Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di 3(Tiga) pasar yaitu pasar Tavip, pasar Kebun Lada, dan Pasar Brahrang Kota Binjai provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2019.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan responden pelaku pemasaran Pedagang daging Sapi . Survei adalah metode pengumpulan data primer dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada respoden individu dalam bentuk kuisioner (Erlina, 2011).
Metode Penentuan Daerah Penelitian
Daerah penelitian kajian pemasaran daging sapi di Kota Binjai, dimana daerah ini merupakan salah satu tempat pemasaran daging sapi yang ada di Sumatera Utara. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive (sengaja) di 3 pasar yang ada di Kota Binjai. Alasan memilih pasar Tavip, Pasar Kebun Lada dan pasar Brahrang tersebut sebagai lokasi penelitian dikarenakan pasar tradisional tersebut menjual komoditi yang akan diteliti di Kota Binjai.
Penentuan Sampel
Penentuan sampel diilakukan secara purpose sampling dimana responden terdiri dari seluruh pedagang daging sapi di pasar Tavip, pasar Kebun Lada dan pasar Brahrang Kota Binjai. Dari 3(tiga) pasar tersebut , responden dipilih secara accidental sampling yaitu responden yang ada saat didatangi ke pasar dan bersedia untuk di wawancarai serta memiliki data yang di perlukan (Khoinnisa, 2008).
15
Sedangkan peternak/produsen dan lembaga pemasaran lainnya seperti agen dapat ditentukan dengan snowball sampling dengan cara mengikuti aliran pemasaran berdasarkan informasi yang didapatkan dari pedagang daging sapi sebelumnya.
Metode Pengumpulan Data
Data primer dan sekunder dikumpulkan pada saat penelitian berlansung.
Data-data primer dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi langsung dan awancara dengan responden menggunakan angket atau kuisioner. Data-data sekunder dikumpulkan dari data BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Binjai Sumatera Utara dan dari instansi lain yang tterkaitdengan penelitian serta dari literatur, buku atau jurnal.
Metode Analisis Data
Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah secara kualitatif dan kuantitatif, dan disajikan dalam bentuk uraian dan tabulasi angka. Pengolahan data dilakukan dengan metode deskriptif.
Analisis kualitatif digunakan untuk menegetahui karakteristik lembaga pemasaran, dan saluran pemasaran ternak kerbau.
1. Analisis margin pemasaran.
Menurut soekartawi (1995), untuk mencari margin pemasaran dapat digunakan rumus :
MP = Pr – Pf Keterangan :
MP: Margin pemasaran (Rp/Kg)
Pr : Harga di tingkat konsumen (Rp/Kg) Pf : Harga di tingkat peternak (Rp/Kg)
2. Analisis Farmer`s Share yang diterima produsen
17
Menurut Sudiyono (2002), untuk mencari Share harga yang diterima produsen dapat digunakan rumus :
Pr : Harga di tingkat konsumen (Rp/Kg) Pf : Harga di tingkat Peternak (Rp/Kg)
3. Analisis share biaya pemasaran dan share keuntungan lembaga pemasaran Menurut Sudiyono (2002), untuk mencari share biaya pemasaran dan share keuntungan lembaga pemasaran dapat digunakan rumus :
Kpi Kbi
Ski = x 100 % Sbi = x 100%
(Pr – Pf) (Pr – Pf)
Keterangan :
Ski : Share keuntungan lembaga pemasaran ke-i (i=1) (Rp/Kg) Kpi : Keuntungan lembaga pemasaran ke-i (Rp/Kg)
Sbi : Share biaya pemasaran ke-i(Rp/Kg) Kpi : Biaya pemasaran ke-i (Rp/Kg) Pr : Harga di tingkat konsumen (Rp/Kg) Pf : Harga di tingkat produsen (Rp/Kg) 4. Efisiensi Pemasaran
Efisiensi pemasaran =
Total Biaya Pemasaran Total Harga produk
x 100%
Menurut Downey dan Erickson (1992) bahwa sistem pemasaran dikatakan efisien kalau nilai efesiensi pemasarannya < 1.
Tolak ukur yang digunakan untuk mengukur efisiensi pemasaran adalah dengan melihat perbandingan share keuntungan dari masung-masing lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran dibandingkan dengan biaya
pemasaran dari masing-masing lembaga pemasaran yang terlibat dengan kriteria sebagai berikut :
a. Margin pemasaran
Pemasaran dikatakan efisien apabila margin pemasaran peternak lebih besar dari margin pemasaran yang diterima oleh lembaga pemasaran secara keseluruhan dan sebaliknya.
b. Berdasarkan share biaya dan share keuntungan
Pemasaran dikatakan efisien jika share keuntungan > dari share biaya dan sebaliknya.
c. Berdasarkan farmer`s share
Dikatakan efisien jika farmer`s share > 50 %. Nilai farmer`s share memiliki hubungan negatif dengan margin pemasaran artinya semakin tinggi margin pemasaran maka farmer`s share semakin rendah.
d. Rasio keuntungan biaya
Dikatakaan efesien jika rasio kentungan biaya > 1 dan sebalikya.
Defenisi dan Batasan Operasional
Untuk menghindari kekeliruan dan kesalah pahaman dalam menafsirkan penelitian, maka dibuat definisi dan batasan operasional sebagai berikut : Defenisi
1. Daging Sapi adalah daging yang diperoleh dari sapi yang biasa dan umum digunakan untuk keperluan konsumsi makanan.
2. Pemasaran adalah kegiatan ekonomi yang berfungsi menyampaikan barang dari produser ke konsumen melalui perantara atau lembaga pemasaran.
19
3. Pasar adalah tempat untuk bertransaksi jual beli yaitu meliputi sapi kambing dan domba.
4. Lembaga pemasaran adalah orang atau badan usaha yang terlibat dalam proses pemasaran Daging Sapi di Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara.
5. Saluran pemasaran adalah penjualan barang-barang dan volume arus barang pada setiap saluran dari peternak/produser ke konsumen.
6. Margin pemasaran adalah selisih harga jual daging sapi ke lembaga pemasaran berikutnya dengan harga beli dari lembaga sebelumnya.
7. Farmer`s shere adalah persentase harga daging yang diterima oleh peternak yaitu dengan membandingkan daging sapi dari peternak dengan harga beli daging sapi pada konsumen dikalikan 100%.
8. Efesiensi pemasaran adalah suatu ukuran dimana pembagian antara biaya yang dikeluarkan untuk memasarkan tiap unit produk dengan harga produk yang dipasarakan dan dinyatakan dalam persen.
9. Produse/peternak adalah orang yang menghasilakan produk dan terlibatt dalam saluran pemasaran daging sapi.
10. Pedagang adalah lemabaga pemasaran yang membeli ternak kerbau dari peternak dan menjual nya kembali dengan tingkat keuntungan tertentu.
Batasan Operasional
1. Penelitian dilakukan di pasar Tavip, pasar Kebun Lada dan pasar Brahrang hewan di Kota Binjai.
2. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret-April 2019.
3. Objek penelitian adalah lembaga-lembaga pemasaran daging sapi di Pasar Tavip, pasar Kebun Lada dan pasar Brahrang yang menjual daging sapi di Kota Binjai
4. Ruang lingkup penelitian ini adalah analisis pemasaran daging Sapi di Pasar Tradisional Kota Binjai. Analisis pemasran ini dilakukan dengan melihat lembaga dan saluran pemasaran, analisis margin pemasaran, analisis farmer`s share, biaya pemasaran, dan share keuntungan, serta menganalisis efisiensi pemasaran.