METODE PENELITIAN
6. Indeks Harga Saham Gabungan dengan Menggunakan Metode Sortino
3.7 Metode Analisis Data
Pengukuran indeks reksa dana saham menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan dengan Metode Sharpe, Metode Treynor dan Metode Sortino untuk mengetahui indeks reksa dana saham. Pengukuran dibagi dalam periode tiap 1 (satu) tahunan selama 3 (tiga) tahun yaitu dari tanggal 01 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2014, dengan sub periode bulanan artinya data yang dikumpulkan adalah data bulanan.
a. Return Reksa Dana Saham
Return reksa dana saham adalah selisih antara NAB perunit bulanan tersebut (NAB/unitt) dengan NAB perunit bulan sebelumnya (NAB/unitt-1), dibagi dengan
NAB perunit bulan sebelumnya (NAB/unitt-1) atau dapat dirumuskan (Pratomo dan Nugraha, 2009:177):
RR =NAB/unitt −NAB/unitt−1 NAB/unitt
Keterangan:
RR =������ reksa dana saham
NAB/unitt = Nilai Aktiva Bersih/unit bulan tersebut NAB/unitt-1 = NilaiAktiva Bersih/unit bulan sebelumnya
Sedangkan rata-rata return reksa dana saham adalah jumlah return reksa dana saham pada satu periode dibagi dengan jumlah sub periode pada periode tersebut.
50 b. Standar Deviasi Reksa Dana Saham
Standar deviasi reksa dana saham diperoleh melalui rumus (Halim, 2005:68).
σ= Σ(RR−R����)R
2
���������������� N
Keterangan:
σ = Standar deviasi reksa dana saham RR =������ reksa dana saham
RR
���� = Rata−rata ������ reksa dana saham N = Jumlah sub periode
c. Rata-Rata Tingkat Perolehan SBI
Rata-rata tingkat perolehan SBI merupakan rata-rata tingkat suku bunga SBI yang berlaku pada periode tersebut.
RF
����= ∑SBI ∑Periode
Keterangan:
RF
���� = Rata−rata tingkat suku bunga bebas risiko ΣSBI = Jumlah suku bunga bebas risiko (bulanan) ∑Periode = Jumlah periode pengamatan
d. Beta Reksa Dana Saham
Beta (β) reksa dana saham diperoleh melalui rumus (Halim, 2005:68):
β= N(ΣRPRR)−(ΣRP)(ΣRR) N(ΣRP2)−(ΣRP)2
51
Keterangan:
RP =������ IHSG
RR =������ reksa dana saham N = Jumlah sub periode
e. Downside Deviation
Downside deviation merupakan standar deviasi yang berada di bawah imbal hasil minimum yang ditetapkan. Menurut Chaudry dan Johnson (2008) adapun
Downside Deviation (DD) sendiri dapat dihitung dengan formula berikut:
��2 = 1
� �(��� − ���)
� �=1 Dimana:
Rpt = return reksa dana saham pada periode t, (Rpt ≤ MAR)
MAR = minimum acceptable return, yaitu suku bunga bebas risiko (suku bunga SBI)
Dengan syarat:
Jika (Rp – MAR) negatif, maka digunakan (Rp – MAR) Jika (Rp – MAR) positif, maka digunakan angka 0
f. Rata-Rata Tingkat Perolehan IHSG
Tingkat perolehan pasar (IHSG) adalah selisih dari tingkat IHSG pada bulan t di kurang dengan IHSG pada bulan t-1 dibagi dengan IHSG pada bulan t-1, atau dapat dirumuskan sebagai berikut (Samsul, 2006:373):
52 RP =IHSGt−IHSGt−1
IHSGt−1
Keterangan:
RP =������ IHSG
IHSGt = IHSG pada bulan tersebut IHSGt−1 = IHSG pada bulan sebelumnya
Rata-rata tingkat perolehan IHSG adalah sejumlah tingkat perolehan IHSG pada periode tersebut dibagi dengan jumlah sub periode pada periode tersebut.
g. Pengukuran Indeks Sharpe Reksa Dana Saham
Pengukuran Indeks Sharpe dari reksa dana saham diperoleh dengan cara membagi risk premium dengan standar deviasi tingkat pengembalian (return) reksa dana saham. Risk premium diperoleh dengan cara mengurangkan rata-rata return
reksa dana saham dengan rata-rata tingkat perolehan investasi bebas risiko dalam hal ini digunakan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), sehingga Indeks Sharpe reksa dana saham dapat diperoleh melalui rumus (Brandy, 2002: 6):
SR =R���� −R RF���� σ
Keterangan :
SR = Indeks Sharpe reksa dana saham �� = Rata−rata ������ reksa dana saham
RF = Rata−rata tingkat perolehan suku bunga bebas risiko σ = Standar deviasi reksa dana saham
53 h. Pengukuran Indeks Treynor Reksa Dana Saham
Indeks Treynor reksa dana saham merupakan hasil bagi antara risk premium dengan beta (β) reksa dana saham terhadap pasar, dalam hal ini tolak ukur pasar reksa dana saham adalah IHSG. Risk premium diperoleh dengan cara mengurangkan rata-rata return reksa dana saham dengan rata-rata tingkat perolehan suku bunga SBI, sehingga Indeks Treynor reksa dana saham dapat diperoleh melalui rumus (Brandy, 2002:6) :
TR =R���� −R RF���� β
Keterangan:
TR = Indeks Treynor reksa dana saham RR
���� = Rata−rata ������ reksa dana saham RF
����= Rata−rata tingkat perolehan suku bunga bebas risiko β = Beta reksa dana saham terhadap IHSG
i. Pengukuran Indeks Sortino Reksa Dana Saham
Indeks Sortino reksa dana saham merupakan hasil bagi antara risk premium dengan downside deviation reksa dana saham. Dalam hal ini tolak ukur imbal hasil minimum reksa dana saham adalah nilai suku bunga SBI. Risk premium
diperoleh dengan cara mengurangkan rata-rata return reksa dana saham dengan rata-rata tingkat perolehan suku bunga SBI yang dijadikan sebagai nilai Minimum Acceptable Return(MAR).
54 ��� = �� − ��
����� Di mana:
SOR = Indeks Sortino reksa dana saham Rp = rata-rata return reksa dana saham
Rf = suku bunga bebas risiko yang ditetapkan sebagai MAR
�Down= downside deviation
j. Pengukuran Indeks Sharpe IHSG
Indeks Sharpe pasar diperoleh dengan cara membagi risk premium dengan standar deviasi dari tingkat pengembalian pasar (IHSG). Risk premium diperoleh dengan cara mengurangkan rata-rata return IHSG dengan rata-rata tingkat perolehan suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia), sehingga Indeks Sharpe IHSG dapat diperoleh melalui rumus (Pratomo dan Nugraha, 2005:195)
SP =R���� −P RF���� SDP
Keterangan:
SP = Indeks Sℎ���� IHSG RP
���� = Rata−rata ������ IHSG RF
���� = Rata−rata tingkat perolehan suku bunga bebas risiko SDP = Standar deviasi IHSG
k. Pengukuran Indeks Treynor IHSG
Indeks Treynor pasar diperoleh dengan cara membagi risk premium dengan Beta (β) dari tingkat pengembalian IHSG. Nilai Beta (β) dari tingkat pengembalian
55
adalah 1 (Gumanti, 2011:143). Risk premium diperoleh dengan cara mengurangkan rata-rata return IHSG dengan rata-rata tingkat perolehan suku bunga bebas risiko (SBI), sehingga Indeks Treynor pasar dapat diperoleh melalui rumus (Pratomo dan Nugraha, 2005:196). TP =R���� −P RF���� β Keterangan: TP = Indeks ������� IHSG RP
���� = Rata−rata ������ IHSG RF
����= Rata−rata tingkat perolehan suku bunga bebas risiko(SBI) β = Beta tingkat pengembalian IHSG = 1
l. Pengukuran Indeks Sortino IHSG
Indeks Sortino pasar diperoleh dengan cara membagi risk premium dengan
downside deviation dari tingkat pengembalian IHSG. Risk premium diperoleh dengan cara mengurangkan rata-rata return IHSG dengan rata-rata tingkat perolehan suku bunga bebas risiko (SBI) yang dianggap sebagai Minimum Acceptable Return (MAR).
��� = �� − �� ����� Di mana:
SOR = Indeks Sortino IHSG Rp = rata-rata return IHSG
56
Rf = suku bunga bebas risiko yang ditetapkan sebagai MAR
m. Uji Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Penelitian ini berguna untuk menguji apakah terdapat perbedaan antara kinerja reksa dana saham terhadap IHSG dengan Metode Sharpe, Treynor dan Sortino, yang dirumuskan sebagai berikut :
1. Hipotesis 1
HO: Tidak terdapat perbedaan rata-rata kinerja reksa dana saham dan IHSG dengan menggunakan Metode Sharpe
H1: Terdapat perbedaan rata-rata kinerja reksa dana saham dan IHSG dengan menggunakan Metode Sharpe
2. Hipotesis 2
H0: Tidak terdapat perbedaan rata-rata kinerja reksa dana saham dan IHSG dengan menggunakan Metode Treynor
H1: Terdapat perbedaan rata-rata kinerja reksa dana saham dan IHSG dengan menggunakan Metode Treynor
3. Hipotesis 3
H0: Tidak terdapat perbedaan rata-rata kinerja reksa dana saham dan IHSG dengan menggunakan Metode Sortino
H1: Terdapat perbedaan rata-rata kinerja reksa dana saham dan IHSG dengan menggunakan Metode Sortino
57
Derajat keyakinan yang digunakan adalah sebesar 95%. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji dua pihak (two-tailed test) untuk menguji perbandingan data rasio dengan menggunakan teknik statistik parametrik t-test untuk dua sampel yang berpasangan (paired sample t-test) (Sugiyono, 2008:148).
Ho diterima jika sig (2-tailed) >α (0.05) Ho di tolak jika sig (2-tailed) <α (0.05)
58 BAB IV