21
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Perusahaan
a. Sejarah Singkat
TOKO SEMBAKO LENI yang beralamat di JL. Pematang Panjang Komplek Adibuana RT 06 RW 01 Desa Sungai Tabuk Kota, Toko ini berdiri sejak 2006 Nama pemilik dari usaha ini adalah Alfianoor. Toko ini bergerak di bidang perdangan barang, TOKO SEMBAKO LENI Memiliki 4 karyawan 1 sebagai kasir dan 3 orang sebagai pelayan. Awal nya pada tahun 2006 Toko ini hanyalah toko biasa yg menyediakan kebutuhan-kebutuhan rumah tangga yang berada di daerah tersebut seiring berjalan nya toko ini menjadi berkembang yang awalnya hanya toko kecil biasa kini telah menjadi agen dari toko toko lain yang ada disekitar. Dengan omset pertahun Rp.100.000.000 sampai Rp.200.000.000
Dalam menjalankan usahanya TOKO SEMBAKO LENI telah mendapatkan aspek legalitas yang dimiliki berupa :
1. Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU) No. 170-STK/11- 9/206/2021. Berlaku dari tanggal 6 September 2021 sampai dengan tanggal 30 Desember 2022. Yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak 71.334.852.2-732.000.Yang terdaftar Pada tanggal 4 Juni 2010.
b. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegitan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapkan dan di inginkan.(ALDEY, n.d.) Struktur organisasi dapat menggambarkan secara jelas pemisahan kegiatan dari pekerjaan antara yang satu dengan kegiatan yang lainnya dan juga bagaimana hubungan antara aktivitas dan fungsi dibatasi. Di dalam struktur organisasi yang baik harus dapat menjelaskan hubungan antara wewenang siapa yang melapor atau bertanggung jawab kepada siapa, agar terdapat suatu pertanggung jawaban dari apa yang akan di kerjakan. Adapun bentuk struktur organisasi yang diterapkan oleh TOKO SEMBAKO LENI adalah sebagai berikut :
Berdasarkan struktur organisasi di atas dapat menunjukan bahwa struktur organisasi yang diterapkan pada TOKO SEMBAKO LENI adalah struktur organisasi garis. Dikarenakan sistem yang berjalan pada TOKO SEMBAKO LENI dari atas ke bawah sedangkan tanggung jawab berjalan dari bawah ke atas.
Adapun uraian wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing bagian pada TOKO SEMBAKO LENI adalah sebagai berikut:
1) Pemilik
Pemilik adalah pemegang kuasa tertinggi dalam berjalannya bisnis di TOKO SEMBAKO LENI yang memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut :
a) Mengelola, mengatur, mengkoordinir dan memimpin seluruh kegiatan aktivitas perusahan
b) Bertanggung jawab penuh terhadap ppengambilan keputusan, perkembangan dan kelancaran usaha yang dijalankan
c) Memberikan arahan serta membantu melakukan tugas-tugas bagian penjualan dan bagian gudang
d) Memilih, menetapkan dan mengawasi tugas karyawan e) Membayar gaji karyawan perbulan
2) Karyawan
Karyawan adalah seorang yang membantu pimpinan dalam menjalankan operasi sebuah perusahaan. Adapun tugas dari Karyawan di TOKO SEMBAKO LENI sebagai berikut:
a) Melayani pelanggan yang datang
b) Mengelola transakti penjualan barang, mulai dari menerima pesanan barang hingga menyerahkan barang pesanan kepada pelanggan
c) Menerima pembayaran barang yang dibeli oleh pelanggan
d) Membuat nota barang yang sudah dibeli oleh pelanggan, jika nota diperlukan
e) Mengecek barang persediaan f) Memesan barang ke supplier
2. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan pada TOKO SEMBAKO LENI
a. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai
Sistem informasi akuntansi penjualan tunai yang berjalan pada TOKO SEMBAKO LENI sebagai berikut :
1) Deskripsi pokok
Transaksi Tunai pada TOKO SEMBAKO LENI dimulai saat pelanggan datang secara langsung dengan cara memesan,lalu fungsi operasional kasir menerima order dari customer,Apabila stok tersedia, maka pelanggan melakukan pembayaran tunai.
Setelah uang diterima oleh kasir, maka kasir akan menginput data penjualan & kas masuk dan fungsi keuangan akan memeriksa dan mencetak laporan rekapitulasi penjualan untuk diserahkan ke fungsi pimpinan.
2) Informasi yang diperlukan manajemen
Informasi yang di perlukan dalam sistem penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI yaitu informasi barang berupa nama barang,jumlah barang dan harga barang
3) Fungsi yang terkait
Fungsi yang terkait dalam sistem penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI yaitu :
a) Fungsi Pemilik
Tugas dan tanggung jawab dari fungsi pimpinan yaitu : (1) Mengelola, mengatur, mengkoordinir dan memimpin seluruh kegiatan aktivitas perusahan
(2) Bertanggung jawab penuh terhadap pengambilan keputusan, perkembangan dan kelancaran usaha yang dijalankan
(3) Memberikan arahan serta membantu melakukan tugas-tugas bagian penjualan,pembelian dan bagian gudang
(4) Memilih, menetapkan dan mengawasi tugas karyawan
(5) Membayar gaji karyawan perbulan (6) Memesan barang ke supplier b) Fungsi Karyawan
Tugas dan tanggung jawab dari fungsi karyawan yaitu : (1) Melayani pelanggan yang datang
(2) Mengelola transakti penjualan barang, mulai dari menerima pesanan barang hingga menyerahkan barang pesanan kepada pelanggan
(3) Menerima pembayaran barang yang dibeli oleh pelanggan
(4) Membuat nota barang yang sudah dibeli oleh pelanggan, jika nota diperlukan
(5) Mengecek barang persediaan (6) Memesan barang ke supplier
4) Jaringan prosedur yang membentuk system
Jaringan prosedur yang membentuk sistem penjualan tunai yang berjalan pada TOKO SEMBAKO LENI yaitu :
a) Prosedur order penjualan
Prosedur order penjualan dijalankan sebagai bentuk pelayanan terhadap pelanggan yang melakukan proses transaksi penjualan. Prosedur ini dijalankan oleh fungsi karyawan. Dimana fungsi karyawan bertugas menerima pesanan dari pelanggan dan membuat nota penjualan 2 rangkap, serta menyerahkan barang dan nota penjualan barang kepada pelanggan.
b) Prosedur penerimaan pembayaran
Prosedur penerimaan pembayaran dilakukan oleh fungsi karyawan. Prosedur ini dijalankan sebagai bentuk pelayanan untuk menerima pembayaran dari pelanggan terhadap barang-barang yang dibeli. Prosedur penerimaan pembayaran terjadi setelah adanya kesepakatan antara fungsi karyawan dan pelanggan dalam prosedur order penjualan.
c) Prosedur penyerahan barang
Prosedur penyerahan barang kepada pelanggan dilakukan oleh fungsi karyawan. Prosedur ini dilakukan setelah fungsi karyawan menyiapkan barang dan akan melakukan pencetakan sejumlah nota penjualan. Pada prosedur ini bagian karyawan akan mengeluarkan berupa nota penjualan tunai jika diperlukan
.
5) Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan dalam sistem penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI adalah nota penjualan. Nota penjualan dibuat oleh bagian karyawan, digunakan sebagai bukti transaksi penjualan dan untuk merekam berbagai informasi transaksi penjualan yang digunakan hanya terdiri dari 1 (satu) rangkap saja. Dan 1 (satu) rangkap nota tersebut akan diserahkan ke pelanggan oleh bagian karyawan bersama barang yang dibeli. Berikut merupakan dokumen nota penjualan yang digunakan pada TOKO SEMBAKO LENI
6) Catatan akuntansi yang digunakan Dalam TOKO SEMBAKO LENI menggunakan catatan nota dalam proses transaksi penjualan nya.
7) Bagan Alir Dokumen Berikut ini adalah bagan alir dokumen penerapan sistem penjualan tunai yang berjalan pada TOKO SEMBAKO LENI.
Berdasarkan bagan alir dokumen Sistem Penjualan Tunai pada TOKO SEMBAKO LENI dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Pelanggan
Pelanggan datang ke Toko Intan Kosmetik kemudian menyebutkan barang yang akan dibeli dan menanyakan ketersediaan barang kepada karyawan. Setelah proses transaksi selesai, jika pelanggan meminta nota transaksi maka akan dibuatkan oleh karyawan dan diserahkan nota serta barang yang dibeli. Jika tidak, maka pelanggan hanya menerima barang yang dibeli saja.
2) Karyawan
Karyawan akan melakukan pengecekan barang dan melakukan konfirmasi kepada pelanggan. Proses transaksi dilakukan dan informasi mengenai nominal belanja akan di beritahu kepada pelanggan. Dengan itu, maka karyawan akan menerima uang transaksi sebagai hasil dari penjualan tunai tersebut. Kemudian akan menyerahkan barang bersama nota penjualan (jika diperlukan) kepada pelanggan.
3) Pimpinan
Pimpinan didalam sistem penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI ini hanya berperan mengawasi proses transaksi penjualan tunai pada toko tersebut.
B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Analisis Permasalahana.
a. Analisis sistem penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan oleh penulis,maka ditemukan beberapa kelemahan pada sistem penjualan tunaiyang berjalan pada TOKO SEMBAKO LENI. Ada pun beberapa kelemahan tersebut, yaitu :
1) Informasi yang diperlukan manajemen
Informasi yang diperlukan manajemen dalam sistem penjualantunai pada TOKO SEMBAKO LENI hanya Informasi barang berupa nama barang, jumlah barang dan harga barang.
2) Fungsi yang terkait
Fungsi yang terkait pada TOKO SEMBAKO LENI mempunyai kelemahan yaitu fungsi karyawan tidak berjalan penuh karena pembagian tugas dan wewenang terkait transaksi diperusahaan tidak terproses hingga laporan penjualan tunai.
3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur dalam sistem penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI sudah tepat yaitu meliputi prosedur order penjualan, prosedur penerimaan pembayaran, prosedur penyerahan barang. Namun dalam prosedur-prosedur yang dilakukan tersebut tidak dilakukan pencatatan apapun sehingga rentan terjadi kesalahan.
4) Dokumen yang digunakan
Nota penjualan yang digunakan pada TOKO SEMBAKO LENI masih memiliki kekurangan, yaitu :
a) Nota penjualan yang digunakan hanya terdiri dari 1 (satu) rangkap saja. Sehingga pihak manajemen tidak memiliki arsip nota penjualan tunai sebagai bukti transaksi penjualan.
b) Tidak terdapat kop pada nota penjualan yang berisikan informasi jelas perusahaan terkait alamat usaha.
c) Tidak ada kolom tersendiri mengenai penulisan bayar, diskon dan kembalian pada nota penjualan.
5) Catatan akuntansi yang digunakan
Tidak ada pencatatan akuntansi yang digunakan pada Toko Intan Kosmetik Banjarmasin dalam sistem informasi penjualan tunai.
6) Sistem pengendalian interna a) Perangkapan tanggung jawab
Pada TOKO SEMBAKO LENI terdapat perangkapan tanggung jawab serta tidak ada pembagian tugas dan wewenang terkhusus untuk karyawan. Pembagian tugas masih tidak terarah, terlihat tidak ada pembuatan laporan penjualan tunai pada toko tersebut dan mempunyai tanggung jawab penuh terhadap pelaporannya.
b) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
Penerimaan order dari pelanggan diotorisasi oleh fungsi karyawan dengan menanyakan apa yang ingin dibeli kemudian membuatkan nota penjualan jika pelanggan meminta.
Kemudian dalam penerimaan pembayaran dengan cara membubuhkan cap bertuliskan nama toko pada nota penjualan tunai.
c) Praktik yang sehat
Pada nota penjualan yang digunakan dalam sistem penjualan tunai di TOKO SEMBAKO LENI tidak terdapat nomor nota tercetak sehingga tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh bagian karyawan. Serta tidak dapat dilakukannya pencocokan fisik secara akurat. Karena tidak
lengkapnya catatan dan informasi yang dimiliki mengenai penjualan tunai yang terjadi.
d) Karyawan yang mutunya sesuai tanggung jawab
Karyawan yang bekerja pada TOKO SEMBAKO LENI telah dipilih sesuai mutu dan kemampuan yang dimilikinya.
Sehingga dianggap mampu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan.
2. Alternatif Pemecahan masalah
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, maka penulis memberikan alternatif pemecahan masalah berupa saran untuk memperbaiki sistem penjualan pada TOKO SEMBAKO LENI yaitu:
a. Sistem penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI yang disarankan
1) Informasi yang diperlukan manajemen yang disarankanInformasi yang diperlukan manajemen dalam sistem penjualan tunai yang disarankan adalah informasi berupa data ketersediaan barang, data laporan penjualan tunai perhari, data laporan penjualan tunai per periode, data laporan penjualan per barang dan data laporan penjualan tunai perbulan.
2) Fungsi terkait yang disarankanFungsi terkait yang ada pada Toko Intan Kosmetik Banjarmasin mengenai pembagian tugas dan wewenang masih tidak berjalan penuh. Maka penulis menyarankan perlu adanya pemecahan fungsi karyawan menjadi fungsi kasir dan fungsi keuangan/admin agar dapat dilakukan oleh orang yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan cara merekrut karyawan baru atau menugaskan karyawan pada fungsi yang berbeda untuk
dipindahkan kesalah satu fungsi kasir atau fungsi admin sesuai kemampuan yang dimiliki karyawan.
3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem yang disarankanJaringan prosedur yang membentuk sistem penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI sudah benar karena sudah sesuai dengan keperluan dan kondisi perusahaan. Namun jika dilakukan pemisahan fungsi yaitu fungsi kasir dan fungsi admin yang dilakukan oleh karyawan baru, maka perlu ditambahkan jaringan prosedur penyerahan pendapatan penjualan kepada pimpinan yang dilakukan oleh fungsi keuangan/admin. Penyetoran pendapatan penjualan kepada pimpinan dilakukan bersama dengan penyerahan laporan penjualan.
4) Dokumen yang disarankan a. Nota Penjualan
Nota penjualan dibuat oleh fungsi kasir. Penulis menyarankan penggunaan nota penjualan terdiri dari 2 (dua) rangkap dengan desain yang telah penulis buat. Berikut ini adalah bentuk nota penjualan yang penulis sarankan :
b. Laporan pendapatan Per Bulan
Laporan pendapatan per bulan dibuat oleh fungsi admin.
Laporan ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai jumlah penjualan tunai yang terjadi pada bulan tertentu serta digunakan sebagai informasi rekap penjualan tunai yang terjadi. Berikut ini adalah bentuk laporan penjualan perbulan yang penulis sarankan :
c. Laporan Pendapatan Per Hari
Laporan pendapatan per hari dibuat oleh fungsi admin.
Laporan ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai pendapatan per hari yang sedang di proses. Jika sudah berubah ke hari berikutnya, maka proses yang sudah di input pada hari
sebelumnya akan hilang. Berikut ini adalah bentuk laporan penjualan per hari yang penulis sarankan :
5) Catatan akuntansi yang disarankan
Catatan akuntansi yang disarankan oleh penulis untuk digunakan pada TOKO SEMBAKO LENI yaitu catatan penjualan harian yang berisi rekap penjualan harian, rekap penjualan per periode dan laporan bulanan berdasarkan laporan penjualan yang ada pada program aplikasi penjualan TOKO SEMBAKO LENI yang telah penulis buat.
6) Sistem pengendalian intern yang disarankan
a) Organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas
TOKO SEMBAKO LENI mengenai pembagian tugas dan wewenang masih tidak berjalan penuh. Maka penulis menyarankan perlu adanya pemecahan fungsi karyawan menjadi fungsi kasir dan fungsi admin agar dapat dilakukan oleh orang yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan cara merekrut karyawan baru atau menugaskan karyawan pada fungsi yang berbeda untuk dipindahkan kesalah satu fungsi kasir atau fungsi admin sesuai kemampuan yang dimiliki karyawan.
b) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang disarankan pada TOKO SEMBAKO LENI adalah sebagai berikut :
(1) Membubuhkan cap lunas pada nota penjualan tunai (2) Laporan penjualan diotorisasi oleh pimpinan
(3) Membubuhkan tanda tangan fungsi admin sebagai pembuat dan fungsi pimpinan sebagai mengetahui pada laporan pendapatan
(4) Menyertakan informasi bayar, diskon, kembalian pada nota penjualan tunai
c) Praktik yang sehat
Agar terciptanya praktik yang sehat penulis menyarankan digunakannya nota dengan nomor tercetak sehingga dokumen tersebut dapat dipertanggung jawabkan oleh fungsi yang bersangkutan. Dan dilakukannya pencocokan fisik kekayaandengan catatan penjualan tunai yang dimiliki baik secara periodik atau pun mendadak.
d) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawab
Karyawan yang bekerja pada TOKO SEMBAKO LENI telah dipilih dan ditempatkan sesuai dengan mutu dan kemampuan yang dimiliki karyawan tersebut. Sehingga dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan.
7) Bagan alir dokumen sistem penjualan tunai yang disarankan
Bagan alir dokumen sistem penjualan tunai yang disarankan jika adanya pembuatan laporan serta penyetoran uang penjualan. Berikut bagan alir dokumen yang disarankan.
Berdasarkan bagan alir dokumen sistem penjualan tunai yang disarankan pada TOKO SEMBAKO LENI dapat dijelaskan sebagai berikut :
a) Pelanggan
Bagian pelanggan bertugas untuk :
(1) Menyebutkan barang dan menanyakan ketersediaan (2) Melakukan proses pembayaran
(3) Menerima nota dan barang yang telah dibeli b) Bagian Kasir
Bagian kasir bertugas untuk :
(1) Mengecek ketersediaan barang sekaligus mengambilkan barang yang ingin dibeli
(2) Melakukan input data penjualan
(3) Memberitahukan total pembayaran kepada pelanggan (4) Mencetak nota penjualan jika pembeli meminta
b. Sistem informasi akuntansi penjualan pada TOKO SEMBAKO LENI yang disarankan
Langkah-langkah dalam membangun program aplikasi penjualan untuk TOKO SEMBAKO LENI yaitu sebagai berikut :
1) Normalisasi
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan mengenai konsep normalisasi. Dimana normalisasi merupakan suatu bagian dari perancangan basis data. Tanpa normalisasi system basis data akan jadi lambat, tidak akurat dan tidak efisien. Terdapat 4 (empat) tingkatan dalam melakukan normalisasi, yaitu :
a) Tidak normal (unnormalized)
Pada tingkatan ini penulis mencantumkan semua field yang diperoleh dari dokumen yang penulis dapat di lapangan dan akan digunakan dalam membangun program aplikasi penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI.
Tabel 4. 1 Unnormalisasi
No Nama Field No Nama Field
1 id_detail_barang_keluar 2 Jumlah
3 Harga 4 id_barang_keluar
5 tanggal_barang_keluar 6 id_barang
7 nama_barang 8 stok_awal
9 harga_beli 10 harga_barang
11 id_detail_barang_masuk 12 Jumlah
13 Harga 14 id_barang_masuk
15 tanggal_barang_masuk 16 id_distributor
17 nama_distributor 18 nama_toko
19 kontak_person 20 id_bop
21 kode_bop 22 Tanggal
23 Keterangan 24 jumlah_harga
25 id_admin 26 Nama
27 Username 28 Password
29 id_gudang 30 Nama
31 Username 32 Password
33 id_kasir 34 Nama
35 Username 36 Password
37 id_pemimpin 38 Nama
39 Username 40 Password
Sumber: Penulis
b) Bentuk normal pertama (1NF)
Telah membentuk bentuk normal kesatu (1NF), yaitu jika nilai untuk semua atribut adalah anatomic atau tidak dapat dibagi lagi menjadi unit yang lebih kecil dan nilai berulang.
Gambar 4. 1 1NF Sumber : penulis
c) Bentuk normal kedua (2NF) Telah memenuhi syarat bentuk normal kedua (2NF), jika :(1) Telah terbentuk normal pertama (1NF).(2) Semua atribut utama harus bergantung fungsional penuh pada kunci relasi.
Gambar 4. 2 2nf Sumber : Penulis
d) Bentuk normal ketiga (3NF)Telah memenuhi syarat bentuk normal ketiga (3NF), jika :(1) Telah berbentuk normal kedua (2NF). Relasi tidak boleh membuat ketergantungan fungsional diantara atribut-atribut bukan utama. Dengan dilakukannya normalisasi maka dapat dihindari
Gambar 4. 3 3Nf Sumber: Penulis
Dengan dilakukannya normalisasi maka dapat dihindari anomali anomali selama melakukan manipulasi data seperti berikut :
a) Anomali penyisipan (insertion)
Anomali penyisipan merupakan kesalahan yang terjadi akibat dari operasi penyisipan Irecord pada sebuah relasi. Sebagai contoh apabila kita menyisipkan atau menambahkan satu data barang pada tabel barang maka kita tidak perlu lagi menambahkan data barang pada tabel barang masuk dan barang keluar.
b) Anomali penghapusan (delete)
Anomali penghapusan merupakan kesalahan yang terjadi akibat dari operasi penghapusan terhadap record dari sebuah relasi. Sebagai contoh apabila kita menghapus data nama barang pada tabel barang, maka kita tidak perlu lagi menghapus nama barang pada tabel barang masuk dan barang masuk
c) Anomali modifikasi (update)
Anomali modifikasi atau kesalahan mengubah adalah kesalahan pada waktu mengubah sebuah data pada satu tabel, maka tabel lain juga ikut berubah. Sebagai contoh apabila kita mengubah nama barang pada tabel barang, maka kita tidak perlu lagi merubah nama barang tersebut pada tabel barang masuk dan barang keluar.
2) Sistem basis data
Sistem basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan atau memiliki relasi. Berikut merupakan diagram relasi antar table :
Gambar 4. 4 Desain Database Sumber : penulis
Penjelasan relasi antar tabel pada gambar diatas adalah sebagai berikut:
a) Tabel admin
Tabel admin merupakan gerbang utama untuk menggunakan sistem tersebut tabel login disini menggunakan multi user, untuk masuk ke dalam sistem menggunakan username dan password, tabel
login memiliki beberapa hak akses namun setiap memeliki tabel-tabel tertentu yang hanya bisa umtuk di akses
b) Tabel Distributor
Tabel Distributor merupakan untuk menyimpan data yang berisi dari beberapa distributor. Tabel ini memiliki jenis ralasi one to many ke tabel barang dan tabel barang masuk menggunakan dengan field kunci nama distributor.
c) Tabel Barang
Tabel barang adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambahkan data barang. Tabel ini memiliki relasi one to many dengan tabel kategori Adapun field yang digunakan yaitu id hal ini berarti bisa mempunyai banyak detail kode barang pada tabel barang masuk
d) Tabel Barang masuk
Tabel member merupakan tabel yang penghubung data dari table barang. Tabel ini memiliki relasi many to many dengan tabel barang dan tabel detail barang masuk. Adapun field yang digunakan yaitu id barang masuk hal ini berarti bisa mempunyai banyak detail di id barang detail masuk pada tabel detail masuk.
e) Tabel Detail Barang masuk
Tabel detail Barang Masuk merupakan tabel yang penghubung data dari table barang. Tabel ini
memiliki relasi one to many dengan tabel barang masuk. Adapun field yang digunakan yaitu id hal ini berarti bisa mempunyai banyak detail id barang masuk pada tabel barang masuk.
f) Tabel Barang Keluar
Tabel member merupakan tabel yang penghubung data dari table barang. Tabel ini memiliki relasi many to many dengan tabel barang dan tabel detail barang keluar. Adapun field yang digunakan yaitu id barang keluar hal ini berarti bisa mempunyai banyak detail di id barang detail keluar pada tabel detail keluar.
g) Tabel Detail Barang Keluar
Tabel detail Barang Keluar merupakan tabel yang penghubung data dari table barang. Tabel ini memiliki relasi one to may dengan tabel barang Keluar. Adapun field yang digunakan yaitu id hal ini berarti bisa mempunyai banyak detail id barang keluar pada tabel barang keluar.
h) Tabel Kartu persedia
Tabel kartu persedian merupakan tabel yang penghubung data dari table barang dan barang masuk. Tabel ini memiliki relasi one to many dengan tabel barang,tabel barang masuk dan tabel barang keluar. Adapun field yang digunakan yaitu stok hal ini berarti bisa mempunyai banyak detail dari id barang masuk, id barang keluar dan barang
pada tabel barang masuk, tabel barang keluar dan tabel barang.
i) Tabel BOP
Tabel BOP merupakan untuk menyimpan data yang berisi dari beberapa id BOP. Tabel ini memiliki jenis ralasi one to one ke tabel barang keluar menggunakan dengan field kunci nama tanggal dan jumlah harga.
j) Tabel Gudang
Tabel Gudang merupakan untuk menyimpan data yang berisi hak akses yang hanya bisa mengakses tabel inventory yang ada di tampilan.
k) Tabel Kasir
Tabel Kasir merupakan untuk menyimpan data yang berisi hak akses yang hanya bisa mengakses tabel transaksi yang ada di tampilan.
l) Tabel Pemimpin
Tabel Pemimpin merupakan untuk menyimpan data yang berisi hak akses yang hanya bisa mengakses tabel report yang ada di tampilan.
Tabel 4. 2 Tabel admin Sumber Penulis
No Nama Kolom Tipe data
1 id_admin Int
2 Nama Varchar
3 Userrname Varchar
4 Pasword Varchar
Tabel 4. 3 Tabel baraang masuk Sumber Penulis
No Nama Kolom Tipe data
1 id_barang_masuk Int
2 tanggal_barang Masuk
Date
3 id_dstributor Varchar
Tabel 4. 4 Barang Sumber penulis
No Nama Kolom Tipe data
1 Id_barang Int
2 id_distributor Int
3 Nama_barang Varchar
4 Stok Awal Varchar
5 Harga Beli Int
6 Harga Barang Int
Tabel 4. 5 Distributor Sumber Penulis
No Nama Kolom Tipe data
1 id_distributor Int
2 tanggal_barang Masuk
Date
3 id_distributor Varchar
Tabel 4. 6 Kartu Persediaan Sumber Penulis
No Nama Kolom Tipe data
1 id_kartupersedian Int 2 id_barang_keluar Int
3 id_barang Int
4 Keterangan Varchar
5 unit_masuk Int
6 harga_Masuk Int
7 total_masuk int
8 unit_keluar Int
9 harga_keluar Int
10 total_keluar Int
11 Tanggal Date
Tabel 4. 7 Barang Masuk Sumber Penulis
No Nama Kolom Tipe data
1 id_detail_barang_masuk Int 2 tanggal_barang Masuk Date
3 id_distributor Int
Tabel 4. 8 Barang Keluar Sumber Penulis
No Nama Kolom Tipe data
1 id_barang_keluar Int
2 tanggal_barang keluar
Date
Tabel 4. 9 Detail Barang Keluar Sumber Penulis
No Nama Kolom Tipe data
1 id_detail_barang_keluar Int
2 id_barang_ keluar Date
3 id_barang Varchar
4 Jumlah int
5 Harga int
Tabel 4. 10 Kode BOP Sumber Penulis
No Nama Kolom Tipe data
1 id_bop Int
2 kode_ bop Varchar
3 tanggal Date
4 Keterangan Varchar
5 jumlah_harga Int
Tabel 4. 11 Gudang Sumber Penulis
No Nama Kolom Tipe data
1 id_admin Int
2 Nama Varchar
3 Userrname Varchar
4 Pasword Varchar
Tabel 4. 12 Kasir Sumber Penulis
No Nama Kolom Tipe data
1 id_Kasir Int
2 Nama Varchar
3 Userrname Varchar
4 Pasword Varchar
Tabel 4. 13 Pemimpin Sumber Penulis
No Nama Kolom Tipe data
1 id_pemimpin int
2 Nama Varchar
3 userrname Varchar
4 Pasword Varchar
3) Data Flow Diagram (DFD) a) Diagram Jenjang
Diagram jenjang merupakan sebuah diagram yang menggambarkan proses secara keseluruhan yang terdapat dalam aplikasi tertentu dengan jelas dan terstruktur. Berikut diagram jenjang dalam membuat aplikasi penjualan tunai yang dibuat oleh penulis :
Gambar 4. 5 Diagram Jenjang Sumber Penulis
b) DFD Diagram Konteks
DFD level 0 bisa juga diagram konteks merupakan diagram yang dapat menggambarkan bagian yang berhubungan dengan sebuah sistem aplikasi. Berikut diagram konteks dari program aplikasi penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI
Berdasarkan diagram konteks diatas dapat dilihat bahwa bagian yang berhubungan dengan program aplikasi penjualan adalah Pelanggan dan Kasir. Admin akan bertugas memasukkan data Barang dan User yang akan menghasilkan daftar barang, daftar user, laporan per bulan, dan laporan per hari. Sedangkan kasir bertugas memasukkan data transaksi yang akan menghasilkan nota penjualan.
c) DFD level 0
DFD level 0 berfungsi untuk menggambarkan sistem secara lebih rinci dan berisikan proses input data pada nomor 1 (satu), proses transaksi pada nomor 2 (dua) serta proses laporan pada nomor 3 (tiga). DFD level 0 untuk aplikasi penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI sebagai berikut :
Gambar 4. 6 DFD LV 0 Sumber Penulis
d) DFD Level 1
DFD level 1 merupakan tahapan lebih lanjut tentang DFD level 0, dimana semua proses yang ada pada DFD level 0 akan dirinci dengan lengkap dan detail. Berikut DFD level 1 dari program aplikasi penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI:
Gambar 4. 7 DFD LV 1 Sumber Penulis
4) User interface
User interfance adalah tampilan antar muka yang terlihat di layer computer sebagai bentuk komunikasi antar pengguna dan computer. Berikut merupakan tampilan program aplikasi penjualan tunai pada TOKO SEMBAKO LENI yang telah penulis buat :
1. Login
merupakan halaman pertama yang ditampilkan saat program aplikasi dijalankan, dan untuk bisa masuk ke dalam program aplikasi maka user perlu memasukkan username dan password terlebih dahulu. Berikut tampilan form login.
Gambar 4. 8 Login Sumber penulis
2. Dashboard
Form menu utama merupakan form yang muncul setelah melakukan login. Di bagian samping juga terdapat sidebar yang dapat di tutup dan terdapat berbagai menu seperti menu transaksi, master dan setting toko.
Gambar 4. 9 dashboard Sumber penulis
3. Tampilan Pembelian
Tampilan pembelian merupakan semua data pembelian dari supplier
Gambar 4. 10 Tampilan pembelian Sumber penulis
4. Form pembelian
Form pembelian untuk menginput data pembelian ke supplier
Gambar 4. 11 Form pembelian Sumber penulis
5. Tampilan laporan pembelian
Merupakan data semua transaksi pembelian ke supplier per periode yang di tentukan
Gambar 4. 12 Laporan pembelian Sumber penulis
6. Tampilan data cetak pembelian
Merupakan laporan hasil dari data pembelian ke supplier yang akan diserahkan kepada admin kas
Gambar 4. 13 Laporan pembelian Sumber penulis
7. Form penjualan
Merupakan form untuk menginput data penjualan kepada pelanggan
Gambar 4. 14 Form penjualan Sumber penulis
8. Tampilan penjualan
Adalah semua data transaksi penjualan
Gambar 4. 15 Tampilan penjualan Sumber penulis
9. Tampilan laporan penjualan
Merupakan semua data dari transaksi penjualan selama periode yang di tentukan
Gambar 4. 16 Laporan penjualan Sumber penulis
10. Tampilan data cetak penjualan
Merupakan laporan hasil dari data pembelian ke supplier yang akan diserahkan kepada admin kas.
Gambar 4. 17 Laporan penjualan Sumber penulis
11. Form pembayaran BOP Untuk menginput data BOP
Gambar 4. 18 Form BOP Sumber penulis
12. Tampilan pembayaran BOP
Merupakan tampilan data transaksi BOP
Gambar 4. 19 Tampilan BOP Sumber penulis