• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5 Metode Penelitian

3.5.2 Metode Analisis

Untuk melaksanakan penelitian sehingga tujuan penelitian dapat tercapai, perlu digunakan metode analisis yang tepat untuk mengolah data-data dan informasi yang telah dikumpulkan melalui survei primer dan sekunder. Berikut merupakan metode analisis dan penjabaran analisis yang digunakan berdasarkan pada sasaran yang dicapai sehingga dapat mencapai tujuan penelitian. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel 3.7 Urutan Analisa dalam Penelitian

No. Sasaran Tujuan Analisis Teknik Hasil

1. Menganalisa faktor-faktor yang

mempengaruhi tingkat kerentanan terhadap bencana banjir rob di Kawasan Pantai Utara Surabaya

Membandingkan antara variabel dengan teori atau kondisi eksisting sehingga didapatkan faktor yang berpengaruh terhadap bencana banjir rob Analisis Content Analysis Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap bencana banjir rob 2. Menganalisa relevansi

dan aplikasi adaptasi terhadap bencana banjir rob berdasarkan faktor kerentanan di Kawasan Pantai Utara Surabaya

Membandingkan antara faktor dengan teori atau kondisi eksisting sehingga dapat diketahui apakah pola adaptasi tersebut relevan dan aplikatif berdasarkan faktor kerentanan

Analisis Content Analysis Relevansi dan aplikasi adaptasi terhadap bencana banjir rob berdasarkan faktor kerentanan 3. Merumuskan arahan

adaptasi kawasan rawan banjir rob di Kawasan Pantai Utara Surabaya

Merumuskan arahan adaptasi terhadap bencana banjir rob berdasarkan faktor kerentanan

Analisis Deskriptif Kualitatif Rumusan arahan adaptasi terhadap bencana banjir rob Sumber :Penulis, 2013

3.5.2.1 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kerentanan Terhadap Banjir Rob

Analisis yang digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kerentanan terhadap banjir rob adalah content analysis. Teknik content analysis merupakan analisa yang mengandalkan kode-kode yang ditemukan dalam sebuah teks perekaman data selama wawancara dilakukan dengan subjek di lapangan (Bungin, 2007)

Gambar 3.1 Proses Content Analysis Sumber : Diolah dari Bungin, 2010

Content analysis diawali dengan pemberian kode pada catatan transkrip wawancara yang telah dilakukan. Kode-kode tersebut merupakan kategori-kategori yang dikembangkan dari permasalahan penelitian, hipotesis, konsep-konsep kunci atau tema-tema penting (Miles & Huberman, 1992). Untuk mengetahui faktor berpengaruh, content analysis yang digunakan adalah deductive content analysis, untuk pengujian kategori, konsep model atau hipotesis. Deductive content analysis digunakan apabila struktur analisa dilakukan berdasarkan pengetahuan sebelumnya dan jika tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk pengujian teori (Kyngas & Vanhanen, 1999).

Pada tahap ini faktor-faktor kerentanan terhadap banjir rob dihasilkan dari hasil sintesis tinjauan pustaka dan literatur yang meliputi kajian, penelitian dan teori yang berkaitan dengan bencana banjir rob. Hasil sintesis tinjauan pustaka dan literatur tersebut akan dikonfirmasi pada stakeholder yang telah dipilih melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Melalui metode in-depth interview, stakeholder yang dipilih

Menemukan Kode Klasifikasi Data, berdasarkan Kode Prediksi Data

akan melakukan konfirmasi terkait faktor-faktor kerentanan terhadap banjir rob di Kawasan Pantai Utara Surabaya. Hasil in-depth interview tersebut nantinya akan diolah melalui teknik content analysis, berikut merupakan alur dari deductive content analysis :

Unit analisis dipilih untuk membantu memahami informasi dalam suatu transkrip wawancara. Dalam memperoleh informasi terkait faktor kerentanan banjir rob maka unit analisis yang dipilih pada tahap ini adalah unit kalimat. Unit kalimat dipilih dikarenakan lebih mampu menjelaskan maksud dalam transkrip wawancara

Melakukan pemahaman kembali terhadap maksud dari transkrip wawancara. Pada tahap ini peneliti ditumtut untuk memahami kembali informasi dalam transkrip wawancara. Proses pemahaman kembali ini disertai dengan pengkodean berdasarkan unit analisis untuk menjelaskan maksud setiap faktor kerentanan yang ada di dalam transkrip. Jadi setiap unit analisis akan diberikan kode untuk memudahkan pemahaman

Pada tahapan ini, unit – unit analisis yang telah diberikan kode akan dimasukkan dalam suatu matriks atau table analisis. Matriks atau table analisis ini bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam pengorganisasian

Tahapan berikutnya adalah mengumpulkan data berdasarkan isi. Dimana data merupakan kode tiap unit kalimat yang diklasifiikasikan berdasarkan faktor kerentanan banjir rob. Berdasarkan sintesa tinjauan pustaka

Selecting the unit of analysis

1

Making sense of the data

2

Developing analysis matrice

3

Data gathering by content

4

PREPARATION

PREPARATION

ORGANISING

Gambar 3.2 Tahapan Deductive Content Analysis Sumber : Diolah dari Elo & Kyngas, 2008

Setelah dikelompokkan berdasarkan faktor kerentanan, tahap berikutnya adalah kategorisasi. Dalam kategorisasi ini akan tampak faktor kerentanan apa saja yang paling berpengaruh hal tersebut terlihat dari banyaknya iterasi berdasarkan kode tiap unit kalimat. Pada tahapan ini juga akan terlihat kecenderungan tiap stakeholder dalam faktor kerentanan banjir rob. Tahap berikutnya adalah pengelompokan, dimana pengelompokan dilakukan berdasarkan kode tiap unit kalimat yang menjelaskan faktor kerentanan banjir rob. Pengelompokan ini juga melihat iterasi terhadap unit analisis yang menjelaskan maksud yang sama. Iterasi dalam tahapan ini menggunakan pragmatical content analysis yaitu melihat seberapa sering suatu hal dikatakan sehingga menunjukkan indikasi pengaruh suatu faktor kerentanan

Grouping

didapatkan 29 faktor kerentanan banjir rob sehingga nantinya dalam matriks akan terdapat kolom setiap faktor kerentanan yang berisi kode tiap unit kalimat dalam transkrip wawancara.

5

Categorization

6

Abstraction

Abstraksi merupakan tahap akhir dari content analysis dimana merupakan tahap generalisasi hasil sehingga diperoleh kesimpulan faktor-faktor kerentanan kerentanan banjir rob yang berpengaruh di wilayah penelitian. Dalam abstraksi dilakukan konsensus melalui komparasi pendapat stakeholder terhadap tiap faktor kerentanan. Sehingga akan diperoleh faktor kerentanan yang paling berpengaruh berdasarkan kondisi di wilayah penelitian

7

ORGANISING

ORGANISING

Terkait validitas content analysis, yakni untuk mengukur apakah analisis yang digunakan telah benar dan hasilnya mampu menjawab tujuan dari penelitian. Dalam content analysis, validasi yang digunakan menggunakan teknik pragmatical content analysis yaitu mengidentifikasi isi pesan seperti perhitungan penyebutan yang berulang-ulang terhadap kalimat tertentu. Pengulangan suatu kalimat lebih dapat menyakinkan orang-orang dibandingkan dengan penggunaan kata yang kompleks untuk menjelaskan suatu hasil. Sehingga semakin sering suatu hal dikatakan maka semakin mengindikasikan apabila faktor tersebut berpengaruh. Selain itu, untuk mendukung pembuktian tersebut, disediakan transkrip wawancara dan dokumentasi antara peneliti dan responden.

3.5.2.2 Analisis Relevansi dan Aplikasi Adaptasi Terhadap Bencana Banjir Rob Berdasarkan Faktor Kerentanan

Analisis yang digunakan untuk menganalisis relevansi dan aplikasi adaptasi terhadap terhadap banjir rob berdasarkan faktor kerentanan adalah analisis content analysis. Dimana faktor-faktor kerentanan terhadap banjir rob telah diperoleh melalui hasil deductive content analysis pada sasaran pertama. Faktor kerentanan tersebut nantinya menjadi dasar perumusan upaya adaptasi di wilayah penelitian dalam menjawab sasaran kedua. Upaya adaptasi tersebut sebelumnya diperoleh melalui hasil sintesis tinjauan pustaka.

Dalam menjawab sasaran kedua, akan dilakukan pengujian upaya adaptasi berdasarkan faktor kerentanan terhadap banjir rob yang dilakukan melalui metode in-depth interview kepada para stakeholder. Seperti halnya pada sasaran pertama, konfirmasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah upaya adaptasi terhadap banjir rob tersebut efektif dalam mengurangi faktor kerentanan. Berikut merupakan alur dari content analysis

Pada tahapan ini, unit – unit analisis yang telah diberikan kode akan dimasukkan dalam suatu matriks atau table analisis. Matriks atau table analisis ini bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam pengorganisasian

Unit analisis dipilih untuk membantu memahami informasi dalam suatu transkrip wawancara. Dalam memperoleh informasi terkait upaya adaptasi berdasarkan faktor kerentanan banjir rob maka unit analisis yang dipilih pada tahap ini adalah unit kalimat. Unit kalimat dipilih dikarenakan lebih mampu menjelaskan maksud dalam transkrip wawancara

Melakukan pemahaman kembali terhadap maksud dari transkrip wawancara. Pada tahap ini peneliti ditumtut untuk memahami kembali informasi dalam transkrip wawancara. Proses pemahaman kembali ini disertai dengan pengkodean berdasarkan unit analisis untuk menjelaskan maksud setiap upaya adaptasi terhadap banji rob yang ada di dalam transkrip. Jadi setiap unit analisis akan diberikan kode untuk memudahkan pemahaman

Selecting the unit of analysis

1

Making sense of the data

2

Developing analysis matrice

3

Data gathering by content

4

Tahapan berikutnya adalah mengumpulkan data berdasarkan isi. Dimana data merupakan kode tiap unit kalimat yang diklasifiikasikan berdasarkan adaptasi banjir rob. Berdasarkan sintesa tinjauan pustaka didapatkan 20 upaya adaptasi terhadap banjir rob sehingga nantinya dalam matriks akan terdapat kolom setiap upaya adaptasi yang berisi kode tiap unit kalimat dalam transkrip wawancara

PREPARATION

PREPARATION

ORGANISING

Gambar 3.3 Tahapan Content Analysis Sumber : Diolah dari Elo & Kyngas, 2008

Terkait validitas content analysis, yakni untuk mengukur apakah analisis yang digunakan telah benar dan hasilnya mampu menjawab tujuan dari penelitian. Dalam content analysis, validasi yang digunakan menggunakan teknik pragmatical content analysis yaitu mengidentifikasi isi pesan seperti perhitungan penyebutan yang berulang-ulang terhadap

Grouping

Tahap berikutnya adalah pengelompokan, dimana pengelompokan dilakukan berdasarkan kode tiap unit kalimat yang menjelaskan upaya adaptasi terhadap banjir rob. Pengelompokan ini juga melihat iterasi terhadap unit analisis yang menjelaskan maksud yang sama. Iterasi dalam tahapan ini menggunakan pragmatical content analysis yaitu melihat seberapa sering suatu hal dikatakan sehingga menunjukkan indikasi efektifnya suatu upaya adaptasi

Categorization

Setelah dikelompokkan berdasarkan upaya adaptasi, tahap berikutnyaadalah kategorisasi. Dalam kategorisasi ini akan tampak upaya adaptasi mana yang mampu mengurangi faktor kerentanan banjir rob hal tersebut terlihat dari banyaknya iterasi berdasarkan kode tiap unit kalimat. Pada tahapan ini juga akan terlihat kecenderungan tiap stakeholder dalam adaptasi terhadap banjir rob.

Abstraction

Abstraksi merupakan tahap akhir dari content analysis dimana merupakan tahap generalisasi hasil sehingga diperoleh kesimpulan adaptasi apa yang mampu mengurangi faktor kerentanan banjir rob di wilayah penelitian. Dalam abstraksi dilakukan konsensus melalui komparasi pendapat stakeholder terhadap tiap upaya adaptasi. Sehingga akan diperoleh adaptasi yang mampu mengurangi faktor kerentanan banjir rob di wilayah penelitian

7

5

6

ORGANISING ORGANISING REPORTING

kalimat tertentu. Pengulangan suatu kalimat lebih dapat menyakinkan orang-orang dibandingkan dengan penggunaan kata yang kompleks untuk menjelaskan suatu hasil. Sehingga semakin sering suatu hal dikatakan maka semakin mengindikasikan apabila adaptasi tersebut mampu mengurangi faktor kerentanan. Selain itu, untuk mendukung pembuktian tersebut, disediakan transkrip wawancara dan dokumentasi antara peneliti dan responden.

3.5.2.3 Analisis Arahan Adaptasi Terhadap Bencana Banjir Rob

Untuk merumuskan arahan adaptasi terhadap bencana banjir rob di Kawasan Pantai Utara Surabaya dilakukan analisis deksriptif kualitatif. Analisis deskriptif kualitatif adalah analisa yang bertujuan untuk mengangkat fakta, keadaan dan fenomena yang terjadi ketika penelitian berlangsung dan menyajikan apa adanya. Menurut Anselm Strauss dan Juliet Corbin (2003) analisis dekriptif kualitatif merupakan kajian yang hasilnya tidak diperoleh melalui prosedur statistic atau bentuk hitungan lainnya.

Untuk tahapan analisis deskriptif kualitatif setelah didapatkan hasil content analysis terkait relevansi dan aplikasi adaptasi berdasarkan faktor kerentanan banjir rob. Dimana pola adaptasi yang relevan hasil content analysis akan dibandingkan dengan tinjauan literatur yang terdiri dari teori dan penelitian terdahulu. Hasil pembandingan tersebut akan dikaji dengan kondisi eksisting di wilayah penelitian. Sehingga pola adaptasi hasil content analysis akan diperjelas kembali dimana menghasilkan arahan adaptasi yang mampu diaplikasikan di wilayah penelitian. Hasil dari analisis deskriptif kualitatif tersebut nantinya akan menghasilkan arahan adaptasi terhadap bencana banjir rob di Kawasan Pantai Utara Surabaya.

Terkait validitas analisis deskriptif kualitatif, yakni untuk mengukur apakah analisis yang digunakan telah benar dan hasilnya mampu menjawab tujuan dari penelitian. Dalam analisis deskriptif kualitatif, validasi untuk menguji keabsahan hasil dilakukan survei

dan observasi ke lapangan untuk melakukan pencocokan dan penyesuaikan terkait rumusan arahan adaptasi terhadap bencana banjir rob di Kawasan Pantai Utara Surabaya.

Dokumen terkait