BAB I PENDAHULUAN

1.7 Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yakni tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Berikut ini diuraikan metode yang digunakan untuk setiap tahap tersebut.

1.7.1 Metode dan Teknik Pengumpulan Data

Objek penelitian ini adalah kesalahan berbahasa pada rubrik “Wonosobo Ekspres” harian Magelang Ekspres edisi September 2016. Objek ini berada dalam data yang berupa kalimat. Data diperoleh dari sumber tertulis yaitu dalam teks berita dari rubrik “Wonosobo Ekspres” harian Magelang Ekspres edisi bulan September 2016.

Data yang dikumpulkan berupa kalimat yang mengandung kesalahan berbahasa yang kemudian dibagi menjadi dua masalah yaitu kesalaha berbahasa itu sendiri dan kekeliruan berbahasa yang sering disebut (typo). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak. Metode simak adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan menyimak langsung penggunaan bahasa sebagai bahan penelitian. Teknik yang digunakan dalam tahap pengumpulan data adalah teknik simak bebas libat cakap dengan

mengamati dan mencatat data berupa kalimat-kalimat kesalahan berbahasa yang terdapat dalam teks berita dari rubrik “Wonosobo Ekspres” harian Magelang Ekspres edisi bulan September 2016 (Sudaryanto, 1993: 132-133). Data yang sudah terkumpul diklasifikasikan berdasarkan referennya, kategorinya dan jenisnya.

Peneliti mengambil data bulan September 2016 melalui penentuan sampel secara aksidental. Penentuan sampel secara aksidental dilakukan dengan cara pengumpulan data langsung dilakukan apabila data yang terkumpul telah mencukupi, pengumpulan data dihentikan.

1.7.2 Metode dan Teknik Analisis Data

Setelah dikumpulkan, langkah berikutnya adalah analisis data. Metode yang digunakan pada tahap ini adalah metode padan, yaitu alat penentunya di luar, dan tidak menjadi bagian dari bahasa (langue) yang bersangkutan (Sudaryanto, 2015:15). Metode padan yang digunakan adalah metode padan ortografis, yaitu tulisan khususnya yang menggunakan abjad Latin menjadi penentu identitas satuan lingual bahasa-bahasa tertentu (Sudaryanto, 2015: 17). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi kesalahan berbahasa apa saja dan kesalahan penulisan (tipografi) apa saja yang ada pada rubrik “Wonosobo Ekspres” harian Magelang Ekspres edisi September 2016.

Teknik yang digunakan dalam metode padan penelitian ini adalah dengan teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan yaitu

teknik hubung banding menyamakan (HBS). Teknik PUP yang digunakan adalah daya pilah ortografis dalam kaitannya dengan penulisan satuan lingual tertentu. Teknik ini digunakan untuk mengkaji permasalahan yang pertama yaitu jenis-jenis kesalahan linguistis. Berikut merupakan contoh penerapan metode padan dengan teknik PUP.

(4)Jumlah pelaku yang kini sudah meringkuk di hotel prodeo Polres Wonosobo sebanyak tujuh orang (21 September 2016: 9)

(5) Mengusung tema Berkurban Melatih Keikhlasan Diri, kegiatan tersebut menurut Tius direspon positip oleh siswa dan warga sekitar, yang menerima daging kurban. (16 September 2016:10)

Pada contoh (4) terdapat kata hotel prodeo, penulisan itu salah karena tidak menggunakan huruf kapital. Menurut PUEBI tahun 2016 bab 1 poin 6, “Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat”. Penulisan yang benar adalah Hotel Prodeo. Kemudian pada contoh (5) terdapat kata positip yang termasuk kesalahan berbahasa karena penerapan kaidah ejaan yang salah. Menurut KBBI (daring) kata positip seharusnya positif. Kesalahan itu bisa terjadi karena pelafan atau pemikiran orang Indonesia pada umumnya lebih sering melafalkan kata positip daripada positif. Dengan demikian, pada contoh (4) dan (5) termasuk dalam kesalahan berbahasa penerapan ejaan. Berikut pembetulannya.

(4a) Jumlah pelaku yang kini sudah meringkuk di Hotel Prodeo Polres Wonosobo sebanyak tujuh orang (21 September 2016: 9)

(5a) Mengusung tema Berkurban Melatih Keikhlasan Diri, kegiatan tersebut menurut Tius direspon positif oleh siswa dan warga sekitar, yang

menerima daging kurban. (16 September 2016:10)

Kemudian, setelah menggunakan teknik dasar PUP, menggunakan pula teknik lanjutan. Teknik lanjutan itu adalah teknik hubung banding menyamakan (teknik HBS) yang digunakan untuk mengkaji permasalahan yang kedua yaitu kesalahan penulisan (tipografi). Sebagai pembandingnya kesalahan penulisan (tipografi) di dasarkan pada KBBI. Berikut contohnya.

(6)Pada pasal 10 menyebtukan bahwa transfer tahap kedua dilakukan dengan pengajuan permohonan penyaluran kepada bupati melalui camat. (23 September 2016: 11)

(7) “Salah satu hal yang dibidik dengan diadakannya gerakan literasi ini adalah untuk menjadikan masyarakat lebih gemar membaca untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Salah satunya bisa dimulai sejak dini yakni dari tingkat satuan pendidikan. Contohnya ddengan adanya kegiatan membaca 15 menit sebelum memulai pelajaran,” ungkapnya. (30 September 2016: 10)

Pada contoh (6) terdapat kata menyebtukan yang termasuk kesalahan penulisan (tipografi) penyusunan huruf, seharusnya ditulis menyebutkan. Kemudian contoh (7) terdapat kata ddengan yang termasuk kesalahan penulisan (tipografi) kelebihan huruf, seharusnya ditulis dengan. Perlu di catat bahwa pada contoh (7) adalah kalimat langsung yang seharusnya tidak boleh disunting, tetapi dalam kalimat langsung tersebut reporter salah menuliskan satu kata yaitu ddengan. Dengan demikian, kalimat yang benar dari contoh (6) dan (7) adalah sebagai berikut.

(6a) Pada pasal 10 menyebutkan bahwa transfer tahap kedua dilakukan dengan pengajuan permohonan penyaluran kepada bupati melalui camat. (23 September 2016: 11)

(7a) “Salah satu hal yang dibidik dengan diadakannya gerakan literasi ini adalah untuk menjadikan masyarakat lebih gemar membaca untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Salah satunya bisa dimulai sejak dini yakni dari tingkat satuan pendidikan. Contohnya dengan adanya

kegiatan membaca 15 menit sebelum memulai pelajaran,” ungkapnya. (30 September 2016: 10)

1.7.3 Metode Penyajian Hasil Analisis Data

Setelah tahap analisis data, tahap selanjutnya adalah tahap penyajian hasil analisis data. Analisis data dalam penelitian ini disajikan menggunakan dua metode, yaitu metode formal dan metode informal. Hasil penelitian dihasilkan dengan metode informal, yaitu penyajian kaidah penggunaan bahasa dengan kata-kata atau kalimat-kalimat. Sedangkan disajikan dengan metode formal, yaitu penyajian kaidah penggunaan bahasa dengan hal-hal yang mudah dilihat (tabel).

Dalam dokumen Analisis kesalahan berbahasa dalam rubrik ``Wonosobo Ekspres`` pada harian Magelang Ekspres edisi September 2016 (Halaman 35-39)