• Tidak ada hasil yang ditemukan

DARI PERGERAKAN MAKROFITA

3.2 Metode Penelitian

3.2.1. Metode penelitian di laboratorium

Metode penelitian menggunakan percobaan semu. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan kondisi dibuat menyerupai di lapangan bertujuan untuk mendapatkan padat tebar ikan koan yang optimum dalam perambanan eceng gondok sebagai pakan. 3.2.1.1 Desain Penelitian

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan berupa padat tebar ikan 2, 4, 8, dan 16 ekor per akuarium. Satuan penelitian adalah kompartemen yaitu pertama eceng gondok dan yang kedua adalah eceng gondok dengan ikan dalam kantong plastik berbentuk tabung dengan ukuran tinggi 40 cm dan diameter lingkaran 31,5 cm (volume 50 L) diberi aerasi dengan aerator AC/DC (Gambar 6a). Akuarium diletakkan pada bak porselin (Gambar 6b), kondisi laboratorium seperti pada Lampiran 12 .

A

B

Gambar 6. Desain akuarium (A) dan tata letak akuarium di laboratorium (B) FMIPA UNG

Akuarium No.1 16 ekor Akuarium No.2 2 ekor Akuarium No.3 16 ekor Akuarium No.4 8 ekor Akuarium No.5 4 ekor Akuarium No.6 2 ekor Akuarium No.7 4 ekor Akuarium No.8 2 ekor Akuarium No.9 8 ekor Akuarium No.10 16 ekor Akuarium No.11 8 ekor Akuarium No. 12 4ekor

21 3.2.1.2 Desain Alat

Pemisahan kompartemen eceng gondok menggunakan kantong waring dengan ukuran (0,1 x 0,1 x 0,2) m3. Pemisahan pada kompartemen eceng gondok dan ikan menggunakan plastik untuk mengatur eceng gondok pada posisi di tengah dengan ukuran (0,2 x 0,2) m2..

Alat untuk mengukur pertumbuhan eceng gondok (panjang akar, panjang dan lebar daun) menggunakan meteran gulung dan ikan menggunakan kalifer.

Alat untuk mengambil contoh ikan menggunakan seser dengan diameter 0,2 m dan panjang tangkai 1 m.

Alat untuk mengambil contoh fitoplankton menggunakan kemerer water sampler dengan volume 3 L, kemudian disaring dengan net plankton dengan ukuran mata jaring 40 µm.

3.2.1.3 Variabel

Variabel yang diukur selama penelitian meliputi kualitas air, ikan, dan fitoplankton. Kualitas air

Kualitas air yang ditera adalah suhu (T), oksigen terlarut (OT), nitrat (NO3), amoniak (NH3), ortofosfat (PO4-3), dan bahan organik total (BOT), Data tersebut kemudian dihitung untuk menentukan variabel kerja yang meliputi kesuburan perairan, OT minimum adalah OT terendah pada pengamatan 24 jam, dan OTmaksimum (OTtertinggi). Eceng gondok yang ditera adalah bobot, Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan variabel kerja yaitu:

Laju pertumbuhan = Bt1+ k1t1, Penambahan biomassa eceng gondok = Bt1.e k1t1 Penurunan biomassa eceng gondok = Bt1.e -k2t

Laju perambanan k2

Bto = Biomassa eceng gondok pada hari ke – 0 (kg) Bt1 = Biomassa eceng gondok pada hari ke – 1 (kg) Bt2 = Biomassa eceng gondok pada hari ke – 2 (kg) t = Selang waktu pemeliharaan (hari)

k1 = Laju pertumbuhan eceng gondok (gt-1)

22 Ikan

Ikan koan yang ditera adalah ukuran bobot, panjang dan jumlah serta kematian ikan, Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung pertumbuhan ikan koan (Wt), sintasan (SR), mortalitas (MR).

Pertumbuhan berdasarkan ukuran berat ikan :

Pertumbuhan ikan koan Wt = W0 e -kt Bobot rata-rata ikan koan = Bt/Nt

Mortalitas ikan koan MR = N0– Nt Biomassa ikan koan B = SR x

W0 = Bobot individu ikan koan pada hari ke- 0 (gram ekor-1) Wt = Bobot individu ikan koan pada hari ke- t (gram ekor-1)

= Bobot rata-rata ikan koan (g) Nt = Jumlah ikan koan pada hari ke- t (ekor) N0 = Jumlah ikan koan pada hari ke- 0 (ekor) k = koefisien laju pertumbuhan

Laju pertumbuhan sesuai dengan rumus Effendi (2004) sebagai berikut :

% 100 1 x Wo Wt SGR t        

SGR = Laju pertumbuhan ikan ( % BB hari-1)

Wt = Bobot individu ikan koan pada hari ke- t (gram ekor-1) W0 = Bobot individu ikan koan pada hari ke- 0 (gram ekor-1)

FCR (Faktor konversi pakan) dan FC (Pakan yang dikonsumsi) dihitung menggunakan rumus Okumus & Mazlum (2002) sebagai berikut :

FCR = Total pakan yang dikunsumsi/Berat produksi ikan ( % BB hari-1) FC = Laju pertumbuhan x FCR ( % BB hari-1)

23 Fitoplankton

Fitoplankton yang ditera adalah kelimpahan dan jenis plankton, serta biomassa klorofil-a, Data tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan variabel kerja meliputi kelimpahan fitoplankton: N = n x B A x D C x E 1

N = jumlah total fitoplankton (sel L-1)

n = jumlah rataan total sel per lapang pandang A = luas gelas penutup (mm2)

B = luas satu lapang pandang (mm2) C = Volume air terkonsentrasi (ml)

D = Volume air (ml) dibawah gelas penutup E = Volume air yang disaring (l)

Produktivitas primer (fitoplankton) dihitung dengan botol gelap terang : GP =

Produktivitas biomassa khlorofil -a:

Ca x Volume Ekstrak Klorofil-a (mg m-3) = --- Volume contoh x D

Ca = 11,85 (OD664) – 1,54 (OD647) – 0,08 (OD630) GP = produktivitas primer kotor (mgC m-3 jam-1)

BT = Kandungan oksigen dalam botol terang (mg L-1 O2 ) BG O2 0,3125 = = =

Kandungan oksigen dalam botol gelap (mg L-1 O2 ) Kandungan oksigen terlarut ((mg L-1)

Konstanta

Ca = Konsentrasi khlorofil-a dalam ekstrak (mg L-1) Volume ekstrak = Volume sampel setelah dilarutkan dalam aseton Volume sample = Volume air yang disaring (liter)

D = Diameter atau celah kuvet yang digunakan (cm)

OD664,OD647, OD630 = Absorban yang diperiksa (celah cahaya 1 cm) pada setiap panjang gelombang setelah dikurangi dengan absorban pada panjang gelombang 750 nm

24

3.2.1.4 Pelaksanaan Penelitian

Persiapan penelitian dimulai dengan mempersiapkan benih ikan koan dari Balai Besar Budidaya Ikan Air Tawar Sukabumi pada bulan Februari 2009. Benih yang diambil dari satu pemijahan induk dikirim ke Gorontalo dengan ukuran panjang 1-3 cm. Benih didederkan di kolam Balai Benih Sentral Provinsi Gorontalo dan kemudian di keramba jaring apung (KJA) di Danau Limboto.

Pemilihan lokasi penelitian di Danau Limboto berdasarkan hasil penelitian sebelumnya oleh Loka Riset Pemulihan Sumber daya Ikan, Jatiluhur dan penelitian di Laboratorium bekerjasama dengan FMIPA Universitas Negeri Gorontalo. Persiapan perlengkapan laboratorium FMIPA UNG pada bulan September sampai dengan Oktober 2009. Pelaksanaan penelitian di laboratorium dilaksanakan bulan November 2009.

3.2.1.5 Teknik Pengumpulan Data

Variabel diukur setiap empat hari adalah untuk ikan dan eceng gondok. Pengukuran dilakukan setiap pukul 10.00-12.00 (WITA). Pengukuran produktivitas primer (pemasangan botol gelap terang) dilakukan pukul 10.00 – 14.00 WITA pada hari ke-0, hari ke-12, dan hari ke-18 di dalam empat akuarium perlakuan, begitu juga untuk pengukuran fitoplankton dan kualitas air. Pada setiap pengambilan contoh air dilakukan penggantian dengan volume yang sama.

Pengukuran ikan diusahakan dalam waktu yang cepat untuk menghindari stres.

3.2.1.6 Analisis Data

1. Analisis perambanan menggunakan pengembangan formula Lotka-Volterra dalam Crawley(1983) : dt dV = K K V K aV(  )/ - bNV dan dt dV = cNV - dN dv dt

(g hari-1) = Perubahan rata-rata biomassa tumbuhan eceng gondok V (g) = Biomassa eceng gondok yang berkurang

25 2. Hubungan antara laju perambanan dan laju pertumbuhan ikan koan serta padat tebar ikan koan dianalisis dengan metode regresi dan kovarian, analisis statistik menggunakan paket SAS.

3. Analisis untuk pendukung adalah kelimpahan dan produktivitas fitoplankton.

Dokumen terkait