METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode dan Prosedur Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development atau R & D) karena sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian, yaitu menghasilkan produk berupa model pembelajaran menyimak aktif integratif dan media pembelajaran multimedia interaktif pada mata kuliah Menyimak di perguruan tingggi. Sebagaimana Borg & Gall (1989:624) menyatakan bahwa penelitian dan pengembangkan pendidikan adalah suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Istilah produk meliputi tidak hanya benda-benda, seperti buku teks, desain pembelajaran, model evaluasi, tetapi juga dimaksudkan untuk merujuk pada prosedur dan proses, seperti metode pembelajaran dan metode pelatihan.
Prosedur pengembangan diterapkan dengan menyederhanakan beberapa langkah Borg & Gall (1989: 626) dan Sugiyono (2012:298-311). Kesepuluh langkah prosedur penelitian dan pengembangan tersebut: 1) penelitian dan pengumpulan informasi termasuk tinjauan pustaka, observasi kelas, dan persiapan laporan; 2) perencanaan termasuk mendefinisikan keahlian, menyatakanakan obyektif yang menentukan susunan rangkaian, dan uji kelayakan skala kecil; 3) pengembangan bentuk model awal termasuk menyiapkan bahan pengajaran, buku panduan, dan alat evaluasi; 4) melakukan uji coba terbatas dari sekolah 1 sampai sekolah 3, dengan menggunakan 6 sampai dengan 12 subjek. Data wawancara, observasi, dan kuesioner dikumpulkan dan dianalisis; 5) merevisi model awal seperti yang disarankan oleh hasil tes lapangan terdahulu; 6) melakukan pengujian model dalam 5 sampai dengan
88 15 sekolah dengan 30 sampai dengan 100 subjek. Data kuantitatif pada pelaksanaan rangkaian subyek sebelum dan sesudah dikumpulkan. Hasil dievaluasi sehubungan dengan tujuan dan dibandingkan dengan data kelompok kontrol, bila cocok; 7) revisi produk operasional revisi produk sebagaimana disarankan oleh hasil utama tes lapangan; 8) melakukan uji coba lapangan dengan melibatkan subjek yang lebih banyak dari langkah ke-6 dengan 10 sampai dengan 30 sekolah termasuk 40 sampai 200 subjek. Wawancara, data observasi dan questionnaire dikumpulkan dan dianalisis; 9) revisi produk akhir_revisi produk sebagaimana disarankan oleh operasional hasil tes lapangan; 10) diseminasi dan penyebaran kepada berbagai pihak pada pertemuan ilmiah dan jurnal.
Implementasi 10 langkah penelitian yang dikemukakan Borg dan Gall (2003:570─572) di atas, dalam penelitian ini dimodifikasi dalam tiga tahapan proses penelitian dan pengembangan, yakni (1) studi pendahuluan: kajian teoretik, identifikasi kebutuhan, dan penyusunan draf awal produk; (2) pengembangan model: prinsip penyusunan model, silabus, bahan ajar, dan media; (3) validasi model: evaluasi model pembelajaran dengan media yang digunakan (Sukmadinata, 2010:184). Bagan di bawah ini menyajikan prosedur penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan. MODEL AKHIR Studi Pendahuluan: Pengembangan Model
Uji Coba Model
Studi Literatur: a) Hakikat menyimak, media pembelajaran multimedia interaktif, penilaian media, model pembelajaran MAI, dan keterampilan menyimak kritis b) Hasil penelitian yang relevan
Survei Lapangan: Kondisi pembelajaran menyimak berdasarkan tanggapan dan kegiatan dosen dan mahasiswa terhadap pembelajaran menyimak.
Hasil kajian teoretis dan survei lapangan
Perencanaan model: a) pengembangan RAP/silabus, SAP, bahan ajar, dan media pembelajran ( Flowchart dan Story board)
Pengembangan model: bahan ajar, metode pembelajaran, multimedia interaktif, langkah-langkah, dan penilaian
Implementasi Model
Draf awal model yang siap diuji coba
89 Langkah-langkah di atas dapat diuraikan menjadi beberapa tahapan prosedur penelitian dan pengembangan model pembelajaran sebagai berikut.
3.1.1 Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan merupakan studi awal yang dilakukan untuk mengidentifikasi proses pembelajaran menyimak yang digunakan di perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan model pembelajaran menyimak melalui multimedia interaktif pada mata kuliah Menyimak di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JPBS FKIP Universitas Bengkulu. Langkah ini merupakan bagian yang penting dalam penelitian dan pengembangan karena pada langkah terdapat kajian literatur, survei, dan observasi. Kajian literatur bertujuan untuk menentukan dasar-dasar pengetahuan yang mendukung penelitian yang dilaksanakan. Sedangkan survei bertujuan untuk mengetahui data empiris di lapangan tentang bagaimana keterlaksanan proses pembelajaran menyimak dengan menggunakan media pembelajaran.
Pada studi pendahuluan dilakukan penelitian yaang bersifat deskriptif. Baik melalui wawancara maupun dengan angket. Ada beberapa data kualitatif dikuantifikasikan dalam bentuk persentase. Pada langkah ini ditekankan untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan pembelajaran menyimak menggunakan media pembelajaran. Selanjutnya hasil studi awal ini digunakan sebagai bahan pertimbangan model pembelajaran dalam pengembangan multimedia aktif integratif pada mata kuliah Menyimak.
Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan studi pendahuluan ini meliputi: a) Studi dokumentasi untuk mengkaji: 1) teori-teori yang berkaitan dengan model pembelajaran menyimak melalui multimedia interaktif; 2) Kajian teoretis berhubungan dengan keterampilan menyimak kritis sebagai acuan dalam pengembangan dan indikator keterampilan menyimak kritis mahasiswa; 3) Hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengembangan model dengan multimedia interaktif pada pembelajaran menyimak; b) melakukan studi lapangan untuk melihat
90 bagaimana kegiatan dan tanggapan dosen dan mahasiswa dalam persiapan mengajar, penggunaan strategi/metode, penggunaan dan ketersediaan media, minat mahasiswa, proses pembelajaran, pemahaman materi, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran menyimak. Hasil studi pendahuluan ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan model pembelajaran menyimak melalui multimedia interaktif.
3.1.2 Pengembangan Model Pembelajaran Menyimak melalui Multimedia Interaktif
Pengembangan model pembelajaran menyimak melalui multimedia interaktif ini berlandaskan pada prinsip pelaksanaan kurikulum yang dilaksanakan dengan multimedia serta disesuaikan dengan karakter mahasiswa sebagai calon guru. Perencanaan terdiri atas a) analisis pengembangan silabus, bahan ajar, rencana pembelajaran, dan evaluasi serta skor. b) Flowchart view penyajian bahan ajar digital. c) Storyboard multimedia interaktif. Pengembangan multimedia interaktif, yaitu: a) Menyiapkan elemen-elemen dengan menggunakan beberapa program. b) Pengisian audio untuk memberikan penjelasan berkaitan dengan ucapan selamat datang pada tampilan pembuka, penggunaan multimedia interaktif, isi materi, ketentuan uji kompetensi, dan skor yang diperoleh. c) Pengembilan video/gambar melalui internet sesuai kebutuhan. d) Pengemasan dalam bentuk CD dengan proses burning file sebagai CD multimedia interaktif yang kemudia dilanjutkan dengan instalasi program CD ke dalam komputer yang dipergunakan dalam proses pembelajaran.
Dalam pengembangan model pembelajaran menyimak melalui multimedia interaktif ini menggunakan model tutorial. Langkah-langkah memproduksi model tutorial meliputi perencanaan produksi dan proses produksi model program program CAI model tutorial (Rusman, 2008:231-232), yaitu: 1) Mengambil keputusan. Tahap ini dipengaruhi oleh ketersediaan hardware, software, waktu, dan biaya. Setelah berbagai variabel telah terpenuhi, penulis membutuhkan pemikiran keefektifan media yang dikembangkan dan pertimbangan lainnya. 2) Perencanaan produksi model
91 program CAI model tutorial berupa satuan pelajaran, perencanaan program CAI tutorial, dan flowchart program pembelajaran CAI tutorial. 3) Proses produksi program CAI model tutorial. Setelah membuat perencanaan pengembangan program CAI tutorial langkah selanjutnya yang harus ditempuh adalah proses produksi. Pada tahap ini harus mengerahkan seluruh kemampuan untuk menghasilkan program yang layak dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Pada tahap proses produksi program CAI (Computer Assisted Instruction) harus memperhatikan tahapan model tutorial yang terdiri atas: a) Pengenalan meliputi judul program, objektifitas penyajian, petunjuk, stimulus prioritas pengetahuan, dan inisial kontrol. b) Penyajian informasi meliputi metode penyajian, panjang teks penyajian, grafik dan animasi, warna dan penggunaannya, serta penyajian. c) Pertanyaan dalam hal ini soal-soal atau latihan yang disajikan serta bagaimana pengguna/mahasiswa menggunakannya atau menjawabnya. d) Penilaian respons dalam hal ini pengguna/mahasiswa bisa mengukur kemampuan menyimak kritis sendiri. e) Pemberian balikan respons dalam hal ini media yang dikembangkan mampu memberikan informasi penilaian yang tepat bagi pengguna/mahasiswa. f) pengulangan dalam hal ini pengguna mampu mendalami atau mengulang kembali setiap materi yang belum dipahami. g) Penutup. 4) Proses yang terakhir, yaitu evaluasi multimedia. Evaluasi pengembangan multimedia meliputi evaluasi terhadap content, flowchart view, story board, dan produk multimedia yang dikembangkan.
3.1.3 Uji Coba
Uji coba dalam pengembangan model pembelajaran menyimak melalui multimedia interaktif untuk pembelajaran mata kuliah Menyimak dilakukan dalam dua tahap, yaitu uji coba terbatas dan uji coba lebih luas. Uji coba terbatas dilakukan pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra JPBS FKIP Universitas Bengkulu dengan sampel satu kelas, yaitu Kelas A Semeset I. Setiap kelas rata-rata berjumlah 20 mahasiswa. Uji coba terbatas dilakukan dalam empat kali perlakuan. Hasil
92 evaluasi proses dan hasil pembelajaran dugunakan sebagai bahan refleksi untuk memperbaiki model sehingga diperoleh model yang terbaik.
Uji coba lebih luas dilakukan pada tiga kelas yang berbeda, yaitu Kelas B, C, dan D. Kelas B berkategori tinggi berjumlah 20 mahasiswa , kelas C berjumlah 20 mahasiswa berkategori sedang, dan kelas D berjumlah 19 mahasiswa berkategori rendah. Pengelompokkan tinggi, sedang, dan rendah ini berdasarkan nilai tes penempatan (placement test) kemampuan menyimak sebagai kelas eksperemennya. Untuk kelas kontor, penelitian dilakukan di Prodi PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Namun, untuk uji terbatas ini, kondisi kelas A lebih bervariasi kemampuannya. Evaluasi dilakukan terhadap proses dan hasil belajar serta implementasi model. Evaluasi tersebut dibagi menjadi empat, yaitu evaluasi oleh mahasiswa, evaluasi oleh dosen, evaluasi oleh ahli pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar mahasiswa untuk melihat efektivitas model yang telah dikembangkan.
Sistem evaluasi yang terdapat dalam media pembelajaran disajikan secara sistematis dan terstruktur berdasarkan uraian masing-masing materi dari yang paling mudah/sederhana sampai ke yang paling sulit serta mengacu pada model pembelajaran menyimak. Bentuk evaluasinya adalah pilihan ganda dan soal uraian sederhana dari pidato yang disajikan. Pentingnya uji coba media pembelajaran untuk melihat, Apakah media dapat digunakan atau tidak? Apakah tujuan pemelajaran telah terpenuhi? Apakah sudah memenuhi harapan mahasiswa? Apakah dapat meningkatkan keberhasilan pemelajaran dan peningkatan daya simak mahasiswa?