• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

METODE PENELITIAN

A.Jenis Penelitian

Edi Subroto (1992:5) menyatakan bahwa “metode adalah keseluruhan jalan yang harus ditempuh sejak ia merumuskan kerangka pikirannya mengenai segi tertentu dari bahasa, melakukan pengamatan terhadap fenomena pertuturan yang berulang sama, menyusun hipotesis, menganalisis data-data sampai pada perumusan masalah yang bersifat mengatur”. Menurut Sudaryanto ( 1992:25) bahwa “metode

dalam kegiatan ilmiah bidang linguistik merupakan jalan yang harus ditempuh peneliti menuju pembenaran atau penolakan hipotesis serta perencanaan asas-asas yang mengatur ke arah bahasa”.

Sejalan dengan permasalahan penelitian ini, yaitu kajian pragmatik dalam wacana humor plesetan, maka bentuk atau model terbaik yang dapat digunakan untuk penelitian ini adalah model penelitian deskriptif-kualitatif. Penelitian dilakukan semata-mata hanya berdasarkan pada fakta yang ada atau fenomena yang secara empiris hidup pada penutur-penuturnya, sehingga menghasilkan catatan berupa pemberian bahasa dan sifatnya seperti potret (Sudaryanto, 1992:62).

B.Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan data penelitian (Edi Subroto, 1992:32). Populasi dalam penelitian linguistik pada umumnya keseluruhan individu dari segi-segi tertentu dari bahasa. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan

commit to user

tuturan yang mengadung prinsip kerja sama, yaitu; (a) mematuhi prisip kerja sama, (b) melanggar prisisp kerja sama, (c) mematuhi dan melanggar prinsip kerja sama dalam buku Plesetan ½ Gokil karya Diela Maya. Selain itu juga keseluruhan objek yang mengandung implikatur percakapan yang timbul dengan adanya pelanggaran prinsip kerja sama.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang dijadikan data penelitian (Edi Subroto, 1992:28). Penentuan sampel didasarkan pada asumsi bahwa objek yang ditentukan sebagai sampel penelitiaan dapat mewakili keseluruhan populasi yang ada. Hal ini mengingat sampel merupakan bagian-bagian dari keseluruhan populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian wacana yang diambil dalam populasi yang diperlukan untuk tujuan penelitian.

Penelitian wacana humor dalam buku Plesetan ½ Gokil ini menggunakan teknik purposive sample, yaitu pemilihan subjek yang didasarkan ciri-ciri atau sifat-sifat yang dipandang mempunyai sangkut paut erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Sutrisno Hadi, 1984:82). Hal ini mengingat data yang diteliti bersifat homogeny, sehingga peneliti tidak memilih data secara acak tetapi data yang dianalisis adalah data yang dibutuhkan sesuai dan relevan dengan tujuan atau permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini.

Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari tuturan yang mengandung prinsip kerja sama, dan implikatur percakapan yang timbul dengan adanya pelanggaran prinsip kerja sama dalam buku Plesetan ½ Gokil. Sampel yang dipilih adalah sebagian tuturan yang mengandung pematuhan, pelanggaran, pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama. Selain itu sebagian tuturan yang

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

31

mengadung implikatur percakapan yang timbul dengan adanya pelanggaran prinsip kerja sama.

C.Sumber Data dan Data

Sumber data adalah asal data peneliti diperoleh, dan data sebagai objek penelitian secara umum adalah informasi atau bahasa yang disediakan alam yang dicari atau dikumpulkan dan dipilih oleh peneliti (Edi Subroto, 1992:34). Sumber data dalam penelitian ini adalah buku Plesetan ½ Gokil karya Diela Maya.

Data adalah semua informasi yang disediakan oleh alam (dalam arti luas) yang harus dicari dan disediakan peneliti yang sesuai dengan masalah yang diteliti (Sudaryanto, 1993:3). Oleh karena itu, data merupakan fenomena lingual khusus yang mengandung dan berkaitan langsung dengan masalah yang dimaksud (Sudaryanto, 1993:5-6). Data dalam penelitian ini adalah tuturan tokoh (Tanya) dan Tokoh (Jawab) yang mengandung prinsip kerja sama dan implikatur percakapan dalam buku Plesetan ½ Gokil karya Diela Maya yang berkaitan dengan permasalahan.

D.Teknik Pengumpulan Data

Sesuai dengan tujuan penelitian, pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik pustaka atau teknik catat. Teknik simak atau catat adalah peneliti berperan sebagai instrumen kunci melakukan penyimakan secara cermat, terarah dan teliti terhadap sumber data utama dalam rangka memperoleh data yang dibutuhkan. Hasil penyimakan kemudian dicatat sebagai sumber data (Edi Subroto, 1992:42).

commit to user

E.Metode Analisis Data

Di dalam penelitian kualitatif, kegiatan analisis data pada dasarnya dilakukan bersamaan dengan proses pelaksanaan pengumpulan data. Apabila hal itu tidak dapat dilakukan, maka konsekuensi logisnya peneliti akan banyak menghadapi kesulitan karena banyaknya data yang berupa deskripsi kalimat (Sutopo, 2002:97).

Sehubungan dengan hal tersebut, analisis data sangat penting kedudukannya dilihat dari segi tujuan penelitian. Menurut Sudaryanto (1993:8) dari sekian tahapan yang dijalani oleh peneliti bahasa, tahapan analisis adalah salah satu tahapan yang sangat penting dan sentral. Pada tahap analisis data semua tahapan terikat erat untuk menentukan prinsip yang dimaksud, fenomena yang tampak sebagai masalah dan menjadi obyek sasaran penelitian sehingga akan jelas.

Analisis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis heuristik. Pragmatik sebagai pemecahan masalah dapat dilihat dari sudut pandang penutur dan petutur. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah penerapan prinip kerja sama dan implikatur percakapan. Pemecahan masalah dalam penelitian ini dapat dilihat dari sudut pandang petutur karena masalah yang ada disini adalah masalah interpretasi tuturan. Berdasarkan makna tuturan, informasi latar belakang konteks, dan asumsi-asumi dasar, petutur membuat hipotesis mengenai tujuan-tujuan tuturan terhadap masalah interprestasi tuturan tersebut (Leech dalam Oka, 1993:63). Jenis teknik pemecahan masalah yang dihadapi petutur dalam menginterprestasikan tuturan disebut tugas heuristik. Teknik heuristik disini berusaha mengidentifikasi daya pragmatik sebuah tuturan dengan merumuskan hipotesis-hipotesis dan menguji berdasarkan data-data yang tersedia, tetapi apabila tidak teruji akan dibuat hipoteis yang baru (Leech dalam Oka, 1993:61).

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

33

Bila semua konsekuensi ini selaras dengan evidensi konteks, maka hipotesis dapat diterima. Kalau salah satu kosekuensi ini (atau lebih), bertentangan dengan konteks, hipotesis harus ditolak dan harus dipertimbangkan seperangkat kemungkinan lain. Interpretasi yang didasarkan pada kebenaran hipotesis yang pertama kali muncul disebut Interpretasi Default (default interpretation), yakni interpretasi yang diterima karena ada evidensi yang bertentangan dengan hipotesis tersebut (Leech dalam Oka, 1993:64).

Dengan demikian penelitian ini menggunakan teknik heuristik untuk menerapkan prinsip kerja sama baik yang mematuhi maupun yang melanggar dan wujud implikatur percakapan dalam buku Plesetan ½ Gokil karya Diela Maya. Sedangkan alur kerja dalam analisis ini menggunakan model analisis interaktif.

Bentuk interaktif dengan proses penyediaan data sebagai suatu proses siklus. Pada proses tersebut, aktivitas peneliti selalu bergerak di antara tiga komponen analisis, yaitu reduksi, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Adapun

bentuk kongkret “siklus kerja” dari cara kerja atau mekanisme kerja model analisis

interaktif dapat dilihat dalam diagram berikut ini.

Bagan 2. Model Analisis Interaktif

Dokumen terkait