PENDIDIKAN INDONESIA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
E. Metode Ekspositori
1. Pengertian Pembelajaran Ekspositori
Istilah ekspositori berasal dari konsep eksposisi, yang berarti memberikan penjelasan. Dalam konteks pembelajaran eksposisi merupakan strategi yang dilakukan pendidik untuk mengatakan atau menjelaskan fakta-fakta,
gagasan-129 gagasan, dan informasi-informasi penting lain kepada para peserta didik. (Jarolimek dan Foster, 1981:110-111)
Menurut Sanjaya, strategu pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang pendidik kepada sekelompok peserta didik dengan maksud agar peserta didik dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi pembelajaran ekspositori cenderung menekankan pemyampaian informasi yang bersumber dari buku teks, referensi atau pengalaman pribadi.
Menurut Romiszowski(1984:56), strategi pembelajaran ekspositori berlangsung melalui beberapa tahap sebagai berikut:
a. Penyajian informasi. Penyajian informasi inindapat dilakukan dengan ceramah, latihan, atau demonstrasi.
b. Tes penguasaan dan penyajian ulang bila dipandang perlu
c. Memberikan kesempatan penerapan dalam bentuk contoh dan soal,dengan jumlah dan tingkat kesulitan yabg bertambah.
d. Memberikan kesempatan penerapan informasi baru dalam situasi dan masalah sebenarnya.
Sementara itu, menurut Ausubel, sebelum penyajian pelajaran dalam strategi pembelajaran ekspositori digunakan advance organizer(Tomei,2004:1). Advance organizer biasanya mencakup gagasan-gagasan dan konsep-konsep pokok dari pelajaran dan menunjukkan bagaimana gagasan-gagasan dan konsep-konsep ini dihubungkan satu sama lain. ( Ormrod,2002:535)
Fungsi utama advance organizer adalah untuk menjembatani kesenjangan apanyang sudah diketahui peserta didik dengan apa yang peserta didik butuhkan untuk diketahui sebelum pesrta didik sapat belajar tentang tugas-tugas yang ada dengan penuh makna. Hal ini sejalan dengan pendapat Ormrod yabg menyatakan bahwa advance organizer berfungsi untuk memberikan dukungan bagi informasi baru dan mengoptimalkan belajar.
Dalam pembelajaran ekspositori pendidik merupakan sumber data yang penting dan sekaligus komponen penting dalam proses pembelajaran. Pendidik mengatur program belajar dan pendidik juga yang menentukan buku-buku dan materi-materi pembelajaran yang akan digunakan. Disamping itu, pendidik juga berperan salam
130 membimbing peserta didik unruk memperoleh jawaban yang benar sebagaimana yang dituntut dalam kurikulum. Pengarahan dan penjelasan pendidik dalam strategi pembelajaran ekspositori harus jelas sehingga bisa dipahami peserta didik. Pertanyaan dan penjelasan yang kurang jelas dapat membingungkan dan menghambat belajar peserta didik. (Jarolimek dan Foster, 1981:113-114)
Sementara itu, peserta didik dalam strategi pembelajaran ekspositori diharapkan dapat mencapai tuntutan-tuntutan belajar yang dibangun oleh pendidik. Tuntutan ini mencakup membaca materi, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan keterampilan yang dianggap penting. Peserta didik dapat menunjukkan ketetampilan yang dianggap penting. Peserta didik dapat menjadi dan sering sangat aktif dalam pembelajaran ekspositori, tetapi aktivitas belajarnya diarahkan kepada pencapaian hasil yang telah ditetapkan sebelumnya. (Jarolimek dan Foster, 1981:114)
2. Ciri-Ciri
Terdapat beberapa karakteristik strategi ekspositori di antaranya:
a. Strategi ekspositori dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran secara verbal, artinya bertutur secara lisan merupakan alat utama dalam melakukan strategi ini, oleh karena itu sering orang mengidentikannya dengan ceramah.
b. Biasanya materi pelajaran yang disampaikan adalah materi pelajaran yang sudah jadi, seperti data atau fakta, konsep-konsep tertentu yang harus dihafal sehingga tidak menuntut siswa untuk berpikir ulang.
c. Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran itu sendiri. Artinya, setelah proses pembelajaran berakhir siswa diharapkan dapat memahaminya dengan benar dengan cara dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan.
Melalui strategi ini guru menyampaikan materi pembelajaran secara terstruktur dengan harapan materi pelajaran yang disampaikan itu dapat dikuasai siswa dengan baik. Fokus utama strategi ini adalah kemampuan akademik (academic achievement) siswa. Metode pembelajaran dengan kuliah merupakan bentuk strategi ekspositori. 3. Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Ekspositori
Walaupun penyampaian materi pelajaran merupakan ciri utama dalam strategi pembelajaran ekspositori melalui metode ceramah, namun tidak berarti proses
131 penyampaian materi tanpa tujuan pembelajaran. Justru tujuan itulah yang harus menjadi pertimbangan utama dalam penggunaan strategi ini.
a. PrinsipKomunikasi
Proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai proses komunikasi, yang menunjuk pada proses penyampaian pesan dari seseorang (guru) kepada seseorang atau sekelompok orang (siswa). Pesan yang ingin disampaikan dalam hal ini adalah materi pelajaran yang diorganisir dan disusun sesuai dengan tujuan tertentu yaang ingin dicapai.
b. Prinsip Kesiapan
Siswa dapat menerima informasi sebagai stimulus yang kita berikan, terlebih dahulu kita harus memosisikan mereka dalam keadaan siap baik secara fisik maupun psikis untuk menerima pelajaran.
c. Prinsip Berkelanjutan
Proses pembelajaran ekspositori harus dapat mendorong siswa untuk mau mempelajari materi pelajaran lebih lanjut. Pembelajaran bukan hanya berlangsung pada saat itu, akan tetapi juga untuk waktu selanjutnya.
4. Tahapan dalam Pembelajaran Ekspositori
a. Pada tahap pendahuluan pendidik menyampaikan pokok-pokok materi yang akan dibahas dan tujuan pembelajarannyang ingin dicapai, peserta didik mendengarkan dan mencatat hal-hal yang dianggap penting
b. Pada tahap penyajian atas materi pendidik penyampaikan materi pembelajaran dengan ceramah dan tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi untuk memperjelas materi yang disajikan dan diakhiri dengan penyampaian latihan.
c. Pada tahap penutup pendidik melaksanakan evaluasi berupa tes dan kegiatan tindak lanjut seperti penugasan dalam rangka perbaikan dan pemantapan atau pendalaman materi. (Al Rasyidin dan Nasution, 2015: 138-139)
5. Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Ekspositori
Ada beberapa langkah dalam penerapan Metode ekspositori, yaitu: a. Persiapan (Preparation)
Tahap persiapan berkaitan dengan mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran. Dalam strategi ekspositori, langkah persiapan merupakan langkah yang
132 sangat penting. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi ekspositori sangat tergantung pada langkah persiapan.
Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persiapan di antaranya adalah: 1) Memberikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negatif.
2) Mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai. 3) Bukalah file dalam otak siswa.
b. Penyajian(Presentation)
Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Yang harus dipikirkan guru dalam penyajian ini adalah bagaimana agar materi pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa.
c. Korelasi(Correlation)
Langkah korelasi adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimilikinya. d. Menyimpulkan(Generalization)
Menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti {core) dari materi pelajaran yang telah disajikan.
e. Mengaplikasikan(Application)
Langkah aplikasi adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru. Melalui langkah ini guru akan dapat mengumpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa.