• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

E. Metode Analisis

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif deskriptif yaitu dengan memberikan gambaran tentang pembiayaan mudharabah pada PT. BankSulselbar Syariah Cabang Makassar dengan prinsip 6C dan 7P.

Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan lebih menitikberatkan pada analisis perbandingan (comparative analysis), yakni perbandingan sistem Perbankan Syariah menurut Hukum Islam dan menurut Hukum Perbankan Syariah, perbandingan antara Akad Pembiayaan

Mudharabah dengan akad lainnya, serta perbandingan di antara Teori dan Praktik Akad Pembiayaan Mudharabah.

Menurut Arthesa dan Hardiman (2006: 171) mengemukakan bahwa prinsip dasar dalam menganalisa kredit yang lazim dikenal dengan

„prinsip 5C‟ yaitu: character (watak/ sifat), Capital (modal), Capasity (kemampuan), Collateral (agunan), dan Condition of economy( kondisi ekonomi), Sedangkan 7P yaitu: personality, purpose, prospect, payment, party, profitability, danprotection.

BAB IV

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan

Eksistensi Bank Syariah di Indonesia secara formal telah dimulai sejak tahun 1992, dengan berlakunya UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Namun harus diakui bahwa UU tersebut memberikan landasan hukum yang cukup kuat terhadap perkembangan bank syariah.Kemudian UU No. 10 tahun 1998 secara eksplisit menetapkan bahwa bank dapat beroperasi bedasarkan prinsip-prinsip syariah. Kemudian UU No. 23 Tahun 1999, menetapkan bahwa Bank Indonesia dapat melakukan pengendalian moneter berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Dalam rangka membangun dan mengembangkan industri perbankan syariah yang sehat dan tangguh, diperlukan pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah yang efektif, yang mana dalam pelaksanaan Good Corporate Governance tersebut harus memenuhi prinsip syariah (Sharia Compliance). Demikian halnya dengan PT. Bank Sulselbar Syariah Cab. Makassar yang merupakan Unit Usaha Syariah (UUS) dari PT. Bank Sulselbar yang diresmikan dan beroperasi pada tanggal 27 April 2007, di Jalan Ratulangi Kompleks Ruko Blok C1C2 No. 7 , Kota Makassar

PT. Bank Sulselbar Unit Usaha Syariah Cabang Makassar menjalankan seluruh aktivitas perusahaan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, berusaha menerapkan slogan perusahaan yaitu “BERKAH” yang terdiri dari :

1. Bekerja sebagai ibadah

2. Etos kerja Islami

3. Ramah dan rajin

4. Konsisten

5. Amanah, dan

6. Ikhlas

PT. Bank Sulselbar Unit Usaha Syariah Cabang Makassar senantiasa berupaya untuk memastikan bahwa prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang meliputi lima prinsip utama, yaitu :

a. Keterbukaan (Transparency),

b. Akuntabilitas (Accountability),

c. Tanggungjawab (Responsibility),

d. Independensi (Independency), dan

e. Kewajaran (Fairness)

yang telah dilaksanakan dengan baik dan menjadi pedoman bagi setiap karyawan serta senantiasa dilakukan penyempurnaan dalam pelaksanaannya.

Diharapkan pelaksanaan prinsip Good Corporate Governance tersebut tidak hanya dipandang sebagai kewajiban perusahaan untuk memenuhi peraturan, tetapi juga menjadi budaya perusahaan, sehingga dapat membangun PT. Bank Sulselbar Unit Usaha Syariah Cabang Makassar menjadi organisasi yang kompetitif didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, professional, memiliki integritas dan terbuka terhadap berbagai perubahan yang mengarah kepada perbaikan perusahaan yang lebih baik.

Good Corporate Governance yang telah diimplementasikan PT.

Bank Sulselbar Unit Usaha Syariah Cabang Makassar di tahun 2009 adalah :

1. Peningkatan pemahaman akan budaya peduli terhadap berbagai macam resiko, ketentuan dan peraturan diseluruh bidang usaha.

2. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan manajemen resiko untuk penyempurnaan metode pengukuran resiko serta sistem pengelolaan resiko guna mitigasi risiko.

3. Melakukan evaluasi dan penyempurnaan berbagai ketentuan internal guna mendukung pelaksanaan tata kelola operasional PT. Bank Sulselbar Unit Usaha Syariah Cabang Makassar yang sehat.

4. Mengoptimalkan penerapan sistem pengelolaan resiko dan pelaksanaan kepatuhan Bank.

5. Melaksanaan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan internal dan eksternal.

6. Mempersiapkan pelaksanaan Risk Based Audit (RBA) dalam pelaksanaan kontrol internal di seluruh unit kerja.

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang perbankan, dalam melakukan implementasi Good Corporate Governance (GCG), PT. Bank Sulsel Unit Usaha Syariah berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/14/ PBI/2006 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No : 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum dan PBI No. 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.

B. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi merupakan salah satu dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi serta wewenang dan tanggung jawab tiap-tiap anggota organisasi pada setiap pekerjaan.sehingga struktur organisasi dibuat secara sederhana, efektif untuk dapat bekerja secara efisien. Selain itu struktur organisasi sering disebut bagan atau skema organisasi dengan ini gambaran skematis tentang hubungan pekerjaan antara orang yang terdapat dalam suatu badan untuk mencapai tujuan.

Demikian pula halnya dengan PT. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar personilnya melakukan pekerjaannya masing-masing sesuai dan tanggung jawabnya, dan satu sama lainnya saling berhubungan dalam usaha

menciptakan suasana kerja yang disiplin dan dinamis agar tercapai tujuan perusahaan yang diinginkan. Oleh karena itu suatu organisasi harus dapat menggambarkan secara jelas fungsi dari tiap-tiap bagian yang terdapat pada organisasi tersebut.

Struktur Organisasi PT. Bank Sulselbar Syariah Cabang. Makassar

Skema 2. Struktur Organisasi PT. Bank Sulselbar Syariah Sumber : PT. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar

PEMIMPIN CABANG

C. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Masing-masing Jabatan 1. Tugas dan tanggung jawab Pimpinan Cabang

a. Bertanggung jawab terhadap pencapaian seluruh target Cabang yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

b. Bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas operasional cabang.

c. Melakukan supervisi terhadap setiap unit/seksi di cabang untuk pelaksanaan pencapaian target pemasaran dan operasional sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

d. Bertanggung jawab terhadap penyaluran pembiayaan yang disalurkan melalui cabang dan melakukan monitoring dan pengawasan agar tetap comply-with dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

e. Bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas SDM cabang.

f. Bertanggung Jawab atas kondisi cabang agar tetap kondusif.

g. Bertanggung Jawab atas monitoring dan pembinaan terhadap nasabah pembiayaan.

h. Penanggung Jawab User Pimpinan Cabang

2. Tugas dan tanggung jawab Pemimpin Seksi Umum & Personalia a. Memonitoring Pegawai

b. Membuat daftar gaji

c. Membuat daftar uang Makan d. Membuat surat-surat keluar

e. Mengagenda/mendistribusi surat masuk f. Menjaga barang inventaris kantor

g. Membuat Daftar ATI & Penyusutannya h. Melaksanakan transaksi jaminan

i. Memonitoring kebutuhan ATC/ATK/ATI j. Penanggung jawab User Kasie Umum

3. Tugas dan tanggung jawab Pemimpin Seksi Pemasaran &Treasury a. Memonitoring angsuran nasabah

b. Bertanggung jawab memantau & melaporkan pelaksanaan pembiayaan (monitoring)

c. Bertanggung jawab dalam memastikan perikatan hukum ( akad, HT dan FEO ) secara sempurna & memastikan kesempurnaan penutupan asuransi terhadap debitur

d. Sosialisasi nasabah funding

e. Monitoring target agar tepat waktu f. Mengontrol kerja dan tugas AO g. Melakukan penagihan ke nasabah

h. Menjaga hubungan baik antara Bank Sulsel Syariah dan nasabah i. Membuat usulan pembiayaan

j. Mengusulan pembiayaan ke Komite

k. Penanggung Jawa User Kasie Pemasaran

4. Tugas dan tanggung jawab Pemimpin Seksi Akuntansi & Pelaporan a. Memonitoring mutasi pada neraca & laba rugi.

b. Melakukan review transaksi teller.

c. Berkoodinasi dengan Teller &SA langsung.

d. Melakukan konsolidasi RAK ataupun Giro antar Bank dengan Grup UUS e. Melakukan koordinasi dengan kasie umum - pemasaran perihal putusan pembiayaan

f. Menyampaikan laporan bulanan Cabang ke Kantor Pusat ataupun ke Bank Indonesia.

g. Penanggung Jawab User Kasie Akuntansi & Pelaporan h. Penanggung Jawab Kunci Ruang Khasanah

i. Penanggung Jawab Kunci Brangkas

5. Tugas dan tanggung jawab Petugas Gadai

a. Memberikan penjelasan & wawancara tentang produk Gadai emas kepada Nasabah.

b. Menerima& memeriksa kelengkapan dokumen Nasabah c. Menerima & menaksir jaminan emas

d.Menyerahkan semua kantong jaminan dan laporan transaksi harian Gadai emas kepada Pemimpin Seksi Pemasaran / Pemimpin Cabang.

e. Mencetak laporan transksi harian pinjaman dengan gadai emas pada menu VBS.

f. Memproses Pelunasan / perpanjangan Pinjaman Gadai pada saat jatuh tempo

g. Melakukan pemeriksaan taksiran harian bersama Pemimpin Seksi Pemasaran atau Pemimpin Cabang

h. Membuat Laporan STR & CTR

6. Tugas dan tanggung jawab Junior Analis

a. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target pembiayaan dan target- target operasional lainnya yang telah ditetapkan oleh cabang.

b. Menerima berkas permohonan pembiayaan

c. Melakukan sosialitas terhadap permohonan yang masuk

d.Membuat usulan pembiayaan yang dinilai layak untuk diberikan fasilitas pembiayaan

e.Membina dan mengawasi seluruh account pembiayaan yang telah disalurkan

f. Menyampaikan laporan bulanan Cabang ke Kantor Pusat ataupun ke Bank Indonesia

g. Membantu kasie pemasaran dalam pencapaian target funding

h. Bertanggung jawab dalam proses pemberian pembiayaan yang sesuai dengan prinsip - prinsip syariah islam dan pedoman produk pembiayaan Bank SulSel

7. Tugas dan tanggung jawab Funding

a. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target funding.

b. Melakukan sosialisasi produk-produk funding.

c. Penanggung Jawab program khusus penghimpunan dana.

d. Membuat Laporan Pive Line Funding.

e. Memantenance Nasabah Funding.

8. Tugas dan tanggung jawab Teller

a. Melakukan transaksi tunai dan non tunai b. Membuat laporan Kas

c. Memonitoring Posisi Saldo Kas d. Melayani nasabah buka Rekening.

e. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target pendanaan dan target- target operasional lainnya yang telah ditetapkan oleh cabang.

f. Penanggung Jawab User Teller

9. Tugas dan Tanggung jawab Administrasi Keuangan a. Melakukan transaksi non tunai.

b. Bertanggung jawab atas jaringan VBS & pemelihraan komputer termasuk up date anti virus.

c. Bertanggung jawab atas pembuatan & pengiriman LBUS dan laporan keuangan mingguan.

d. Berkoodinasi langsung dengan Teller & Teller OC.

e. Penanggung Jawab User Teller.

10. Tugas dan tanggung jawab Customer Service

a. Bertanggung Jawab atas pelayanan kepada seluruh nasabah secara prima.

b. Menjelaskan berbagai produk Simpanan / Pembiayaan kepada Nasabah secara efisien dan efektif & tetap menjaga kerahasiaan Bank.

c. Memonitoring Pembukaan Rekening. Simpanan secara Reguler.

d. Melakukan Koord dengan KASIE KEUANGAN dan Teller perihal Aktivasi Rekening Simpanan.

e. Menjaga Keharmonisan kerja dengan seluruh bagian.

f. Mengupdate pengetahuan mengenai produk perbankan syariah, menguasai materi KYC pada saat melakukan aktivasi pembukaan rekening simpanan

g.Bertanggung jawab terhadap pencapaian target pendanaan dan target- target operasional lainnya yang telah ditetapkan oleh cabang.

h. Penanggung Jawab User SA i. Memonitoring penggunaan materai

11. Tugas dan tanggung jawab Petugas Kliring & ATM

a. Bertanggung Jawab Atas Transaksi Kliring Debet Dan Kredit.

b. Membuat Jurnal Transaksi Kliring Dan RTGS.

c. Membuat Laporan DHN, Cash In Dan Cash Out ATM.

d. Bertanggung Jawab Atas Pengisian ATM .

e. Bertanggung Jawab Atas Penyelesaian Selisih ATM.

f. Penanggung jawab User.

12. Tugas dan tanggung jawab Koordinator Kantor Kas a. Penanggung Jawab Kantor KAS Menara UMI b. Penanggung Jawab ATM Kantor Kas

c. Penanggung Jawab User

d. Memonitoring mutasi pada neraca & laba rugi.

e. MelakukanReview Transaksi Teller

f. Berkoordinasi dengan Teller & SA Langsung g. Melakukan Koordinasi dengan Kasie akuntansi

13. Tugas dan tanggung jawab OG (Office Girl) a. Membersihkan kantor

b. Mengontrol persediaan alat kantor c. Melayani keperluan pegawai

d. Menjilid bukti-bukti kas

e. Menyiapkan makanan/minuman untuk pegawai

14. Tugas dan tanggung jawab OB (Office Boy) a. Membersihkan kantor

b. Menyapu halaman kantor

c. Mengontrol persediaan alat kantor d. Menjaga kebersihan dapur & alat-2 dapur

15. Tugas dan tanggung jawab Driver

a. Mengantar Marketing untuk sosialisasi nasabah funding b. Memelihara & Bertanggung atas Kendaraan Dinas

c. Membersihkan Kantor dan Halaman Kantor

16. Tugas dan tanggung jawabSecurity

a. Menjaga keamanan kantor lingkungan sekitarnya b. Mengontrol pegawai & absensinya

c. Mengontrol lalulintas tamu

d. Menjaga barang inventaris kantor e. Menjaga barang/kendaraan pegawai

f. Membersihakan kantor dan halaman kantor g. Membantu pegawai

D. Kegiatan Usaha

1. Simpanan Investasi Nasabah a. Giro Syariah (Prinsip Wadiah)

Adalah sarana penyimpanan dana dalam bentuk mata uang rupiah dengan pengelolaan berdasarkan prinsip titipan (Wadiah yad Dhamanah) dimana dana Nasabah akan dikelola secara amanah dan dijamin penarikannya.

Giro Syariah dirancang khusus untuk memberikan jaminan keamanan dan kemudahan serta ketersediaan dana setiap saat guna membantu kelancaran transaksi usaha Nasabah, dengan penarikan melalui Cek/Bilyet Giro.

b. Tabungan Tandamata Syariah (Prinsip Wadiah)

Yaitu Simpanan Nasabah (perorangan) di Bank Sulsel Syariah dalam bentuk Tabungan dalam bentuk mata uang rupiah dengan pengelolaan berdasarkan prinsip Titipan (Wadiah Yad Dhamanah) dimana dana Nasabah akan dikelola secara amanah dan dijamin penarikannya.

Penyetoran dan penarikan dapat diambil setiap saat dengan fasilitas ATM Bersama dan Online di seluruh Kantor Bank Sulsel.

c.Tabungan Simpeda Syariah (Prinsip Mudharabah)

Yaitu Inventasi Nasabah (perorangan) di Bank Sulsel Syariah dalam bentuk mata uang rupiah dengan pengelolaan berdasarkan prinsip Mudharabah (Bagi Hasil) dimana dana Nasabah akan dikelola dengan Amanah dan Profesional dalam usaha Bank Sulsel Syariah, Insya Allah akan memperoleh bagi hasil dari Pendapatan Bank sesuai dengan Nisbah (porsi) Bagi Hasil yang disepakati di awal pembukaan rekening.

Penyetoran dan penarikan dapat diambil setiap saat dengan fasilitas ATM Bersama di seluruh Kantor Bank Sulsel.

d. Deposito Syariah (Prinsip Mudharabah)

Yaitu Inventasi Nasabah di Bank Sulsel Syariah dalam bentuk mata uang rupiah dengan pengelolaan berdasarkan prinsip Bagi Hasil (Mudharabah) dengan jangka waktu 1, 3, 6, 12 dan 24 bulan, dimana dana Nasabah akan dikelola sesuai dengan Amanah dan Profesional dalam usaha Bank Sulsel Syariah. Pendapatan Bank Syariah atas pengelolaan dana tersebut akan dibagi sesuai dengan Nisbah (porsi) Bagi Hasil yang disepakati di awal pembukaan rekening. Penyetoran dan penarikan sesuai jangka waktu yang disepakati dan dapat diperpanjang atau diperpanjang secara otomatis (Automatic Roll Over).Bagi hasil dapat dipindahbukukan secara otomatis ke rekening lain milik Nasabah di Bank Sulsel Syariah.

2. Pembiayaan a. Murabahah

Yaitu pembiayaan dengan prinsip Jual Beli untuk memenuhi kebutuhan nasabah seperti property, kendaraan, alat-alat industri dan barang lainnya, dengan proses yang mudah, dimana Bank Sulsel Syariah menjual barang yang dipesan/diinginkan Nasabah sebesar harga pokok ditambah margin keuntungan bank.

Setelah memenuhi prosedur dan persyaratan seperti uang muka dan kelayakan mengenai kemampuan angsuran dan lainnya, Nasabah sebagai pembeli dapat memanfaatkan fasilitas anggsuran selama 60 bulan untuk Nasabah (perorangan/badan usaha) berpenghasilan tidak tetap serta maksimal 96 bulan untuk Nasabah (perorangan) berpenghasilan tetap.

Kelebihan Murabahah dibanding produk sejenis non syariah adalah selain sesuai syariah (prinsip jual beli) adalah jumlah angsuran tetap tidak berubah walaupun terjadi fluktuatif suku bunga.Pembiayaan Murabahah dapat dimanfaatkan Nasabah untuk memenuhi kebutuhan barang-barang produktif maupun konsumtif termasuk dapat pula digunakan untuk pengadaanbarang berdasarkan pesanan dari pihak ketiga dengan bukti Surat Perintah Kerja/Kontrak Kerja dari Instansi Pemerintah/BUMN/BUMD serta pihak swasta yang kredible.

b. Istishna

Yaitu pembiayaan dengan prinsip Jual Beli untuk memenuhi kebutuhan nasabah khusus property dan barang lainnya yang memerlukan proses

produksi/pembangunan/renovasi. Pihak produsen/pemborong/kontraktor dapat ditunjuk oleh Bank atau nasabah sendiri.Kemudian Bank Sulsel Syariah menjual barang yang dipesan/diinginkan Nasabah sebesar harga pokok ditambah margin keuntungan Bank.

Penyerahan barang oleh Bank kepada Nasabah dilakukan setelah barang selesai atau maksimal setelah melewati masa proses Produksi/Pembangunan/Renovasi (MPP). Setelah memenuhi prosedur dan persyaratan seperti uang muka dan kelayakan mengenai kemampuan angsuran dan lainnya, Nasabah sebagai pembeli dapat memanfaatkan fasilitas angsuran selama 60 bulan untuk Nasabah (perorangan/badan usaha) berpenghasilan tidak tetap serta maksimal 96 bulan untuk Nasabah (perorangan) berpenghasilan tetap.

Kelebihan Istishna dibanding produk sejenis non syariah adalah selain sesuai syariah (prinsip jual beli) adalah jumlah angsuran tetap tidak berubah walaupun terjadi fluktuatif suku bunga serta kewajiban angsuran dapat dilakukan setelah masa proses produksi/pembangunan/Renovasi (MPP) selama maksimal tiga bulan.

c. Musyarakah

Adalah akad kerjasama antara Bank Syariah dan Nasabah untuk membiayai suatu usaha tertentu dimana Bank dan Nasabah memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan porsi kontribusi dana atau kesepakatan bersama.

Dalam implementasinya Bank Syariah berperan sebagai Investor Pasif yang menanamkan modalnya saja sedangkan nasabah berperan sebagai Investor Aktif yang selain menanamkan modal juga mengelola langsung objek usaha yang dibiayai bersama tersebut. Pendapatan/Keuntungan real dari pengelolaan usaha tersebut akan dibagi antara Nasabah dan Bank Syariah sesuai Nisbah (Porsi) yang telah disepakti pada saat Akad Musyarakah ditandatangi.

Pembiayaan Musyarakah dapat dimanfaatkan Nasabah untuk kebutuhan :

Tambahan Modal Kerja usaha perdagangan, industri, manufaktur, pertanian, angkutan dan lainnya serta bidang usaha jasa.

Tambahan Modal Kerja kontraktual d. Mudharabah

Adalah akad kerjasama antara Bank Syariah dan Nasabah untuk membiayai suatu usaha tertentu dimana Bank memberikan kontribusi seluruh modal dana sedangkan Nasabah adalah pelaksana usaha yang dibiayai Bank Syariah dengan kontribusi skill dalam pengelolaan usaha.

Ketentuan pembagian keuntungan dan resiko akanditanggung Bank selama Nasabah tidak melakukan khianat/wan prestasi. Dalam implementasinya Pendapatan/Keuntungan real dari pengelolaan usaha tersebut akan dibagi antara Nasabah dan Bank Syariah sesuai Nisbah (Porsi) yang telah disepakti pada saat Akad Mudharabah ditandatangi.

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pembiayaan Modal Kerja Mitra iB-BSS 1. Pengertian

Pembiayaan Modal Kerja iB adalah fasilitas pembiayaan dengan Akad Al Mudharabah (Bagi Hasil) yang diberikan kepada Mitra Bank Sulselbar Syariah untuk memenuhi kebutuhan modal kerjanya, yang disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan Mitra untuk mengelola pembiayaan.

2. Tujuan dan Sasaran a. Tujuan

1.) Mensyiarkan layana perbankan syariah melalui Bank Sulsel Syariah pada masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi barat.

2.) Meningkatkan peranan Bank Sulsel Syariah dalam pemberian pembiayaan di segmen UMKM dan menumbuhkan kegiatan usaha Mikro di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

3.) Meningkatkan pemasaran produk pembiayaan dan produk Giro Wadiah Bank Sulsel syariah.

4.) Membantu keinginan dari Mitra yang membutuhkan tambahan dana untuk modal kerja usaha didalam memenuhi kebutuhannya.

5.) Meningkatkan pendapatan Bank Sulsel Syariah.

b. Sasaran

Sasaran Pembiayaan Modal Kerja Mitra iB adalah lembaga keuangan mikro syariah dan konvensional yang masih memiliki ruang pasar yang potensial yaitu:

1.) Bank Pengkreditan Rakyat Syariah (BPRS)

2.) Koperasi Syariah (Kopsyah) dan Koperasi Konvensional 3.)Lembaga Keuangan Non Bank/ Multifinance

4.)Koperasi Pegawai di bawah naungan instansi tertentu seperti KPN, KPRI, Kopkar, dan sejenisnya.

3. Kebijakan

a. Bentuk Pembiayaan

Menggunakan Skim Al Mudharabah dengan pengembalian secara angsuran yang berasal dari pendapatan Mitra atas pembiayaan yang diterima dari Bank Sulsel Syariah.

b. Pola Pemberian Pembiayaan

Pola Pembiayaan yang di terapkan yaitu:

1.) Pola Excecuting, adalah pemberian pembiayaan untuk tujuan konsumtif atau produktif dari Bank sulsel syariah yang diberikan langsung kepada Mitra untuk diteruskan kepada anggota sebagai end user dalam bentuk pembiayaan.

2.) Pola Channeling, adalah pemberian pembiayaan untuk tujuan konsumtif atau produktif dari Bank Sulsel syariah yang diberikan langsung kepada anggota sebagai End user melalui Mitra yang

bertindak sebagai agen/ channel dari Bank Sulsel syariah dalam menyalurkan pembiayaan.

c. Maksimum Pembiayaan

Besarnya pembiayaaan yang diberikan kepada Mitra disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan pembayaran dengan melihat daftar potensial anggota yang dapat dibiayai atau sesuai daftar nominative serta memperhatikan BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit)

d. Jangka Waktu Pembiayaan

Maksimal jangka waktu yang diberikan ke Mitra adalah selama 36 (tiga puluh enam) bulan, diluar masa tenggang yang dapat diperpanjang.

e. Penetapan Nisbah Bagi Hasil/ Margin Keuntungan

1.) Margin berpedoman pada ketentuan Bank Sulsel Syariah dimana besarnya margin akan diatur dalam besarnya ketentuan tersendiri yang dihasilkan dari Rapat SSG ALCO Syariah PT. Bank Sulsel.

2.) Biaya administrasi diatur dalam ketentuan tersendiri yang dihasilkan dari Rapat SSG ALCO Syariah PT. Bank Sulsel dan harus dibayar dimuka (dilunasi) sebelum Akad Pembiayaan dilakukan.

3.) Biaya materai dikenakan sesuai ketentuan bea materai yang berlaku.

4.) Baik margin maupun biaya administrasi harus dinyatakan dalam nilai nominal, sedangkan persentase hanya untuk perhitungan

intern Bank.

f. Pembayaran Kembali

1.) Pembayaran dilakukan secara angsuran setiap bulan yang terdiri dari porsi angsuran pokok pembiayaan ditambah margin keuntungan melalui rekening giro Mitra (sesuai proyeksi jadwal angsur)

2.) Pembayaran porsi untuk Bank Sulsel Syariah dilakukan dengan cara mendebet langsung dari rekening giro Mitra sesuai porsi pokok margin.

3.) Sumber pembayaran atau Objek Bagi Hasil dari Pembiayaan Modal Kerja iB berasal dari pendapatan usaha Mitra yang dibiayai olehBank Sulsel Syariah.

g. Agunan dan Pengikatan

1.) Agunan yang dipersyaratkan:

a.) Untuk BPRS, Koperasi Syariah, Koperasi Konvensional atau Multifinance agunan yang serahkan berupa

- Fix Asset seperti tanah dan bangunan dengan bukti kepemilikan berupa SHM atau SHBG atau Kendaraan Mobil, Surat Berharga seperti Deposito, Persediaan Barang.

- Surat pernyataan sanggup memberikan jaminanBuyback

Guarantee atau Avalist atas pembiayaan yang diterima dari bank Sulsel Syariah.

b.)Untuk Koperasi Pegawai Negeri (KPN, KPRI, Kopkar) agunan yang diserahkan berupa dokumen dari anggota Mitra yang dibiayai, berupa:

- Asli SK Pengangkatan Pertama dan Terakhir.

- Asli Karpeg dan Taspen

- Surat Kuasa Potong Gaji yang diketahui oleh Bendahara Gaji

- Surat Rekomendasi radi Pimpinan Instansi terkait.

- Surat Pernyataan dari Pengurus Mitra yang menjamin kelancaran pembayaran angsuran anggota Mitra ke Bank Sulsel Syariah.

2.) Pengikatan Agunan

a.)Agunan berupa tanah dan Bangunan diikat dengan Akta Pengikatan Hak dan Tanggungan (APHT)berdasarkan UU hak Tanggungan.

b.) Sedangkan agunan berupa Kendaraan mobil diikat dengan Akta Fidusia.

c.)Cessie atau Hak Tagih atas piutang Mitra kepada Anggota.

h. Proteksi Resiko

Atas pemberian Pembiayaan Modal Kerja Mitra iB, Mitra wajib menyerahkan Fix asset atau discover oleh perusahaan penjaminan

Pembiayaan dengan Banker’s Clause Bank Sulsel Syariah.

i. Persyaratan Nasabah, Jaminan dan Pembiayaan a.) Persyaratan Umum Nasabah

1.)Mitra Bank Sulsel Syariah merupakan lembaga keuangan yang operasionalnya dijalankan dengan prinsip syariah atau untuk Mitra konvensional yang mempunyai dan ingin menerapkan layanan syariah (window sharia)lainnya berupa

1.)Mitra Bank Sulsel Syariah merupakan lembaga keuangan yang operasionalnya dijalankan dengan prinsip syariah atau untuk Mitra konvensional yang mempunyai dan ingin menerapkan layanan syariah (window sharia)lainnya berupa

Dokumen terkait