dan penilaian persediaan pada Giri Mart UPN “Veteran” Jawa Timur?
Q3:untuk mengetahui keefektifan metode yang digunakan dalam pencatatan dan penilaian persediaan pada UPN “Veteran Jawa Timur sehingga dapat mempermudah bagi pengguna laporan dalam mengetahui posisi persediaan toko.
8. Biaya biaya apa sajakah yang dikeluarkan untuk mendapatkan persediaan? (harga beli, biaya-biaya pembelian, ongkos angkut, pajak, asuransi, pergudangan)
9. Bagaiman cara menghitung harga pokok barang di Giri Mart?
10.Apakah Giri Mart telah mencatat persediaan melalui jurnal pembelian dan jurnal penjualan sesuai dengan pilihan metode?
11.Apakah Giri Mart hanya mencatat transaksi pada formulir elektronik( komputer)?
12.Metode apa yang digunakan dalam mencatat persediaan ? (metode identifikasi khusus, FIFO, LIFO, average, persediaan bersih , biaya standart, harga pokok sederhana, harga beli trakhir, metode penjualan relatif, metode biaya variabel)
Mart? (boleh lebih dari 3)
14.Rumusnya seperti apa yang digunakan pada Giri Mart?
15.Apakah Giri Mart dalam menentukan harga poko persediaan dengan estimasi/ tapsiran, mengapa? 16.Keadaan seperti apa yang menyebabkan Giri Mart
melakukan estimasi/ tapsiran persediaan? Jelaskan 17.Metode apakah yang digunakan dalam estimasi
persediaan?asumsinya seperti apa?
18.Sehubungan dengan estimasi persediaan apakah Giri Mart memiliki penilaian kerugian persediaan? 19.Kerugian persediaan seperti apakah yang dapat
dimasukkan/ dilaporkan?
20.Apakah Giri Mart telah menggunaka metode yang sesuai dengan ketetapan yang berlaku?
3.2. Alasan Ketertarikan Peneliti (Acknowladge)
Alasan ketertarikan peneliti adalah peneliti mencoba kepekaan akan keadaan sekitar. Permasalahan ini berawal dari berdirinya sebuah usaha mini market yang bekerjasama dengan pihak koperasi dari universitas, peneliti merasa tertarik karena bentuk usaha ini merupakan mini market namun juga berbentuk koperasi. Sehingga pada dasarnya sistem penjualan pada mini market menggunakan sistem tunai / cash akan tetapi mini market ini juga menggunakan sistem kredit / credit dikarenakan mini market ini juga merupakan unit usaha dari koperasi primer UPN Veteran Jawa Timur.
Dengan ketertarikan tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti dari segi pencatatan dan penilaian persediaan, karena mini market ini menjual barang dagangan baik dari produsen besar, mahasiswa maupun dari dosen UPN Veteran Jawa Timur.
3.3. Informan
Setelah melakukan observasi secara umum pada Giri Mart UPN “Veteran” Jawa Timur selama satu bulan, maka objek yang ditetapkan sebagai informan berjumlah tiga informan.
1. Informan pertama atau informan kunci adalah Ibu Ir. Sri Risnoyati Ningsih. Mpd selaku ketua koperasi. Informan ini dipilih karena informan merupakan ketua koperasi yang bertanggung jawab atas aktivitas perusahaan dibawah pengawasannya.
2. Informan kedua adalah Sukimah selaku bendahara koperasi. Informan ini dipilih karena informan merupakan bagian yang bertanggung jawab atas bagian keuangan dari Giri Mart UPN Veteran Jawa Timur.
3. Informan ketiga adalah Andi selaku kepala toko. Informan ini dipilih karena informan mengetahui aktivitas Girimart dan yang
meng-handle semua laporan serta aktivitas keluar masuknya barang dalam
Girimart.
4. Informan keempat adalah karyawan dari Giri Mart. Informan ini dipilih karena informan mengetahui proses dan aktivitas dari keluar masuknya barang di Giri Mart.
5. Informan kelima adalah konsumen. Informan ini dipilih karena informan dapat menilai keadaan barang serta menilai tingkat kepuasan yang dapat diperoleh dari transaksi yang telah dilakukannya di Giri Mart
3.4. Data dan Metode Pengumpulan Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Data Primer
Sumber data primer merupakan data yang diperoleh dari lapangan atau sumber di dalam perusahaan dagang, seperti laporan pareto, laporan penjualan, laporan posisi persediaan
b. Data Sekunder
Sumber data kedua merupakan data yang diperoleh dari sumber-sumber lain yang terkait dengan penelitian, yang diperoleh dari studi kepustakaan yaitu dengan menggunakan dokumentasi dan literatur-literatur yang berkaitan dengan permasalahan.
3.5. Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data dalam skripsi ini adalah sebagai berikut :
1. Survey pendahuluan, yaitu dengan mengadakan peninjauan dan penelitian secara umum pada unit usaha tersebut untuk mendapatkan informasi yang diperlukan sehingga masalah menjadi jelas
2. Survey lapangan dimaksudkan untuk mendapatkan data-data pendukung yang akurat dan relevan, dilakukan dengan :
a. Wawancara secara informal maupun formal dengan pihak-pihak yang terkait dengan unit usaha tersebut.
b. Dokumentasi, dilakukan dengan mengumpulkan dokumen-dokumen yang terkait dengan penelitian
c. Studi kepustakaan, berupa pengumpulan data-data dari literatur yang relevan dengan permasalahan ini dan digunakan sebagai landasan teori
3.6. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, mengikuti konsep yang diberikan Miles dan
Huberman dan Spradley.
Miles dan Huberman (1984) dalam Wirdiyanto (2009),
mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus pada setiap tahapan penelitian sehingga sampai tuntas, dan datanya sampai jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion
drawing/verification. Selanjutnya menurut Spradley dalam Wirdiyanto
(2009) teknik analisis data disesuaikan dengan tahapan dalam penelitian. Pada tahap penjelajahan dengan teknik pengumpulan data grand tour
question, analisis data dilakukan dengan analisis domain. Pada tahap
menentukan fokus analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi. Pada tahap selection, analisis data dilakukan dengan analisis komponensial. Selanjutnya untuk sampai menghasilkan judul dilakukan dengan analisis tema.
3.7. Pengujian Kredibilitas Data
Pengujian kredibilitas data penelitian akan dilakukan dengan cara : 1. Perpanjangan pengamatan
Penelitian ini diperpanjang sampai tiga kali, karena pada periode I dan II, data yang diperoleh dirasa belum memadai dan belum kredibel. Belum memadai karena belum semua rumusan masalah dan fokus terjawab melalui data, belum kredibel karena sumber data masih ragu-ragu dalam memberikan data, sehingga data yang diperoleh pada tahap I dan II ternyata masih belum konsisten, masih berubah-rubah. Dengan perpanjangan pengamatan sampai tiga kali maka data yang diperoleh dirasa telah jenuh
2. Meningkatkan ketekunan
Pengujian kredibilitas dengan meningkatkan ketekunan ini dilakukan dengan cara peneliti membaca seluruh catatan hasil penelitian dengan cermat, sehingga dapat diketahui kesalahan dan kekurangannya. Demikian juga dengan meningkatkan ketekunan maka, peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati.
Sebagai bekal peneliti untuk meningkatkan ketekunan adalah dengan cara membaca berbagai referensi buku maupun hasil penelitian atau dokumentasi-dokumentasi yang terkait dengan temuan yang diteliti. Dengan membaca ini maka wawasan peneliti akan semakin luas dan tajam,
sehingga dapat digunakan untuk memeriksa data yang ditemukan itu benar dan dapat dipercaya atau tidak.
3. Triangulasi
Triangulasi dilakukan dengan cara triangulasi teknik, sumber data dan waktu. Triangulasi teknik dilakukan dengan cara menanyakan hal yang sama dengan teknik yang berbeda, yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Triangulasi sumber, dilakukan dengan menanyakan hal yang sama melalui sumber yang berbeda, dalam hal ini sumber datanya adalah karyawan dari pihak Giri Mart UPN Veteran Jawa Timur. Triangulasi waktu artinya pengumpulan data dilakukan pada berbagai kesempatan, pagi, siang, dan sore hari (Wirdiyanto, 2009: 33). Dengan triangulasi dalam pengumpulan data, maka akan dapat diketahui apakah nara sumber memberikan data yang sama atau tidak. Jika nara sumber memberikan data yang berbeda, maka berarti datanya belum kredibel.