• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini mengambil lokasi RT 07 RW 04 Desa Kutajaya, Kota Sukabumi yang bersebelahan langsung dengan perusahaan air minum asal Jepang, PT. Amerta Indah Otsuka. Pemilihan lokasi ini dilakukan sengaja dengan

pertimbangan hipotesis bahwa kuantitas dan kualitas sumberdaya air milik warga Desa Kutajaya terdegradasi dengan adanya aktivitas PT. Amerta Indah Otsuka. Pengambilan data berlangsung pada 11-13 Maret 2014.

Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan metode wawancara kepada responden, yaitu warga Desa Kutajaya RT 07 RT 04 dengan observasi lapang. Warga Desa Kutajaya RT 07 RT 04 diwawancara secara individu sebagai wakil dari rumah tangga yang berada di wilayah RT setempat yang berbatasan langsung dengan PT. Amerta Indah Otsuka. Data primer yang dibutuhkan, meliputi data karakteristik warga, persepsi warga sebelum dan sesudah adanya PT. Amerta Indah Otsuka, nilai hak yang hilang dan kompensasi yang bersedia diterima responden, nilai yang responden bersedia keluarkan untuk memperoleh sumberdaya air, dan faktor- faktor yang memengaruhi WTP dan WTA responden. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang relevan, diantaranya buku referensi, laporan kegiatan, internet, serta informasi data dari instansi terkait yang berada di Desa Kutajaya, seperti kantor kecamatan.

Metode Penentuan Sampel

Pengambilan sampel dari responden dilakukan secara purposive sampling. Pada metode ini pemilihan responden dilakukan dengan kriteria sendiri yang ditentu oleh peneliti, yaitu responden dipilih dengan pola memilih rumah berdasarkan jarak terhadap industri. Ditetapkanya jumlah reponden sebanyak 30 responden didasari letak geografis rumah responden yang berdekatan langsung dengan PT. Amerta Indah Otsuka dan jumlah tersebut mewakili jumlah rumah tangga RT 07 RW 04 Desa Kutajaya yang berjumlah 175 rumah tangga.

Metode Analisis Data

Data responden yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini juga melihat kondisi warga dengan analisis persepsi responden, nilai WTA dan WTP warga RT 07 RW 04 Desa Kutajaya akibat aktivitas PT. Amerta Indah Otsuka, dan penilaian AHP responden terhadap solusi air bersih. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara manual dengan menggunakan program Microsoft Excel 2010, Expert Choice 10,dan SPSS 16.

Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan pengisian kuesioner. Analisis persepsi terhadap sebelum dan sesudah adanya PT Amertea Indah Otsuka dan dampak aktivitas PT. Amerta Indah Otsuka. Estimasi nilai WTP dengan metode wawancara langsung, sedangkan WTA menggunakan bidding

dengan variasi nilai sebesar Rp 50 000, Rp 100 000, Rp 150 000, Rp 300 000, dan Rp 400 000. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi nilai WTP dan WTA diuji menggunakan regresi linier. Pengumpulan data AHP dilakukan wawancara langsung dengan menanyakan tingkatan nilai terhadap solusi air bersih.

Identifikasi Manfaat dan Kegunaan

Identifikasi dilakukan untuk mengetahui dampak apa saja yang dialami oleh masyarakat RT 07 RW 04 Desa Kutajaya akibat keberadaan PT. Amerta Indah Otsuka. Identifikasi dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan wawancara langsung kepada masyarakat sebagai responden penelitan bersangkutan. Pertanyaan akan disusun untuk memperoleh dampak apa yang mereka terima akibat keberadaan PT. Amerta Indah Otsuka di lingkungan tempat tinggal mereka. Pasar Hipotetik

Pasar hipotetik dibangun atas ketiadaan kompensasi yang dibayarkan kepada masyarakat Desa Kutajaya oleh PT. Amerta Indah Otsuka atas hilangnya hak kepemilikan air bersih bila dibandingkan dengan nilai fungsi yang didapatkan PT. Amerta Indah Otsuka atas pemakaian sumber mata air yang diperoleh dari sumber mata air milik warga Desa Kutajaya. PT. Amerta Indah Otsuka selayaknya memberi kompensasi kepada warga atas kehilangan hak air warga terhadap kualitas dan kuantitas sumber mata air.

Selain itu, pasar hipotetik yang dibangun dalam penelitian ini didasari menurunnya kualitas dan kuantitas air dalam tanah yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat Desa Kutajaya. Keberadaan PT. Amerta Indah Otsuka mengakibatkan degradasi kuantitas dan kualitas sumber mata air yang diperuntukkan bagi warga. Hal tersebut dapat diatasi dengan beralih dari penggunaan sumber mata air kepada aliran PAM, membeli filtrasi air, ataupun membeli kembali sumber mata air dari PT. Amerta Indah Otsuka. Namun tidak adanya anggaran warga menjadi salah satu alasan warga masih mengandalkan sumber mata air secara apa adanya. Dengan demikian, pasar hipotetik yang ditawarkan dibentuk dalam skenario sebagai berikut :

Skenario:

“Agar aktivitas warga RT 07 RW 04 Desa Kutajaya dengan PT. Amerta Indah Otsuka dapat berjalan selaras tanpa ada pihak yang dirugikan atau merugikan, akan diajukan suatu kebijakan baru berdasarkan keinginan warga menerima dana kompensasi. Warga Desa Kutajaya sebagai pihak yang dirugikan tidak pernah mendapatkan dana kompensasi atas kerugian kehilangan hak air bersihnya. Kebijakan ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Desa Kutajaya yang berada di lokasi aktivitas PT. Amerta Indah Otsuka. Warga diharapkan bersedia membayar untuk memperoleh hak kepemilikan air, baik melalui aliran PAM, teknologi penjernih air, ataupun membeli kembali sumber mata air yang kepemilikanya telah beralih dari warga menjadi milik PT. Amerta Indah Otsuka, agar warga tidak merasa dirugikan. Sehubungan dengan hal ini, akan ditanyakan apakah warga bersedia menerima kompensasi, berapa nilai kompensasi yang bersedia diterima warga, dan solusi apa yang diinginkan warga untuk memperoleh kembali hak air bersihnya.”

Penentuan Besarnya Penawaran Nilai WTP dan WTA

Teknik yang digunakan dalam mendapatkan besarnya nilai penawaran pada penelitian ini dilakukan dengan pendekatan metode pertanyaan terbuka untuk memperoleh besarnya nilai WTA masyakat terhadap dana kompensasi dari PT.

Amerta Indah Otsuka dan WTP terendah hingga nilai tertinggi yang bersedia diberikan oleh masyarakat terhadap air.

Estimasi Nilai Rata-Rata WTP

WTP dapat diduga dengan melakukan nilai rata-rata dari penjumlahan keseluruhan nilai WTP dibagi dengan jumlah responden. Dugaan rataan WTP dibagi dengan rumus :

Dimana :

EWTP = Dugaan rataan WTP Wi = Nilai WTP ke-i n = Jumlah responden

i = Responden yang bersedia membayar Estimasi Kurva WTP

Pendugaan kurva WTP akan dilakukan dengan menggunakan persamaan berikut:

WTP = β0+β1TGGN+β2PDDK+β3PNDPT+β4 LMTGGL+β5

JRKRMH+ β6 KNSMAIR+є

Dimana:

WTP = Nilai tengah WTP responden TGGN = Jumlah tanggungan (orang) PDDK = Tingkat pendidikan (tahun) PNDPT = Pendapatan (rupiah/bulan) LMTGGL = Lama tinggal (tahun) JRKRMH = Jarak rumah (m)

KNSMAIR = Konsumsi air (liter/bulan)

Є = Galat

Penjumlahan Data WTP

Penjumlahan data adalah proses dimana penawaran rata-rata dikonversikan terhadap total populasi yang dimaksud. Nilai total WTP dari masyarakat diduga dengan menggunakan rumus:

Dimana :

TWTP = total WTP

WTPi = WTP individu sampel ke-i P = jumlah populasi

m = jumlah sampel ke-i yang bersedia membayar sebesar WTP n = jumlah sampel

Estimasi Nilai Rata-Rata WTA

EWTA dapat diduga dengan melakukan nilai rata-rata dari penjumlahan keseluruhan nilai WTA dibagi dengan jumlah responden. Perhitungan dari dugaannilai rataan WTA (EWTA) responden ditentukan dengan rumus:

Dimana :

EWTA = Dugaan rataan WTA Wi = Nilai WTA ke-i n = Jumlah responden

i = Responden yang bersedia menerima Estimasi Kurva WTA

Pendugaan kurva WTA akan dilakukan dengan menggunakan persamaan berikut :

WTA = β0+β1TGGN+β2PDDK+ β3PNDP+β4LM TGGL+ β5

JRK RMH + β6TGGU + є

Dimana:

WTA = Nilai tengah WTA responden TGGN = Jumlah tanggungan (orang) PDDK = Tingkat pendidikan (tahun) PNDP = Pendapatan (rupiah/bulan) LM TGGL = Lama tinggal (tahun)

JRK RMH = Jarak rumah dengan PT. Amerta Indah Otsuka (m) TGGU = Tingkat gangguan (bernilai 1 untuk “terganggu”

dan “0”untuk “tidak terganggu”)

Є = Galat

Penjumlahan Data WTA

Penjumlahan data adalah proses dimana penawaran rata-rata (nilai tengah penawaran) dikonversikan terhadap total populasi yang dimaksud. Nilai total WTA dari masyarakat diduga dengan menggunakan rumus:

Dimana :

TWTA = total WTA

WTAi = WTA individu sampel ke-i P = jumlah populasi

m = jumlah sampel ke-i yang bersedia menerima sebesar WTA n = jumlah sampel

Rekomendasi Alternatif Air Bersih dengan Metode AHP dan Analisis Maqashid Syariah

Alternatif solusi atas air bersih warga diberikan sebanyak 3 pilihan : 1. Membeli kembali air bersih dari PT. Amerta Indah Otsuka 2. Beralih ke aliran PDAM 3. Membeli filtrasi air. Ketiga opsi solusi ditanyakan kepada warga melalui wawancara dengan timbal balik warga memilih opsi solusi secara urutan hierarki. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi pilihan adalah faktor biaya, kualitas, kuantitas, dan kepraktisan.

Analisis maqashid syariah mengenai lima pilar maqashid syariah

sebagaimana yang dipelajari peneliti selama perkuliahan di Program Studi Ilmu Ekonomi Syariah. Analisis diuraikan berdasarkan dua macam kondisi, yaitu kondisi pertama bila maqashid syariah tidak ditegakan maka apa yang akan berdampak pada kehidupan masyarakat Desa Kutajaya, dan kondisi kedua, yaitu bila maqashid syariah ditegakan maka apa yang akan berdampak pada masyarakat Desa Kutajaya.

Dokumen terkait