• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil percobaan ekonomi menggunakan bantuan 24 mahasiswa Departemen Matematika Universitas Syiah Kuala Banda Aceh angkatan 2002 yang dilakukan tanggal 22 dan 29 November 2005.

Metode

Suatu rancangan percobaan merupakan suatu kesatuan antara rancangan perlakuan, rancangan lingkungan dan rancangan pengukuran. Percobaan dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 2 tahap yaitu disebut percobaan A dan B.

Rancangan Perlakuan

Rancangan perlakuan yang digunakan adalah rancangan faktorial. Dalam percobaan ini ada dua faktor dengan dua taraf dalam tiap faktornya sehingga didapat empat kombinasi perlakuan. Faktor-faktor yang dilihat pengaruhnya yaitu : 1. Faktor sistem asuransi yang terdiri dari dua taraf yaitu syariah dan

konvensional.

2. Faktor umur peserta yang terdiri dari dua taraf yaitu 25 tahun dan 40 tahun. Faktor umur terkait dengan salah satu risiko dalam perasuransian yaitu risiko kematian.

Rancangan Lingkungan

Rancangan yang digunakan dalam percobaan A adalah RAKL. RAKL dipilih untuk menekan biaya percobaan seminimal mungkin. Apabila RAL yang diterapkan pada percobaan ini membutuhkan 120 peserta sekaligus, sedangkan RAKL dapat dilaksanakan percobaan menggunakan 24 peserta dengan melakukan pengacakan peserta pada setiap ulangan atau periode.

Ulangan atau periode dilakukan 5 kali. Untuk setiap periode dilakuakn pengacakan peserta. Setiap transaksi pada satu periode tidak dipengaruhi transaksi pada periode sebelumnya atau saling bebas, karena itu pengacakan inflasi juga dilakukan per periode.

Rancangan Pengukuran

Respon yang diamati adalah:

1. Premi, merupakan besar premi yang diberikan tiap -tiap pelaku prcobaan. 2. Profit peserta, adalah besarnya profit yang diterima peserta dalam transaksi

asuransi berupa manfaat asuransi.

3. Profit perusahaan, adalah besarnya profit yang diperoleh perusahaan asuransi dari masing-masing peserta per kombinasi perlakuan masing -masing.

Dalam mensimulasik an sistem asuransi mencakup tingkat investasi yang termasuk dalam perhitungan untuk memperoleh beasiswa pendidikan. Uang nasabah diinvestasikan dalam berbagai bentuk seperti deposito, saham, bagi hasil dan sebagainya. Dalam percobaan ini investasi dianggap sama pada kedua sistem asuransi. Dalam membagi keuntungan investasi pada sistem syariah berbeda dari sistem konvensional. Pada sistem syariah diterapkan sistem bagi hasil sehingga tingkat investasi berbeda tiap tahunnya. Sedangkan pada sistem konvesional tingkat investasi tetap setiap tahun.

Perusahaan asuransi akan memberikan beasiswa yang berhak diterima peserta selama peserta mentaati kesepakatan dalam masing -masing asuransi. Apabila ada dari penerima beasiswa yang tidak melanjutkan pendidikannya atau tidak naik kelas pada saatnya perusahaan akan tetap memberikan beasiswa pada tahun-tahun yang sudah disepakati, hal ini berlaku pada kedua sistem asuransi.

Dalam percobaan ini diasumsikan tidak ada peserta yang mengundurkan diri dan usia anak yang dias uransikan adalah satu tahun. Peran yang akan disimulasikan oleh peserta adalah kepala rumah tangga yang hidup sampai masa perjanjian berakhir atau meninggal dalam masa perjanjian. Peluang peserta mendapatkan peran -peran tersebut berbeda-beda tergantung pad a umur peserta selama masa perjanjian yang dirujuk dari Tabel Mortalita Indonesia (TMI II) Dewan Asuransi Indonesia.

Dalam menentukan profit peserta dan perusahaan mengikuti nilai inflasi pada tahun pembayaran beasiswa. Nilai-nilai yang terdapat dalam perhitungan

asuransi menggunakan inflasi yang dianggap sama tiap tahun dengan menggunakan rumus Present Value, yaitu :

+ = t t i x PV ) 1 (

dimana; i = nilai inflasi dan t = tahun.

Nilai inflasi yang diacak per periode diperoleh dari tabel inflasi Indonesia tahun 1980 sampai tahun 2006. Sedangkan nilai investasi yang diacak per tahun diperoleh dari informasi perusahaan asuransi yaitu 8% sampai 12 % dalam 5 tahun terakhir.

Rancangan Percobaan

Percobaan ini menggunakan 24 mahasiswa sebagai unit percobaan. Gambar 1 dan Gambar 2 memperlihatkan bagaimana rancangan percobaan dilakukan.

Gambar 1 Rancangan Percobaan A

Pada Percobaan A, 24 mahasiswa sebagai pelaku percobaan ditempatkan pada empat kombinasi perlakuan sehingga diperoleh 6 peserta asuransi syariah berumur 25 tahun, 6 peserta asuransi syariah berumur 40 tahun, 6 peserta asuransi konvensional berumur 25 tahun dan 6 peserta asuransi konvensional berumur 40 tahun. Peluang peserta mendapat perlakuan tertentu diacak per periode.

24 peserta Syariah Konvensional 25 tahun 6 peserta 25 tahun 40 tahun 40 tahun

Gambar 2 Rancangan percobaan B

Pada percobaan B, 24 mahasiswa diacak dalam dua kelompok umur yaitu 12 peserta dengan umur 25 tahun dan 12 peserta dengan umur 40 tahun. Masing- masing peserta diberi kebebasan memilih sistem asuransi. Prosedur simulasi yang dilakukan sama dengan percobaan A satu periode dengan respon tambahan yaitu jumlah peserta yang memilih masing -masing sistem asuransi.

Model Analisis

Rancangan yang digunakan dalam percobaan A adalah faktorial RAKL. Model analisis yang digunakan adalah sebagai berikut :

Yijk = µ + ai + ßj +(aß)ij+ ?k + eijk dimana:

Yijk = Respon untuk asuransi ke-i dengan umur-j dan periode ke-k

µ = Rataan umum

ai = Pengaruh sistem asuransi ke-i; i = 1,2

ßj = Pengaruh umur ke-j; j = 1,2

?k = Pengaruh periode ke-k; k = 1,2,...,5

(aß)ij = Pengaruh interaksi faktor umur dengan faktor sistem asuransi

eijk = Galat percobaan untuk asuransi ke-i dengan umur ke-j periode ke-k 24 peserta

25 tahun 40 tahun

Hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut : 1. Pengaruh sistem asuransi

H0 : α1 = α2 = 0 (sistem asuransi tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati )

H1 : paling sedikit ada satu I dimana αi≠ 0 2. Pengaruh umur

H1 : ß1 = ß2 = 0 (umur tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati )

H1 : paling sedikit ada satu j dimana ßj ≠0 3. Pengaruh interaksi sistem as uransi dengan umur

H0 : ()11 =…= ()22 = 0 (interaksi sistem asuransi dengan umur tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) H1 : paling sedikit ada sepasang (i,j) dimana (aß)ij ≠ 0

4. Pengaruh kelompok (ulangan/periode)

H0 : ?1 = = ?5 = 0 (Periode tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati )

H1 : paling sedikit ada satu k dimana ?k≠ 0

Keempat hipotesis diatas diuji dengan menggunakan uji F, yaitu dengan menghitung rasio kuadrat tengah masing-masing sumber keragaman dengan kuadrat tengah galatnya.

Langkah-langkah dalam analisis data dengan prosedur pembangkitkan data simulasi percobaan ekonomi sebagai berikut:

a. Melakukan prosedur simulasi untuk sistem asuransi syariah

• Tiga belas orang peserta percobaan terdiri dari 1 orang sebagai perusahaan asuransi, 6 orang sebagai peserta dengan umur 25 tahun dan 6 orang sebagai peserta dengan umur 40 tahun menempati tempat duduknya. Masing -masing didalam ruangan kelas dipersilahkan membaca dan memahami lembar instruksi percobaan yang diberikan peneliti.

• Peneliti (yang membantu peneliti) menjelaskan instruksi percobaan kepada peserta, hal-hal yang kurang dimengerti harus ditanyakan langsung kepada peneliti.

• Masing -masing peserta diberi modal sebanyak Rp 5000 (yang akan diproses dalam dua rekening; rekening tabungan dan tabarru’).

• Proses asuransi dimulai, kepada peserta asuransi dipersilahkan untuk menyepakati premi yang ingin dan mampu dibayar pada perusahaan asuransi.

• Peserta asuransi hidup sampai masa perjanjian berakhir dipersilahkan membayar premi kepada perusahaan asuransi sampai masa perjanjian berakhir, perusahaan asuransi memberikan bagi hasil 60% dari hasil pendapatannya berbentuk dana tahapan untuk biaya saat Anak masuk sekolah (SD,SMP,SMU,PT), dan Beasiswa di PT selama 4 tahun.

• Peserta asuransi yang meninggal dalam masa perjanjian berhenti membayar premi.

• Bagi peserta asuransi yang meninggal, perusahaan asuransi akan memberikan dana kematian, seluruh dana pada rekening tabungan Peserta serta Tahapan untuk biaya saat anak masuk sekolah (SD,SMP,SMU,PT sesuai kondisinya).

• Setelah transaksi satu masa perjanjian selesai peserta diharuskan menunjukkan lembar keputusan kepada peneliti.

• Masing -masing peserta asuransi menghitung penerimaan yang diperoleh pada periode ke-1.

• Proses ini berlangsung selama 5 periode.

• Peneliti akan menuliskan semua hasil yang diperoleh peserta asuransi.

b. Melakukan prosedur simulasi untuk sistem asuransi konvensional

• Tiga belas orang peserta percobaan terdiri dari 1 orang sebagai perusahaan asuransi, 6 sebagai peserta dengan umur 25 tahun dan 6 sebagai peserta dengan umur 40 tahun menempati tempat duduknya. Masing-masing didalam ruangan kelas dipersilahkan membaca dan memahami lembar instruksi percobaan yang diberikan peneliti.

• Peneliti (yang membantu peneliti) menjelaskan instruksi percobaan kepada peserta, hal-hal yang kurang dimengerti harus ditanyakan langsung kepada peneliti.

• Masing -masing peserta diberi modal sebanyak Rp 5000.

• Proses asuransi dimulai, kepada peserta asuransi dipersilahkan untuk menetapkan Uang Asuransi sehingga perusahaan asuransi dapat menghitung besarnya premi yang harus dibayar.

• Peserta asuransi hidup sampai masa perjanjian berakhir dipersilahkan membayar premi kepada perusahaan asuransi sampai masa perjanjian berakhir, perusahaan asuransi akan memberikan dana kelangsungan belajar secara bertahap.

• Peserta asuransi yang meninggal dalam masa perjanjian berhenti membayar premi.

• Bagi peserta asuransi yang meninggal dalam masa perjanjian, perusahaan asuransi akan memberikan Uang asuransi seb esar 100% dan dana belajar tetap dibayarkan.

• Setelah transaksi satu masa perjanjian selesai peserta diharuskan menunjukkan lembar keputusan kepada peneliti.

• Masing -masing peserta asuransi menghitung penerimaan yang diperoleh pada periode ke-1.

• Proses ini b erlangsung selama 5 periode.

• Peneliti akan menuliskan semua hasil yang diperoleh peserta asuransi.

Seluruh perhitungan asuransi dan pengacakan dilakukan dengan software

Microsoft Excel, sedangkan hasil dari percobaan yang dilakukan diolah dengan

Dokumen terkait