RELEVANT COSTS DAN CAPITAL BUDGETING
SEGMEN/DIVISI
2. PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUDGETING)
2.1 METODE CAPITAL BUDGETING
Metode penganggaran modal dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: 1. Diskonto aliran kas (discounted cash flow):
Metode ini merupakan metode yang mempertimbangkan nilai waktu uang secara eksplisit.
a. Net present value method.
Metode ini merupakan selisih antara nilai sekarang arus kas masuk dan nilai sekarang arus kas keluar yang berhubungan dengan suatu proyek.
b. Internal rate of return method.
Metode ini merupakan tingkat bunga yang menentukan nilai sekarang dari arus kas masuk proyek sama dengan nilai sekarang dari biaya proyek tersebut.
2. Metode lain / Nondiskonto (nondiscounted cash flow):
Metode ini merupakan metode yang mengabaikan nilai waktu uang. a. Payback method.
Metode ini mempertimbangkan waktu yang diperlukan oleh suatu perusahaan untuk memperoleh kembali investasi awalnya.
b. Simple rate of return method.
Metode ini mengukur kelayakan suatu proyek dengan menggunakan laba, bukan arus kas proyek.
Metode diskonto aliran kas meliputi pendiskontoan dari aliran kas, bukan laba operasi bersih akuntansi. Ada dua tipe aliran kas, yaitu aliran kas keluar (cash outflow) dan aliran kas masuk (cash inflow):
• Aliran kas keluar: • Investasi awal.
• Kenaikan modal kerja. • Perbaikan dan pemeliharaan. • Tambahan biaya operasi.
Bab 5: Relevant Costs dan Capital Budgeting
71
• Aliran kas masuk:
• Tambahan pendapatan. • Pengurangan biaya. • Nilai sisa.
• Penarikan kembali modal kerja. 2.1.1 Metode Net Present Value
Net present value suatu investasi merupakan perbedaan antara nilai sekarang dari semua aliran kas masuk dengan nilai sekarang semua aliran kas keluar.
Contoh: Perusahaan “Manufaktur” ditawari kontrak selama lima tahun untuk menyediakan spare part pada suatu perusahaan. Berikut data berkaitan dengan kontrak: • Biaya dan pendapatan berkaitan dengan kontrak:
Kos peralatan . ... 160.000 Modal kerja yang diperlukan ... 100.000 Perbaikan peralatan pada tahun ketiga ... 30.000 Nilai sisa peralatan pada tahun kelima ... 5.000 Pendapatan dan kos tahunan:
Penjualan spare part ... 750.000 Kos spare part ... 400.000 Biaya operasi ... 270.000 • Pada akhir tahun kelima modal kerja ditarik dari penggunaan sebesar 100.000. • Tingkat bunga sebesar 10%.
Berdasar data tersebut, apakah kontrak diterima?
Pendapatan penjualan ... 750.000 Dikurangi kos spare part ... 400.000 Dikurangi biaya operasi ... 270.000 Aliran kas masuk bersih tahunan ... 80.000
Aliran 10% Present
Tahun Kas Faktor Value
Investasi peralatan ... Sekarang (160.000) 1.000 (160.000) Modal kerja diperlukan ... Sekarang (100.000) 1.000 (100.000) Aliran kas masuk ... 1-5 80.000 3.791 303.280 Perbaikan peralatan ... 3 (30.000) 0.751 (22.530) Penarikan modal kerja ... 5 100.000 0.621 62.100 Nilai sisa peralatan ... 5 5.000 0.621 3.105
Net present value ... 85.955
Bab 5: Relevant Costs dan Capital Budgeting
72
2.1.2 Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate Of Return)
Internal rate of return (IRR) adalah tingkat pengembalian dari investasi selama umur investasi tersebut. IRR dihitung dengan cara menentukan tingkat diskonto yang memiliki nilai sekarang dari proyek sebesar nol.
Contoh: Perusahaan “Manufaktur” membeli mesin baru seharga 104.320 yang akan menghemat biaya operasi per tahun sebesar 20.000 selama 10 tahun. Berapa besarnya IRR?
Faktor dari IRR dapat dihitung berikut ini.
Dengan menggunakan tabel 14C-4, maka dapat ditentukan faktor IRR sebesar 5.216 untuk jangka waktu 10 tahun, maka tingkat bunganya sebesar 14%. Verifikasi tingkat bunga ini dapat dihitung sebagai berikut:
14 % Present
Tahun Jumlah Faktor Value
Investasi yang diperlukan .. Sekarang (104.320) 1.000 (104.320) Penghematan biaya per tahun 1-10 20.000 5.216 104.320
Net present value ... 0
2.1.3 Biaya Modal Sebagai Alat Screening (Cost of Capital as A Screening Tool) Kebanyakan perusahaan menggunakan biaya modal sebagai tarif diskonto dalam keputusan investasi. Biaya Modal (cost of capital) juga dapat digunakan sebagai alat untuk screening suatu proyek investasi:
• Net present value (NPV) screening method
Biaya modal digunakan sebagai tarif (bunga) diskonto pada saat menghitung net present value proyek. Bila suatu proyek memiliki NPV negatif, maka proyek tersebut akan ditolak, kecuali ada faktor yang menyebabkan proyek itu tetap dikerjakan, misalnya proyek pemerintah untuk menangani kepentingan publik yang sangat mendesak.
• Internal rate of return (IRR) screening method
Biaya modal dibandingkan dengan IRR proyek. Bila IRR kurang dari biaya modal, maka proyek tersebut ditolak kecuali adanya faktor lain.
2.1.4 NPV – Pendekatan Biaya Total (Net Present Value: Total-Cost Approach) Contoh:
=
Arus kas masuk bersih
$104,320
= = 5.216 $20,000
Faktor pengembalian internall (IRR Factor)
Bab 5: Relevant Costs dan Capital Budgeting
73
Perusahaan “Manufaktur” akan memutuskan untuk melakukan model ulang atau mengganti dengan peralatan mesin cuci yang baru. Perusahaan menggunakan tarif diskonto sebesar 10%. Data yang berkaitan dengan transaksi tersebut adalah:
Mesin cuci baru
Mesin cuci lama Pendapatan tahunan ... 90.000 70.000 Biaya operasi kas tahunan ... 30.000 25.000 Aliran kas masuk bersih ... 60.000 45.000
10% Present Tahun Aliran kas Faktor Value Memasang mesin cuci baru:
Investasi awal ... skrg (300.000) 1.000 (300.000) Nilai sisa peralatan lama... skrg 40.000 1.000 40.000 Penggantian sikat ... 6 (50.000) 0.564 ( 28.200) Kas masuk bersih tahunan ... 1-10 60.000 6.145 368.700 Nilai sisa peralatan baru ... 10 7.000 0.386 2.702
Net present value ... 83.202
Model ulang mesin cuci lama:
Investasi awal ... skrg (175.000) 1.000 (175.000) Penggantian sikat ... 6 (80.000) 0.564 ( 45.120) Kas masuk tahunan ... 1-10 45.000 6.145 276.525 Nilai sisa peralatan lama... 10 0 0.386 0
Net present value ... 56.405
Selisih Net present value ……… 26.797
2.1.5 NPV – Pendekatan Biaya Incremenatal (Net Present Value: Incremental-Cost Approach)
Pendekatan ini lebih sederhana dibanding pendekatan total. Dalam pendekatan ini, hanya aliran kas yang berubah saja yang dihitung NPV-nya.
Contoh: Dengan menggunakan data sebelumnya, analisis dengan menggunakan pendekatan incremental adalah berikut ini:
10% Present Tahun Aliran kas Faktor Value Kenaikan investasi dengan
menggunakan mesin baru ... Skrg (125.000) 1.000 (125.000) Nilai sisa peralatan lama ... Skrg 40.000 1.000 40.000 Pengurangann pemasangan sikat ... 6 30.000 0.564 16.920 Kenaikan aliran kas ... 1-10 15.000 6.145 92.175 Nilai sisa peralatan baru ... 10 7.000 0.386 2.702 Selisih Net present value ... 26.797 2.1.6 Keputusan Biaya Terendah: Pendekatan Biaya Total
Bab 5: Relevant Costs dan Capital Budgeting
74
Bila perusahaan akan memutuskan dua alternatif atau lebih pilihan berkaitan dengan biaya, maka perusahaan dapat menggunakan NPV pendekatan biaya total.
Contoh: Perusahaan “Manufaktur” akan memutuskan untuk melakukan perbaikan truk atau membeli truk baru. Tarif diskonto sebesar 10%, dengan menggunakan NPV pendekatan total, maka analisisnya sebagai berikut:
10% Present Tahun Aliran kas Faktor Value Membeli truk baru:
Harga beli ... Skrg (21.000) 1.000 (21.000) Nilai sisa truk lama ... Skrg 9.000 1.000 9.000 Biaya operasi kas tahunan ... 1-5 (6.000) 3.791 (22.746) Nilai sisa truk baru ... 5 3.000 0.621 1.863 Present value ... (32.883) Mempertahankan truk lama:
Biaya turun mesin ... skrg (4.500) 1.000 (4.500) Biaya operasi kas tahunan ... 1-5 (10.000) 3.791 (37.910) Nilai sisa truk lama ... 5 250 0.621 155 Present value ... (42.255)
Selisih NPV atas pembelian truk baru ... 9.372
2.1.7 Keputusan Biaya Terendah: Pendekatan Biaya Incremental
Berdasar data sebelumnya, bila analisis keputusan menggunakan NPV pendekatan biaya incremental, maka analisisnya berikut ini:
Aliran kas 10% Present
Tahun Faktor Value
Biaya incremental pembelian truk baru . Skrg (16.500) 1.000 (16.500) Nilai sisa truk lama ... Skrg 9.000 1.000 9.000 Penghematan biaya operasi tahunan ... 1-5 4.000 3.791 15.164 Perbedaan nilai sisa pada tahun ke 5 ... 5 2.750 0.621 1.708 Selisih lebih NPV atas pembelian truk
baru ... 9.372
2.1.8 Peringkatan Proyek Investasi
Suatu perusahan kadang tidak memilki dana yang cukup untuk menerima semua tawaran proyek. Oleh karena itu, perlu dilakukan keputusan preferensi berkaitan dengan proyek yang akan diterima untuk menentukan proyek mana yang akan didanai.
Perusahaan dapat menggunakan beberapa metode untuk melakukan peringkatan proyek tersebut, yaitu:
Bab 5: Relevant Costs dan Capital Budgeting
75
1. Internal rate or return (IRR). Bila metode ini digunakan, keputusan untuk melakukan preferensi adalah: proyek akan diterima bila IRR lebih tinggi.
2. Net present value (NPV). Keputusan untuk melakukan preferensi adalah: proyek akan diterima bila NPV positif atau indeks profitabiltas proyek lebih tinggi, bila ukuran investasi tidak sama.
Contoh: Perusahaan “Manufaktur” mempertimbangkan dua proyek investasi berikut:
Proyek A Proyek B
Investasi yang diperlukan ... (600.000) (300.000) Present value dari kas masuk ... 690.000 380.000 Net present value ... 90.000 80.000 Walaupun NPV proyek investasi A lebih besar dari B, proyek tersebut tidak dapat dibandingkan karena adanya perbedaan investasi. Oleh karena itu perlu indeks profitabilitas proyek (project profitability index) untuk membandingkan dua investasi yang ukurannya berbeda. Formulanya adalah:
$90,000 Project A: = 0.15 $600,000 $80,000 Project B: = 0.27 $300,000