• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.7 Metode Analisis Data

Tujuan penelitian pada poin pertama dapat dilihat dengan cara penelitian ini melakukan penghitungan index daya saing pariwisata dengan memasukkan seluruh indikator daya saing dari World Travel and Tourism Council (WWTC) sebanyak 8 indikator dan mengkhususkan pada setiap Kabupaten yang diteliti.

Analisis penentuan daya saing ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran posisi daya saing pariwisata di daerah wisata Danau Toba. Dalam penelitian ini tahapan analisis yang dilakukan adalah :

2. Menghitung indeks pariwisata dari kedelapan indikator-indikator pembentuk indeks daya saing yang dikemukakan di atas segala formula

Normalisasi (

𝑋

𝐼𝐢) = π‘›π‘–π‘™π‘Žπ‘– π‘Žπ‘˜π‘‘π‘’π‘Žπ‘™βˆ’π‘›π‘–π‘™π‘Žπ‘– π‘šπ‘–π‘›π‘–π‘šπ‘’π‘š π‘›π‘–π‘™π‘Žπ‘– π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ π‘–π‘šπ‘’π‘šβˆ’π‘›π‘–π‘™π‘Žπ‘– π‘šπ‘–π‘›π‘–π‘šπ‘’π‘š

Keterangan :

𝑋𝐼𝐢 : Koefisien normalisasi suatu lokasi (c) dan variabel (i)

Untuk menentukan indeks daya saing pariwisata tersebut perlu diperhatikan adanya variabel yang akan dihitung satu-persatu menurut indikator-indikator daya saing potensi yang di miliki oleh daerah yang bersangkutan. Analisis perhitungan indeks pariwisata sangat diperlukan dalam menganalisis panatapan potensi yang dimiliki. Dengan potensi yang ada di daerah tersebut maka akan didapatkan salah satu besarnya salah satu besarnya salah satu poensi yang dimiliki daerah tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keunggulan daerah destinasi dengan daerah lain di sekitarnya.

3. Melakukan perhitungan index composite dari kedelapan indikator yang menentukan daya saing pariwisata

π‘Œ

π‘˜π‘

=

1 𝑛Ʃ𝑋𝐼𝐢

Keterangan :

π‘Œπ‘˜π‘ : Indeks komposit k (k=1 sampai 8) c : Lokasi

k : Indikator-indikator daya saing n : Jumlah variabel dari k

Ʃ𝑋𝑖𝑐 : Perhitungan perjumlahan setiap indikator

Dalam menentukan indeks komposit perlu diperhatikan kedelapan indikator yang menentukan daya saing pariwisata karena akan diketahui nilai dari keseluruhan indikator-indikator daya saingnya.

4. Menghitung indeks daya saing pariwisata

𝑍

𝑐

= Ζ©π‘Š

π‘˜

π‘Œ

π‘˜π‘

Keterangan :

𝑍𝑐 : Daya saing pariwisata

π‘Œπ‘˜πΆ : Bobot asosiasi pada setiap indikator

Ζ©π‘Šπ‘˜ : Perhitungan pemjumlahan bobot asosiasi setiap indikator

Nilai indeks β€œ0” menunjukan kemampuan daya saing rendah, sedangkan nilai β€œ1” menunjukan kemampuan daya saing yang tinggi/baik (Craiwell 2007).

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum per Kabupaten

4.1.1 Kabupaten Dairi

4.1.1.1 Kondisi Geografis Kabupaten Dairi

Luas keseluruhan desa yang berjumlah 161 desa di Kabupaten Dairi yaitu 2.287,70 km2 , dimana Kabupaten Dairi terletak sebelah Barat Laut Propinsi Sumatera Utara. Kabupaten Dairi sebagian besar terdiri dari dataran tinggi dan berbukit-bukit yang terletak antara 98000' - 98030' dan 2015'-3000' Lintang Utara (LU).

Sebagian besar tanahnya didapati gunung-gunung dan bukit-bukit dengan kemiringan bervariasi sehingga terjadi iklim hujan tropis. Kota Sidikalang adalah ibukota Kabupaten Dairi berada pada ketinggian 1.066 meter diatas permukaan laut. Pada umumnya Kabupaten Dairi berada pada ketinggian rata-rata 700 s/d 1.250 m diatas permukaan laut. Sedangkan Kecamatan Tigalingga, Kecamatan Siempat Nempu dan Kecamatan Silima Pungga-Pungga terletak pada ketinggian antara 400 - 1.360 m diatas permukaan laut. Kecamatan Sumbul, Sidikalang , Kerajaan dan Kecamatan Tanah Pinem berada pada ketinggian 700- 1.600 meter diatas permukaan laut. Kabupaten Dairi yang terletak disebelah barat laut propinsi Sumatera Utara yang berbatasan dengan, Sebelah utara dengan Kabupaten Aceh Tenggara (Propinsi NAD ) dan Kabupaten Tanah Karo, Sebelah timur dengan kabupaten Toba Samosir, Sebelah selatan dengan Kabupaten Pakpak Bharat, Sebelah barat dengan Kabupaten Aceh Selatan (Propinsi Nanggroe Aceh

Kabupaten Dairi yang terdiri dari 15 Kecamatan memiliki desa sebanyak 161 desa. Dengan Kecamatan yang memiliki desa paling banyak yaitu kecamatan Tanah Pinem dengan jumlah 19 desa, di urutan kedua ada Kecamatan Sumbul dengan jumlah desa sebanyak 18 desa. Di urutan ke tiga ada Kecamatan Silima Pungga-pungga dengan jumlah desa sebanyak 15 desa. Sedangkan Kecamatan yang memiliki jumlah desa yang paling sedikit yaitu Kecamatan Sitinjo di urutan pertama dengan jumlah sebanyak 3 desa dan urutan kedua Kecamatan Silahisabungan dengan jumlah sebanyak 5 desa.

Dan berdasarkan luas wilayahnya maka Kecamatan Sitinjo merupakan Kecamatan yang memiliki wilayah yang paling luas yaitu 466,7 KmΒ². Sedangkan wilayah yang paling luas urutan kedua adalah Kecamatan Tanah Pinem yaitu 439,40 KmΒ². Kecamatan yang paling kecil adalah Kecamatan Sidikalang yang memiliki luas 35,09 KmΒ² dan terdiri dari 6 desa. Kecamatan yang paling kecil urutan kedua adalah Kecamatan Berampu yang memiliki luas 40,85 KmΒ² dan terdiri dari 5 desa.

4.1.1.2 Kependudukan Kabupaten Dairi

Tahun 2016, pada 161 desa di Kabupaten Dairi, penduduk Kabupaten Dairi berjumlah 280.610 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 101,62 jiwa per KmΒ². Jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Sumbul yaitu sebanyak 34.467 jiwa dan luas wilayah 188,80 Km dengan kepadatan penduduk 182,56 jiwa per KmΒ², sedangkan penduduk paling sedikit berada di kecamatan Silahisabungan dengan jumlah penduduk sebanyak 4.482 dan luas wilayah 75,62 Km2 dengan kepadatan penduduk 59,27 jiwa per KmΒ² (Badan Pusat Statistik).

Tabel 4.1

Jumlah penduduk Kabupaten Dairi (2012-2016) Tahun Jumlah Penduduk (jiwa)

2012 273.394

2013 276.237

2014 277.575

2015 279.090

2016 280.610

Sumber : BPS Kabupaten Samosir

Masyarakat desa yang paling ramai atau pemukiman yang padat penduduknya ada pada kecamatan sidikalang dengan kepadatan penduduk 541,32 jiwa per KmΒ², hal ini dikarenakan masyarakat desa yang jumlahnya banyak sebesar 18.995 jiwa jika dibandingkan dengan luas desa yang ada pada kecamatan sidikalang, dengan luas total 35,09 KmΒ². Kepadatan penduduk desa yang terkecil ada pada kecamatan sitinjo dengan kepadatan penduduk 21,31 jiwa per KmΒ², hal ini dikarenakan jumlah masyarakat desa yang bermukim di kecamatan sitinjo sebesar 9.946 jiwa masih kurang jika dibandingkan dengan luas desa yang ada pada kecamatan sitinjo, dengan luas total sebesar 466,7 KmΒ² (Badan Pusat Statistik).

4.1.1.3 Potensi Dan Perkembangan Pariwisata Di Kabupaten Dairi Kabupaten Dairi memiliki jumlah objek wisata mencapai 11 titik lokasi objek wisata. Terdapat 3 objek wisata di Kecamatan Sitinjo yaitu objek wisata Taman Wisata Iman, objek wisata Air Terjun Lae Pandorah dan Taman Tugu TB Simatupang, di Kecamatan Silahisabungan juga terdapat 2 lokasi objek wisata

Kecamatan Gunung Sitember terdapat 2 objek wisata yaitu Gua Kendet Liang dan Air Terjun Sampuren Desa Gundaling dan di Kecamatan Sidikalang terdapat 3 lokasi objek wisata yaitu Taman Kota Sidikalang, Puncak Sidiangkat dan Gedung Djauli Manic. Sedangkan di Kecamatan Parbuluan mempunyai 1 objek wisata yaitu Taman Wisata Alam Sicike-cike. Berikut ini adalah 3 objek wisata andalan Kabupaten Dairi menurut BPS, yaitu :

1. Taman Wisata Iman Sitinjo

Taman Wisata Iman berada di Bukit Sitinjo dengan luas 130.000 m2, terletak di Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Terletak sekitar 10 km dari Ibu Kota Kabupaten Dairi, Sidikalang atau sekitar 154 km dari Medan. TWI merupakan tempat wisata religius.

TWI bukan hanya mewakili salah satu agama saja yang diakui di Indonesia melainkan semua agama. Mewakili yang dimaksud adalah bahwa dalam TWI terdapat berbagai bangunan-bangunan yang duanggap bersejarah bagi pemeluk agama masing-masing. Mulai dari tempat peribadatan hingga miniatur bangunan yang dianggap bersejarah dan mengenangkan peristiwa-peristiwa penting bagi pemeluknya sehingga tempat ini menjadi salah satu tempay wisata unggulan di Kabupaten Dairi.

2. Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike

TWA Sicike-cike adalah salah satu destinasi wisata di Kabupaten Dairi yang menonjolkan keindahan dan keasrian alam yang berpadu dengan konsep pelastarian alam. Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike merupakan salah satu hutan suaka alam, hutan pelestarian alam yang berada

di bawah pengelolaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara yang ada di Kecamatan Parbuluan dan Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, serta Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat.

TWA Sicike-cike merupakan salah satu dari 124 TWA yang ada di Indonesia atau salah satu dari 6 TWA yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

3. Air Terjun Lae Pandorah

Air Terjun Lae Pandorah letaknya yang tepat berada di tepi jalan raya lintas Sumatera Utara – Aceh menjadikan air terjun ini kerap disinggahi oleh para wisatawan. Air Terjun Lae Pandorah merupakan salah satu dari 11 tempat wisata yang berada di Kabupaten Dairi, keunikannya terletak pada warna airnya yang berwarna merah darah pada waktu tertentu. Kata

β€œPandorah” berasal berasal dari kata daroh yang artinya darah. Air Terjun Lae Pandorah memiliki ketinggian sekitar 3 meter, dan aliran airnya langsung menuju Lau Renun yang cocok dijadikan sebagai lokasi arum jeram. Derasnya debit air pandorah adalah alasan mengapa setiap pengunjung harus berhati-hati karena air terjun ini terdiri dari 7 tingkat.

Melihat dari banyak nya tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Dairi maka jumlah turis yang datang dari nusantara dan mancanegara pada tahun 2016 yaitu berjumlah 126.866 jiwa, dimana data yang saya dapat ini berasal dari jumlah turis yang datang ke tempat wisata unggulan yang ada di Kabupaten Dairi.

4.1.2 Kabupaten Samosir

4.1.2.1 Kondisi Geografis Kabupaten Samosir

Luas wilayah Kabupaten Samosir secara keseluruhan mencapai 254.715 Ha, terdiri dari daratan seluas 144.455 Ha dan perairan danau seluas 110.260 Ha.

Luas dan batas perairan di kawasan Danau Toba belum ada ketentuan yang pasti.

Namun mengingat Pulau Samosir tepat berada dan dikelilingi oleh Danau Toba, secara proporsional luas perairan Danau Toba yang menjadi bahagian daerah Kabupaten Samosir sewajarnyalah merupakan bagian yang terluas dibandingkan dengan enam kabupaten-kabupaten lainnya di sekeliling perairan Danau Toba.

Posisi Geografis, Komposisi Wilayah dan Kemiringan Posisi geografis Kabupaten Samosir berada pada 2Β°24’ - 2Β°45’ Lintang Utara dan 98Β°21’- 99Β°55’

Bujur Timur. Secara administratif wilayah Kabupaten Samosir diapit oleh tujuh kabupaten, yaitu di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun, di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Toba Samosir, di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbahas dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat. Kabupaten Samosir terdiri dari 9 kecamatan, 6 kecamatan berada di Pulau Samosir di tengah Danau Toba dan 3 kecamatan di daerah lingkar luar Danau Toba tepat pada punggung pegunungan Bukit Barisan.

Kabupaten Samosir terletak pada wilayah dataran tinggi, dengan ketinggian antara 700 s/d 1.995 meter di atas permukaan laut.Jenis tanah Topografi dan kontur tanah di Kabupaten Samosir pada umumnya berbukit dan bergelombang.

Daerah Kabupaten Samosir tergolong daerah beriklim tropis basah dengan suhu berkisar antara 17ΒΊC - 29ΒΊC dan rata-rata kelembaban udara sebesar 85,04 persen. Curah hujan tertinggi terjadi bulan November dengan rata-rata 440 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 15 hari. Curah hujan terendah terjadi pada bulan Juni s/d Agustus berkisar dari 31 s/d 56 mm per bulan, dengan hari hujan 5 s/d 7 hari.

Kabupaten Samosir memiliki 10 buah sungai yang keseluruhannya bermuara ke Danau Toba. Sebahagian dari sungai tersebut telah dimanfaatkan untuk mengairi lahan sawah seluas 3.987 ha, lahan sawah yang beririgasi setengah teknis (62,13 % dari luas yang ada). Panjang saluran irigasi di Kabupaten Samosir mencapai 74,77 km, terdiri dari irigasi setengah teknis 70,63 km (21,53 km saluran primer dan 49,10 km saluran sekunder) dan irigasi sederhana 4,14 km.

Luas lahan produktif di Kabupaten Samosir (2002) mencapai 69.798 ha, terdiri dari lahan sawah 7.247 ha (10,4 %), dan lahan kering 62.551 ha (89,6 %).

Terbatasnya sarana irigasi, modal dan tenaga kerja kasar mengakibatkan hanya 14.110 ha (22,56 %) lahan kering yang dikelola. Selebihnya merupakan lahan tidur seluas 48.441 ha atau 77,44 % dari lahan kering yang dapat dikelola.

4.1.2.2 Kependudukan Kabupaten Samosir

Berdasarkan angka proyeksi penduduk pertengahan tahun, penduduk Kabupaten Samosir pada tahun 2014 adalah sebanyak 123.065 jiwa, terdiri dari 61.080 penduduk laki-laki (49,63 persen) dan 61.985 penduduk perempuan (50,37persen), dengan rasio jenis kelamin sebesar 98,54 dan angka kepadatan penduduk mencapai 85,21 jiwa/km2. Sementara itu rumah tangga yang ada di

Kabupaten Samosir adalah sebanyak 29.759 dengan rata-rata penduduk tiap rumah tangga sebesar 4,14 jiwa/rumah tangga.

Tabel 4.2

Jumlah penduduk Kabupaten Samosir (2012-2016) Tahun Jumlah Penduduk (jiwa)

2012 121.613

2013 122.449

2014 123.065

2015 123.789

2016 124.496

Sumber : BPS Kabupaten Samosir

Menurut persebaran penduduk tiap kecamatan, penduduk yang lebih banyak adalah di Kecamatan Pangururan, yaitu 30.283 jiwa, dengan angka kepadatan penduduk mencapai 249,39 jiwa/km2, sedangkan penduduk yang paling sedikit adalah di Kecamatan Sitiotio yaitu 7.302 jiwa (5,93 persen), dengan angka kepadatan penduduk mencapai 143,85 jiwa/km2.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS Kabupaten Samosir, angkatan kerja yang tersedia di Kabupaten Samosir adalah sebanyak 70.715 jiwa atau 89,92 persen dari seluruh penduduk berusia 15 tahun ke atas, dimana angkatan kerja yang bekerja adalah sebanyak 69.974 jiwa dan yang menganggur adalah sebanyak 741 jiwa.

Sementera itu penduduk yang tergolong bukan angkatan kerja adalah sebanyak 7.930 jiwa (10,08 persen), yaitu mereka yang sekolah sebanyak 2.790 jiwa, mengurus rumah tangga sebanyak 2.366 jiwa, dan melakukan kegiatan

adalah lebih banyak di sektor pertanian (pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan), yaitu 48.648 jiwa (69,52 persen), diikuti sektor perdagangan besar/eceran, rumah makan dan jasa akomodasi 9.241 jiwa (13,21 persen), sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan 6.240 jiwa (8,92 persen), sektor industri pengolahan 3.850 jiwa (5,50 persen), sektor konstruksi 1.034 jiwa (1,48 persen), sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi 762 jiwa (1,09 persen), dan sektor lembaga keuangan dan usaha persewaan 199 jiwa (0,28 persen). Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) penduduk Kabupaten Samosir tahun 2016 adalah sebesar 1,05 persen.

Persentase penduduk Kabupaten Samosir berusia 10 tahun ke atas yang masih sekolah diperkirakan sebesar 28,69 persen, sedangkan yang tidak/belum pernah sekolah adalah 1,90 persen, dan yang tidak bersekolah lagi adalah 69,41 persen. Persentase penduduk yang tidak/belum pernah sekolah dan yang tidak bersekolah lagi mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun sebelumnya, sementara masih sekolah semakin berkurang.

4.1.2.3 Potensi Dan Perkembangan Pariwisata Di Kabupaten Samosir

Kabupaten Samosir mempunyai 75 objek dan daya tarik pariwisata yang tersebar dibeberapa kecamatan. Kabupaten ini mempunyai banyak objek wisata yang dapat dikunjungi seperti wisata alam, wisata seni budaya dan peninggalan sejarah. Adapun objek wisata yang menjadi unggulan di Kabupaten Samosir saat ini adalah :

1. Pantai Pasir Putih Parbaba

Obyek Wisata Pasir Putih dengan panjang pantai 250 meter terletak di Desa Parbaba Kecamatan Pangururan sekitar 7 Km dari Ibu kota Pangururan ditempat ini pengunjung dapat menikmati pemandangan yang sangat indah dipinggiran Danau Toba ke arah Tongging dan Tigaras pantai ini banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun internasional untuk melakukan aktivitas wisata air dan olah raga pantai seperti voly pantai dan jetsky.

2. Hotspring / Permandian Air Panas

Kabupaten Samosir memiliki 2 (dua) lokas pemandian air panas, di Kecamatan Pangururan Desa Siogung-ogung dan Desa Simbolon. Namun pemandian air panas Desa Siogung-Ogung lebih berkembang berada di kelurahan siogung – ogung Kec. Pangururan Β± 2 Km dari ibu Kota Kabupaten Samosir. Tempat ini memiliki sumber air panas yang sangat bening mengandung belerang, yang dapat dipercaya menyembuhkan penyakit kulit dan membuat tubuh lebih segar.Potensi Pengembangan yang ditawarkan seperti kegiatan Water Park dengan area bermain, restoran dan hotel, kolam pemandian dengan standar internasional.

3. Museum Inkulturatif Pangururan

Museum ini terletak di pusat kota pangururan yang dikelola oleh pastoran katolik dan memiliki benda purba kala yang sudah jarang ditemukan pada masayarakat batak apabila wisatawan ingin melihat benda – benda bersejarah peninggalan orang batak datanglah ke museum ini.

4. Aek Sipitu Dai

Obyek wisata Aek sipitu dai ( Air Tujuh Rasa )terletak di desa aek sipitu dai kecamtan Sianjur Mulamula sekitar 10 Km dari ibu kota Pangururan.

Sesuai dengan legenda yang menyatakan bahwa terdapat 7 (tujuh) rasa air pada lokasi Aek Sipitu Dai. Mata air Aek Sipitu Dai ada tujuh. Mata air tersebut berjejer ke sebelah kiri pohon jabi-jabi. Konon, dari ketujuh mata air ini keluar air dengan cita rasa yang berbeda. Kemudian air yang keluar dari ketujuh mata air bergabung menjadi satu melalui bawah pohon jabi-jabi dan dari sana memancur ke bawah, sehingga disebut Pansur Jabi-jabi Sipitu Dai (Pansur Jabi-jabi Tujuh Rasa).

5. Batu Sawan

Obyek wisata Batu Sawan terletak di Desa Sarimarrihit Kec. Sianjur Mula-mula sekitar 12 Km dari ibukota Pangururan, tempat ini memiliki batu besar yang bentuknya seperti cawan dan berisi air dengan rasa jeruk purut. Konon menurut legenda, Batu Sawan dibuat oleh Mulajadi Nabolon untuk menguras Si Raja Uti ketika masih bernama si Raja Biakbiak agar bisa memiliki bentuk tubuh yang sempurna. Dari Puncak Pusuk Buhit air murni mengalir melalui batu marsada dan masuk ke Batu Sawan yang kemudian berubah rasa menjadi rasa jeruk puruk (anggir) tetapi warna tetap jernih yang kemudian berubah rasa lagi menjadi tawar setelah air keluar dari Batu Sawan. Diyakini, air dari Batu Sawan memiliki khasiat menyembuhkan dan pembersihan diri.

6. Batu Hobon

Obyek wisata batu hobon terletak didesa Sianjur mulamula sekitar 13 Km dari ibukota pangururan batu besat ini mirip sepeti peti besar lengkap dengan penutupnya. Obyek wisata ini terkait legenda sejarah suku batak konon menurut kisahnya raja batak menyimpan harta benda yang sangat berharga sampai sekarang tidak ada satu orang yang dapat membuka penutup batu.

Menurut mitos, tatkala Tuan Sariburaja meninggalkan perkampungan Sianjur Mulamula dan pindah ke Ulu Darat, dia meninggalkan semua harta pusaka yang diterima dari ayahnya, Guru Tateabulan.

Melihat dari banyak nya tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Samosir maka jumlah turis yang datang dari nusantara dan mancanegara pada tahun 2016 yaitu berjumlah 190.728 jiwa, dimana data yang saya dapat ini berasal dari jumlah turis yang datang ke tempat wisata unggulan yang ada di Kabupaten Samosir.

4.1.3 Kabupaten Simalungun

4.1.3.1 Kondisi Geografis Kabupaten Simalungun

Kabupaten Simalungun merupakan kabupaten terluas ketiga setelah Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Langkat di Sumatera Utara dan memiliki letak yang cukup strategis serta berada di kawasan wisata Danau Toba – Parapat.

Kabupaten Simalungun terdiri dari 31 kecamatan dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Hatonduhan sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Haranggaol Horison dengan rata-rata jarak tempuh ke ibukota kabupaten 51,42 km dimana jarak terjauh adalah Kecamatan Silou Kahean 127 km dan Kecamatan

Ujung Padang 113 km. Simalungun letaknya diapit oleh 8 kabupaten yaitu Kabupaten Serdang Bedagai, Deli Serdang, Karo, Tobasa, Samosir, Asahan, Batu Bara, dan Kota Pematang siantar.

Letak astronomisnya antara 02Β°36' -03Β°18' Lintang Utara dan 98Β°32 '- 99Β°35' Bujur Timur dengan luas 4 372,5 km2 berada pada ketinggian 0 –1 400 meter di atas permukaan laut dimana 75 persen lahannya berada pada kemiringan 0-15% sehingga Kabupaten Simalungun merupakan Kabupaten terluas ke 3 setelah Kabupaten Madina dan Kabupaten Langkat di Sumatera Utara dan memiliki letak yang cukup strategis serta berada di kawasan wisata Danau Toba-Parapat. Berikut adalah panjang jalan menurut kondisi jalan dan menurut jenis permukaan jalan di Kabupaten Simalungun.

Menurut pengukuran dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Geofisika Parapat, suhu udara rata-rata tahun 2016 adalah 22,10Β°C, dengan suhu rata -rata terendah 16,40Β°C dan suhu tertinggi 28,90Β°C. Penyinaran Matahari pada tahun 2016 rata-rata 3,9 jam per hari atau sebesar 48,3 persen dan rata-rata penguapan 3,7 milimeter per hari serta rata-rata kelembaban nisbi udara harian sebesar 80 persen serta kecepatan angin maksimum di tahun 2016 mencapai 1 knot.

4.1.3.2 Kependudukan Kabupaten Simalungun

Penduduk Kabupaten Simalungun berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2016 sebanyak 854.489 jiwa yang terdiri atas 425.794 jiwa penduduk laki-laki dan 428.695 jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2015, penduduk Simalungun mengalami pertumbuhan sebesar

0,60 persen dengan masing-masing persentase pertumbuhan penduduk laki-laki sebesar 0,61 persen dan penduduk perempuan sebesar 0,59 persen. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2016 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 99,32.

Kepadatan penduduk di Kabupaten Simalungun tahun 2016 mencapai 195 jiwa/km2 dengan rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga 4 orang. Kepadatan Penduduk di 31 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di kecamatan Siantar dengan kepadatan sebesar 896 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Dolok Silou sebesar 48 jiwa/Km2.

Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional di Simalungun pada tahun 2016 sebesar 413.154 jiwa dengan tingkat partisipasinya sebesar 70,23%. Pada umumnya penduduk Kabupaten Simalungun bekerja di sektor pertanian (61,93%) kemudian 28,93% disektor jasa-jasa, hotel dan restoran.

Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.3 dibawah ini.

Tabel 4.3

Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Yang Termasuk Angkatan Kerja Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan

Universitas 11.533 15.374 26.907

Jumlah 241.436 171.718 413.154

Berdasarkan data yang saya peroleh dari BPS Kabupaten Simalungun masyarakat yang berusia 10 tahun ke atas (678.518) yang mengalami buta huruf sebesar 8.414 jiwa dan bebas buta huruf sebesar 670.104 jiwa.

4.1.3.3 Potensi Dan Perkembangan Pariwisata Di Kabupaten Simalungun

Kabupaten Simalungun memiliki jumlah objek wisata mencapai 73 titik lokasi objek wisata, yang terdiri atas 39 lokasi wisata alam, 15 lokasi wisata agro, 8 lokasi wisata budaya, dan selebihnya adalah lokasi wisata rekreasi lainnya.

Kecamatan Girsang Sipangan Bolon merupakan kecamatan yang memiliki objek wisata terbanyak. Menurut data dari BPS ada 5 wisata unggulan yang ada di Kabupaten Simalungun, Yaitu :

1. Parapat

Parapat adalah sebuah kota kecil di tepi Danau Toba di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kota Parapat merupakan salah satu akses menuju ke Danau Toba ataupun ke Pulau Samosir. Parapat terkenal dengan keindahan Danau Tobanya. Kota ini menjadi objek wisata terkenal di Sumatera Utara. Bahkan, di era 1990-an, kota ini menjadi destinasi favorit para turis-turis luar negeri, terutama berasal dari Belanda, Malaysia, Singapura, Jerman, Jepang, Korea, bahkan ada juga yang berasal dari Amerika. Kota ini memiliki beberapa tempat yang bisa di kunjungi untuk menjadi tempat berlibur seperti Lapangan Pagoda atau alun-alun kota Parapat, Rumah pengasingan mantan Presiden RI yang pertama, Soekarno. Dari pinggiran

Danau Toba kita bisa berenang menikmati sejuknya air danau Toba dan

Danau Toba kita bisa berenang menikmati sejuknya air danau Toba dan

Dokumen terkait