Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus, karena metode ini menurut peneliti dirasa paling cocok untuk mengetahui partisipasi perempuan akar rumput terutama di Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul.
Penelitian ini melihat 2 aspek yaitu proses partisipasi perempuan dalam perencanaan dan penganggaran daerah dan model inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Aspek pertama melacak bagaimana praktek partisipasi perempuan Desa Wonolelo dalam perencanaan dan penganggaran daerah, siapa aktor-aktor yang mempengaruhi proses tersebut, apa saja arenanya, bagaimana interaksi dan proses negosiasi antar aktor dalam arena partisipasi, dan seberapa jauh capaian yang didapatkan. Aspek kedua menganalisis model pelembagaan partisipasi Desa Wonolelo dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
Dengan metode studi kasus, peneliti melakukan penelitian secara mendalam terhadap suatu kasus, proses dan peristiwa pada satu kesatuan unit, mencakup segala aspek dan faktor yang berhubungan dengan objek penelitian.
Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif, bersifat eksploratif dengan menggali informasi sebanyak mungkin mengenai proses partisipasi perempuan Desa Wonolelo dan model inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan dalam Perencanaan dan Penganggaran Daerah.
1. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian memfokuskan pengamatan kepada proses partisipasi perempuan Desa Wonolelo dalam perencanaan penganggaran daerah sejak Tahun 2005-2013.
Periode ini dipilih pasca hadirnya perda transparansi dan partisipasi publik dan perda tentang perencanaan daerah. Subjek ini dipilih dengan beberapa pertimbangan yaitu:
1. Pertimbangan dana dan waktu jika harus meneliti di semua wilayah desa di kabupaten Bantul
2. Belum ada penelitian tentang proses partisipasi perempuan Desa Wonolelo dalam perencanaan dan penganggaran daerah dan model inisiasi pelembagaan
3. Desa Wonolelo merupakan desa miskin yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Upaya mendorong partisipasi perempuan dalam perencanaan dan penganggaran daerah dilakukan untuk meningkatkan pemenuhan hak-hak dasar warga.
2. Jenis Data dan Sumber Data
Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa informasi mengenai proses partisipasi perempuan dalam Perencanaan dan Penganggaran Daerah dan inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan Desa Wonolelo dalam Perencanaan dan Penganggaran Daerah sejak Tahun 2005 – 2013. Informasi yang dibutuhkan terkait aktor-aktor yang berkontribusi dalam partisipasi perempuan, arena partisipasi dan negosiasi antar aktor dalam arena partisipasi serta capaian yang didapatkan.
Data primer diperoleh dari wawancara dengan beberapa informan yang dipilih secara sengaja (purposive sampling). Pemilihan informan didasarkan atas subjek penelitian yang menguasai masalah, memiliki data dan bersedia memberikan data. Jumlah informan lebih kepada tercapainya “kualitas” data yang dikehendaki, bukan sebagai perwakilan dari suatu populasi. Informan ditentukan dengan tehnik snow-ball. Dalam penelitian ini, yang menjadi informan adalah sebagai berikut:
a. Perempuan dan kelompok perempuan desa Wonolelo yang terlibat dalam proses Perencanaan dan Penganggaran Daerah.
b. Kepala Dusun yang ada di Desa Wonolelo c. Kepala Desa yang ada di Desa Wonolelo d. Ketua LPMD Desa Wonolelo
e. Ketua BPD Desa Wonolelo
f. Kepala Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bantul, c/q bidang g. Kepala Bappeda Kabupaten Bantul, c/q bidang Pengendalian Pembangunan h. Kepala DPKAD Kabupaten Bantul
i. Kepala Bagian Hukum Kabupaten Bantul
j. Kepala BKKPPKB Kabupaten Bantul, c/q kepala sub bidang Pemberdayaan perempuan
k. Anggota DPRD Kabupaten Bantul,anggota Badan anggaran DPRD kabupaten Bantul dan perwakilan dari daerah pemilihan wilayah Desa Wonolelo.
l. LSM local yang ada di Desa Wonolelo
Data sekunder antara lain berupa dokumen peraturan tentang partisipasi dan transparansi publik beserta turunannya, dokumen RPJMD Kabupaten Bantul, dokumen renstra SKPD, dokumen RKPD, dokumen APBD dan dokumen pelaksanaan partisipasi perempuan di Kabupaten Bantul. Dokumen penunjang yang lain berupa notulensi rapat, buku, jurnal, koran, website yang menyediakan data terkait dengan objek penelitian.
3. Teknik Pengumpulan Data
Dalam mengumpulkan data, tehnik yang digunakan adalah:
1. Tehnik wawancara (interview), dengan menggunakan panduan wawancara, buku catatan, dan alat perekam. Data yang akan digali dari wawancara adalah mencakup upaya partisipasi perempuan dalam penganggaran daerah di Desa Wonolelo, apa saja langkah-langkah yang dilakukan, bagaimana implementasinya, siapa pihak-pihak yang terlibat, mengapa mereka terlibat, kapan mereka terlibat dalam proses tersebut.
2. Tehnik dokumentasi, dengan melakukan penelusuran data-data dan dokumen terkait pelembagaan partisipasi, data terkait aturan mengenai pelembagaan partisipasi.
3. Tehnik literasi, dengan melakukan pengumpulan data melalui studi kepustakaan terkait pelembagaan partisipasi perempuan dalam penganggaran daerah.
4. Teknik Analisis Data
Tehnik Analisa data dengan menggunakan tehnik analisa kualitatif dimana mempergunakan pemikiran logis, analisa dengan logika induksi, deduksi, analogi, komparasi dan tanpa menggunakan analisis kuantitatif. Langkah yang dilakukan adalah:
1. Menganalisis data primer, data hasil wawancara ditranskrip atau jika dari hasil catatan di ketik, kemudian dilakukan coding atau kategorisasi
berdasarkan informan, conten hasil wawancara, dan waktu wawancara.
Kemudian, dilakukan penafsiran dan interpretasi terhadap data yang tersedia.
2. Menganalisis data sekunder, dilakukan dengan melakukan penafsiran dan interpretasi terhadap data yang tersedia
3. Cros-check diantara data primer dan data sekunder, sehingga mampu menemukan jawaban yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian.
5. Sistematika Penulisan
Penyajian hasil penelitian ini dibagi dalam 5 bab. Bab pertama berupa latar pendahuluan yang berisi latar belakang penelitian, pertanyaan penelitian, tujuan dan manfaat penelitian. Bab pertama ini juga berisi mengenai kajian teoritik mengenai gender and partipatory budgeting baik teorisasi maupun konstruksi teorisasi dalam penelitian ini dan kajian teoritik mengenai partisipasi perempuan dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Bab kedua menjelaskan mengenai kebijakan partisipasi publik dalam perencanaan dan penganggaran daerah di Kabupaten Bantul, baik kebijakan yang ada di level eksekutif maupun di level legislatif. Bab ini juga menguraikan mengenai mekanisme proses perencanaan dan penganggaran daerah di Kabupaten bantul.
Bab ketiga membahas mengenai derajat partisipasi perempuan Desa Wonolelo dalam perencanaan dan penganggaran daerah di Kabupaten Bantul.
Derajat partisipasi perempuan ini mencakup aktor-aktor yang mendorong proses partisipasi perempuan, arena partisipasi perempuan, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan capaian dari partisipasi perempuan Desa Wonolelo dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Bab keempat menyajikan tentang model inisiasi pelembagaan partisipasi perempuan Desa Wonolelo dalam perencanaan dan penganggaran daerah dan bab kelima berisi kesimpulan yang merangkum semua bab yang telah ditulis dan membingkai penelitian ini dalam sebuah kesimpulan yang menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan dan rekomendasi atas hasil penelitian. Bab kelima ini juga berisi implikasi teoritis hasil penelitian yang telah dilakukan di Kabupaten Bantul.