1. Jenis dan Strategi Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses tranformasi model pelembagaan PKB dari Era Gus Dur (1998-2007) ke Era Muhaimin Iskandar (2008-2014). Oleh karena itu, penelitian ini akan menggunakan metode penelitian studi kasus (case study) yang merupakan salah satu jenis metode kualitatif. Metode ini digunakan karena cocok untuk menjelaskan tema-tema tentang studi pelembagaan (institusionalisasi) partai. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Berg (2001) bahwa studi kasus merupakan metode pengumpulan informasi yang secara sistematis membahas tentang orang tertentu, pengaturan sosial, peristiwa, atau kelompok.
Partai sebagai sebuah entitas kelompok organisasi tentu menjadi bagian dari bahasan penelitian yang cocok untuk menggunakan studi kasus. Didalam metode studi kasus, perlu kiranya untuk mengidentifikasi sebuah penelitian apakah sebuah kasus atau bukan. Menurut Louis Smith (1978) kasus adalah suatu “sistem yang terbatas” atau a bounded system (Stake, 2008). Dalam Hal ini,
43 fenomena transformasi pelembagaan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dari Era Gus Dur (1998-2007) ke Era Muhaimin Iskandar (2008-1014) merupakan sebuah studi pelembagaan partai sebagai sebuah sistem organsiasi yang dibatasi oleh ruang, yaitu organisasi partai politik, dan waktu, yaitu periode dari 1998-2014.
Metode penelitian studi kasus menurut K Yin (1987) merupakan sebuah strategi penelitian yang memiliki beragam karakteristik tergantung pada tujuan penelitian. Salah satu karakter studi kasus adalah menjawab rumusan pertanyaan penelitian how atau why (K Yin, 1987). Hal ini sesuai dengan rumusan pertanyaan dalam penelitian yang ingin menjawab bagaimana tranformasi pelembagaan PKB dari Era Gus Dur (1998-2007) ke Era Muhaimin Iskandar (2007-2014). Secara khusus, tipe studi kasus dalam penelitian ini adalah strategi deskriptif karena berkaitan dengan kaitan-kaitan operasional yang menuntuk pelacakan waktu tersendiri. Menurut Whitney (1960), tipe metode deskriptif digunakan dalam penelitian yang berkaitan erat dengan pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Salah satunya adalah terkait dengan pencarian fakta tentang sebuah proses peristiwa yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, untuk melihat proses pelembagaan PKB, tentu tidak lepas dari periodesasi PKB dari Era Gus Dur (1998-2007) ke Era Muhaimin Iskadar (2008-2014). Dengan demikian, metode penelitian ini menggunakan studi kasus dengan tipe deskriptif.
2. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengungkap proses tranformasi pelembagaan PKB, penelitian ini memerluakan data yang dijadikan sebagai bahan analisis. Sedangkan sumber data
44 dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data Primer dalam penelitian ini adalah data lapangan yang berasal dari sekumpulan wawancara. Sedangkan data sekunder meliputi arsip, dokumen, dan pemberitaan media. Sedangkan teknik dalam mengumpulkan data dilakukan dengan dua cara. Pertama, melalui field study (studi lapangan), yaitu peneliti berinteraksi secara langsung dengan realita yang sedang ditelitinya sehingga dapat diperoleh data primer, yaitu data yang berasal langsung dari informan berupa hasil hasil pengamatan beserta berupa hasil wawancara mendalam (indepth interview). Kedua, melalui pengumpulan arsip dan dokumen-dokumen penting partai yang berhubungan dengan pelembagaan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa).
a. Wawancara mendalam (indepth interview)
Untuk mendapatkan penjelasan tentang pelembagaan partai PKB, maka penelitian ini akan fokus pada struktur formal PKB. Hal ini dibagi berdasarkan tiga wajah partai PKB, yaitu di tingkat central office (DPP), di tingkat public office (jabatan publik ex DPR), dan di tingkat ground (DPW/DPC). Karena penelitian ini tidak fokus pada aktor, akan tetapi pada pelembagaan, maka subjek wawancara tidak secara spesifik pada orang-orang tertentu, akan tetapi dilakukan pada beberapa informan yang mewakili dari tiap struktur wajah partai.
Pertama, ditingkat central office akan dilakukan wawancara dengan sejumlah tokoh PKB ditingkat pusat. Hal ini meliputi struktur PKB ditingkat dewan tanfidz (dewan harian) maupun ditingkat dewan syuro’ (dewan permusyawaratan) di DPP (Dewan Pengurus Pusat) PKB. Kedua, ditingkat public
45 office akan dilakukan wawancara pada sejumlah pejabat publik yang duduk dikursi legislatif dari fraksi PKB. Ketiga, ditingkat ground akan dilakukan wawancara pada struktur PKB diakar rumput meliputi DPW dan DPC PKB. Supaya lebih jelas, dalam hal ini akan dilakukan wawancara dengan beberapa informan yang mewakili ketiga elemen wajah PKB sebagai yang disebutkan diatas. Adapun nama-nama informan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Syaiful Bahri (DPR RI (2014-2019) sekaligus Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Periode 2009-2014)
2. Zainul Munasichin (Wakil Ketua DPP PKB Periode 2009-2014)
3. Abdul Arif (Ketua DPW PKB Jateng Periode 2009-2014)
4. Thoriqul Haq (Anggota DPRD Jatim (2014-2019) sekaligus Sekretaris DPW PKB Jatim Periode 2009-2014)
5. Umaruddin Masdar (Sekretaris DPW PKB DIY Periode 2009-2014)
6. Masruri Ahmad (Ketua Dewan Syuro PKB DIY Periode 2009-2014)
7. Sanusi (Ketua Dewan Syuro PKB Kab. Malang Periode 2009-2014)
8. M. Lutfi Abdul Hadi (Mantan DPRD Jatim FKB (2004-2009) Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Jatim Periode 2004-2009)
9. M. Farid Abdul Hadi (Mantab DPRD Jateng FKB Periode 1999-2004 dan Wakil Ketua DPRD Kab.Pati Periode 2004-2009).
46 11. Nur Kholiq (Kader Garda Bangsa Prov. Jawa Timur)
b. Pengumpulan Arsip dan Dokumen Partai
Pengumpulan arsip dan dokumen partai dari eksplorasi dari studi-studi yang telah dihasilkan (studi pustaka) sebelumnya merupakan data sekunder yang berguna untuk membantu menjelaskan institusionalisasi partai. Dokumen dan arsip yang dimaksud bisa berupa rekapitulasi suara pemilu, dokumen tertulis, data statistik, laporan penelitian, tulisan-tulisan ilmiah dan liputan media yang merupakan dokumen penting untuk memperkaya data yang dikumpulkan. Dalam proses pelembagaan partai, tentu banyak arsip partai yang tertulis maupun terbukukan. Hal ini cukup membantu dalam proses menjelaskan data-data wawancara yang telah ada.
3. Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam peneltian ini adalah mendasarkan pada proposisi teoritis dimana dapat menuntun dalam penelitian studi kasus. Analisis data terdiri dari pengujian, pengkatagorian, pentabulasian, atau pengombinasian kembali bukti-bukti untuk menujuk proposisi awal dalam penelitian ini (K. Yin, 1995). Setelah data-data terkumpul selanjutnya dilakukan dengan membagi kedalam tiga kompenen analisis, yaitu : (1) reduksi data, yang isinya rumusan singkat dari setiap jenis temuan fieldnote; (2) sajian data, yang berawal dari pokok-pokok temuan dalam reduksi data, penulisan mengenai kondisi sesuai dengan konteks yang diteliti; (3) penarikan kesimpulan, dilakukan berdasarkan uraian yang telah dibuat dalam sajian data. Setelah itu dilakukan
47 verifikasi data yang diperoleh yang bertujuan dalam rangka menguji validitas data. Selain itu, untuk meningkatkan kemantapan dalam penariakn kesimpulan dan tafsir penelitian, maka penelian ini menggunakan metode triangulasi untuk memastikan validitas data, yakni menggunakan sumber data yang berbeda untuk mengumpulkan data yang sejenis atau sama, serta digunakan untuk mengorganisir informasi yang ada.