PROPOSAL TUGAS AKHIR
Diajukan sebagai Salah Satu Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program Studi Komputerisasi Akuntansi
Oleh :
SITI FARIDA NIM D020319025
PROGRAM STUDI KOMPUTERISASI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI
POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN 2022
PROGRAM APLIKASI PENJUALAN TUNAI BERBASIS WEB PADA APOTEK NAMIRA BANJARMASIN
PROPOSAL TUGAS AKHIR
Diajukan sebagai Salah Satu Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program Studi Komputerisasi Akuntansi
Oleh :
SITI FARIDA NIM D020319025
PROGRAM STUDI KOMPUTERISASI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI
POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN 2022
iii
ABSTRAK
Siti Farida (D020319025). Program Aplikasi Penjualan Tunai Berbasis WEB pada Apotek Namira Banjarmasin,. Tugas Akhir, Program Studi Komputerisasi Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Banjarmasin, 2022.
Pada penelitian ini penulis memilih sebuah topik yang berhubungan dengan penjualan tunai dengan objek penelitian pada Apotek Namira Banjarmasin yang merupakan sebuah usaha yamg dikelola oleh Ibu fitri. Perlunya penelitian pada Apotek Namira Banjarmasin ini dikarenakan pada saat melakukan transaksi penjualan masih menggunakan cara yamg manual, pencatatan masih dilakukan secara manual menggunakan sebuat buku dan pada saat penjualan menggunakan nota fisik. . Metode penelitian yang digunakan penulis menggunakan teknik studi kasus dengan wawancara ke Apotek Namira tersebut dan melakukan dokumentasi dan observasi secara langsung di Apotek Namira. Jenis data yang didapat oleh penulis berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil akhir dari penelitian ini penulis menyarankan untuk menggunakan program aplikasi penjualan tunai berbasis web menggunakan bahasa pemograman PHP agar lebih terkomputerisasi sehingga mempermudah dan mengefisiensikan sistem penjualan tunai pada Apotek Namira Banjarmasin
Kata Kunci Program Aplikasi Penjualan Tunai, Akuntansi Penjualan Tunai, MYSQL.
iv
ABSTRACT
Siti Farida (D020319025). WEB-Based Cash Sales Application Program at Namira Pharmacy Banjarmasin,. Final Project, Computerized Accounting Study Program, Accounting Department, Banjarmasin State Polytechnic, 2022.
In this study, the author chose a topic related to cash sales with the object of research at the Namira Pharmacy Banjarmasin which is a business managed by Mrs. fitri. The need for research at the Namira Pharmacy Banjarmasin is because when making sales transactions still using the manual method, recording is still done manually using a book and at the time of sales using a physical note. . The research method used by the author uses a case study technique by interviewing the Namira Pharmacy and conducting documentation and direct observations at the Namira Pharmacy. Types of data obtained by the author in the form of quantitative data and qualitative data. The final result of this study the authors suggest using a web-based cash sales application program using the PHP programming language to make it more computerized so as to simplify and streamline the cash sales system at the Namira Pharmacy Banjarmasin
Keyword Cash Sales Application Program, Cash Sales Accounting, MYSQL.
v
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Program Aplikasi Penjualan Tunai Berbasis Web Pada Apotek Namira Banjarmasin”. Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini berkat bimbingan dan bantuan dari segala pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1. Tuhan Yang Maha Esa
2. Orang tua dan wali saya, ayahanda Suparyo dan ibu Saliyem serta kakak kakak yang sudah memberikan dukungan. Terimakasih banyak atas doa yang tak pernah putus dan selalu memberikan doa, semangat dan dukungan secara materil.
3. Bapak Joni Riadi, SST., MT selaku Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin.
4. Ibu Nailiya Nikmah, S.Pd., M.Pd selaku Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin.
5. Ibu Heldalina, SEI, MM selaku Ketua Prodi Komputer Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin
6. Ibu Monica Handayani, SE, Ak, MM, CA, CSRs selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis hingga selesainya Tugas Akhir ini.
7. Bapak Muhammad Bahit, S.KOM, M.ENG selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis hingga selesainya Tugas Akhir ini.
8. Seluruh Dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin khususnya yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan dan bimbingannya selama ini dan Staf Politeknik Negeri Banjarmasin.
9. Ibu Fitria selaku penanggung jawab Apotek Namira Banjarmasin yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan penelitian di Apotek Namira Banjarmasin
10. Seluruh karyawan Apotek Namira Banjarmasin yang sudah menyambut penulis dengan baik dan berkenan memberikan beberapa data yang diperlukan penulis untuk penelitian.
11 . Seluruh teman-teman seperjuangan khususnya Prodi Komputerisasi angkatan 2022 yang selalu memberikan dukungan dan semangat.
12. Terimakasih untuk Anti Roviana Dewi, Dea Hertika Putri, dan Rasellani sudah menjadi teman yang memberikan support, saling mengingatkan
vi
13. Terakhir terimakasih untuk diri sendiri yang sudah mau berjuang dari awal masuk kuliah hingga terakhir ini walaupun banyak kendala dalam menyelesaikannya tapi tetap dikerjakan dengan baik dan sebisa mungkin
vii
NOTA DINAS ... Error! Bookmark not defined.
PENGESAHAN TUGAS AKHIR ... Error! Bookmark not defined.
ABSTRAK ... iii
ABSTRACT ... iv
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Permasalahan ... 2
C. Rumusan masalah ... 2
D.Tujuan Masalah ... 2
E.Manfaat Penelitian ... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4
A. Landasan Teori ... 4
B. Hasil Penelitian Terdahulu ... 8
BAB III METODE PENELITIAN ... 11
A. Jenis Penelitian ... 11
B. Variabel Penelitian ... 11
C. Jenis dan Sumber Data ... 12
D. Metode Pengumpulan Data ... 13
E. Teknik Analisa Data ... 13
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 16
A. Hasil Penelitian ... 16
1. Gambaran Perusahaan ... 16
a. Struktur Organisasi ... 16
2. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan pada Apotek Namira ... 18
B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 22
1. Analisis Permasalahan ... 22
2. Alternatif Pemecahan Masalah ... 25
viii
BAB V ... 43
SIMPULAN DAN SARAN ... 43
A. Simpulan ... 43
B. Saran ... 43
DAFTAR PUSTAKA ... 45
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 46
ix
Tabel 2. 1 Bagan air ... 6
Tabel 2. 2 Hasil penelitian terdahulu ... 8
Tabel 2. 3 Tabel Normalisasi ... 30
Tabel 2. 4 Normalisasi 1NF ... 30
Tabel 2. 5 Basis data User ... 31
Tabel 2. 6 Basis Data Pelanggan... 32
Tabel 2. 7 Basis Data Gudang ... 32
Tabel 2. 8 Basis Data Transaksi Penjualan ... 33
Tabel 2. 9 Basis Data Jenis Barang ... 33
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4. 1 Struktur Organisasi Apotek Namira ... 17
Gambar 4. 2 Bagan Alir penjualan pada Apotek Namira Banjarmasin ... 20
Gambar 4. 3 Nota Penjualan ... 23
Gambar 4. 4 Nota Penjualan ... 24
Gambar 4. 5 Catatan Penjualan ... 25
Gambar 4. 6 Bagan Alir yang Disarankan oleh Penulis ... 27
Gambar 4. 7 Bentuk Normal Kedua (2NF) ... 31
Gambar 4. 8 Diagram Berjenjang Yang Disarankan ... 34
Gambar 4. 9 Diagram Konteks yang disarankan ... 35
Gambar 4. 10 Diagram Level 0... 36
Gambar 4. 11 Diagram level 1 ... 37
Gambar 4. 12 Form Login ... 38
Gambar 4. 13 Tampilan Home ... 38
Gambar 4. 14 Master Data Barang ... 39
Gambar 4. 15 Form Tambah Barang ... 39
Gambar 4. 16 Master Data Pelanggan ... 40
Gambar 4. 17 Form Tambah Data Pelanggan ... 40
Gambar 4. 18 Form Transaksi Penjualan ... 41
Gambar 4. 19 Form Tambah Transaksi Penjualan... 41
Gambar 4. 20 Tampilan Nota Penjualan ... 42
Gambar 4. 21 Laporan Penjualan... 42
xi
Lampiran 1. 1 Lembar Bimbingan Dosen Pembimbing 1 ... Error! Bookmark not defined.
Lampiran 1. 2 Lembar Bimbingan Dosen 2... Error! Bookmark not defined.
Lampiran 1. 3 Berita acara ... 48
Lampiran 1. 4 Lembar Saran Penguji 1 ... 49
Lampiran 1. 5 Lembar Saran Penguji 2 ... 50
Lampiran 1. 6 Surat Izin dari Tempat yang Diteliti ... 51
Lampiran 1. 7 Peta Daerah Penelitian ... 51
Lampiran 1. 8 Gambar Apotek Namira Banjarmasin ... 52
Lampiran 1. 9 Foto bersama penanggungjawab Apotek Namira Banjarmasin ... 53
Lampiran 1. 10 Surat Izin Usaha Perdagangan Apotek Namira Banjarmasin ... 53
xii
1 A. Latar Belakang Masalah
Apotek Namira merupakan jenis usaha yang bergerak pada bidang penjualan obat - obatan baik yang menggunakan resep maupun non resep. Apotek ini berdiri sejak tahun 2004 dan penanggung jawabnya adalah ibu Fitria, S.Far. Apt. Di era sekarang banyaknya berkembang jenis jenis usaha. Diantaranya adalah bidang usaha yang bergerak pada bidang jual beli obat - obatan. Usaha dibidang obat obat merupakan salah satu usaha yang diminati karena banyaknya yang membutuhkan terutama rumah sakit, apotek, maupun puskesmas. Terlebih lagi di masa pendemi COVID – 19 yang melanda dunia. Saat ini sudah memasuki era digital, usaha seperti Apotek Namira hendaknya memanfaatkan teknologi yang berkembang pada saat ini untuk mengembangkan usahanya. Dengan adanya teknologi , Apotek Namira bisa mengetahui transaksi mereka setiap harinya sehingga dapat menunjang bisnis mereka dan mempermudah Apotek namira untuk melakukan kegiatan transaksi dengan menggunakan sebuah aplikasi atau program yang dapat diakses melalui komputer maupun smartphone sehingga mempermudah dan membantu proses usaha ekonomi tersebut.
Apotek adalah suatu tempat yang bergerak dalam bidang kefarmasian dan penyaluran obat – obatan, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.1027/MenKes/SK/IX/2004 tentang Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Salah satu perusahaan farmasi yang ada dilingkungan Kota banjarmasin yaitu Apotek Namira . Dimana 3 dalam pengolahan data obat, pengecekkan persediaan obat dan transaksi penjualannya masih menggunakan cara yang manual. Apotek Namira masih menggunakan sistem penjualan konvensional, khususnya belum menggunakan komputerisasi dalam kesehariannya, pencatatan yang masih dilakukan secara bersamaan sikarenakan struktur organisasi yang tidak adanya pemisahan fungsi karyawan, pencatatnnya pun dilakukan secara bergantian dalam satu buku lalu setiap minggu atau setiap bulan pencatatan itu akan direkap oleh piham penjualan dan akan disampaikan kepada penanggung jawab apotek. Maka dari itu diperlukan sebuah sistem dalam penjualan obat berbasis web yang dapat menyampaikan informasi dengan cepat dan akurat serta mempermudah para karyawan. Dari setiap transaksi yang terjadi dicatat di nota yang kemudian disimpan tanpa melakukan pencataan khusus untuk penjualannya. Berdasarkan penjelasan dan permasalahan yang ada, maka penulis ingin membuat sebuah sistem informasi akuntansi
2
2 penjualan tunai berbasis web pada Apotek Namira Banjarmasin. Maka dari itu penulis megambil judul “ Program Aplikasi penjualan tunai berbasis web di apotek namira Banjarmasin”.
B. Permasalahan
Permasalahan pada penelitian di Apotek Namira Banjarmasin adalah proses pencatatan penjualan yang masih menggunakan sistem manual atau tidak menggunakan komputer, Serta pencatatan yang dilakukan disatu buku dan dicatat secara bergantian. Sehingga mengurangi keefisiensi dalam melakukan perhitungan dan perekapan serta memungkinkan terjadinya kesalahan dan kelalaian dalam pencatatan. Untuk perhitungan pendapatan pemilik menghitung dari nota nota penjualan. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini hanya akan memberikan output berupa nota penjualan dan laporan penjualan pada apotek Namira
C. Rumusan masalah
1.Bagaimana mencatat laporan pencataan penjualan tunai secara terkomputerisasi ? 2.Bagaimana membangun program aplikasi penjualan tunai berbasis web
D. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bagaimana mencatat penjualan tunai secara terkomputerisasi.
2. Untuk mengetahui bagaimana membangun program aplikasi penjualan tunai yang berbasis web.
E.Manfaat Penelitian 1. Bagi penulis
Sebagai syarat untuk memperoleh gelar Amd, Hasil Penelitian ini membantu penulis untuk menambah wawasan dan melatih daya berpikir untuk membuat sistem informasi akuntansi yang di butuhkan oleh pengguna sehingga dapat bermanfaat dan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang di dapat saat kuliah.
2. Bagi Apotek Namira
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermaanfaat, untuk meningkatkan efektivitas kinerja apotek namira khususnya untuk memudahkan pencatatan penjualan yang lebih akurat
3. Bagi politeknik negeri banjarmasin
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan informasi dan wawasan pengetahuan serta dapat dijadikanbahan referensi mengenai system informasi persediaan berbasis web bagi
3
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori1. Pengertian Penjualan
Menurut Mulyadi (2016:160), penjualan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh penjual dalam menjual barang dan jasa dengan impian akan mendapatkan laba dari terdapatnya transaksi-transaksi tersebut. Menurut Abdullah (2016: 3), Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik konsumen sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasilkan. Dari definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa penjualan adalah suatu kegiatan bertemunya seorang pembeli dan penjual yang melakukan transaksi, saling mempengaruhi dan mempertimbangkan pertukaran antara barang atau jasa dengan uang.
2. Penjualan Tunai
Menurut Sujarweni (2015:79), sistem akuntansi penjualan tunai adalah sistem yang diberlakukan oleh perusahaan dalam menjual barang dengan cara mewajibkan pembeli untuk melakukan pembayaran harga terlebih dahulu sebelum barang diserahkan pada pembeli. Menurut Mulyadi (2016:379), bahwa: penjualan tunai dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga barang terlebih dahulu sebelum barang diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli.
3. Sistem Akuntansi Penjualan
Penjualan dapat dilaksanakan secara tunai atau kredit (angsuran). Penjualan tunai adalah kegiatan penjualan dimana penerimaan uang tunai didapatkan dari pembeli pada saat dilakukan penyerahan barang. Penjualan kredit (angsuran) adalah kegiatan penjualan yang menggunakan perjanjian dimana pembayaran dilakukan dengan cara mengangsur beberapa kali.
Menurut Baridwan (2015: 112), sistem akuntansi penjualan merupakan prosedur penjualan yang dimulai dari urutan kegiatan sejak diterimanya pesanan dari pembeli, pengiriman barang, pembuatan faktur (penagihan) dan pencatatan penjualan. Menurut Bahari
(2017:25), sistem akuntansi penjualan merupakan sistem yang digunakan dalam transaksi penjualan baik secara tunai maupun kredit dengan memperhatikan prosedur-prosedur yang telah ditentukan agar dapat berjalan dengan baik
4. Sistem Akuntansi Penjualana Tunai
Menurut Sujarweni (2015:79), sistem akuntansi penjualan tunai adalah sistem yang diberlakukan oleh perusahaan dalam menjual barang dengan cara mewajibkan pembeli untuk melakukan pembayaran harga terlebih dahulu sebelum barang diserahkan pada pembeli. Menurut Mulyadi (2016:379), bahwa: penjualan tunai dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga barang terlebih dahulu sebelum barang diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli
a. Fungsi-fungsi yang terkait dengan sistem akuntansi penjualan tunai 1. Fungsi Penjualan
2. Fungsi Kas 3. Fungsi Gudang 4. Fungsi Pengiriman 5. Fungsi Akuntansi
b. Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan tunai 1. Jurnal Penjualan
2. Jurnal Penerimaan Kas 3. Jurnal Umum
4. Kartu Persediaan 5. Kartu Gudang
5. Penngertian PHP
PHP adalah salah satu bahasa pemprograman skrip yang dirancang untuk membangun aplikasi web. Ketika dipanggil dari web browser, program yang ditulis dengan PHP akan di-parsing di dalam web server oleh interpreter PHP dan diterjemahakan ke dalam dokumen HTML, yang selanjutnya akan ditampilkan kembali ke web browser. Karena pemprosesan programan PHP dilakukan di lingkungan web server, PHP dikatakan sebagai bahasa sisi server(server-side) (Raharjo, 2016).
6
6. Pengertian MySQL
“MySQL adalah salah satu aplikasi DBMS yang sudah banyak oleh para pemogram aplikasi web. Contoh DBMS lainnya adalah : PostgreSQL (freeware), SQL Server, MS Access dari Microsoft, DB2 dari IBM, Oracle dan Oracle Corp, Dbase, FoxPro, dsb”.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa MySQL adalah aplikasi DBMS yang menjalankan fungsi pengelolahan data untuk membangun sebuah aplikasi web.”
(Hidayatullah dan Jauhari (2015;180) 7. Bagan Alir
Pengertian Flowchart ( Bagan Alir ) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir (flowchart) digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.Misal , sistem informasi perpustakaan, penggajian karyawan , sistem pergudangan dll.
Adapun Simbol-simbol yang di gunakan dalam bagan aliran dokumen adalah sebagai berikut :
Tabel 2. 1 Bagan air
No Simbol Nama Keterangan
1. Simbol Dokumen Untuk menggambarkan
semua jenis dok umen manua
2. Simbol Kegiatan Manual Untuk menunjukkan
kegiatan manual
3. Simbol Proses
Komputerisasi
Untuk menunjukan kegiatan proses dari operasi program komputer
4. Terminal Untuk menunjukan
mulai dan akhir dari bagan alir dokumen
5. Keputusan Untuk menunjukan tahap pembuatan keputusan
6. Berbagai Dokumen Untuk menggambarkan
berbagai dokumen yang digunakan bersama dalam satu pake
7. Garis Alir Menggambarkan arah
proses pengolahan data.
Anak panah tidak digambarkan jika arus dokumen mengarah kebawah dan kekanan
8. Relasi
Menurut Nugroho (2011:69) Relasi (relationship) adalah perekat yang menyatukan komponen-komponen yang berbeda dalam diagram ER. Secara intuitif dapat dikatakan bahwa relasi adalah asosiasi dari satu atau lebih entitas yang bermakna bagi organisasi/
perusahaan. Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Kardinalitas relasi yang terjadi antara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dapat berupa :
a. Satu ke satu (One to One) b. Satu ke banyak (One to Many) c. Banyak ke satu (Many to One) d. Banyak ke Banyak (Many to Many) 9. Normalisasi
Normalisasi (normalize) merupakan salah satu cara pendekatan atau teknik yang digunakan dalam membangun desain lojik basis data relation dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standar. Tujuan dari normalisasi adalah untuk menghasilkan struktur tabel yang normal atau baik. Teknik normalisasi adalah upaya agar desain lojik dari tabel-tabel berada
8
dalam bentuk normal yang dapat didefinisikan dengan menggunakan ketergantungan fungsi (functional dependency). (Yakub; 2012 : 70)
B. Hasil Penelitian Terdahulu
Perbandingan Hasil Penelitian Terdahulu dengan Penelitian Sekarang : Tabel 2. 2 Hasil penelitian terdahulu
Aspek Siti Wafiati (2019) Muhammad Rizki Abidin (2020)
Siti Farida (2022)
Judul Program Aplikasi
Penerimaan Kas dari Penjualan
TunaiMenggunakan Microsoft Visual Basic 2015 pada UD HRR Banjarmasin
Program Aplikasi Penjualan Tunai Menggunakan PHP pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin
Program aplikasi penjualan Tunai berbasis web pada Apotek Namira
Institusi yang Diteliti Periode Analisis
UD HRR Banjarmasin Maret Mei 2019
PT Ocean Petro Energy Banjarmasin Januari-Maret 2020
Apotek Namira Banjarmasin
Rumusan Masalah
1.Bagiamanakah sistem informsai akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai yang tepat untuk UD HRR Banjarmasin?
2.Bagaimanakah membangun program aplikasu penerimaan kas dari penjualan tunai menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 pada UD HRR Banjarmasin?
1.Bagaimana cara menghitung dan membuat laporan trannsaksi penjualan tunai pada PT/ Ocean Petro Energy?
2.Bagaimana
membangun program aplikasi penjualan tunai berbasis web menggunakan PHP pada PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin?
1.Bagaimana membuat laporan pencataan penjualan tunai secara terkomputerisasi ? 2.Bagaimana
membangun program aplikasi penjualan tunai berbasis web yang baik dan benar ?
Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai yang tepat untuk UD HRR Banjarmasin?
2. Untuk menghasilkan Program Aplikasi penerimaan kas dari penjualan tunai menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 dan database SQL Server 2017 pada UD HRR
1. Untuk mengetahui cara menghitung dan membuat laporan transaksi penjualan tunai pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin.
2. Untuk membangun program aplikasi penjualan tunai berbasis web pada PT Ocean Petro Energy Banjarmasin.
1.untuk Membuat laporan transaksi penjualan tunai pada apotek namira
2.untuk Membuat program aplikasi penjualan tunai yang tersistem dan akurat
Banjarmasin Metode
Penelitian
1. Teknik Wawancara (Interview)
Dokumentasi
Wawancara atau interview serta dokumentasi langsung dengan objek lalu menganalisa dan merancang sebuah program aplikasi yang akan dibangun
Wawancara serta dokumentasi langsung pada Apotek Namira
Hasil Penelitian
Program Aplikasi Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai
Program Aplikasi Penjualan Tunai Menggunakan PHP pada PT. Ocean Petro energy Banjarmasin
Proram Aplikasi Penjuala Tunai Berbasis Web Pada Apotek Namira Banjarmasin
Sumber : Siti Wafiati(2019), Muhammad Rizki Abidin(2020)
Pada penelitian yang dilakukan oleh penulis (2022) terdapat perbedaan dan persamaan.. Berikut penjelasan mengenai perbedaan dan persamaan dengan penelitian terdahulu :
Persamaan antara penelitian Muhammad Rizki Abidin (2020) dan Siti Wafiati (2019) yaitu:
1. Persamaan penelitian terdahulu antara Muhammad Rizki Abidin (2020) dan Siti Wafiati (2019) adalah memilih topik yang sama untuk diteliti yaitu Penjualan Tunai.
2. Persamaan penelitian terdahulu antara Muhammad Rizki Abidin (2020) dan Siti Wafiati (2019) meneliti objek yang sama sama bergerak di bidang dagang.
Perbedaan antara penelitian Muhammad Rizki Abidin (2020) dan Siti Wafiati (2019) yaitu:
1. Pada penelitian terdahulu oleh Muhammad Rizki Abidin memilih PT. Ocean Petro Energy Banjarmasin sebagai objek penelitian, dan Siti Wafiati memilih UD HRR sebagai objek penelitian.
10
2. Pada Tahun penelitian Muhammad Rizki Abidin pada tahun 2020 dan Siti Wafiati melakukan penelitian pada tahun 2019
BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi kasus, yaitu penulis menekankan pada seluruh kegiatan penjualan tunai, dan menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut sugiyono (2016: 5) “ Studi kasus merupakan satu jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti akan melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap program, kejadian, aktivitas terhadap satu organisasi atau lebih”.
Menyangkut penjelasan tentang definisi diatas maka peneliti memilih melakukan penelitian study kasus. Karena penulis dapat melakukan penelitian secara lebih rinci terhadap objek yang diteliti, yaitu tentang sistem informasi akuntansi penjualan pada apotek namira dengan menggunakan bahasa pemprograman PHP.
B. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini dilakukan pemberian definisi operasional
variabel dapat memperjelas suatu penelitian dan tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan suatu istilah.
1. Sistem Penjualan
Sistem penjualan adalah serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan transaks penjualan. Dalam suatu sistem penjualan kegiatan dimulai saat pelanggan datang untuk melakukan pembelian barang. Fungsi kasir melakukan pencatatan atau input data penjualan ke dalam program aplikasi penjualan hingga dilakukan pembayaran dan mengahasilkan nota penjualan sebagai output yang akan diserahkan kepada pembeli beserta barang yang dibeli. Berdasarkan nota penjualan, dapat dihasilkan laporan penjualan yang berisi informasi yang lengkap sesuai dengan yang diinginkan seperti laporan penjualan keseluruhan, per tanggal, per barang, per pelanggan dan berbagai laporan lainnya sebagai hasil olahan program aplikasi penjualan.
12
2. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Menggunakan PHP
Adalah kegiatan mendesain dan mengimplementasikan perangkat lunak dengan menggunakan bahasa pemprograman PHP sebagai fron end dan MYSQL sebagai back end untuk menangani menagani kegiatan penjualan sebagai salah satu media yang terkomputerisasi agar menghasilkan nota penjulan, laporan penjualan harian, dan berbagai laporan lainnya sehingga dapat mempermudah bagian yang terlibat dalam pengoperasian sistem tersebut.
C. Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang digunakan dan dikumpulkan oleh penulis adalah sebagai berikut :
1. Jenis data a. Data Kuantitatif
Menurut Sugiyono (2016 : 14) “Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka-angka dan analisis menggunakan statistik”. Dalam penelitian ini data kuantitatif yang digunakan adalah nota penjualan, data barang, dan data pelanggan pada toko apotek namira
b. Data Kualitatif
Menurut (Sugiyono 2016)“Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata skema, dan gambar”. Data yang dimaksud adalah sejarah singkat perusahaan, tugas dan wewenang perusahaan, Struktur organisasi, Surat izin perusahaan, dan gambar fisik objek.
2. Sumber Data a. Data Primer
“Data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber” (Sujarweni, 2020: 73). Data primer dalam penelitian ini berupa gambaran umum perusahaan dan prosedur penjualan pada apotek namira banjarmasin dengan cara wawancara secara langsung dengan penanggung jawab apotek namira.
b. Data Sekunder
“Data Sekunder adalah data yang didapat dari catatan, buku, majalah berupa laporan keuangan publik perusahaan, laporan pemerintah, artikel , buku-buku sebagai teori, majalah, dan lain sebagainya” (Sujarweni, 2020: 74). Data sekunder dalam penelitian ini berupa nota penjualan, data barang, dan data pelanggan.
D. Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan penulis untuk pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1. Wawancara
Wawan cara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan Tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap narasumber atau sumber data (Handayani, 2019:25). Teknik Wawancara yang dilakukan penulis adalah dengan melakukan tanya jawab secara langsung dengan pemilik Apotek Namira Banjarmasin mengenai Sejarah Singkat, Data Perusahaan seperti SIUP, Surat Keterangan Tempat Usaha dan sistem penjualan sebelumnya yang diterapkan pada Apotek Namira Banjarmasin.
2. Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2018:476) dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi atau wawancara akan lebih dapat dipercaya atau mempunyai kredibilitas yang tinggi jika didukung oleh foto-foto atau karya tulis akademik yang sudah ada.
E. Teknik Analisa Data
Data yang telah dikumpulkan dari hasil wawancara dan dokumentasi dianalisis secara kuantitatif maupun kualitatif dengan pendekatan teori-teori yang ada kaitannya dengan permasalahan pokok yang akan dibahas. Adapun tahapan analisa data yang dilakukan penulis dalam membangun program aplikasi penjualan tunai menggunakan PHP pada Apotek Namira Banjarmasin adalah sebagai berikut :
14
1. Analisa Sistem
Tahapan ini mencari informasi yang dapat membantu penulis dalam melakukan penelitian pada Apotek Namira Banjarmasin dengan cara membuat analisa kebutuhan terhadap masalah yang akan diangkat yaitu laporan penjualan tunai dengan cara mengumpulkan data-data yang diperlukan penulis seperti : dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan, sistem penjualan tunai, dan bagan alir pada sistem informasi akuntansi penjualan di Apotek Namira Banjarmasin.
2. Desain Program aplikasi
Desain atau rancangan program yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan Apotek Namira Banjarmasin tersebut yaitu :
a. Desain Database 1) Desain tabel
Membuat desain tabel yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan.
2) Desain antar tabel
Membuat relasi antar tabel dalam bentuk normal ketiga (3NF) sehingga tidak terjadi pengulangan dari sistem tersebut.
a) Desain Masukan
Membuat desain untuk menginputkan data seperti desain input form user, input form barang, input form karyawan, input data pelanggan, input hak akses dan input form transaksi penjualan.
b) Desain Keluaran Membuat desain yang akan menjadi output, seperti nota penjualan, daftar karyawan/user, daftar barang, daftar transaksi penjualan, daftar pelanggan, tampilan hak akses, laporan
penjualan, pendapatan dari setiap transaksi dan laporan lainnya yang diperlukan oleh perusahaan.
3. Implementasi
Tahapan ini adalah tahapan pengembangan yang terdiri dari proses pembuatan program, pengujian terhadap program agar layak digunakan, dan pengoperasian program yang telah dibuat. Kemudian data yang sudah didapatkan akan dimasukkan ke dalam program aplikasi untuk menguji apakah hasil yang didapat sesuai dengan hasil yang diharapkan sehingga program aplikasi dapat digunakan oleh apotek Namira.
16
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian1. Gambaran Perusahaan a. Sejarah perusahaan
Apotek Namira merupakan salah perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan obat-obatan dan melayani penjualan obat tanpa resep (bebas) dan obat yang menggunakan resep. Apotek ini beralamat di jalan Cemara Raya RT.41 No.22 Kayu Tangi Banjarmasin, Kecamatan Banjarmasin utara, Kota Banjarmasin. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan Surat Izin Apotek dengan Nomor : 503/3092/SIA.APA/XX.03/Dinkes.
Berdiri pada tahun 2002 oleh Bapak H. Hasan Ahmad dan dikelola sendiri, kemudian setelah muncul prospek yang menjanjikan akhirnya Apotek Namira dikelola oleh orang lain dan beberapa karyawannya. Dari tahun 2007 sampai sekarang apotek namira dikelolah oleh anak beliau yaitu ibu fitria.
Apotek Namira mulai beroperasi dari pukul 08.00 sampai dengan 22.00 WITA pada hari senin sampai sabtu yang terbagi menjadi 2 shift, shift pagi pukul 08.00 WITA sampai dengan 17.00 WITA dengan karyawan 1 orang apoteker, 2 orang asisten apoteker dan 1 bagian penjualan, kemudian pada shift malam hari dari pukul 17.00 sampai dengan 22.00 wita dengan karyawan 1 orang apoteker, 3 orang asisten apoteker dan 3 orang bagian penjualan, sedangkan pada hari minggu mulai beroperasi dari pukul 17.00 WITA sampai dengan 22.00 WITA
a. Struktur Organisasi
Struktur organisasi setiap perusahaan pasti berbeda, hal ini disebabkan dalam penyusunan struktur organisasi yang dibutuhkan dalam perusahaan, seperti besar kecilnya perusahaan, jenis perusahaan, dan kebutuhan kebijakan perusahaan itu sendiri. Adapun struktur organisasi yang ada pada Apotek Namira sebagau berikut
Gambar 4. 1 Struktur Organisasi Apotek Namira Sumber : Apotek Namira
Struktur organisasi pada Apotek Namira ini termasuk dalam bentuk organisasi garis (line organization) dimana kekuasaan, arahan serta petunjuk berasal dari pimpinan/pengelola kepada seluruh karyawan dan pertanggungjawaban berjalan dari bawah ke atas. Dari struktur organisasi tersebut dapat diuraikan tanggung jawab masing-masing bagian yang terdapat pada Apotek Namira sebagai berikut:
1) Pemilik Sarana Apotek (PSA)
Pemilik adalah orang yang mempunyai uang pokok yang dipakai sebagai induk untuk berniaga, melepas uang atau harta benda yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang dapat menambah kekayaan. Pada Apotek Namira H.
Hasan Ahmad sebagai Pemilik Sarana Apotek (PSA).
2) Pengelola
Salah satu syarat mendirikam apotek harus ada seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA) dan memiliki Surat Izin Apotek (SIA), dalam mengelola dan mengawasi
18
jalannya apotek. Pada Apotek Namira Apoteker Fitria berfungsi sebagai apoteker dan juga merangka di fungsi gudang dan fungsi kas. Selain mengambil keputusan, kebijakan, dan bertanggung jawab dalam kelancaran proses penjualan dan pembelian obat-obat.
3) Admin Keuangan dan Kasir
Admin keuangan dan kasir bertugas mengelola keuangan, proses keluar masuknya uang, menulis nota, membuat laporan penjualan yang akan diserahkan kepada pengelola dan pemilik apotek.
4) Tenaga TTK dan Non TTK
Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) adalah tenaga yang membantu Apoteker dalam menjalani pekerjaan kefarmasian untuk menjadi Apoteker sementara jika Pimpinan Apoteker sedang ada kesibukan. Selain itu di Apotek Namira TTK juga merangkap sebagai fungsi penjualan. Sedangkan Tenaga Non Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) adalah tenaga umum seperti bagian gudang.
2. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan pada Apotek Namira a. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai
1) Deskripsi pokok
Penjualan tunai pada Apotek Namira Banjarmasin dimulai saat pelanggan datang secara langsung keapotek untuk melakukan pemesanan obat yang dinginkan ke bagian penjualan ataupun penyerahan resep obat kebagian penjualan. Melakukan konfirmasi obat yang tersedia kepada bagian farmasi. Setelah obat yang dibeli sudah dipilih, penjual melakukan proses perhitungan obat dan di informasikan kepada pelanggan, setelah itu pelanggan diwajibkan melakukan pembayaran secara tunai sesuai tarif yang sudah di beritahukan, sama halnya dengan pelanggan yang menggunakan resep obat, resep diserahkan ke penjual dan setelah itu penjual menyerahkan kebagian apotekernya. Kemudian bagian penjualan akan melakukan proses
pencatatan dibuku penjulan obat setelah menerima uang transaksi dari pelanggan.
2) Informasi yang diperlukan Manajemen
Informasi yang diperlukan menajemen dalam sistem penjualan tunai pada Apotek Namira Banjarmasin yaitu informasi obat, berupa nama obat, jumlah obat,harga obat serta resep obat dari dokter, data pelanggan.
3) Catatan Akuntansi yang Digunakan
Diapotek Namira Banjarmasin hanya menggunakan pencatatan manual yang dicatat secar bergantian oleh karyawan, pencatatan penjualan perhari, pencatatan penjualan perbulan.
4) Bagan Alir Dokumen
Berikut bagan alir penjualan tunai yang berjalan pada apotek Namira Banjarmasin :
20
Gambar 4. 2 Bagan Alir penjualan pada Apotek Namira Banjarmasin Sumber : Apotek Namira Banjarmasin
1) Pelanggan (Costumer)
Pelanggan akan memesan dan membeli obat ke bagian penjualan.
2) Bagian Persediaan
Bagian persediaan memeriksa ketersediaan obat yang ada di apotek apakah stok obat yang dipesan pelanggan masih ada atau sudah habis. Jika masih ada maka akan diberikan ke bagian penjualan dan diserahkan ke pelanggan.
3) Admin Kasir / Bagian Penjualan
Admin Kasir menangani keluar masuknya uang dan penjualan dan pembelian stok obat, membuat nota pejualan dan pembelian, membuat laporan pejualan dan pembelian, menentukan pemasok (Supplier), membuat surat pesanan, serta mengecek apakah pesanan sudah sesuai dengan surat pesanan.
4) Pemasok (Supplier)
Persediaan barang yang diminta oleh bagian gudang ke pada admin kasir disiapkan oleh pemasok dan kemudian dilanjutkan pada proses transaksi.
Proses transaksi akan menghasilkan faktur dengan rincian obat yang sesuai dengan yang diminta oleh bagian admin kasir. Fatur tersebut akan dicetak dua rangkap, satu rangkap untuk diarsipkan pemasok sedangkan satu rangkapnya lagi akan diserahkan kepada bagian admin kasir.
5) Pemilik/Pengelola
Pemilik menerima laporan hasil penjualan dan pembelian barang dari bagian admin kasir sebagai data apa saja penjualan dan pembelian yang sudah dilakukan.
Pencatatan Transaksi Penjualan pada Apotek Namira
Dalam pencatatan transaksi penjualan untuk jenis obat bebas terbatas di apotek Namira menggunakan Nota 2 rangkap yang mana lembar pertama untuk pembeli dan lembar kedua untuk di arsip. Nota penjualan tersebut berisikan tanggal transaksi, jumlah unit, dan total harga pembelian yang kemudian diparaf oleh bagian penjualan. Sedangkan untuk transaksi pembelian, nota pembelian diperoleh dari pihak supplier yang disimpan untuk di arsip. Nota pembelian berisikan tanggal transaksi, jumlah unit, dan
22
total harga pembelian obat yang diberi tanda tangan dan stampel dari supplier.
b. Daftar Penjualan Barang pada Apotek Namira B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Analisis Permasalahan
a. Analisis Sistem Penjualan Tunai Pada Apotek Namira
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan oleh penulis, maka ditemukan beberapa kelemahan dan kekurangan pada sistem penjualan tunai di Apotek Namira, yaitu
1) Informasi yang Diperlukan Manajemen
Informasi yang diperlukan manajemen selama ini dalam sistem penjualan tunai pada Apotek Namira Banjarmasin hanya berupa catatan penjualan tunai selain itu masih terdapat kurangnya informasi di nama pelanggan. Pada Apotek Namira Banjarmasin masih belum terdapat informasi tantang laporan penjualan tunai secara keseluruhan dan informasi mengenai persediaan barang yang ada pada Apotek Namira Banjarmasin.
2) Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait pada Apotek Namira Banjarmasin masih memiliki kelemahan yaitu adanya perangkapan fungsi pada bagian penjualan. Dimana bagian penjualan memiliki fungsi selain fungsi penjualan yaitu sebagai fungsi kasir dan dalam proses pencatatan penjualan dilakukan bergantian dalam satu buku.
3) Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem
Jaringan prosedur dalam sistem penjualan tunai pada Apotek Namira Banjarmasin sudah tepat yaitu meliputi prosedur order penjualan, prosedur penerimaan pembayaran, prosedur penyerahan barang, dan prosedur pencatatan penjualan tunai. Namun segala pencatatan yang dilakukan dalam
prosedurprosedur tersebut masih dilakukan secara manual sehingga rentan terjadi kesalahan.
4) Dokumen yang Digunakan
Dokumen yang digunakan dalam sistem penjualan tunai pada Apotek Namira Banjarmasin adalah nota penjualan. Nota penjualan dibuat oleh bagian penjualan, digunakan sebagai bukti transaksi penjualan dan untuk merekam berbagai informasi transaksi penjualan yang digunakan hanya terdiri dari 2 (dua) rangkap, 1 (satu) rangkap nota tersebut akan diserahkan ke pelanggan oleh bagian penjualan bersama barang yang dibeli dan 1 (satu) rangkap lagi akan disimpan oleh kasir untuk bukti transaksi dan sebagai arsip toko. Berikut merupakan dokumen nota penjualan yang digunakan pada Apotek Namira Banjarmasin :
Gambar 4. 3 Nota Penjualan Sumber : Apotek Namira Banjarmasin
24
Gambar 4. 4 Nota Penjualan Sumber : Apotek Namira Banjarmasin 5) Catatan Akuntansi yang Digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan pada Apotek Namira Banjarmasin dalam sistem penjualan tunai hanya berupa buku penjualan tunai. Pencatatan yang dilakukan masih dikerjakan secara manual, sehingga memerlukan waktu yang lebih banyak dalam melakukan perhitungan jumlah penjualan yang terjadi
Gambar 4. 5 Catatan Penjualan Sumber : Apotek Namira Banjarmasin 2. Alternatif Pemecahan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, maka penulis memberikan alternatif pemecahan masalah berupa saran untuk memperbaiki sistem penjualan yang ada di Apotek Namira Banjarmasin, yaitu :
a. Sistem Penjualan Tunai pada Apotek Namira yang Disaran 1) Informasi yang Diperlukan Manajemen yang Disarankan
Informasi yang diperlukan manajemen dalam sistem penjualan tunai yang disarankan adalah informasi berupa data barang, data pelanggan, data laporan penjualan keseluruhan, data laporan penjualan tunai, data laporan penjualan per pelanggan, dan rekap penjualan barang.
2) Fungsi yang terkait pada Apotek Namira Banjarmasin masih memiliki kelemahan yaitu adanya perangkapan fungsi pada bagian penjualan. Dimana bagian penjualan memiliki fungsi rangkap selain fungsi penjualan yaitu sebagai fungsi kasir. Maka penulis menyarankan perlu adanya pemisahan fungsi antara fungsi kasir dan fungsi penjualan agar dapat dilakukan oleh orang yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan cara merekrut karyawan
26
baru atau menugaskan karyawan pada fungsi yang berbeda untuk dipindahkan kesalah satu fungsi penjualan atau fungsi kasir sesuai kemampuan yang dimiliki karyawan tersebut.
3) Jaringan Prosedur yang membentuk Sistem yang Disarankan
Jaringan prosedur dalam sistem penjualan tunai pada Apotek Namira Banjarmasin sudah tepat yaitu meliputi prosedur order penjualan, prosedur penerimaan pembayaran, prosedur penyerahan barang, prosedur pencatatan penjualan tunai. Namun jika dilakukan pemisahan fungsi pada bagian penjualan yaitu fungsi penjualan dan fungsi kasir yang dilakukan oleh karyawan baru, maka perlu ditambahkan jaringan prosedur penyerahan pendapatan penjualan kepada pimpinan yang dilakukan setiap hari oleh fungsi kasir. Penyetoran pendapatan penjualan kepada pimpinan dilakukan bersama dengan penyerahan laporan penjualan.
4) Dokumen yang Disarankan a) Nota
Nota penjualan yang digunakan pada Apotek Namira Banjarmasin masih memiliki kekurang, yaitu :
(1) Nota penjualan yang digunakan diapotek namira terdiri dari 2 (dua) rangkap, satu untuk pelanggan dan satunya untuk arsip toko sebagai bukti transaksi
b) Laporan Penjualan Keseluruhan
Laporan penjualan keseluruhan dibuat oleh fungsi kasir. Laporan ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai jumlah penjualan tunai pada suatu periode tertentu serta digunkan sebagai informasi rekap penjualan tunai. Berikut ini adalah bentuk laporan penjualan keseluruhan yang penulis sarankan.
Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang disarankan oleh penulis untuk digunakan pada Banjarmasin yaitu catatan penjualan harian yang berisi rekap penjualan
harian berdasarkan laporan penjualan yang ada pada program aplikasi penjualan Apotek Namira Banjarmasin yang telah penulis buat.
Bagan alir
Gambar 4. 6 Bagan Alir yang Disarankan oleh Penulis Sumber : Penulis, 2022
28
1) Pelanggan (Costumer)
Pelanggan akan memesan dan membeli obat ke bagian penjualan.
2) Bagian Persediaan
Bagian persediaan memeriksa ketersediaan obat yang ada di apotek apakah stok obat yang dipesan pelanggan masih ada atau sudah habis. Jika masih ada maka akan diberikan ke bagian penjualan dan diserahkan ke pelanggan.
Dan jika habis bagian peresediaan akan membuat catatan obat kosong, menentukan pemasok, Membuat surat pesanan, melakukan transaksi pembelian obat, dan mengecek apakah pesanan sudah sesuai dengan surat pesanan.
3) Admin Kasir/Bagian Penjualan
Admin Kasir menangani keluar masuknya uang dan melakukan proses penjualan obat , membuat nota pejualan, serta membuat laporan pejualan.
4) Pemasok (Supplier)
Persediaan barang yang diminta oleh bagian gudang disiapkan oleh pemasok dan kemudian dilanjutkan pada proses transaksi. Proses transaksi akan menghasilkan faktur dengan rincian obat yang sesuai dengan yang diminta oleh bagian persediaan. Fatur tersebut akan dicetak dua rangkap, satu rangkap untuk diarsipkan pemasok sedangkan satu rangkapnya lagi akan diserahkan kepada bagian persediaan.
5) Pemilik/Pengelola
Pemilik menerima laporan hasil penjualan dan pembelian barang dari bagian penjualan dan bagian persediaan sebagai data apa saja penjualan dan pembelian yang sudah dilakukan. Serta memvalidasi apakah laporan tersebut.
c. Sistem Pengendalian Internal
Sistem pengendali intern yang disarankan oleh penulis pada Apotek Namira adalah sebagai berikut :
1) Organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas tegas Unsur pokok sistem pengendalian internal dalam perancangan organisasi yang dijalankan pada Apotek Namira memisahkan fungsi dari setiap bagian yang terkait.
2) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
a) Penjualan barang dagang di otorisasi oleh bagian penjualan.
b) Prosedur pencatatan menggunkan program aplikasi penjualan barang dagang menggunakan bahasa pemrograman PHP MySql untuk menghasilkan laporan yang terkomputerisasi dengan sajian informasi yang lebih akurat dan efesiensi terhadap penyajian informasi.
3) Praktik yang sehat dalam menjalankan tugas dan fungsi setiap organisasi melakukan pencatatan setiap terjadi transaksi penjualan
4) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya
Karyawan yang bekerja pada Apotek Namira sudah sesuai dengan mutu dan dalam menjalankan pekerjaan sudah sesuai dengan tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang diberikan.
b. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan pada Apotek Namira yang Disarankan
Langkah-langkah dalam membangun program aplikasi penjualan untuk Apotek Namira Banjarmasin yaitu sebagai berikut :
1) Sistem Basis Data
Sistem basis data merupakan kumoulan dari data yang saling terhubung.
Merancang basis data dibutuhkan teknik normalisasi. Normalisasi digunakan agar sistem basis data lebih optimal dan efisiensi, serta dapat ysng diharapkan. Tahap normalisasi yang digunakan antara lain
a) Normalisasi
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan mengenai konsep normalisasi. Dimana normalisasi merupakan suatu bagian dari perancangan basis data. Tanpa
30
normalisasi sistem basis data akan jadi lambat, tidak akurat dan tidak efisien.
Terdapat 4 (empat) tingkatan dalam melakukan normalisasi, yaitu:
Tabel 2. 3 Tabel Normalisasi No Nama Field
1. Kode_Barang 2 Nama_Barang 3 Kode_Pelanggan 4 Nama_Pelanggan 5 Id_Jenis
b) Normalisasi Pertama (1NF)
Normalisasi pertama (1NF) adalah suatu nilai untuk semua atribut yang tidak bisa dibagi lagi menjadi unit yang lebih kecil dan nilai berulang.
Tabel 2. 4 Normalisasi 1NF
No. Nama Field No. Nama Field
1 Kode_barang 13 Kode_suplier
2 Nama_barang 14 Nama_suplier
3 Id_jenis 15 Alamat
4 Jumlah 16 Telepon
5 Exp_date 17 Nama
6 Harga_beli 18 Username
7 Harga_jual 19 Password
8 Kode_transaksi 20 Foto
9 Nama_operator 21 Harga_barang 10 Kode_pelanggan 22 Tujuan
11 Nama_pelanggan 23 Harga_barang
12 Tanggal 24 Sub_total
c. Normalisasi kedua (2NF)
Normalisasi kedua (2NF) semua atribut utama harus bergantung fungsional penuh pada kunci relasi serta harus telah berbentuk normal pertama (1NF).
Contohnya atribut stok, bulan, dan tahun bergantung penuh pada kunci relasi id pada tabel stok barang. Contoh Normalisasi kedua (2NF) adalah sebagai berikut :
Gambar 4. 7 Bentuk Normal Kedua (2NF) Sumber : Penulis, 2022
2) Relasi a) Tabel Users
Tabel users adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data user. Tabel ini memiliki Field kunci id.
Nama tabel : users Kunci utama : id Jumlah : 7
Fungsi : Untuk menyimpan data user
Tabel 2. 5 Basis data User No. Nama Field Tipe Data
1 Id Int (11)
2 Nama Varchar (100)
3 Alamat Varchar (200)
4 Telepon Varchar (100)
5 Username Varchar (100)
6 Password Varchar (100)
7 Foto Varchar (25)
32
b) Tabel Pelanggan
Tabel pelanggan adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data Pelanggan. Tabel ini memiliki relasi one to many dengan tabel barang
Nama tabel : tb_pelanggan Kunci utama : id
Jumlah field : 5
Fungsi : Untuk menyimpan data pelanggan
Tabel 2. 6 Basis Data Pelanggan
No Nama Field Tipe Data
1 Id Int (11)
2 Kode_pelanggan Varchar (100) 3 Nama_pelanggan Varchar (100)
4 Alamat Varchar (100)
5 Telpon Varchar (100)
c.) Tabel Gudang / Obat
Tabel gudang untuk menyimpan dan menambahkan data stok obat atau barang.
Nama tabel : gudang Kunci utama : id Jumlah field : 8
Fungsi : Untuk menyimpan data baramg
Tabel 2. 7 Basis Data Gudang No. Nama Field Tipe Data
1 Id Int (11)
2 Kode_Barang Varchar (100) 3 Nama_Barang Varchar (100)
4 Id_Jenis Varchar (100)
5 Jumlah Varchar (250
6 Exp_date Date
7 Harga_beli Int (11)
8 Harga_jual Int (11)
d) Tabel transaksi penjualan
Tabel ini digunakan untuk menyimpan dan menambah data penjualan setelah proses pembayaran transaksi berhasil. Berikut ini merupakan data penjualan :
Nama tabel : barang_keluar Kunci utama : id
Jumlah field : 10
Fungsi : Untuk menyimpan dan tsnsaksi penjualan Tabel 2. 8 Basis Data Transaksi Penjualan
No Nama Field Tipe Data
1 Id Int (11)
2 Kode_transaksi Varchar (100)
3 Nama_operator Varchar (100)
4 Tanggal Date
5 Kode_barang Varchar (100)
6 Nama_barang Varchar (100)
7 Jumlah Varchar (100)
8 Tujuan Varchar (100)
9 Harga_barang Int (11)
10 Sub_total Int (11)
Tabel Jenis Barang
Tabel jenis barang digunakan untuk menyimpan dan menambahkan data jenis barang.
Tabel ini memiliki relasi one to one dengan tabel gudang dengan field kunci id.
Nama tabel : Jenis_tabel Kunci utama : Id
Jumlah field : 2
Fungsi : Untuk menyimpan data jenis barang
Tabel 2. 9 Basis Data Jenis Barang No. Nama Field Tipe Data
34
1 Id Int (11)
2 Jenis_barang Varchar (100)
Diagram Jenjang
3) Data Flow Diagram (DFD) a) Diagram Jenjang
Diagram jenjang adalah kumpulan komponen alat perancangan sistem yang dapat mengambarkan seluruh proses yang terdapat pada suatu aplikasi tertentu dengan jelas dan terstruktur. Dalam membuat program aplikasi persediaan barang dagang maka diagram jenjang yang dibuat oleh penulis adalah sebagai berikut:
Gambar 4. 8 Diagram Berjenjang Yang Disarankan Sumber : Penulis, 2022
b.) Diagram Konteks
Diagram konteks dapat menggambarkan bahwa bagian apa saja yang berhubungan dengan sistem program aplikasi penjualan barang. Dalam progam aplikasi penjualan barang yang terlibat adalah bagian kasir / penjualan
dam pemimpin. Bagian kasir / penjulan bertugas untuk memasukkan data barang , data pelanggan, dan pemasok, data transaksi sesuai dengan dokumen transaksi untuk diproses ke dalam program penjualan barang. Sehingga dapat menghasilkan nota penjualan dan laporan penjualan dan laporan penjualan akan diserahkan kepimpinan
Gambar 4. 9 Diagram Konteks yang disarankan Sumber : Penulis, 2022
c.) DFD Level 0
Selanjutnya digambarkan DFD Level 0 untuk menggambarkan sistem secara terinci yang berisikan proses nomor 1 (satu) untuk input data, proses nomor 2 (dua) untuk transaksi dan proses nomor 3 (tiga) untuk laporan, gambar DFD level 0 dari Sistem penjualan barang adalah sebagai berikut:
36
Gambar 4. 10 Diagram Level 0 Sumber : Penulis, 2022 d.) DFD Level 1
Langkah berikutnya menggambarkan DFD untuk level berikutnya. Semua DFD level 1 ini harus digambarkan seluruhnya, entitas yang digambarkan pada masingmasingnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing level 1 tersebut, gambar DFD level 1 dari Sistem penjualan barang dagang adalah sebagai berikut:
Gambar 4. 11 Diagram level 1 Sumber : Penulis, 2022 User interface menggunakan PHP
User Interface adalah tampilan antar muka yang terlihat di layar komputer User interface adalah tampilan antar muka yang terlihat di layar komputer sebagai bentuk komunikasi antar pengguna dan komputer. Beriku merupakan tampilan program aplikasi penjualan pada Apotek Namira Banjarmasin yang telah penulis buat:
a) Login
Login adalah halaman yang pertama kali muncul apabila program aplikasi dijalankan dan untuk bisa masuk kedalam program aplikasi pengguna harus terlebih dahulu memasukkan username dan password. Dibawah ini merupakan tampilan login program aplikasi penjualan yang penulis buat:
38
Gambar 4. 12 Form Login Sumber : Penulis, 202 b) Home
Home merupakan tampilan yang muncul pertama kali setelah pengguna melakukan login. Berikut ini merupakan tampilan dari menu utama program aplikasi penjualan yang dibuat oleh penulis :
Gambar 4. 13 Tampilan Home
Sumber : Penulis 2022 c) Master Data
Master data merupakan menu yang berisi data utama yang berhubungan dengan transaksi-transaksi yang akan dilakukan. Master data yang ada pada program aplikasi penjualan yang penulis buat terdiri dari 4 bagain, yaitu master data yang
berisi data barang, data pelanggan, data supplier dan data user. Setiap data pada master data dapat diedit, dihapus dan ditambah. Berikut merupakan tampilan dari master data pada program aplikasi penjualan yang telah penulis buat :
(1) Master data barang
Master data barang digunakan untuk menyimpan data barang yang dimiliki olle Apotek Namira Banjarmasin. Berikut merupakan tampilan mater data barang pada program aplikasi penjualan yang telah penulis buat :
Gambar 4. 14 Master Data Barang Sumber : Penulis 2022
Gambar 4. 15 Form Tambah Barang Sumber : Penulis, 2022 (2) Master data pelanggan
40
Master data pelanggan digunakan untuk menyimpan data informasi pelanggan pada Apotek Namira Banjarmasin. Berikut merupakan tampilan master data pelanggan pada program aplikasi penjualan yang telah penulis buat :
Gambar 4. 16 Master Data Pelanggan Sumber : Penulis 2022
Gambar 4. 17 Form Tambah Data Pelanggan Sumber : Penulis 2022
d) Transaksi
Menu ini digunakan untuk memasukkan data transaksi yang ingin dilakukan oleh pengguna. Berikut merupakan tampilan dari menu transaksi pada program aplikasi penjualan yang penulis buat :
(1) Transaksi penjualan
Form transaksi penjualan digunakan untuk memasukkan sejumlah data atau informasi mengenai penjualan barang yang terjadi pada Apotek Namira Banjarmasin.
Pada form transaksi penjualan yang penulis buat mampu digunakan untuk memasukkan dua jenis data penjualan, yaitu penjualan tunai dan kredit. Berikut merupakan tampilan form transaksi
Gambar 4. 18 Form Transaksi Penjualan Sumber : Penulis 2022
Gambar 4. 19 Form Tambah Transaksi Penjualan Sumber : penulis, 2022
e) Laporan
Menu laporan dapat digunakan untuk melihat dan mencetak berbagai jenis laporan yang diinginkan. Menu laporan terbagi atas beberapa sub menu, yaitu Nota barang,
42
laporan penjualan, laporan kartu persediaan. Berikut merupakan salah satu tampilan dari laporan yang telah penulis buat pada aplikasi penjualan :
Gambar 4. 20 Tampilan Nota Penjualan Sumber : Penulis, 2022
Gambar 4. 21 Laporan Penjualan Sumber : Penulis
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh penulis, maka penulis menarik simpulan sebagai berikut :
1. Sistem penjualan yang tepat untuk Apotek Namira Banjarmasin yang disarankan oleh penulis, yaitu :
a. Apotek Namira Banjarmasin adalah sebuah perusahaan milik pribadi yang bergerak dalam bidang perdagangan, yaitu penjualan obat – obatan baik menggunakan resep maunpun non resep. Dalam melakukan transaksi penjualan Apotek Namira masih menggunakan teknik pencatatan manual yaitu pada saat melakukan penjualan setelah itu mereka akan mencatat di buku penjualan yang sudah disediakan. Informasi yang diperlukan pihak manajemen dalam sistem penjualan tunai antara lain adalah informasi data barang, informasi data pelanggan, laporan penjualan keseluruhan, laporan penjualan, laporan penjualan per pelanggan, dan rekap penjualan barang.
b. Pada penelitian di Apotek Namira Banjarmasin, Penulis telah membuatkan sistem aplikasi penjualan yang dapat memudahkan karyawan dalam merekap penjualan harian serta menginput nota secara otomatis
c. Dokumen yang digunakan dalam sistem penjualan tunai pada Apotek Namira Banjarmasin, yaitu nota penjualan yang telah terdapat nomor urut tercetak, laporan penjualan keseluruhan, laporan penjualan tunai, dan rekap penjualan barang.
d. Metode Pencatatan pada Apotek Namira Banjarmasin masih dilakukan secara manual, pada transaksi pembelian tidak dicatat dan pada transaksi penjualan tunai mencatat di buku penjualan setiap harinya.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis memberii saran kepada Apotek Namira Banjarmasin dalam mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi, yaitu
44
1. Dengan adanya sistem penjualan yang telah penulis sarankan, diharapkan Apotek Namira Banjarmasin dapat menggunakan sistem tersebut agar dapat membantu memperbaiki sistem penjualan yang ada pada Apotek Namira Banjarmasin saat ini.
2. Apotek Namira Banjarmasin diharapkan menggunakan program aplikasi penjualan tunai yang telah dibuat oleh penulis untuk melakukan kegiatan pencatatan dan perhitungan penjualan tunai, serta dapat mempermudah Apotek Namira Banjarmasin dalam memanajemen penjualan tunai yang dimiliki.
3. Penulis menyarankan agar Apotek Namira melakukan pemisahan fungsi antara bagian kasir dan bagian penjualan
4. Dokumen yang digunakan dalam sistem penjualan tunai pada Apotek Namira Banjarmasin, yaitu nota penjualan yang telah terdapat nomor urut tercetak, laporan penjualan keseluruhan, laporan penjualan tunai, dan rekap penjualan barang.
5. Informasi yang diperlukan pihak manajemen dalam sistem penjualan tunai antara lain adalah informasi data barang, informasi data pelanggan, laporan penjualan keseluruhan, laporan penjualan, laporan penjualan per pelanggan, dan rekap penjualan barang.
(Baridwan, 2015)
45
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, T. F. (2016). Manajemen Pemasaran Depok PT Raja Grafindo Persada.
Abidin, R. M. (2019). Program Aplikasi Penjualan Terintegrasi Persediaan Barang Dagang Dengan Metode Rata-Rata Bergerak Perpetual Menggunakan Php Pada Ud Rahma Banjarmasin. Skripsi pada Politeknik Negeri Banjarmasin.
Baridwan. (2015). Sistem Informasi Akuntansi. Cetakan Kesembilan. Yogyakarta:
BPFE-Yogyakarta.
Handayani, M. (2019). Metodologi Penelitian Akuntansi.
Maimunah, M. (2020). Program Aplikasi Penjualan Terintegrasi Persediaan Barang Dagang Dengan Metode Rata-Rata Bergerak Perpetual Menggunakan Php Pada Ud Rahma Banjarmasin. Skripsi pada Politeknik Negeri Banjarmasin.
Mulyadi. (2016). Sistem Akuntansi. Edisi keempat. Salemba Empat. Jakarta Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif dan R&D Cetakan ke 23.
Bandung : CV Alfabeta
Sujarweni. (2015). Sistem Akuntansi. Cetakan Pertama. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.
Toduho, D. M. (2020). ANALISIS PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI
PENJUALAN KENDARAAN BERMOTORPADA PT. TRIDJAYA MULIA SUKSES. Jurnal EMBA.
Wafiati, S. (2019). Program Aplikasi Penerimaan Kas Dari Penjualan Tunai Menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 pada UD Hafizi Rifani Riyadi (HRR) Banjarmasin. Skripsi pada Politeknik Negeri Banjarmasin.
46 DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap Siti Farida
2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Tempat dan Tanggal Lahir Sangatta, 05 – 05 – 2001
4. Alamat Jl. Flamboyan 4 jalur 2
NO. 49A RT 42 RW 001
5. NIM D020319025
6. Program Studi Komputerisasi Akuntansi
7. Alamat E-mail [email protected]
8. Nomor Telepon 08971157508 /
082151772329
9. Nama Ayah Suparyo
10. Nama Ibu Tinah Ariani
B. Riwayat Pendidikan
Nama Sekolah Kota Th. Kelulusan
SDN Sungai Miai 10 Banjarmasin 2013
SMPN 24 Banjarmasin Banjarmasin 2016
SMAN 5 Banjarmasin Banjarmasin 2019
C. Organisasi yang Pernah Diikuti
No. Nama Organisasi Jabatan Tahun
1. Shorinji Kempo Dojo Poliban
Anggota 2019 - 202P2
D. Kegiatan Kemahasiswaan yang Pernah Diikuti
No. Jenis Kegiatan Tempat & waktu Status dalam peserta
1. Bintalfisdis Rindam VI Peserta
47 Mulawarman Banjarbaru
2. OKKMB Politeknik Negeri
Banjarmasin
Peserta
3. Bindes Maban Akuntansi Pantai Batakan Peserta
Tertanda.
Siti Farida
48
Lampiran 1. 1 Berita acara
49
Lampiran 1. 2 Lembar Saran Penguji 1
50
Lampiran 1. 3 Lembar Saran Penguji 2
51
Lampiran 1. 4 Surat Izin dari Tempat yang Diteliti
Lampiran 1. 5 Peta Daerah Penelitian Nama Perusahaan : Apotek Namira
Alamat :
Jl. Cemara raya No. 22, sungai miai , kec.
Banjarmasin utara
Telpon : 05113301650
52
Lampiran 1. 6 Gambar Apotek Namira Banjarmasin
53
Lampiran 1. 7 Foto bersama penanggungjawab Apotek Namira Banjarmasin
Lampiran 1. 8 Surat Izin Usaha Perdagangan Apotek Namira Banjarmasin