• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penentuan Daerah Penelitian

Daerah penelitian ditentukan secara Purposive Sampling (metode pengambilan tempat berdasarkan kriteria tertentu, tujuan tertentu atau disengaja) yaitu menetapkan daerah penelitian di Desa Medan Sinembah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang dengan pertimbangan bahwa di desa ini terdapat banyak industri kecil dan kerajinan terutama kerajinan sapu ijuk serta ketersediaan tenaga kerja yang bekerja menurut kelompok industri kecil dan kerajinan (lihat tabel 3 dan 4).

Tabel 3. Banyaknya Perusahaan Industri di Kecamatan Tanjung Morawa, 2012 No Desa/Kelurahan Besar Sedang Kecil Kerajinan Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 01. Medan Sinembah - 2 45 23 70 02. Bandar Labuhan - - 6 16 22 03. Bangun Rejo 3 3 6 4 16 04. Aek Pancur - - - - - 05. Naga Timbul - - 3 5 8 06. Lengau Seprang - - 3 44 47 07. Sei Merah - 1 1 - 2 08. Dagang Kerawan - - 1 - 1 09. Tanjung Morawa Pkn - - 5 15 20 10. Tanjung Morawa A 1 2 24 10 37 11. Limau Manis 1 2 26 51 80 12. Ujung Serdang 1 1 8 10 20 13. Bangun Sari 4 14 16 8 42 14. Bangun Sari Baru 1 4 6 10 21 15. Buntu Bedimbar 4 7 15 10 36 16. Telaga Sari 3 3 5 4 15 17. Dagang Kelambir 1 3 3 50 57 18. Tanjung Morawa B 23 22 23 26 94 19. Tanjung Baru 3 2 15 32 52 20. Puden Rejo - - - - - 21. Tanjung Mulia - - 1 - 1 22. Perdamean - - 11 15 26 23. Wonosari - 1 22 12 35 24. Dalu Sepuluh A - - 3 49 56 25. Dalu Sepuluh B - - 3 85 88 26. Penara Kebun - - - 7 7 Jumlah 47 69 251 486 835

Tabel 4. Banyaknya Tenaga Kerja Yang Bekerja Pada Perusahaan Industri di Kecamatan Tanjung Morawa Menurut Kelompok Industri, 2012

No Desa/Kelurahan Besar Sedang Kecil Kerajinan Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 01. Medan Sinembah - 77 426 59 532 02. Bandar Labuhan - - - 26 25 03. Bangun Rejo 498 150 54 23 759 04. Aek Pancur - - - - - 05. Naga Timbul - - 29 25 50 06. Lengau Seprang - - - 66 63 07. Sei Merah - 64 14 - 80 08. Dagang Kerawan - - 19 - 17 09. Tanjung Morawa Pkn - - - 39 38 10. Tanjung Morawa A 1383 146 - 53 1672 11. Limau Manis 407 93 250 255 1004 12. Ujung Serdang 2258 39 - 32 2467 13. Bangun Sari 1838 723 - 40 2746 14. Bangun Sari Baru 211 180 88 39 532 15. Buntu Bedimbar 2262 303 101 53 2861 16. Telaga Sari 1220 70 68 34 1462 17. Dagang Kelambir 430 183 - 111 754 18. Tanjung Morawa B 10779 1260 - 117 12871 19. Tanjung Baru 2027 126 - 208 2482 20. Puden Rejo - - - - - 21. Tanjung Mulia - - - - - 22. Perdamean - - - 46 44 23. Wonosari - 107 - 53 163 24. Dalu Sepuluh A 1454 101 - 104 1749 25. Dalu Sepuluh B - - - 229 220 26. Penara Kebun - - - 41 40 Jumlah 24766 3624 1050 1653 32629

Metode Pengambilan Sampel

Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah

Simple Random Sampling. Pengambilan sampel secara random atau acak dengan memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Sampel ditetapkan sebesar 30 orang dari 73 populasi.

Menurut Bailey dalam Hasan (2002) untuk penelitian yang akan menggunakan analisis statistik, ukuran sampel yang paling minimum adalah 30. Selanjutnya diperkuat oleh pendapat Gay dalam Hasan (2002) bahwa ukuran minimal sampel yang dapat diterima berdasarkan pada metode penelitian yang digunakan dimana metode deskriptif korelasoinal, minimal sebanyak 30 subjek.

Metode Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan responden dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner) yang dibuat terlebih dahulu. Sedangkan data sekunder merupakan data pelengkap yang diperoleh dari instansi atau lembaga terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Deli Serdang, Badan Pusat Penelitian Statistik Provinsi Sumatera Utara, Kantor Kepala Desa Medan Sinembah serta literature yang berhubungan dengan penelitian ini.

Metode Analisis Data

Untuk menganalisis masalah (1) mengenai pendapatan industri pengerajin sapu ijuk digunakan analisis pendapatan dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Total biaya adalah penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variable.

Dengan menggunakan rumus: TC = FC + VC

Keterangan:

TC = Total Cost/Total biaya (Rp) FC = Fixed Cost/Biaya tetap (Rp) VC = Variable Cost/Biaya variable (Rp)

Penerimaan adalah perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Pernyataan ini dapat ditulis sebagai berikut:

TR = Py.Y Keterangan:

TR = Total Revenue/ Total penerimaan (Rp)

Py = Harga jual (Rp) Y = Jumlah produksi (Batang)

Pendapatan adalah selisih antara penerimaan dan total biaya. Pernyataan ini dapat ditulis sebagai berikut:

Pd = TR – TC Keterangan:

Pd = Pendapatan industri pengerajin/keuntungan (Rp)

TR = Total Revenue/Total penerimaan (Rp)

Untuk menganalisis masalah (2) yaitu secara deskriptif. Dengan mengetahui kontribusi pendapatan industri sapu ijuk terhadap total pendapatan keluarga di daerah penelitian dengan rumus:

Pendapatan pengerajin sapu ijuk

Kontribusi pendapatan = x 100 %

Industri sapu ijuk Total pendapatan keluarga

Keterangan, dengan ketentuan apabila:

Kontribusi pendapatan ≥ 50 % Kontribusi dikatagorikan besar Kontribusi pendapatan ≤ 50 % Kontribusi dikatagorikan rendah

Untuk menganalisis masalah (3), (4) dan (5) mengenai pola pemasaran sapu ijuk, kontribusi industri sapu ijuk terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan faktor - faktor yang menyebabkan usaha sapu ijuk lebih berkembang di daerah penelitian dianalisis secara deskriptif yaitu dengan melihat fakta-fakta yang terjadi di lapangan.

Defenisi dan Batasan Operasional

Untuk memperjelas dan menghindari kesalah pahaman mengenai pengertian tentang istilah-istilah dalam penelitian ini, maka dibuat defenisi dan batasan operasional sebagai berikut:

Defenisi

1. Ijuk adalah serat alam yang diperoleh dari batang pohon aren (Arenga pinnata

Merr) yang digunakan sebagai bahan dasar sapu ijuk.

3. Industri sapu ijuk adalah suatu proses pengolahan ijuk sebagai bahan dasarnya yang berasal dari pohon aren untuk kemudian menjadi sapu.

4. Produksi sapu ijuk adalah hasil produksi yang diperoleh dalam sekali proses produksi yang dihitung dalam satuan batang.

5. Harga jual adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh konsumen kepada

produsen untuk memperoleh sapu ijuk yang dihitung dalam rupiah.

6. Biaya produksi adalah semua biaya yang dikeluarkan oleh pengerajin untuk

memperoleh faktor-faktor produksi sapu ijuk yang dihitung dalam rupiah.

7. Kontribusi adalah segala bentuk sumbangan tindakan atau pemikiran yang

bertujuan untuk mewujudkan keinginan bersama.

8. Kesempatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja (15-64 tahun) atau

seluruh penduduk dalam suatu Negara yang dapat memproduksi barang atau jasa jika ada permintaan tenaga kerja mereka dan jika mereka berpartisipasi dalam aktifitas tersebut.

9. Tenaga kerja adalah orang-orang yang bekerja untuk mengelola usahatani.

10.Pendapatan industri sapu ijuk adalah hasil yang diperoleh dari penjualan

produksi sapu ijuk yang diukur dalam rupiah

11.Pendapatan adalah total penerimaan yang diperoleh pengusaha setelah

dikurangi total biaya dalam satuan Rp/ton per tahun.

12.Penerimaan adalah jumlah produksi dikali dengan harga yang dihitung dalam Rp/ton per tahun.

Batasan Operasional

1. Sampel adalah industri pengolahan ijuk di Desa Medan Sinembah, Kecamatan

Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. 2. Waktu penelitian dilaksanakan pada tahun 2013.

3. Daerah penelitian adalah Desa Medan Sinembah, Kecamatan Tanjung

Morawa, Kabupaten Deli Serdang. 4. Komoditi penelitian adalah sapu ijuk.

DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK

Dokumen terkait