BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.3 Adaptasi
2.3.4 Pemulihan (Rehabilitation)
Menurut Manajemen Resiko Bencana Internasional PBB (2004), pemulihan adalah tindakan yang diambil setelah bencana dengan maksud untuk memulihkan atau meningkatkan kondisi kehidupan pra-bencana pada masyarakat yang terkena
dampak. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendorong dan memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan untuk mengurangi risiko bencana
ISDR (2012) menyatakan rehabilitasi merupakan pemulihan dari kejadian bencana yang berdampak kepada masyarakat untuk bantuan dana, penyediaan kesehatan dan tempat pengungsian sehingga dapat dilakukan rekonstruksi jangka panjang.
Pemulihan adalah keputusan dan tindakan yang diambil setelah bencana dengan maksud untuk memulihkan atau memperbaiki kondisi kehidupan pra bencana dari masyarakat yang terdampak oleh bencana (UNISDR, 2004).
Menurut Progam for Hydro-Meterological Risk Disaster Mitigation in Secondary Cities in Asia (PROMISE, 2009), upaya pemulihan terhadap bahaya banjir rob yang dapat dilakukan adalah
a. Evaluasi penanganan darurat dan pernyataan tanggap darurat selesai
b. Inventarisasi dan dokumentasi kerusakan sarana dan prasarana, sumber daya air, kerusakan lingkungan, korban jiwa dan perkiraan kerugian yang ditimbulkan
c. Merencanakan dan melaksanakan progam pemulihan berupa : rehabilitasi, rekonstruksi atau pembangunan baru sarana dan prasarana sumber daya air
d. Penataan kembali kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkena banjir
e. Evaluasi karakteristik banjir untuk menyesuaikan prediksi banjir di masa datang
Menurut Mislan (2011), upaya pemulihan terhadap bahaya banjir rob antara lain : bantuan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, perbaikan sarana dan prasarana, rehabilitasi dan adaptasi kondisi fisik dan non fisik, penilaian kerugian materi dan non materi, asuransi bencana banjir dan pengkajian cepat banjir untuk masukan dalam tindakan pencegahan.
Berdasarkan Integrated Flood Risk Management in Asia (ADPC, 2005) upaya rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap bencana banjir rob antara lain :
a. Membangun taman dan ruang public yang berfungsi sebagai kolam penampungan banjir
b. Meningkatkan dan memperkuat jaringan listrik, gas dan air bersih
c. Membangun kembali dan memelihara jalan serta jalur transportasi. Memastikan apabila jalan dan jalur transportasi memiliki gorong – gorong untuk drainase d. Membersihkan saluran air dan memastikan apabila
saluran air tetap dipertahankan
e. Rekonstruksi dan penguatan struktural tanggul
f. Memastikan akses masyarakat terhadap mata pencaharian yang berhubungan dengan pertanian, perikanan dan sistem air
g. Membangun kembali ruang public dan lapangan pekerjaan
h. Meningkatkan dan memperkuat saluran drainase untuk mencegah dari luapan ketika terdapat sampah dan banjir
Tabel 2.12 Komparasi Teori Pemulihan Banjir Rob
No Sumber Variabel dalam Teori Variabel dalam penelitian 1. PROMISE
(2009) a. Evaluasi darurat dan pernyataan penanganan tanggap darurat selesai b. Inventarisasi dan
dokumentasi kerusakan akibat bencana
c. Rehabilitasi dan rekonstruksi sarana dan prasarana sumber daya air
d. Evaluasi karakteristik
banjir untuk
menyesuaikan prediksi banjir di masa datang
1. Rehabilitasi dan adaptasi kondisi fisik dan non fisik 2. Rehabilitasi dan
rekonstruksi sarana dan prasarana sumber daya air 3. Asuransi bencana banjir 4. Evaluasi karakteristik banjir untuk menyesuaikan prediksi banjir di masa datang.
2. Mislan (2011) a. Bantuan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari
b. Perbaikan sarana dan prasarana
c. Rehabilitasi dan adaptasi kondisi fisik dan non fisik
d. Penilaian kerugian materi dan non materi e. Asuransi bencana banjir f. Pengkajian cepat banjir
untuk masukan dalam tindakan pencegahan 3. ADPC (2005) a. Membangun taman dan
ruang public yang berfungsi sebagai kolam penampungan banjir b. Meningkatkan dan
memperkuat jaringan listrik, gas dan air bersih c. Membangun kembali
dan memelihara jalan serta jalur transportasi d. Membersihkan saluran
air dan memastikan apabila saluran air tetap dipertahankan e. Rekonstruksi dan penguatan struktural tanggul f. Memastikan akses masyarakat terhadap mata pencaharian yang berhubungan dengan pertanian, perikanan dan sistem air
g. Membangun kembali ruang public dan lapangan pekerjaan h. Meningkatkan dan
memperkuat saluran drainase untuk mencegah
dari luapan ketika terdapat sampah dan banjir
Sumber : Hasil Komparasi Teori, 2013 Berdasarkan komparasi teori pemulihan banjir rob, variabel yang digunakan dalam penelitian antara lain rehabilitasi dan adaptasi kondisi fisik dan non fisik, rehabilitasi dan rekonstruksi sarana dan prasarana sumber daya air, asuransi bencana banjir dan evaluasi karakteristik banjir untuk menyesuaikan prediksi banjir di masa datang. Adapun penjelasan sebagai berikut :
a. Rehabilitasi dan adaptasi kondisi fisik dan non fisik digunakan sebagai variabel penelitian. Rehabilitasi dan adaptasi ini dilakukan baik secara struktural (fisik dan lingkungan) maupun non struktural (sosial dan ekonomi) dimana disesuaikan dengan kondisi masing – masing wilayah. Variabel ini meliputi : perbaikan sarana dan prasarana (Mislan, 2011), meningkatkan dan memperkuat jaringan listrik, gas dan air bersih, membangun kembali dan memelihara jalan serta jalur transportasi dan memastikan akses masyarakat terhadap mata pencaharian yang berhubungan dengan pertanian, perikanan dan sistem air (ADPC, 2005).
b. Rehabilitasi dan rekonstruksi sarana dan prasarana sumber daya air digunakan sebagai variabel penelitian. Sumber daya air berupa sungai maupun saluran drainase berperan terhadap terjadinya banjir sehingga diperlukan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk meminimalkan dampak banjir rob yang terjadi. Variabel ini meliputi : membersihkan saluran air dan memastikan apabila saluran air tetap dipertahankan dan meningkatkan serta memperkuat saluran drainase untuk mencegah dari luapan ketika terdapat sampah dan banjir (ADPC, 2005).
c. Asuransi bencana banjir digunakan sebagai variabel penelitian. Asuransi digunakan untuk menjamin
keberlangsungan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana banjir rob. Dengan adanya asuransi maka kerugian yang ditimbulkan oleh banjir rob dapat sedikit diminimalisir.
d. Evaluasi karakteristik banjir untuk menyesuaikan prediksi banjir di masa datang digunakan sebagai variabel penelitian. Pentingnya evaluasi ini digunakan untuk mengkaji karakteristik bencana banjir rob yang terjadi sehingga menjadi masukan untuk bencana banjir rob yang terjadi di masa mendatang. Sehingga dapat direncanakan upaya penanggulangan yang lebih tepat dan efektif. Variabel ini meliputi pengkajian cepat banjir untuk masukan dalam tindakan pencegahan (Mislan, 2011) e. Inventarisasi dan dokumentasi kerusakan dan kerugian
akibat bencana yang meliputi penilaian kerugian materi dan non materi (Mislan, 2011) tidak digunakan dalam variabel penelitian dikarenakan tidak efektif dan kurang implementatif untuk diterapkan di wilayah penelitian f. Evaluasi penanganan darurat dan pernyataan tanggap
darurat selesai (PROMISE, 2009) tidak digunakan dalam variabel penelitian dikarenakan belum begitu relevan untuk diterapkan di wilayah penelitian dan bersifat reaktif g. Membangun taman dan ruang public yang berfungsi sebagai kolam penampungan banjir dan membangun kembali ruang public dan lapangan pekerjaan (ADPC, 2005) tidak digunakan sebagai variabel penelitian dikarenakan kurang relevan untuk diterapkan di wilayah penelitian.