• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV IMPLEMENTASI NILAI AKHLAK DALAM QS. AN-NŪR

A. Bentuk-Bentuk Pengajaran Nilai-Nilai Akhlak di Organisasi

2. Metode Nasehat

Selanjutnya dalam memberikan pengajaran kepada para kader, para pengurus akan memberikan nasehat kepada para kader. Baik itu untuk memberikan nasehat kepada para kader untuk menerapkan nilai-nilai akhlak atapun nasehat kepada para kader yang melakukan tindakan melanggar nilai-nilai akhlak. Demikian juga ketika ada para pengurus yang melanggar aturan, maka murobbi akan turun tangan untuk memberikan nasehat atau bimbingan kepada pengurus yang melanggar aturan tersebut. Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan wakil sekretaris jenderal organisasi KAMMI Komisariat Ashabul Kahfi UIN Mataram. Ia menjelaskan ada beberapa tahapan yang dilakukan ketika para pengurus atau kader ditemukan melanggar atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam:

Jikalau ada diantara para kader yang melakukan tindakan yang melanggar ajaran Islam atau niai-nilai akhlak, maka kami selaku pengurus akan memberikan nasehat atau peringatan untuk kader agar tidak melakukan pelanggaran lagi. Demikian juga jika ada diantara kami selaku pengurus yang melanggar peraturan, secara sepihak atau diam-diam pengurus yang mengetahui hal tersebut akan melaporkannya ke murobbi dengan tidak menyebarkan identitasnya kepada kader yang lain. Murobbi akan memberikan nasehat kepada para pengurus, dan memberikan jalan keluar atau solusi terkait permasalahan yang dialami oleh pengurus tersebut.115

Hal tersebut juga disampaikan oleh seorang murobbi yang mengatakan:

Untuk para kader yang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan budaya KAMMI, kader tersebut akan di sidang oleh murobbinya. Jika dia ketahuan berboncengan dengan lawan jenis, berpacaran, atau ketahuan mengirim pesan dengan lawan jenis. Dalam proses sidang ini kader tersebut akan tetap di jaga privasinya. Sedangkan untuk

115 Hurul Aini, Wawancara, Mataram, 23 November 2022.

81

mengetahui kader yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan budaya KAMMI, terkadang para murobbi itu memiliki cara tersendiri untuk mengetahui perilaku para kader. Ada murobbi yang benar-benar memantau kadernya, bahkan sampai isi hp nya di periksa dengan siapa dia berkirim pesan, ditanya siapa yang mengirim pesan dan lain sebagainya, tergantung dari murobbinya sendiri. Saya juga selaku murobbi pernah tanpa sengaja mengecek grup siapa saja kader yang masuk dalam grup Whatsapp tersebut. Lalu saya lihat info kontak para kader. Tanpa sengaja ada dua kader yang memiliki info kontak yang sama, dari sana saya mulai curiga sepertinya mereka ada hubungan. Setelah itu saya langsung menyampaikan ke pihak keperempuanan, lalu pihak keperempuanan menyampaikan ke pihak kaderisasi. Pihak kaderisasi menyampaikan ke pihak murobbi. Setelahnya murobbi akan menyidang atau istilahnya mentabayyun dengan tidak di mengumbar privasi kader tersebut. Karena di KAMMI bukan tempat untuk menyeleksi kader, melainkan KAMMI sebagai tempat untuk membina dan menasehati para kader. Bahkan pernah terjadi ketika ada kegiatan Dauroh Marhalah ada salah satu kader yang merokok. Akan tetapi, para pengurus tidak langsung menyuruh kader tersebut untuk berhenti merokok melainkan kader tersebut di diamkan. Karena jika kader tersebut langsung di tegur, dikhawatirkan kader tersebut akan berhenti dari KAMMI. Oleh karena itu, di KAMMI memiliki cara-cara tertentu untuk mengatasi hal tersebut, seperti memberikan arahan secara perlahan sehingga para kader akan sadar sendiri dan berhenti merokok.116

Salah satu cara yang dilakukan oleh pengurus untuk memberikan pengajaran tentang nilai-nilai akhlak yaitu, ketika melaksanakan sesi dokumentasi setiap selesai berkegiatan, sesi dokumentasi tersebut biasanya dilakukan terpisah antara tempat

116 Meisya, Wawancara, Sesaot, 29 November 2022.

82

kader akhwat dan ikhwan, agar tidak ada campur baur.117 Hal tersebut juga disampaikan oleh murobbi KAMMI Komisariat Ashabul Kahfi UIN Mataram yang mengatakan:

Para kader di organisasi KAMMI tidak dipaksakan untuk harus mengikuti semua peraturan atau budaya KAMMI.

Akan tetapi, para pengurus akan memberikan nasehat secara perlahan tidak di tembak langsung, harus seperti ini, seperti itu, tidak boleh melakukan hal ini, hal itu dan lain sebagainya. Secara perlahan kami selaku murobbi akan memberikan nasehat secara ringan, tanpa melakukan perintah secara langsung agar para kader tidak merasa risih atau tidak nyaman. Salah satu kebiasaan di KAMM setelah melakukan kegiatan diskusi akan ada sesi untuk foto atau dokumentasi. Ketika saya menjadi pengurus di KAMMI Komisariat Ashabul Kahfi, saya memberikan arahan kepada para kader untuk melakukan sesi dokumentasi misalkan dengan mengatakan untuk sesi dokumentasinya kita sesuaikan saja iya, yang ikhwan disebelah kanan, yang akhwat di sebelah kiri, agar terlihat lebih rapi. Hal tersebut salah satu bentuk nasehat yang kami lakukan aga para kader tidak merasa tersinggung.118

Terkait dengan memberikan pengajaran kepada para kader melalui metode nasehat, hal tersebut juga disampaikan oleh wakil sekretaris jenderal KAMMI Komisariat Ashabul Kahfi yang mengatakan:

Dalam melaksanakan nilai-nilai akhlak tersebut para kader tidak dipaksakan melainkan diarahkan, dibimbing, dan diberi nasehat. Kembali lagi ke tujuan terbentuknya KAMMI yaitu untuk mendakwahkan syiar Islam, sehingga diantara para kader tersebut dalam menjalankan ajaran Islam ada yang menerimanya atau mengerjakan atas keinginannya sendiri. Ada juga kader yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan budaya KAMMI hingga

117 Observasi, Mataram, 23 November 2022.

118 Emi Aprianti, Wawancara, Mataram, 25 November 2022.

83

kader tersebut dapat menerapkan budaya atau nilai-nilai akhlak tersebut dalam kehidupannya. Semenjak saya di KAMMI dari tahun 2019, sebagian besar para kader sedang berusaha untuk menerapkan nilai-nilai akhlak atau ajaran Islam di lingkungan KAMMI ataupun di luar KAMMI.

Terutama para kader yang berasal dari jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Karena mereka lebih dominan berasal dari pondok pesantren yang pastinya memiliki pemahaman agama yang cukup, sehingga sudah terbiasa dengan budaya KAMMI. Walaupun ada sebagian diantara para kader lain yang hanya menerapkan ajaran-ajaran Islam di lingkungan KAMMI saja. Berkaitan dengan hal ini kembali lagi ke diri para kader karena di KAMMI Komisariat Ashabul Kahfi setiap kader memiliki proses yang berbeda-beda dalam menerima dan menerapkan ajaran Islam atau nilai-nilai akhlak dalam kehidupannya.119

Tanggapan ketua umum KAMMI Komisariat Ashabul Kahfi terkait apakah para kader mengimplemantasi nilai-nilai akhlak di lingkungan KAMMI dan di luar lingkungan KAMMI:

Para kader di Komisariat Ashabul Kahfi berasal dari empat Fakultas. Secara otomatis latar belakang mereka yang berbeda-beda, lingkungan yang berbeda, pemahaman tentang agama yang belum terlalu kuat, atau terkadang kader tersebut jarang mengikuti MK sehingga untuk hal ini di luar kendali kami sebagai pengurus. Oleh karenanya, kami disini hanya mampu untuk menyampaikan, membimbing, mengarahkan, memberi nasehat, melakukan pertemuan kepada mereka agar mampu menerapkan nilai-nilai akhlak atau budaya KAMMI. Oleh karena itu, tidak bisa dipatok sama rata para kader yang menerapkan ajaran Islam, baik itu di lingkungan KAMMI ataupun diluar lingkungan KAMMI.120

119 Hurul Aini, Wawancara, Mataram, 23 November 2022.

120 Faozan Wari, Wawancara, Mataram. 23 November 2022.

84

Tanggapan dari salah seorang murobbi tentang apakah para kader menerapkan nilai-nilai akhlak hanya di lingkungan KAMMI atau juga di luar lingkungan KAMMI, dia mengatakan:

Menurut saya pribadi terkait dengan hal tersebut, kembali lagi ke personal para kader. Karena kita tidak bisa memaksakan kader harus mengikuti budaya yang diterapkan di KAMMI harus juga diterapkan di luar lingkungan KAMMI. Akan tetapi, sejauh yang saya ketahui para kader KAMMI menyesuaikan dengan tempat mereka berada dengan tetap memperhatikan batasan-batasan. Karena kita ketahui bahwa lingkungan kita bukan hanya berada di KAMMI saja. Jikalau kita berada di lingkungan KAMMI, seperti contohnya ketika mengadakan rapat, jarak duduk antara akhwat dan ikhwan berjauhan, hampir bermeteran, kalau jaraknya dekat itu kelihatannya aneh. Sedangkan kalau kita berada di luar dan menerapkan kultur yang ada seperti di KAMMI, maka itu juga terliat aneh atau tidak sesuai. Contohnya juga ketika kita duduk dengan teman kelas mengadakan rapat dan cara duduk kita berjauhan, mojok sendiri maka akan terlihat aneh.121

Adapun tanggapan dari salah satu kader tentang cara pengajaran nilai-nilai akhlak dengan metode nasehat yang membuat para kader merasa lebih diperhatikan yaitu:

Organisasi KAMMI sudah menerapkan nilai-nilai akhlak dengan baik terutama adab bergaul atau interaksi antar kader. Menjaga batasan, saling membantu antar sesama, selalu mengingatkan dalam kebaikan seperti mengingatkan membaca al-Qur’an, shalat, dan lain sebagainya. Dari sepengetahuan saya para kader tidak hanya menerapkan nilai-nilai akhlak di lingkungan KAMMI saja akan tetapi, di terapkan di sesama atau di luar lingkungan KAMMI.

Agar penerapan nilai-nilai akhlak ini terus menjadi budaya yang selalu melekat dalam diri kader salah satu caranya

121 Meisya, Wawancara, Sesaot, 29 November 2022.

85

yaitu harus saling mengingatkan, dan hal tersebut sudah diterapkan di KAMMI, sehingga budaya KAMMI tetap di terapkan oleh para kader.122

Dokumen terkait