Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di daerah Jawa Barat (Bogor dan Sukabumi), Jakarta, dan Jawa Tengah (Purwokerto) yaitu di pasar tradisional, rumah tangga, toko, dan warung. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Pelaksanaan pengumpula n data dilakukan pada bulan November 2005 sampai bulan April 2006.
Teknik Penarikan Contoh
Pangan yang diambil dalam penelitian ini adalah jenis pangan yang telah terdapat dalam Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan tahun 1979 tetapi belum terdapat dalam Daftar Ukuran Rumah Tangga (URT). Jumlah pangan yang diteliti sebanyak 354 jenis pangan dengan lima kali ulangan dari setiap jenis pangan untuk setiap ukuran kualitatifnya kelompok kecil, sedang, dan besar. Pengulangan hanya dilakukan lima kali untuk setiap ukuran kualitatifnya dari setiap jenis pangan karena jumlah sampel pangan yang diambil cukup banyak. Pengambilan contoh dilakukan dengan penarikan contoh acak sederhana dari sumber yang sama untuk setiap jenis pangan. Pengamatan langsung dilakukan untuk menentukan ukuran kualitatif dari satuan URT yaitu kriteria kecil, sedang, dan besar dari setiap contoh dengan membandingkan ukuran contoh yang diukur dengan contoh lain yang tersedia.
Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer yang dikumpulkan terdiri dari data jenis pangan, ukuran rumah tangga (kecil, sedang, dan besar), ukuran panjang, lebar, tebal serta diameter ukuran rumah tangga yang diukur. Pengukuran dilakukan untuk data berat pangan dengan menggunakan timbangan rumah tangga, untuk data panjang, lebar, dan tebal dengan menggunakan penggaris serta untuk data diameter dengan menggunakan pita ukur merek butterfly. Satuan Ukuran Rumah Tangga (URT) yang diukur merupakan jenis peralatan makan yang biasa digunakan di dalam rumah tangga seperti piring, gelas, sendok, mangkok, sedangkan untuk buah dan sayur digunakan satuan potong, buah, dan ikat. Data
sekunder didapatkan dari studi pustaka dari buku karangan Almatsier (2004), data Departemen Kesehatan (1979), data Dartemen Pertanian (2002), dan Zakir (1991) tentang Daftar Ukuran Rumah Tangga untuk beberapa jenis pangan yaitu sebanyak 270 jenis pangan.
Pengolahan dan Analisis Data
Format data base untuk jenis pangan yang diteliti disusun dalam bentuk tabel seperti terlihat pada Tabel 3 untuk setiap jenis pangan dengan ukuran kualitatif dari satuan Ukuran Rumah Tangga (yaitu kriteria kecil, sedang, dan besar), panjang, lebar, diameter, dan hasil konversinya dalam satuan berat (gram). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan Microsoft Excell
untuk mengetahui nilai maksimum, nilai minimum, rata-rata, standar deviasi, dan CV (Coeficien of varian) dari setiap jenis pangan yang diteliti berdasarkan ukuran kualitatif dari satuan Ukuran Rumah Tangga (kecil, sedang, dan besar). Nilai CV yang masih bisa diterima adalah kurang dari sepuluh persen. Artinya variasi nilai yang masih bisa diterima apabila memiliki CV kurang dari sepuluh persen.
Tabel 3 Format data base untuk jenis pangan yang diteliti
Langkah-Langkah Pengukuran URT
Penelitian ini dilakukan dengan penimbangan berat (g) dan pengukuran panjang (cm), lebar (cm), tebal (cm), dan diameter (cm) dari contoh jenis pangan yang diteliti. Pengukuran dan penimbangan jenis pangan yang diteliti dilakukan Kode DKBM Jenis Pa- ngan Ulang- an Jenis URT Ke- cil (g) Se- dang (g) Be- sar (g) Pan- jang (cm) Le- bar (cm) Tebal/ tinggi (cm) Dia - me- ter (cm)
di beberapa lokasi penelitian seperti di pasar tradisional, rumah tangga, toko, dan warung. Pembagian lokasi penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan keberadaan jenis pangan yang diteliti. Bagan langkah- langkah yang dilakukan dalam penelitian dapat dilihat pada Gambar 2.
Identifikasi pangan yang terdapat dalam DKBM tetapi belum ada dalam daftar URT Penentuan lokasi pengambilan contoh (pasar tradisional, rumah tangga, warung, dan toko)
Penentuan URT dari contoh
Penentuan kriteria kecil, sedang, dan besar
Pengacakan untuk mendapatkan lima buah contoh dari setiap jenis pangan Penimbangan (pengukuran berat)
Pengukuran ukuran fisik panjang, lebar, tebal, dan diameter Pengolahan dan analisis data
Penyajian data
Gambar 2 Langkah -langkah yang Dilakukan dalam Penelitian
Penggolongan jenis pangan dilakukan berdasarkan penggolongan dalam Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) yang terdiri dari 10 golongan, yaitu 1) golongan serealia, umbi- umbian, dan hasil olahnya, 2) kacang-kacangan, biji-bijian, dan hasil olahnya, 3) daging dan hasil olahnya, 4) telur dan hasil olahnya, 5) ikan, kerang, udang, dan hasil olahnya, 6) sayuran dan hasil olahnya, 7) buah-buahan, 8) susu dan hasil olahnya, 9) lemak dan minyak, dan 10) serba serbi. Penentuan lokasi pengambilan contoh dilakukan dengan prioritas pertama di pasar tradisional. Kemudian apabila sampel tidak ditemukan di pasar tradisional maka dilakukan di tingkat rumah tangga, toko, dan yang terakhir adalah di warung. Namun apabila terdapat sampel yang ditemukan di ke empat lokasi penelitian tersebut maka tetap diprioritaskan diambil di pasar tradisional. Tabel 4 menunjukkan pengukuran jenis pangan berdasarkan tempat.
Tabel 4 Pengukuran jenis pangan berdasarkan tempat Tempat Jenis pangan berdasarkan kelompok pangan
P A S A R T R A D I S I O N A L
1. Serealia, umbi, dan hasil olahnya
Kakap
Pe-Cay Belitung, Mentah Kembung Salada Air Beras Ketan Hitam Keong Terong Belanda Beras Ketan Putih Kepiting Terong Asam Beras, Parboiled Kerang Tespong, Daun Ganyong, Mentah Kodok Tomat Muda Gaplek Kerupuk Udang, Berpati Cabe Hijau Besar Jagung Kuning, Muda
Layang Cabe Merah Besar, Segar
Jagung Putih, Segar
Lemuru Cabe Rawit, Segar Kerupuk Aci
Peda Banjar 7. Buah-buahan Ketela Pohon Kuning
Pepetek Bengkuang Oyek (Dari Singkong)
Petis Udang Buah Mentega (Bisbul) 2. Kacang, biji-bijian
dan hasil olahnya Pindang Banjar
Buah Nona Ampas Tahu Pindang Benggol Cempeda Biji Jambu Mete Pindang Layang Jeruk Nipis Bongkrek (Tempe
Bungkil)
Pindang Selar Kecil Erbis Bungkil Kacang Tanah Rebon (Udang Kecil
Segar)
Gandaria
Kacang Bogor, Mentah Rebon, Kering Kesemek Kacang Gude, Biji Sela, Segar Kokosan Kluwak Sepat, Kering Langsat Kembang Tahu, Mentah Tembang Mangga gedong Pala, Biji Teri, Bubuk Mangga golek Tempe Gembus Teri Nasi, Kering Mangga Harum Manis Kerupuk Melinjo,
Mentah
Cumi-Cumi, Segar Mangga Indramayu
Wijen Cue Selar Kuning Mangga Kopek Abon Mujair, Segar Mangga Muda 3. Daging dan hasil
olahnya
Terasi Merah Menteng Daging Domba Udang, Kering Pala, Daging Daging Kerbau
6. Sayuran dan hasil olahnya
Pisang Angle Ginjal Babi Bayam Merah Pisang Lampung Ginjal Domba Bawang Bombay Pisang Mas Ginjal Sapi Bengkuang Pisang Oli
Ham Bit Pisang Raja
Hati Babi Boros Kunci Pisang Raja Uli Kerupuk Kulit Kerbau Buncis, Asam Pisang Siam
Tabel 4 Lanjutan
Tempat Jenis pangan berdasarkan kelompok pangan
PASAR T R A D I S I O N A L
4. Telur dan Hasil olahnya
Daun Kemang Rambutan Telur Bebek, Telur Asin Daum Kemangi Rambutan, Aceh Telur Terubuk Daun Sintrong Srikaya
5. Ikan dan hasil olahnya
Daun Lobak 9. Lemak dan minyak Bader (Tawes) Jagung Muda, Bertongkol Lemak Kerbau
Bawal Jamur Kuping, Kering Ekor Kuning Kapri Muda
Belut Segar, Mentah Kacang Gude, Muda Gabus, Segar Kelewih
Gabus Kering Leunca, Buah Ikan Mas Lobak R U M A H T A N G G A
1. Serealia, umbi, dan hasil olahnya
Lamtoro (Pete Cina) Biji Muda
Daun Oyong Belitung, Kukus Lamtoro, Biji Tua Daun Pete Cina Beras Ketan Putih,
Tumbuk
Oncom, Pepes Enceng Gondok Beras Ketan Putih,
Kukus
Oncom Kacang Tanah, Pepes
Gambas, Lodeh Beras Ketan Putih, Tape Pete Segar Jantung Pisang, Segar Beras Ketan Hitam,
Tumbuk
Saga, Biji Tanpa Kulit Jotang Beras Ketan Hitam,
Kukus
Santan (Kelapa Saja) Kangkung, Kukus Beras Ketan Hitam, Tape Sari Kedelai, Bubuk Kangkung, Tumis Beras Menir Susu Kedelai Kacang Panjang, Tumis Beras Merah, Tumbuk Taoco Kool Kembang
Beras Pecah Kulit 3. Daging dan Hasil Olahnya
Koro Kerupuk, Buah Jagung Kuning, Giling Angsa Krokot
Jagung Putih, Giling Dideh, Darah Ayam Kucai Jagung Kuning, Pipil
Baru
4. Telur dan Hasil Olahnya
Kucai Muda (Lokio) Jagung Putih, Pipil Baru Telur Ayam, Bagian
Kuning
Pepaya, Lodeh Jagung Kuning, Pipil
Lama
Telur Ayam, Bagian Putih Prey (Bawang Daun) Jagung Putih, Pipil Lama Telur Ayam, Ceplok Rebung
Jagung, Grontol Telur Ayam, Dadar Selada Air, Rebus Gadung, Kukus Telur Bebek, Bagian
Kuning
Toge, Seduh Ganyong, Kukus Telur Bebek, Bagian
Putih
Toge - Tahu, Makanan Katul Beras Telur Bebek, Ceplok Tebu Terubuk
Katul Jagung Telur Bebek, Dadar Tekokak, Kering Sente 5. Ikan, kerang, udang,
dan hasil olahnya
Terong + Oncom, Makanan
Suweg, Kukus Belut Segar, Goreng Tomat, Sari (Juice) Singkong, Kukus Ikan Asin, Bilis Goreng Cabe Merah Besar,
Kering Tales, Kukus Ikan Asin, Japuh Goreng Sop Kool
Tabel 4 Lanjutan
Tempat Jenis pangan berdasarkan kelompok pangan
R U M A H T A N G G A Tepung Garut (Arrowroot)
Ikan Asin, Gabus Goreng Sop Kool Dan Wortel Ubi Jalar Putih Ikan Asin, Pari Goreng Susupan
Ubi Jalar Rebus Ikan Asin, Pepetek Goreng
Ubi Jalar, Sayur Ubi Jalar Sayur Ikan Asin, Sirinding
Goreng
7. Buah-buahan Vermicelli Ikan Mas, Goreng Arbei
2. Kacang, Biji-bijian, dan hasil olahnya
Kerupuk Ikan, Berpati Asam, Masak Dipohon Bungkil Biji Karet Lele, Goreng Jeruk Manis, Air (Sari) Bungkil Kelapa Petis Ikan Pisang Siam, Goreng Biji Jambu Mete, Goreng Sardines, Dalam Kaleng 8. Susu dan Hasil
Olahnya
Kacang Arab Selar, Kering Kepala Susu (Cream) Kacang Bogor, Goreng Teri, Tepung Susu Ibu (Asi)
Kacang Bogor, Rebus Cumi-Cumi, Goreng 9. Lemak dan Minyak Kacang Kedelai, Basah Mujair, Goreng Minyak Kelapa Sawit Kacang Gude, Biji Muda Mujair, Pepes 10. Serba serbi Kacang Merah, Segar
Rebus
Mujair, Dendeng Mentah Agar-agar Kacang Panjang, Biji Mujair, Dendeng Goreng Bonggol Pisang Kacang Tanah, Rebus
Berkulit
6. Sayuran dan Hasil Olahnya
Bonggol Pisang, Kering Kacang Tanah, Sangan
Tidak Berselaput
Andewi Daun Cincau Kacang Tunggak,
Rempeyek
Bayam, Rebus Jahe Koro Roway, Biji Bayam, Tumis Bersantan Gula Kelapa Koro Benguk, Biji Bayam, Tumis + Oncom Kopi, Bagian Yang
Larut
Koro Kerupuk, Biji Baligo Krupuk Ikan, Berpati Koro Loke, Biji Bawang Putih Kunyit
Jengkol Daun Bawang Lemon Squasih Jengkol, Semur Jengkol Daun Kelor Lemonade Kelapa Muda, Air Daun Kelor, Rebus Merica Kelapa Setengah Tua,
Daging
Daun Kumak Serbuk Coklat Kelapa Tua, Daging Daun Mengkudu, Kukus Setrup, Sirup Kembang Tahu, Rebus Daun Poh-Pohan Teh
Kecipir, Biji Daun Semanggi Tempuyak Kemiri Daun Singkong, Lodeh Kacang Tanah,
Rempeyek Kerupuk Melinjo, Tebal
Goreng
Daun Ubi Jalar, Kukus Kacang Tunggak, Rebus
Kerupuk Melinjo, Tebal Goreng
Daun Labu Siam Bawang Merah Kerupuk Melinjo, Tipis
Goreng
Daun Leunca
Tabel 4 Lanjutan
Tempat Jenis pangan berdasarkan kelompok pangan
T O K O
1. Serealia, umbi-umbian, dan Hasil Olahnya
5. Ikan, kerang, dan Hasil Olahnya
10. Serba serbi
Tepung Kentang Teri, Segar Bir (4 % Alkohol) 2. Kacang, Biji-bijian
dan hasil olahnya
6. Sayuran dan Hasil Olahnya
Dodol Kacang Tanah, Atom Kalakai Gelatine Kenari Peterseli Gula Aren Kwaci 8. Susu dan Hasilnya
Olahnya
Jam Selai
Taokoa Es Cream Coklat Manis, Batang 3. Daging dan Hasil
Olahnya
9. Lemak dan Minyak Coklat Pahit, Batang Daging Asap Dendeng Minyak Wijen Coklat Susu, Batang Daging Sapi Kura -Kura
W A R U N G 1. Serealia, umbi-umbian, dan Hasil Olahnya
Worst (Sosis Daging) Bandeng
Roti Warna Sawo Matang
4. Telur dan Hasil Olahnya
10. Serba serbi 3. Daging dan Hasil
Olahnya
Telur Penyu Ragi Empal Goreng 5. Ikan, kerang, dan
Hasil Olahnya
Berat berbagai jenis pangan dan ukuran fisik seperti panjang, lebar, tebal, dan diameter pangan diteliti dalam penelitian ini. Ukuran panjang digunakan untuk jenis pangan yang berbentuk memanjang, ukuran lebar digunakan untuk jenis pangan yang memiliki sisi lebar, dan ukuran tebal digunakan untuk jenis pangan yang memiliki ketebalan yang teratur. Jenis pangan yang mempunyai bentuk melingkar atau bulat diukur dengan menggunakan ukuran diameter. Semua ukuran fisik di atas mempunyai satuan centimeter (cm). Sedangkan untuk ukuran rumah tangga sendok tidak dilengkapi dengan ukuran fisik, namun batasan yang digunakan adalah satu peres atau rata atas tidak melebihi tangkai sendok. Selain itu ukuran sendok relatif sama di setiap tempat.
Definisi Operasional
1. Ukuran Rumah Tangga (URT) merupakan satuan yang digunakan di rumah tangga untuk menaksir berat pangan (berat kotor) yang dikonsumsi berupa satuan gelas, mangkok, sendok, buah, ikat, biji, ekor, dan potong.
2. Berat bahan pangan merupakan hasil pengukuran berat dari setiap jenis pangan dalam satuan gram sesuai dengan URT yang digunakan.
3. Ukuran fisik merupakan ukuran kualitatif setiap jenis pangan yang dapat diamati secara langsung sesuai dengan URT yang digunakan yang meliputi kriteria kecil, sedang, dan besar.
4. Ukuran pangan besar merupakan ukuran fisik dari setiap jenis pangan sesuai URT yang digunakan yang paling besar diantara ukuran fisik yang lainnya.
5. Ukuran pangan sedang merupakan ukuran fisik dari setiap jenis pangan sesuai URT yang digunakan yang berada diantara ukuran besar dan kecil. 6. Ukuran pangan kecil merupakan ukuran fisik dari setiap jenis pangan
sesuai URT yang digunakan yang paling kecil diantara ukuran fisik yang lainnya.