Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada Savera Reptile yang merupakan salah satu pengusaha reptil terbesar di kota Jakarta. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Savera Reptile merupakan salah satu sentra penjualan produk reptile terbesar pertama di Indonesia. Penelitian dilaksanakan selama 20 minggu dari Desember 2013–April 2014.
Data dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder baik data yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara meliputi keadaan umum perusahaan, manajemen perusahaan yang diterapkan dan kegiatan usaha penjualan reptil yang dijalankan oleh pengusaha reptil. Sedangkan data sekunder diperoleh dari data pengusaha reptil, literatur-literatur dan instansi yang terkait seperti Departemen kehutanan, LSI IPB dan Bahan Pustaka laian yang relevan.
Metode Pengumpulan Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data harga reptil mingguan pengusaha reptil selama 20 minggu dari Desember 2013 sampai April 2014. Data primer diperoleh dari pengusaha reptil dengan cara observasi, wawancara, dan diskusi langsung dengan manajer pemasaran. Dalam pengumpulan data tersebut dilakukan langsung oleh peneliti. Observasi dilakukan dengan pencatatan langsung dilokasi penelitian tentang aktivitas bisnis perusahaan dan berbagai kendala risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Wawancara dan diskusi yaitu mengadakan tanya jawab secara langsung kepada manajer pemasaran tentang manajemen risiko harga yang diterapkan pengusaha reptil. Selain itu juga dilakukan studi literatur untuk memperlengkap data yang akan dianalisis. Adapun data yang dikumpulkan meliputi manajemen perusahaan yang diterapkan perusahaan untuk meminimalkan risiko harga.
Pengumpulan data untuk analisis risiko dilakukan dengan observasi, wawancara dan diskusi untuk mengetahui risiko penjualan dengan mengetahui fluktuasi penjualan reptil. Kemudian dilakukan analisis untuk mengetahui alternatif penanganan risiko tersebut.
Metode Analisis Data
Data dan informasi yang diperoleh dari lokasi penelitian serta data pendukung lainnya akan diolah secara kuantitatif dan dianalisis secara kualitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis risiko penjualan terhadap hasil
penjualan perusahaan yang berfluktuatif (dilihat dari hasil penjualan) yang dihadapi oleh Savera Reptile Jakarta. Sedangkan untuk analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui keadaan atau gambaran mengenai keadaan umum perusahaan dan manajemen risiko yang diterapkan pengusaha secara pendekatan deskriptif.
Analisis kuantitatif yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis risiko penjualan dengan menggunakan sistem wawancara dalam menentukan prioritas dari sumber-sumber risiko yang ada. Lalu penilaian risiko di dasari pada rata-rata kejadian berisiko, menghitung nilai standar deviasi dari kejadian berisiko, dan menghitung Z-Score. Pengukuran dampak risiko penjualan pada kegiatan penelitian ini menggunakan metode pengukuran VaR (Value at Risk) yang menunjukan besarnya potensi kerugian dari suatu kejadian yang bisa terjadi pada suatu periode tertentu ke depan dengan tingkat toleransi tertentu.
Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif terdiri dari analisis risiko penjualan yang meliputi analisis Pengukuran risiko penjualan, probabilitas risiko penjualan, dan dampak risiko penjualan pada kegiatan penjualan hewan reptil di Savera Reptile Jakarta.
Analisis Probabilitas Risiko
Penilaian risiko yang dilakukan pada penelitian ini didasarkan pada pengukuran probabilitas. Beberapa ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur probabilitas diantaranya adalah dengan menghitung rata-rata kejadian berisiko, menghitung nilai standar deviasi dari kejadian berisiko, dan menghitung Z-Score. Hal ini dapat dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut :
a. Menghitung rata-rata kejadian berisiko
Rumus yang digunakan untuk mengitung rata-rata adalah :
Dimana :
x = Rata-rata kejadian berisiko pada hewan reptil di Savera Reptile
xi = Data kejadian berisiko pada hewan reptil per minggu selama 20 minggu selama periode desember 2013 hingga April 2014
n = Jumlah data kejadian berisiko pada produk tidak terjual selama 20 minggu selama periode desember 2013 hingga april 2014
b. Menghitung nilai standar deviasi
Rumus yang digunakan untuk nilai standar deviasi adalah :
Dimana :
s = Standar deviasi dari rata-rata penjualan xi = Nilai per minggu dari kejadian berisiko
x = Nilai rata-rata dari kejadian berisiko n = Jumlah data
c. Menghitung nilai standar (z-score) risiko
Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai standar adalah :
Dimana :
z = Nilai Z-Score dari kejadian berisiko
y = Batas dari risiko yang dianggap masih menguntungkan dan ditentukan perusahaan
x = Nilai rata-rata kejadian berisiko s = Standar deviasi dari kejadian berisiko d. Menghitung probababilitas terjadinya risiko
Setelah nilai Z-score didapat dari hasil perhitungan diatas, maka akan dilanjutkan pada pencarian probabilitas terjadinya risiko pasar dengan menggunakan tabel distribusi Z (Normal) sehingga dapat diketahui tingkat persentase kemungkinan terjadinya kejadian atau keadaan pada kegiatan yang mendatangkan kerugian.
Pengukuran Dampak Risiko
Pengukuran dampak risiko pada kegiatan penelitian ini menggunakan metode pengukuran VaR (Value at Risk) yang menunjukan besarnya potensi kerugian dari suatu kejadian yang bisa terjadi pada suatu periode tertentu ke depan dengan tingkat toleransi tertentu, tentunya pengukuran dengan metode tersebut didukung dengan data historis yang ada pada usaha reptil. VaR dihitung dengan rumus berikut :
Dimana :
VaR = Value at risk dari risiko penjualan reptil di Savera Reptile selama 20 minggu selama periode Desember 2013 hingga April 2014
x = Rata-rata kejadian merugikan
z = Nilai z yang diambil dari tabel distribusi normal dengan alfa 5%
s = Standar deviasi
n = Banyaknya kejadian merugikan
Analisis Manajemen Risiko
Analisis manajemen risiko harga yang diterapkan berdasarkan penilaian pengambilan keputusan di perusahaan secara subjektif yang dilakukan untuk melihat apakah manajemen risiko yang diterapkan efektif untuk meminimalkan risiko harga. Pengelolaan risiko dapat dilakukan dengan mengidentifikasi
penyebab-penyebab adanya risiko harga, kemudian melakukan pengukuran risiko, menangani risiko dan mengevaluasi risiko serta melihat sejauh mana fungsi manajemen risiko yang diterapkan pada usaha reptil tersebut.
Sebelum penanganan risiko perlu adanya pembuatan peta risiko, yang akan berguna dalam pemilihan alternatif strategi dari penanganan risiko yang akan dilakukan. peta risiko dapat dilihat pada gambar 1. Setelah risiko dipetakan hal selanjutnya adalah penanganan atau manajemen risiko pada kegiatan usaha. Umumnya strategi penanganan risiko yang dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan usaha ada dua, yakni : strategi penghindaran risiko (preventif) atau strategi mitigasi (meminimalkan terjadinya risiko).
a. Strategi Preventif
Strategi preventif dilakukan untuk risiko yang tergolong dalam probabilitas atau kemungkinan terjadinya risiko yang besar. Penanganan risiko pada strategi preventif akan menggeser risiko yang berada pada kuadran I ke kuadran II dan menggeser risiko pada kuadran III ke kuadran IV. Penanganan risiko ini dapat dilihat pada Gambar 8 :
Gambar 8 Penghindaran Risiko (Strategi Preventif) b. Strategi Mitigasi
Strategi mitigasi dilakukan untuk meminimalisir dampak risiko yang ditimbulkan pada suatu kejadian, dengan berusaha mengubah risiko yang berdampak besar menjadi berdampak kecil. Strategi ini menggeser risiko yang berada pada kuadran II ke kuadran IV dan menggeser kuadran I ke kuadran III. (Gambar 9)
Gambar 9 Meminimalisir dampak risiko (Strategi Mitigasi)