BEBAN STUDI Tahap sarjana
V. METODE PEMBELAJARAN
V. METODE PEMBELAJARAN
Merujuk pada Standar Kompetensi Dokter yang dicanangkan oleh KKI, strategi pembelajaran yang digunakan haruslah berfokus pada mahasiswa atau student-centered learning. Harden (2005) mengemukakan model strategi SPICES
(Student-centered learning; Problem Based Learning; Integration; Community Based; Electives; Systematic) yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan
kurikulum.
Untuk mencapai sasaran belajar dari seluruh area kompetensi diselenggarakan berbagai metode belajar dengan pendekatan strategi student-centered, problem-based, integrated, community-based, elective dan systematic (SPICES).
Pendekatan Student Centered dilaksanakan melalui penjadwalan belajar mandiri secara terstruktur serta mendasari seluruh metode pembelajaran lainnya, seperti kuliah, tutorial, diskusi kelompok dan keterampilan medik. Problem Based Learning (PBL) dilaksanakan melalui metode tutorial serta modifikasi tutorial dengan diskusi kelompok. Selain itu, FK Unjani memiliki metode pembelajaran khusus dalam merealisasikan
Community Based Education Modul Pembelajaran Berbasis Komunitas dengan
melibatkan mahasiswa untuk berperan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Strategi Elective dituangkan dengan penambahan beberapa blok muatan lokal yang dapat menggambarkan pilihan karier dokter yakni kedaruratan medik dan pengelolaan bencana, serta kedokteran kerja. Pada KBK TA 2014/2015 diselenggarakan blok pilihan / elektif pada semester 7. Selanjutnya, strategi Systematic and Integrated dituangkan dalam penyusunan kurikulum yakni diawali dengan dari ilmu kedokteran dasar, aplikasi klinis menurut pendekatan sistem organ secara terintegrasi antara berbagai disiplin ilmu, diakhiri dengan blok terapan dalam muatan lokal serta penulisan karya ilmiah.
Dalam aplikasinya, FK UNJANI menerapkan model tersebut disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia. Strategi PBL (seven-jump) sampai saat ini belum dapat diterapkan secara keseluruhan atau yang dikenal dengan ‘PBL murni’, namun dikombinasikan dengan strategi lain yang tetap disesuaikan dengan pendekatan student-centered learning. Strategi PBL lebih dikhususkan pada pendalaman pengetahuan ilmu kedokteran dengan level kompetensi tinggi.
• Tutorial dengan strategi PBL (seven jump) yaitu lima step pertama dilakukan pada pertemuan pertama, kemudian step terakhir dilanjutkan pada pertemuan kedua. Langkah tersebut antara lain: Step 1. Clarifying unfamiliar terms; Step 2. Problem definition;. Step 3. Brainstorming; Step 4.Analyzing the problem; Step 5. Formulating Learning issue; Step 6. Self Study;. Step 7. Reporting
41 | B u k u K u r i k u l u m P S P D F K U n j a n i 2 0 1 4
• Diskusi Kelompok, adalah strategi pembelajaran yang merupakan alternatif aplikasi dari small group disscussion dan dibimbing oleh seorang fasilitator. Kelompok mahasiswa sekitar 12 orang, berdiskusi dalam satu kali pertemuan, mahasiswa diperbolehkan membawa dan membahas dari sumber belajar yang berhubungan dengan materi diskusi. Strategi ini dikhususkan pada level kompetensi yang lebih rendah.
• Belajar Mandiri atau self directed learning, merupakan strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mencari sumber belajar secara mandiri dengan fasilitas yang tersedia berupa perpustakaan, dan hotspot area.
• Kuliah, masih dipilih sebagai strategi pembelajaran karena pertimbangan banyaknya materi yang harus disampaikan dalam waktu yang singkat. Kuliah yang diberikan seharusnya tetap memaksimalkan peran mahasiswa dengan penyampaian yang interaktif dan tidak satu arah.
• Praktikum, digunakan sebagai pendamping kuliah yang bertempat di laboratorium khusus.
• Keterampilan medik (Tramed) merupakan strategi pembelajaran yang dikhususkan untuk mempelajari skills/keterampilan dengan fasilitas berupa ruangan dan manikin pendukung.
• Pembelajaran Luar Kelas (PLK) merupakan aplikasi dari Community-Based Education (CBE) yakni menggunakan satu hari dalam blok yang sedang berlangsung untuk penerapan ilmu ke masyarakat, kemudian satu kelompok mahasiswa membuat satu pelaporan dalam bentuk makalah yang dipresentasikan dalam seminar pada akhir blok tersebut.
• Seminar atau diskusi panel merupakan forum diskusi dalam kapasitas kelas besar dengan beberapa nara sumber terkait. Seminar dilaksanakan dalam rangka presentasi hasil penelitian dalam PLK, dan seminar pleno dilaksanakan setiap akhir blok (sebelum ujian akhir) yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa dan nara sumber untuk menyamakan persepsi pada seluruh materi dalam blok tersebut.
Metode pembelajaran dengan strategi SPICES yang akan diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Unjani, yaitu:
A. Tahap Sarjana 1. Kuliah interaktif
42 | B u k u K u r i k u l u m P S P D F K U n j a n i 2 0 1 4
2. Praktikum integratif 3. Diskusi kelompok kecil 4. Tutorial (seven-jump)
5. Keterampilan medik (skills lab)
6. Presentasi kasus (mini simposium) atau seminar 7. Belajar mandiri
8. Pembelajaran luar kelas (PLK) atau kunjungan lapangan. 9. Penyusunan skripsi
B. Tahap Profesi Proses kepaniteraan
Pendidikan tahap profesi / kepaniteraan Prodi Pendidikan Dokter FK Unjani memiliki tujuan pencapaian kompetensi dengan level “does” pada piramida Miller, yang merupakan integrasi ranah kognitif, psikomotor dan afektif dalam keadaan klinis. Untuk mencapai tujuan tersebut, strategi pembelajaran dalam kepaniteraan dilaksanakan berdasarkan pengalaman klinis atau experiential learning dan sistem penilaian dengan strategi work-placed based assessment. Metode pembelajaran Pada setiap stase kepaniteraan, metode pembelajaran dilakukan berdasarkan kasus klinis, seperti Bedside teaching, laporan kasus, tinjauan pustaka dan journal reading yang difasilitasi oleh preceptor / pembimbing klinik. a. Tutorial klinik
Tutorial klinik merupakan metode pembelajaran dalam kelompok kecil yang difasilitasi oleh pembimbing klinik. Hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut berasal dari kasus klinik. Untuk itu, Prodi Pendidikan Dokter FK Unjani merealisasikan kegiatan tersebut melalui kegiatan laporan atau refleksi kasus. Mahasiswa melaporkan dan melakukan refleksi terhadap kasus yang dihadapinya dalam pertemuan kelompok kecil, beranggotakan 5-7 mahasiswa yang difasilitasi pembimbing klinik/ perseptor.
a. Bedside teaching
Dalam setiap stase kepaniteraan, metode BEDSIDE teaching, yakni Briefing, Expectation, Demonstrations, Spesific, Inclution five microskill, Debriefing and Education dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut:
Briefing meliputi kegiatan persiapan mahasiswa mencakup pengetahuan yang perlu dikuasai
serta persiapan pasien sebelum BST berlangsung.
Expectation yakni menentukan tujuan belajar yang harus dicapai mahasiswa dengan
fasilitasi dari pembimbing klinik
Demonstrations dilakukan oleh preseptor/pembimbing klinik sesuai dengan tujuan
43 | B u k u K u r i k u l u m P S P D F K U n j a n i 2 0 1 4
klinik dapat memfasilitasi mahasiswa dalam melakukan interaksi dengan pasien sesuai dengan kemampuan mahasiswa.
Spesific Feedback diberikan oleh pembimbing klinik berdasarkan penampilan/ keterampilan
yang dilakukan mehasiswa. Umpan balik dilakukan secara konstruktif, yakni dengan diawali aspek yang positif dan bersifat konstruktif sehingga akan memotivasi mahasiswa untuk belajar.
Inclution five microskills. Mikroskills merupakan keterampilan pengajaran klinik yang
dilakukan oleh pembimbing klinik yakni mampu memberikan arahan spesifik sesuai dengan kemampuan mahasiswa Debriefing yakni forum diskusi antara mahasiswa dan pembimbing klinik dalam memberikan umpan balik terhadap penampilan mahasiswa. Dalam debriefing ini, diperoleh resume hal-hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan oleh mahasiswa. Education yaitu memfasilitasi mahasiswa dalam mencari sumber ajar lebih lanjut pada kasus yang dibahas.
b. Refleksi kasus dan manajemen kasus
Refleksi kasus dilakukan dengan metode laporan kasus yang difasilitasi oleh perseptor atau pembimbing klinik, yang juga termasuk dalam metode tutorial klinik. Dalam metode ini, mahasiswa membuat laporan kasus yang telah ditangani serta pembahasan teori yang mendasarinya. Metode lain yang dilakukan pada beberapa stase adalah Morning report dan laporan jaga. Manajemen kasus akan dibahas pada saat refleksi kasus tersebut. a. Journal reading Metode journal reading dilakukan pada setiap stase kepaniteraan yakni dengan pembahasan jurnal terbaru mengenai riset klinis yang berkaitan dengan rotasi klinik tersebut. Kegiatan ini difasilitasi oleh pembimbing klinik. b. Tinjauan pustaka Tinjauan pustaka merupakan metode pembelajaran yang diperuntukan bagi kasus klinik yang jarang atau sebagai pendalaman materi penunjang pengetahuan klinik. Mahasiswa melakukan penyusunan referat tentang penyakit yang jarang dijumpai atau memperdalam teori pada kasus yang sering dijumpai. Kegiatan pembelajaran berupa presentasi dan diskusi yang difasilitasi oleh pembimbing klinik.
44 | B u k u K u r i k u l u m P S P D F K U n j a n i 2 0 1 4