring Herkutanto. Kemudian dinilai kualitas berdasarkan tingkatan skoring :

(0-49) % : kurang baik (50-75) % : sedang

(76-100) % : baik 3.9. Jadwal dan biaya penelitian a. Jadwal penelitian

Tahap – tahapan penelitian muli dilakukan di minggu setelah pembacaan proposal

No Kegiatan

Biaya yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebesar Rp. 4.800.000,00.

(Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah). Sumber dana penelitian adalah mandiri . Uraian penggunaan dana penelitian dapat dilihat dibawah ini.

35

No. Uraian Jumlah (Rupiah)

1. Pembuatan Proposal Rp. 500.000,00.

2. Biaya Penelitian Awal Rp. 500.000,00.

3. Biaya Penelitian Rp. 1.500.000,00.

4. Pembuatan Tesis Rp. 1.500.000,00.

5. Biaya Jilid Lux Rp. 500.000,00.

6. Transportasi Rp. 300.000,00.

Total Rp. 4.800.000,00.

Tabel 5. Rincian anggaran dana penelitian

37

BAB V PEMBAHASAN

5.1. Kualitas VER perlukaan korban hidup bagian pendahuluan.

Kualitas VER perlukaan korban hidup bagian pendahuluan di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 disajikan dalam bentuk tabel 6.

Tabel 6. Kualitas VER perlukaan bagian pendahuluan di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018.

Struktur VeR Unsur yang dinilai Rerata Skor

Bagian

Berdasarkan hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap VeR perlukaan korban hidup di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 didapatkan kualitas VER perlukaan bagian pendahuluan sebesar 60

% yang berarti berkualitas sedang.

Bagian Pendahuluan memperoleh nilai tertinggi di bandingkan dengan bagian pemberitaan dan kesimpulan VeR perlukaan periode 01 Januari - 31 Desember 2018.

Pada bagian ini, hanya data subyek tercantum unsur yang lengkap. Pada unsur tempat pemeriksaan, hanya dicantumkan nama rumah sakit tanpa mencantumkan bagian atau instalasi pemeriksaan dan pada unsur waktu pemeriksaan, tidak mencantumkan jam pemeriksaan. Begitu pula pada unsur data dokter pemeriksaan, tidak mencantumkan

spesialisasinya. Pada unsur data peminta pemeriksaan, tidak ada satupun VeR yang mencantumkan nama peminta pemeriksaan atau penyidik. Hal ini mungkin disebabkan data pada surat permintaan VeR yang tidak lengkap atau dapat disebabkan karena para dokter umum yang membuat visum tidak begitu memperhatikan data tentang penyidik yang tidak lengkap sehingga mengabaikannya. Pada saat penerimaan surat permintaan VeR, dokter harus memperhatikan data penyidik karena surat permintaan VeR dapat dikatakan sah apabila ditandatangani oleh penyidik yang meminta VeR.

5.2. Kualitas VeR perlukaan bagian pemberitaan.

Kualitas VeR perlukaan korban hidup bagian pemberitaan di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 disajikan dalam bentuk tabel 7.

Tabel 7. Kualitas VeR perlukaan korban hidup bagian pemberitaan di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018.

Struktur VeR Unsur yang dinilai Rerata Skor

Bagian

Berdasarkan hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap VeR perlukaan korban hidup di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 didapatkan kualitas VeR perlukaan korban hidup bagian pemberitaan sebesar 45 % yang berarti berkualitas kurang baik.

41

Pada bagian pemberitaan, hanya lokasi luka dan ukuran luka tercantum unsur yang lengkap. Tidak ada dokter yang mencantumkan unsur anamnesis dan tanda vital dalam pembuatan VeR. Sebagian dokter tidak mencantumkan pengobatan dan perawatan yaitu sebanyak 80 dari 83 VeR (96,4%). Begitu pula pada unsur karakteristik luka, hanya sebagian VeR yang mencantumkan bentuk luka atau dinding luka. Deskripsi luka pada tubuh korban dalam VeR harus tertulis secara jelas, lengkap dan baik karena hal ini penting untuk mengetahui jenis kekerasan yang telah dialami korban. Dampak tidak lengkapnya deskripsi luka tersebut akan berpengaruh bagi hakim dalam proses peradilan untuk menentukan berat ringannya sanksi pidana yang akan dijatuhkan terhadap pelaku kekerasan.

5.3. Kualitas VER perlukaan korban hidup bagian kesimpulan.

Kualitas VeR perlukaan korban hidup bagian kesimpulan di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 disajikan dalam bentuk tabel 8.

Tabel 8. Kualitas VeR perlukaan korban hidup bagian kesimpulan di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018.

Struktur VER Unsur yang dinilai Rerata Skor

Bagian

Berdasarkan hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap VeR perlukaan korban hidup di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 didapatkan kualitas VeR perlukaan korban hidup bagian kesimpulan sebesar 25 % yang berarti berkualitas kurang baik.

Pada bagian kesimpulan ini merupakan bagian VeR terendah. Tidak ada

dokter yang mencantumkan kualifikasi luka sesuai dengan rumusan pasal 351, 352, dan 90 KUHP. Kualifikasi luka merupakan hal yang penting bagi hakim dalam menentukan derajat hukuman pelaku tindak pidana. Oleh karena itu, ketidaklengkapan bagian kesimpulan dari VeR dapat mengurangi peran VeR sebagai bahan pertimbangan hakim dalam peradilan.

5.4. Kualitas VeR perlukaan korban hidup di RSUD. Deli Serdang

Kualitas VeR perlukaan korban hidup di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 disajikan dalam tabel 9.

Tabel 9. Kualitas VeR perlukaan korban hidup di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018.

Struktur VeR Rerata Skor Bobot Rerata Skor

Bagian pendahuluan Nilai kualitas visum perlukaan = (9,7/28) x 100 % = 34,64 %

Berdasarkan hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap VeR perlukaan korban hidup di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 didapatkan kualitas VeR perlukaan korban hidup sebesar 34,64 % yang berarti berkualitas kurang baik. Hasil ini sejalan dengan penelitian Maulana, R yang memperlihatkan kualitas VeR perlukaan di Rumah Sakit Umum Daerah Dumai bernilai 37,46% yang berarti berkualitas kurang baik.

Dari Penelitian ini bahwa penulisan VeR perlukaan korban hidup di RSUD Deli Serdang masih dibawah standar. Dari ketiga bagian VeR hanya bagian pendahuluan yang memperoleh kualitas sedang, sedangkan pada bagian pemberitaan dan kesimpulan memperoleh kualitas kurang baik. Kurangnya keterampilan dokter

43

dalam menulis VeR, kurangnya pengetahuan dokter mengenai unsur-unsur yang dinilai dalam suatu VeR dan atau tidak adanya format yang memenuhi standar penulisan VeR perlukaan dapat menjadi faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas VeR tersebut. Rendahnya kualitas VeR yang dibuat dokter akan berdampak terhadap penegakkan hukum dipengadilan menjadi berkurang dalam menjatuhkan pidana dan sehingga tingkat kriminal yang terjadi akan tinggi.

44

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari data Visum et Repertum perlukaan di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018, maka dapat disimpulkan :

a. jumlah kasus perlukaan dengan korban hidup yang diperiksa oleh dokter yang dibuktikan dengan surat VeR perlukaan di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 sebanyak 83 kasus.

b. Kualitas VeR perlukaan korban hidup di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 didapatkan kualitas VeR perlukaan bagian Pendahuluan sebesar 60 % yang berarti berkualitas sedang.

c. Kualitas VeR perlukaan korban hidup di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 didapatkan kualitas VeR perlukaan bagian Pemberitaan sebesar 45 % yang berarti berkualitas kurang baik.

d. Kualitas VeR perlukaan korban hidup di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 didapatkan kualitas VeR perlukaan bagian Kesimpulan sebesar 25 % yang berarti berkualitas kurang baik.

e. Kualitas VeR perlukaan korban hidup di RSUD. Deli Serdang pada 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 didapatkan kualitas VeR perlukaan sebesar 34,64 % yang berarti berkualitas kurang baik.

Berdasarkan Kualitas VeR perlukaan korban hidup di RSUD. Deli Serdang periode 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 dengan 83 sampel diperoleh hasil kurang baik, hal ini sejalan dengan penelitian yang di buat oleh Maulana, R yang juga melakukan penelitian tentang “kualitas Visum et Repertum

45

perlukaan periode 1 Januari 2008 sampai dengan 31 Desember 2012 di RSUD Dumai” dengan 166 sampel, diperoleh hasil kurang baik.

Dikarenakan kualitas Visum et Repertum kurang baik, akan berdampak terhadap penegakkan hukum dipengadilan menjadi kurang baik juga dan sehingga tingkat kriminal yang terjadi akan tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSUD. Deli serdang mengenai data Visum et Repertum perlukaan korban hidup periode 01 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2018 , penulis memberikan saran sebagai berikut :

1. Dari hasil penelitian ini, diharapkan RSUD. Deli Serdang untuk dapat membuat kebijakan dalam mengupayakan pembuatan VeR khususnya perlukaan yang memenuhi standar VeR yang baik, terutama bagi dokter yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat.

2. Untuk dapat membuat Visum et Repertum yang baik, penulis memberikan saran agar diberikannya pelatihan / Workshop bagi dokter-dokter yang bekerja di IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSUD. Deli Serdang mengenai pembuatan Visum et Repertum khususnya mengenai VeR perlukaan untuk korban hidup.

3. Untuk mewujudkan hal tersebut diatas dalam melaksanakan pelatihan / Workshop bagi dokter-dokter di RSUD. Deli Serdang mengenai pembuatan Visum et Repertum perlukaan korban hidup, penulis siap membantu dan memfasilitasi mendatangkan narasumber demi peningkatan kualitas VeR di RSUD. Deli Sedrang.

4. Membuat kerjasama dengan Departemen Forensik dan Medikolegal FK USU dalam bentuk pengabdian masyarakat, yang diadakan di RSUD. Deli Serdang.

46

DAFTAR PUSTAKA

1. Badan Pusat Statistik : Statistik Kriminal 2015 [cited 2019 Mar 28]. Available from:https://www.bps.go.id/publication/2015/12/15/43655fff07d2351f222553 71/statistik-kriminal-2015.html

2. Badan Pusat Statistik : Deli Serdang Regency in Figures 2016.

Homepage:http://deliserdangkab.bps.go.id

3. Budiyanto A, Widiatmaka W, Atmaja DS, dkk. Ilmu kedokteran forensik bagian kedokteran FK-UI. Edisi pertama. cetakan pertama. Jakarta, 1997.

4. Idries, Abdul Mun’im, Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik Edisi pertama, Binarupa Aksara, Jakarta, 1997.

5. Afandi D. Visum et Repertum Tatalaksana Dan Pembuatan. 2nd ed. Riau:

Fakultas Kedokteran Universitas Riau, 2017.

6. Afandi D. Visum et repertum: aspek medikolegal dan penentuan derajat luka.

Majalah Kedokteran Indonesia. 2010;60(4):188-95.

7. Amir, Prof. Dr. Amri. 2005. Rangkaian Ilmu Kedokteran Forensik. Edisi Kedua. Percetakan Ramadhan: Medan.

8. Petrus A. Visum et Repertum dalam praktek kedokteran. USU Press. Medan, 2018.

9. Standar Kompetensi Dokter Indonesia. 2012 Desember. Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia, 2012.

10. Petrus A. Bahan ajar magister Kedokteran Klinis (MKK) forensik 2. USU Press. Medan, 2019.

11. Hamdani N. Ilmu kedokteran kehakiman. Edisi Kedua. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, 1992.

12. Sampurna B, Gani MH. Ilmu kedokteran forensik, Visum et Repertum dan perundang-undangan serta pembahasan. Kedokteran Forensik FK Universitas Andalas. Padang, 2003.

47

13. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) beserta penjelasannya. Cetakan IV. Citra Umbara. Bandung, 2009.

14. Herkutanto. Peningkatan kualitas pembuatan Visum et Repertum (VeR) kecederaan di Rumah Sakit melalui pelatihan dokter Unit Gawat Darurat (UGD). JMPK. September 2005;8(3):163-69.

15. Kubri A, Afandi D, Mursali LB. Kualitas Visum Et Repertum Perlukaan Di RSUD Kepulauan Meranti Periode 1 Januari 2010 - 31 Desember 2013. JOM FK. Februari 2015;2(1):1-11.

16. Pratiwi WS, Afandi D, Masdar H. Gambaran Visum et Repertum perlukaan di Rumah Sakit Umum Daerah Kuantan Singingi Periode 1 Januari 2009-31 Desember 2013. JOM FK. Februari 2015;2(1):1-11.

17. Lestari RA, Afandi D, Mursali LB. Kualitas Visum Et Repertum Perlukaan Di Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis Periode 1 Januari 2009-31 Desember 2013. JOM FK. Oktober 2015;2(2):1-13.

18. Jefryanto, Afandi D, Riswandi. Kualitas Visum et Repertum perlukaan di Rumah Sakit Umum Daerah Mandau Periode 1 Juni 2011-30 Juni 2013. JOM FK. Oktober 2015;1(2):1-12.

19. Simangunsong IR, Afandi D, Burhanuddin L. Kualitas Visum et Repertum perlukaan di Rumah Sakit Umum Daerah Siak Periode 1 Januari 2009-30 Desember 2013. JOM FK. Oktober 2015;2(2):1-12.

20. Ramadhan FT, Afandi D, Mursali LB. Kualitas Visum Et Repertum Perlukaan Di RSUD DR.RM.Pratomo Bagan Siapi-Api Periode 1 Januari 2009 - 31 Desember 2013. JOM FK. Februari 2015;2(1):1-13.

21. Kiswara R, Afandi D, Mursali LB. Kualitas Visum et Repertum perlukaan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru periode 1 Januari 2009-31 Desember 2013.

JOM FK. Februari 2015;2(1):1-13.

22. Maulana R, Afandi D, Chandra F. Kualitas Visum et Repertum perlukaan di Rumah Sakit Umum Daerah Dumai periode 1 Januari 208-31 Desember 2012.

JOM FK. Oktober 2014;1(2):1-13.

23. Utami HD, Rodiani. Kualitas Visum et Repertum (VeR) Kasus Delik Susila Dokter Umum Di RS Abdoel Moeloek Bandar Lampung. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan. Pekanbaru, Juli 2017:122-30

24. Afandi D, Restuastuti T, Kristanti W. Kualitas Visum et Repertum perlukaan di RSUD Indrasari Kabupaten Indragiri Hulu Periode 1 Januari 2009-Desember 2013. JIK. Maret 2015;9(1):11-16.

Lampiran

Skoring data Visum et Repertum Perlukaan Korban Hidup di RSUD. Deli Serdang priode 01 Januari 2017 – 31 Desember 2018.

No A ΣA x 1

34 1 1 2 1 1 1,2 0 0 2 1 2 0 4,16 1 0 4 33,42 %

75 1 1 2 1 1 1,2 0 0 2 2 2 0 5 1 0 4 36,42 %

76 1 1 2 1 1 1,2 0 0 2 2 2 0 5 1 0 4 36,42 %

77 1 1 2 1 1 1,2 0 0 2 1 2 0 4,16 1 0 4 33,42 %

78 1 1 2 1 1 1,2 0 0 2 1 2 0 4,16 1 0 4 33,42 %

79 1 1 2 1 1 1,2 0 0 2 1 2 0 4,16 1 0 4 33,42 %

80 1 1 2 1 1 1,2 0 0 2 1 2 0 4,16 1 0 4 33,42 %

81 1 1 2 1 1 1,2 0 0 2 1 2 0 4,16 1 0 4 33,42 %

82 1 1 2 1 1 1,2 0 0 2 2 2 0 5 1 0 4 36,42 %

83 1 1 2 1 1 1,2 0 0 2 1 2 0 4,16 1 0 4 33,42 %

1 1 2 1 1 1,2 0 0 2 1,37 2 0,03 4,50 1 0 4 34,64 %

Keterangan :

A : Pendahuluan B : Pemberitaan C : Kesimpulan

A1 : Tempat Pemeriksaan B1 : Anamnesis C1 : Jenis Luka

A2 : Waktu Pemeriksaan B2 : Tanda Vital C2 : Kualifikasi Luka

A3 : Data Pasien B3 : Lokasi Luka

A4 : Data Penyidik B4 : Karakteristik Luka A5 : Data Dokter Pemeriksa B5 : Ukuran Luka

B6 : Pengobatan

Dokumen terkait