• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Analisis Data

Dalam dokumen TATA KELOLA (Halaman 51-59)

BAB III DESAIN PENGELOLAAN MANAJEMEN BISNIS

C. Metode Analisis Data

Alat analisis yang digunakan untuk menguji hipotesisnya adalah Regresi Linear Berganda dengan menggunakan ting-kat signifikan 5%. Regresi linear berganda dilakukan untuk

mengetahui sejauh mana variabel Independen mempengaruhi variabel dependen dengan langkah berikut:

a. Uji Validitas (Test of Validity)

Untuk uji validitas yang digunakan dengan menggu-nakan uji factor/R kritis sesuai dengan teori di buku Sugiyono (2015). Syarat yang di gunakan adalah pearson correlation lebih besar dari r kritis 0,3, jika kurang dari 0,3 maka poin isntrumen yang r correlationnya kurang dari 0,3 kita anggap gugur/tidak dipakai.

b. Uji Reliabilitas (Test of Reliability)

Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus Croanbach’s Alpha. kriteria dari nilai Croanbach’s Alpha kurang dari 0,600 berarti buruk, sekitar 0,700 diterima dan lebih dari atau sama dengan 0,800 adalah baik.

Analisis Deskriptif

Digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden dari variabel tanpa melakukan pengujian. Caranya adalah dengan menyusun tabel distribusi frekwensi untuk melihat apakah tingkat perolehan nilai (skor) variabel yang diteliti masuk dalam kategori sangat tidak baik, tidak baik, cukup baik, baik dan sangat baik untuk variabel dalam penelitrtian ini. Untuk sampai pada kriteria tersebut, maka dilakukan peng-kategorisasian menjadi lima kategori berdasarkan skor rata-rata untuk setiap indikator dan dimensi sebagai berikut:

Penentuan rentang skala n (m–1)

RS M Dimana:

RS = Rentang skala n = Jumlah sampel

m = Jumlah alternatif jawaban item Sehingga:

(5-1) RS =---= 0,8 5

Menentukan kategorisasi

Nilai Kategorisasi

1–1,7 Sangat rendah/Sangat Buruk 1,8–2,5 Rendah/Buruk

2,6–3,3 Cukup/Sedang 3,4–4,1 Tinggi/Baik

4,2–5 Sangat Tinggi/Sangat Baik

Dalam hal ini yang menjadi variable independen adalah pengelolaan keuangan (X1), pengelolaan SDM (X2), pengelolaan operasional (X3) dan pengelolaan pemasaran (X4), sedangkan yang menjadi varibel dependen adalah Kinerja IKM Kerajinan (Y). Untuk mendapatkan hasil yang baik, regresi linear berganda mensyaratkan untuk melakukan uji asumsi klasik. Adapun bentuk umum persamaan regresi linear berganda yang digunakannya adalah sebagai berikut:

Rumus:Y = β0+ β1 x1+ β2 x2 + β3 x3+ β4 x4+ ei Dimana:

Y = Kinerja IKM β = konstanta

X1 = pengelolaan keuangan X2 = pengelolaan SDM X3 = pengelolaan operasional X4 = pengelolaan pemasaran e = error

Uji Hipotesis

Untuk menguji ada tidaknya hubungan antara variabel X dan variabel Y, maka dilakukan uji statistik dengan nilai kritis distribusi t, pada tarif signifikansi α = 0,05 dengan derajat kebebasan dk= n-2.

Hipotesis:

a. H0: b = 0 (pengelolaan keuangan (X1), pengelolaan SDM (X2), pengelolaan operasional (X3) dan pengelolaan pemasaran (X4) tidak berpengaruh terhadap Kinerja IKM Kerajinan (Y) baik secara parsial maupun simultan.

b. Ha; b ≠ 0 (pengelolaan keuangan (X1), pengelolaan SDM (X2), pengelolaan operasional (X3) dan pengelolaan pemasaran (X4) berpengaruh terhadap Kinerja IKM Kerajinan (Y) baik secara parsial maupun simultan.

1. Uji Simultan (F)

Uji F digunakan untuk mengetahui tingkat siginifikansi pengaruh variabel-variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen (Imam,2013).

Dasar pengambilan keputusannya adalah dengan meng gunakan angka taraf signifikan 0, 05, yaitu:

a. Jika Fhitung> Ftabel, maka H0 ditolak, berarti masing-masing variabel independen (X) secara bersama sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (Y).

b. Jika Fhitung< Ftabel, maka H0 diterima berarti masing-masing variabel independen (X) secara bersama sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (Y).

2. Uji Parsial (t)

Uji t dilaksanakan untuk melihat signifikansi dari pe-ngaruh independent secara individu terhadap variabel dependent dengan menganggap variabel lain bersifat konstan. Tingkat signifikansinya (Sig t) masing-masing variabel independent dengan taraf sig α = 0,05. Menurut Imam (2013), Cara melakukan uji t dengan membandingkan nilai statisktik t dengan titik kritias menurut tabel.

Kriteria pengujian:

a. Jika thitung> ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak (tidak berpengaruh),

b. Jika thitung< ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima (berpengaruh)

3. Koefisien determinasi (R²)

Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur sebe-rapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependent.Koefisien determinan (R²) dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketepatan paling baik dalam analisis regresi, dimana hal yang ditunjukkan oleh besarnya koefisiensi determinasi (R²) antara 0 (nol) dan 1 (satu).

Koefisien determinasi ini ditunjukan dengan R Square dalam Model Summary yang dihasilkan oleh program SPSS.

Apabila nilai R² semakin mendekati angka 1, maka model regresi dianggap semakin baik karena variabel inde penden yang dipakai ini mampu menjelaskan variabel depen den-nya. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel inde penden memberikan hampir semua informasi yang dibu tuhkan untuk variasi variabel dependen (Imam, 2013).

4. Analisis SWOT

Pengamatan ini juga akan dilakukan FGD dengan ber-bagai pihak yang terkait dengan IKM pada kabupaten/kota yang menjadi objek. Selanjutnya hasil FGD akan menjadi data tambahan selain data hasil pengumpulan data melalui kusioner. Langkah pertama adalah memberi skor dari masing-masing faktor internal dan eksternal; dan memberi bobot atas faktor-faktor internal dan eksternal tersebut dengan berururat berdasarkan tingkan kepentingan. Lang-kah kedua melakukan pengurangan pada faktor internal yaitu jumlah total strength dikurangi jumlah total weakness (d = S–W), kemudian melakukan pengurangan pada faktor

eksternal yaitu jumlah total Opportunity dikurangi jumlah total treath (e = O–T).

Untuk SWOT dengan pendekatan kualitatif menggu-nakan faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dimasukan kedalam matrik yang disebut matrik faktor IFAS (Internal Strategic Faktor Analisis Summary). Faktor eksternal dimasukan kedalam matrik yang disebut matrik faktor eksternal atau EFAS (Eksternal Strategic Faktor Analisis Summary). Setelah matrik faktor strategi internal dan ekster nal selesai disusun kemudian hasilnya dimasukan kedalam model kualitatif yaitu matrik SWOT untuk meru-muskan strategi kompetitif perusahaan. Matrik faktor strategi internal (IFAS) dan eksternal (EFAS).

Alat analisis yang sangat penting dalam menganalisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman adalah Matrik SWOT yang diterapkan dalam empat tipe strategi yaitu SO (Strengths-Opportunities), WO Oppor-tunities), ST (Strengths-Threats), dan WT (Weaknesses-Threats). Dalam Strategi SO yang dilakukan adalah menggunakan kekuatan yang ada pada internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang secara eksternal. Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan yang ada di inter nal perusahaan dengan memanfaatkan peluang secara eksternal. Adapun strategi ST adalah dengan menggunakan semua kekuatan perusahaan secara internal untuk meng-hindari atau mengurangi pengaruh dari ancaman yang dating secara eksternal. Strategi SWOT pada dasarnya meru pakan taktik defensif yang tujukan pada upaya

pengurangan kelemahan secara internal dan menghindari ancaman secara eksternal (Gürel, E., & Tat, M., 2017).

Gambar 1. Matrik SWOT

Dari gambar 1. matrik SWOT, masing-masing strategi dapat jelaskan sebagai berikut:

1. Strategi Strengths-Opportunities (SO)

Pada strategi ini dilakukan penggunaan kekuatan internal yang dimiliki perusahaan untuk mencapai peluang yang terdapat diluar perusahaannya.

2. Strategi Weaknesses-Opportunities (WO)

Pada strategi ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkecil segala kelemahan pada internal perusahaan yang dilakukan dengan cara memanfaatkan peluang yang terdapat pada eksternal perusahaan.

3. Strategi Strengths-Threats (ST)

Pada strategi ST yang dilakukan perusahaan adalah ber-usaha menghindari dan mengurangi kelemahan yang terdapat pada internal perusahaan serta menghindari segala bentuk ancaman dari luar perusahaan.

4. Strategi Weaknesses-Threats (WT).

Pada strategi WT adalah upaya dan taktik untuk melakukan upaya bertahan yang dengan cara mengurangi kelemahan pada internal perusahaan serta menghindari ancaman dari luar perusahaan.

Dalam membentuk matrik SWOT maka dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: (1). Tentukan apa saja yang menjadi faktor kekuatan internal perusahaan, (2). Tentukan apa saja faktor kelemahan internal perusahaan, (3). Tentukan faktor peluang eksternal perusahaan, (4). Tentukan faktor ancaman eksternal perusahaan, (5). Melakukan upaya penyesuaian antara kekuatan internal dengan peluang eksternal dalam upaya mem peroleh strategi S-O, (6). Melakukan kegiatan berupa penye suaian antara kelemahan dari internal dengan peluang eksternal agar diperoleh strategi W-O, (7). Melakukan kegiatan berupa penyesuaian antara kekuatan internal dengan ancaman dari eksternal agar memperoleh strategi S-T, (8). Melakukan kegiatan berupa penyesuaian antara kelemahan dari internal dengan ancaman dari eksternal perusahaan agar memperoleh strategi W-T.

Dalam dokumen TATA KELOLA (Halaman 51-59)

Dokumen terkait