• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi kasus, yaitu penulis menekankan pada seluruh kegiatan penjualan tunai, dan menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut sugiyono (2016: 5) “ Studi kasus merupakan satu jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti akan melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap program, kejadian, aktivitas terhadap satu organisasi atau lebih”.

Menyangkut penjelasan tentang definisi diatas maka peneliti memilih melakukan penelitian study kasus. Karena penulis dapat melakukan penelitian secara lebih rinci terhadap objek yang diteliti, yaitu tentang sistem informasi akuntansi penjualan pada apotek namira dengan menggunakan bahasa pemprograman PHP.

B. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini dilakukan pemberian definisi operasional

variabel dapat memperjelas suatu penelitian dan tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan suatu istilah.

1. Sistem Penjualan

Sistem penjualan adalah serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan transaks penjualan. Dalam suatu sistem penjualan kegiatan dimulai saat pelanggan datang untuk melakukan pembelian barang. Fungsi kasir melakukan pencatatan atau input data penjualan ke dalam program aplikasi penjualan hingga dilakukan pembayaran dan mengahasilkan nota penjualan sebagai output yang akan diserahkan kepada pembeli beserta barang yang dibeli. Berdasarkan nota penjualan, dapat dihasilkan laporan penjualan yang berisi informasi yang lengkap sesuai dengan yang diinginkan seperti laporan penjualan keseluruhan, per tanggal, per barang, per pelanggan dan berbagai laporan lainnya sebagai hasil olahan program aplikasi penjualan.

12

2. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Menggunakan PHP

Adalah kegiatan mendesain dan mengimplementasikan perangkat lunak dengan menggunakan bahasa pemprograman PHP sebagai fron end dan MYSQL sebagai back end untuk menangani menagani kegiatan penjualan sebagai salah satu media yang terkomputerisasi agar menghasilkan nota penjulan, laporan penjualan harian, dan berbagai laporan lainnya sehingga dapat mempermudah bagian yang terlibat dalam pengoperasian sistem tersebut.

C. Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data yang digunakan dan dikumpulkan oleh penulis adalah sebagai berikut :

1. Jenis data a. Data Kuantitatif

Menurut Sugiyono (2016 : 14) “Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka-angka dan analisis menggunakan statistik”. Dalam penelitian ini data kuantitatif yang digunakan adalah nota penjualan, data barang, dan data pelanggan pada toko apotek namira

b. Data Kualitatif

Menurut (Sugiyono 2016)“Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata skema, dan gambar”. Data yang dimaksud adalah sejarah singkat perusahaan, tugas dan wewenang perusahaan, Struktur organisasi, Surat izin perusahaan, dan gambar fisik objek.

2. Sumber Data a. Data Primer

“Data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber” (Sujarweni, 2020: 73). Data primer dalam penelitian ini berupa gambaran umum perusahaan dan prosedur penjualan pada apotek namira banjarmasin dengan cara wawancara secara langsung dengan penanggung jawab apotek namira.

b. Data Sekunder

“Data Sekunder adalah data yang didapat dari catatan, buku, majalah berupa laporan keuangan publik perusahaan, laporan pemerintah, artikel , buku-buku sebagai teori, majalah, dan lain sebagainya” (Sujarweni, 2020: 74). Data sekunder dalam penelitian ini berupa nota penjualan, data barang, dan data pelanggan.

D. Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan penulis untuk pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1. Wawancara

Wawan cara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan Tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap narasumber atau sumber data (Handayani, 2019:25). Teknik Wawancara yang dilakukan penulis adalah dengan melakukan tanya jawab secara langsung dengan pemilik Apotek Namira Banjarmasin mengenai Sejarah Singkat, Data Perusahaan seperti SIUP, Surat Keterangan Tempat Usaha dan sistem penjualan sebelumnya yang diterapkan pada Apotek Namira Banjarmasin.

2. Dokumentasi

Menurut Sugiyono (2018:476) dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi atau wawancara akan lebih dapat dipercaya atau mempunyai kredibilitas yang tinggi jika didukung oleh foto-foto atau karya tulis akademik yang sudah ada.

E. Teknik Analisa Data

Data yang telah dikumpulkan dari hasil wawancara dan dokumentasi dianalisis secara kuantitatif maupun kualitatif dengan pendekatan teori-teori yang ada kaitannya dengan permasalahan pokok yang akan dibahas. Adapun tahapan analisa data yang dilakukan penulis dalam membangun program aplikasi penjualan tunai menggunakan PHP pada Apotek Namira Banjarmasin adalah sebagai berikut :

14

1. Analisa Sistem

Tahapan ini mencari informasi yang dapat membantu penulis dalam melakukan penelitian pada Apotek Namira Banjarmasin dengan cara membuat analisa kebutuhan terhadap masalah yang akan diangkat yaitu laporan penjualan tunai dengan cara mengumpulkan data-data yang diperlukan penulis seperti : dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan, sistem penjualan tunai, dan bagan alir pada sistem informasi akuntansi penjualan di Apotek Namira Banjarmasin.

2. Desain Program aplikasi

Desain atau rancangan program yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan Apotek Namira Banjarmasin tersebut yaitu :

a. Desain Database 1) Desain tabel

Membuat desain tabel yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan.

2) Desain antar tabel

Membuat relasi antar tabel dalam bentuk normal ketiga (3NF) sehingga tidak terjadi pengulangan dari sistem tersebut.

a) Desain Masukan

Membuat desain untuk menginputkan data seperti desain input form user, input form barang, input form karyawan, input data pelanggan, input hak akses dan input form transaksi penjualan.

b) Desain Keluaran Membuat desain yang akan menjadi output, seperti nota penjualan, daftar karyawan/user, daftar barang, daftar transaksi penjualan, daftar pelanggan, tampilan hak akses, laporan

penjualan, pendapatan dari setiap transaksi dan laporan lainnya yang diperlukan oleh perusahaan.

3. Implementasi

Tahapan ini adalah tahapan pengembangan yang terdiri dari proses pembuatan program, pengujian terhadap program agar layak digunakan, dan pengoperasian program yang telah dibuat. Kemudian data yang sudah didapatkan akan dimasukkan ke dalam program aplikasi untuk menguji apakah hasil yang didapat sesuai dengan hasil yang diharapkan sehingga program aplikasi dapat digunakan oleh apotek Namira.

16

Apotek Namira merupakan salah perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan obat-obatan dan melayani penjualan obat tanpa resep (bebas) dan obat yang menggunakan resep. Apotek ini beralamat di jalan Cemara Raya RT.41 No.22 Kayu Tangi Banjarmasin, Kecamatan Banjarmasin utara, Kota Banjarmasin. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan Surat Izin Apotek dengan Nomor : 503/3092/SIA.APA/XX.03/Dinkes.

Berdiri pada tahun 2002 oleh Bapak H. Hasan Ahmad dan dikelola sendiri, kemudian setelah muncul prospek yang menjanjikan akhirnya Apotek Namira dikelola oleh orang lain dan beberapa karyawannya. Dari tahun 2007 sampai sekarang apotek namira dikelolah oleh anak beliau yaitu ibu fitria.

Apotek Namira mulai beroperasi dari pukul 08.00 sampai dengan 22.00 WITA pada hari senin sampai sabtu yang terbagi menjadi 2 shift, shift pagi pukul 08.00 WITA sampai dengan 17.00 WITA dengan karyawan 1 orang apoteker, 2 orang asisten apoteker dan 1 bagian penjualan, kemudian pada shift malam hari dari pukul 17.00 sampai dengan 22.00 wita dengan karyawan 1 orang apoteker, 3 orang asisten apoteker dan 3 orang bagian penjualan, sedangkan pada hari minggu mulai beroperasi dari pukul 17.00 WITA sampai dengan 22.00 WITA

a. Struktur Organisasi

Struktur organisasi setiap perusahaan pasti berbeda, hal ini disebabkan dalam penyusunan struktur organisasi yang dibutuhkan dalam perusahaan, seperti besar kecilnya perusahaan, jenis perusahaan, dan kebutuhan kebijakan perusahaan itu sendiri. Adapun struktur organisasi yang ada pada Apotek Namira sebagau berikut

Dokumen terkait