3.1. Tempat dan Waktu
Magang dilaksanakan di Bali Rose, PT. Mid Duta International yang berlokasi di Banjar Mayungan, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali yang dimulai pada tanggal 11 Februari sampai 27 Juni 2009.
3.2. Metode Pelaksanaan
Metode yang dilaksanakan pada kegiatan magang adalah praktek kerja langsung di kebun. Pelaksanaan pekerjaan di lapangan atau di kantor sesuai dengan tingkatan pekerjaan yang diijinkan mulai dari pekerja harian selama 2 bulan, pendamping asisten manajer selama 1 bulan hingga pendamping manajer selama 1 bulan.
Selama menjadi pekerja harian, mahasiswa melakukan kegiatan budidaya bersama dengan pekerja lainnya dimulai dari persemaian, persiapan lahan, penanaman bibit, pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma dan hama serta penyakit tanaman, kegiatan panen dan pasca panen tanaman hingga siap dikirim. Sedangkan selama bekerja menjadi pendamping supervisor dan pendamping manajer mahasiswa mempelajari aspek manajerial dalam pengelolaan kebun. Kegiatan magang baik aspek teknis maupun manajerial seperti tercantum dalam Tabel Lampiran 1, 2 dan 3.
Beberapa tahapan kegiatan yang dilaksanakan antara lain: 1. Orientasi lapang
Merupakan kegiatan yang pertama dilakukan untuk mengenal perusahaan lebih dekat mengenai lokasi, sistem kerja yang dijalankan, dan pengarahan lebih lanjut oleh manajer mengenai seluruh kegiatan di kebun.
2. Bekerja sebagai pekerja harian
Tahapan kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga panen dan penanganan pasca panen.
3. Bekerja sebagai pendamping kru manajerial
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan. Adapun pekerjaan yang dilaksanakan disesuaikan dengan aktivitas kru manajerial kebun yang terdiri dari supervisor dan manager. Selama proses magang dilakukan pula diskusi dengan kru manajerial berkenaan dengan magang kerja, pengumpulan data, dan penulisan laporan.
3.3. Pengamatan dan Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan hasil kegiatan wawancara dan diskusi dengan manajer dan karyawan, serta hasil pengamatan langsung di lapang berupa data yang berkenaan dengan aspek budidaya, termasuk tingkat pertumbuhan tanaman, bibit, pemeliharaan, organisme pengganggu, dan produksi tanaman, panen dan pasca panen. Data sekunder didapat dari arsip dan studi literatur perusahaan berupa kondisi perusahaan, tanah, bangunan tanam, dan tenaga kerja.
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data baik primer dan data sekunder antara lain:
1. Wawancara dengan staf dan pekerja PT. Mid Duta International selama magang berlangsung,
2. Mengikuti secara langsung kegiatan budidaya, panen, dan pasca panen bunga lisianthus,
3. Mengumpulkan data mengenai produksi, baik data pertumbuhan tanaman contoh ataupun data dari perusahaan,
4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan budidaya bunga lisianthus.
Beberapa pengamatan berkenaan dengan aspek teknis budidaya lisianthus adalah sebagai berikut.
a) Daya Berkecambah Benih Lisianthus
Pengamatan dilakukan pada pembibitan. Penentuan sampel tray semai dilakukan secara acak, yaitu 14 varietas dengan total tray semai
sebanyak 61 tray pengamatan (@200 sel dan @288 sel) seperti tercantum pada Tabel 1. Penentuan jumlah tray untuk diamati berbeda pada masing- masing varietas karena disesuaikan dengan jumlah tray di pembibitan. Tabel 1. Bahan Tanaman Lisianthus yang Diamati di Pembibitan
Varietas Tray
@ 200 sel @ 288 sel Jumlah Takii Seed : Yuki Temari 4 4 Setti Green 2 2 4 Paleo Champagne 2 1 3 Sakata Seed : Carmen Violet 3 3 Haru Urara 5 1 6 Lination Pink 5 5 Marshmellow White 1 1 Picorosa Blue 3 3
Picorosa Pink Picotee 6 1 7
Picorosa Rose Pink 6 6
Picorosa Snow 5 5
Rosina Lavender 4 1 5
Rosina Yellow 1 2 3
Xcalibur Pure White 6 6
Jumlah 53 8 61
Peubah yang diamati adalah daya berkecambah dan keseragaman. Pengamatan dilakukan setiap minggu setelah semai hingga sebelum proses transplantasi. Perhitungan daya berkecambah menggunakan rumus sebagai berikut.
Daya berkecambah % = Jumlah benih yang berkecambah
Jumlah benih yang disemai × 100 %
b) Karakteristik Lisianthus
Penentuan tanaman sampel dilakukan secara acak pada 12 varietas tanaman @ 10 sampel tanaman, sehingga total berjumlah 120 tanaman. Varietas tersebut adalah Yuki Temari, Setti Green, Paleo Champagne, Picorosa Blue, Rosina Lavender, Carmen Violet, Picorosa Rose Pink, Picorosa Snow, Haru Urara, Lination Pink, Xcalibur Pure White, dan
Picorosa Pink Picotee. Keterangan varietas lisianthus lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran 4.
Pemberian label dengan menggunakan ajir dengan kertas label yang dibungkus plastik. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang, panjang ruas (internode), jumlah cabang, waktu muncul bunga pertama, waktu muncul bunga kembar, jumlah bunga, diameter bunga, panjang tangkai bunga, dan jumlah daun mahkota dan waktu panen pertama. Pengamatan dilakukan setiap minggu setelah transplanting hingga sebelum panen. Hasil pengamatan karakteristik lisianthus secara lebih detail dapat dilihat pada Tabel Lampiran 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, dan 17, serta Gambar Lampiran 1 dan 2.
a) Penyiraman Tanaman Lisianthus
Peubah yang diamati adalah volume penyiraman lisianthus (l/m2). Air yang keluar dari nozzle ditampung menggunakan kantong plastik yang sudah diikat pada pipa. Kantong plastik ditempatkan di tiga nozzle yakni dibagian tengah dan kedua ujung bedeng. Setelah penyiraman selama 3 menit, volume air diukur menggunakan gelas ukur. Selain itu data yang dikumpulkan antara lain luas bedeng, jumlah nozzle per bedeng, dan waktu penyiraman pada umumnya. Melalui data-data tersebut kemudian dihitung volume penyiraman lisianthus (I) dengan rumus sebagai berikut.
= � � � × ℎ � ×� ��
�� �
b) Pengamatan Periode Kemekaran Bunga Lisianthus
Langkah pertama adalah menentukan sampel bunga sebanyak 6 kuntum bunga dari masing-masing varietas, yakni Paleo Champagne, Yuki Temari, Picorosa Blue, Setti Green, Rosina Lavender, dan Picorosa Rose Pink dengan kriteria bunga merupakan calon bunga kembar yang berukuran satu ruas ibu jari orang dewasa (± 3,5 cm x 2 cm). Tangkai bunga kemudian diberi label. Peubah yang diamati adalah waktu mekar bunga, satuannya adalah hari setelah tagging (hst).
c) Panen Lisianthus
Pendataan jumlah lisianthus yang dipanen dalam 1 periode tanam dilakukan pada 12 varietas, yakni Yuki Temari, Setti Green, Paleo Champagne, Picorosa Blue, Rosina Lavender, Carmen Violet, Picorosa Rose Pink, Picorosa Snow, Haru Urara, Lination Pink, Xcalibur Pure White, dan Picorosa Pink Picotee, untuk kemudian diketahui persentase tanaman produktif dan sebaran panennya, seperti terlampir pada Tabel Lampiran 18, 19, dan 20.
d) Vase Life Lisianthus
Bahan tanaman yang dipergunakan sebanyak 30 tangkai tanaman lisianthus yang terdiri dari 10 tangkai varietas Yuki Temari, 10 tangkai varietas Picorosa Snow, 5 tangkai varietas Xcalibur Pure White, dan 5 tangkai varietas Picorosa Pink Picotee.
Setelah dipanen, tanaman dipotong pangkal batangnya hingga memiliki tinggi 80 cm. Masing-masing tanaman selanjutnya dimasukkan dalam botol air mineral 330 ml berisi larutan perlakuan, yaitu air, larutan desinfektan (NaClO 5.25 %) 0.5 cc/L, larutan Chrysal 2 cc/L, larutan gula 3 g/L, dan larutan campuran gula 3 g/L dengan desinfektan (NaClO 5.25%) 0.5 cc/L. Peubah yang diamati adalah waktu bunga mekar dan bunga layu, satuannya dalam hari. Setiap 2 hari sekali selama pengamatan dilakukan penggantian larutan lama dengan yang baru dan pemotongan pangkal batang tanaman sepanjang 0.5-1 cm menggunakan gunting yang tajam. Hasil pengamatan dapat dilihat pada Tabel Lampiran 21, 22, 23, dan 24.
3.4. Analisis Data dan Informasi
Hasil kegiatan magang berupa data primer maupun sekunder dengan berbagai peubah dan rekomendasi teknis yang diterapkan diolah dengan menggunakan rataan dan analisis deskriptif untuk kemudian digunakan sebagai bahan laporan akhir digabung dengan studi pustaka tentang budidaya tanaman lisianthus.