Penelitian dilakukan di Desa Rantau Langsat, Kec. Batang Gangsal, Kab. Indragiri Hulu, Provinsi Riau dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Provinsi Riau. Waktu penelitian dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Juni – Juli 2009.
3.2 Bahan dan Alat 3.2.1 Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: dokumen atau laporan yang telah dilakukan oleh pihak BTNBT maupun instansi lain, alkohol 70%, kertas koran, kertas label nama, tali plastik, sampel tumbuhan, plastik,
3.2.2 Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Peta kerja, alat tulis, kamera, tape recorder, kalkulator, golok/parang, daftar pertanyaan responden dan komputer beserta perlengkapannya.
3.3 Kerangka Pemikiran Penelitian
Perhatian terhadap masyarakat adat pada KTT Bumi di Rio de Jeneiro tahun 1992 telah memunculkan wacana tentang “konservasi tradisional” yang berlandaskan kearifan budaya tradisional (traditional wisdom). Pengertian tersebut, meliputi praktik-praktik pemanfaatan sumberdaya alam oleh masyarakat adat, masyarakat lokal dan/atau masyarakat tradisional yang masih terikat pada pranata-pranata asli yang menyatu dalam kesahariannya hidupnya.
Kajian etnobotani masyarakat sekitar atau yang tinggal di dalam kawasan hutan masih dirasa kurang. Ilmu atau pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman bertahun-tahun berinteraksi dengan komunitas tumbuhan hutan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang diturunkan dari generasi ke generasi. Ilmu atau pengetahuan masyarakat sekitar kawasan hutan tentang pemanfaatan potensi tumbuhan yang ada di hutan, sekarang terancam hilang karena pengaruh globalisasi. Perubahan ini dapat terlihat dari perubahan pola hidup pada masyarakat tradisional. Pengetahuan tentang pemanfaatan
tumbuhan secara arif dan bijaksana oleh masyarakat Suku Melayu Tradisional di era globalisasi ini sangat penting.
Gambar 1. Alur penelitian kajian etnobotani masyarakat Suku Melayu Tradisonal
Suku Melayu Tradisional TNBT
Memiliki potensi etnobotani yang perlu
didokumentasikan
Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Studi Pustaka Observasi Lapang/ Wawancara Analisis Data Luaran
Terdokumentasinya pengetahuan etnobotani masyarakat Suku Melayu Tradisional
Informasi Etnobotani Pemanfaatan tumbuhan
Kegunaan/ persepsi masyarakat
Bagian tumbuhan yang digunakan
Budidaya tumbuhan dan pemanenan
Identifikasi spesies Tumbuhan Informasi nama tumbuhan
yang digunakan
Pembuatan Herbarium
Karakteristik Masyarakat Sejarah dan budaya
Demografi
Pendidikan
Sistem sosial
Sistem penggunaan lahan
3.4 Jenis Data 3.4.1 Data primer
Data primer yang diperlukan antara lain:
a) Karakteristik masyarakat asli yang ada (budaya, jumlah penduduk, jumlah KK struktur kemasyarakatan, mata pencaharian dan pendidikan).
b) Kajian pemanfaatan tumbuhan (etnobotani) baik sebagai bahan bangunan, obat tradisional, pangan, parfum/ kosmetik, rempah-rempah, bahan pewarna, upacara adat dan lain-lain (spesies, bagian tumbuhan, habitus, khasiat/kegunaan).
c) Upaya pelestarian sumberdaya hutan/ praktek konservasi masyarakat Suku Melayu Tradisional.
3.4.2 Data sekunder
Data sekunder merupakan data penunjang berupa sejarah suku, kondisi wilayah, sosial ekonomi masyarakat dan karakteristiknya melalui literatur, studi pustaka dan monografi desa.
3.5 Metode Pengumpulan Data
Data dikumpulkan melalui tiga tahapan yakni kajian literatur/ studi pustaka, survey dan pengambilan data lapang serta pengolahan dan analisis data. Adapun data yang diambil dikelompokkan menjadi dua kelompok data yakni data primer dan data sekunder.
Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dengan menggunakan kuisioner yang telah dipersiapkan serta pendalaman pertanyaan sesuai dengan keperluan. Wawancara dilakukan terhadap responden terpilih (key
person) dengan kriteria : 1) Masyarakat memahami tentang pemanfaatan dan
pelestarian hasil hutan misalnya dukun/ tabib desa, 2) Masyarakat yang pernah dan sedang memanfaatkan hasil hutan, 3) Masyarakat dapat memberikan informasi yang tepat terhadap pemanfaatan dan pelestarian hasil hutan. Dalam penelitian ini responden yang diwawancara sebanyak 30 orang. Pengamatan langsung meliputi cara pemakaian serta bagian yang digunakan. Spesimen yang diperoleh dibuat herbarium selanjutnya untuk identifikasi. Hasil disusun sesuai dengan kegunaannya (pangan, sandang, papan, obat-obatan, kosmetik, wangi-wangian dan sebagainya).
Data sekunder dikumpulkan melalui pencarian buku, artikel, jurnal, skripsi, situs-situs internet yang berkaitan dengan etnobotani, kondisi kawasan, sosial masyarakat suku melayu tradisional. Tahapan penelitian seperti tersaji pada Tabel 1:
Tabel 1. Tahapan penelitian
No Tahapan penelitian Aspek yang di kaji Sumber data Metode
1 Kajian literatur Data kondisi fisik kawasan (kondisi topografi, curah hujan, iklim, tipe ekosistem, suhu dan kondisi tanah, letak, luas wilayah, topografi, dan lain-lain); Data kondisi biologi (kondisi flora & fauna); Kondisi sosial budaya masyarakat;
Kantor BTNBT, kantor desa, perpustakaan dan internet Penelusuran dan kajian terhadap laporan, dokumen yang telah ada 2 Pengambilan data lapang
Pengetahuan etnobotani (penggunaan tumbuhan oleh masyarakat), kearifan tradisional masyarakat dalam praktek konservasi Masyarakat suku Melayu Tradisional dan kantor BTNBT Survei lapang dan wawancara 3 Pengolahan dan analisis data
Pengelompokkan spesies tumbuhan berdasarkan kegunaan, bagian yang dimanfaatkan, habitus, asal tumbuhan,
menghitung tingkat kegunaan
tumbuhan Data lapangan - Primer - Sekunder Analisis deskriptif/ kualitatif
3.6 Metode Analisis Data
3.6.1 Klasifikasi penggunaan tumbuhan
Hasil identifikasi spesies tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Melayu Tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dikelompokkan berdasarkan suku/ famili, spesies untuk dianalisis sesuai dengan kegunaan dan manfaatnya. Pengelompokkan kegunaan tumbuhan berdasarkan Walujo et.al (1989) diacu dalam Soekarman (1992), seperti penggunaan tumbuhan untuk bahan pangan, sandang, obat-obatan dan kosmetika, papan dan peralatan rumah tangga, tali temali dan anyaman, pewarna dan pelengkap upacara adat atau ritual serta kegiatan sosial
3.6.2 Persentase habitus
Habitus (perawakan) dari tumbuhan yang dimanfaatkan meliputi pohon, semak, perdu liana dan herba. Persentase habitus merupakan telaah tentang
besarnya suatu spesies habitus digunakan terhadap seluruh habitus yang ada. Untuk menghitungnya digunakan rumus sebagai berikut :
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑎𝑏𝑖𝑡𝑢𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑒𝑛𝑡𝑢 = 𝑎𝑏𝑖𝑡𝑢𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑒𝑛𝑡𝑢
𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 𝑎𝑏𝑖𝑡𝑢𝑠 × 100%
3.6.3 Persentase bagian yang dimanfaatkan
Pemanfaatan bagian tumbuhan baik itu daun, batang, kulit, buah, bunga, dan akar juga dihitung persentasenya. Persentase bagian yang dimanfaatkan dihitung untuk mengetahui berapa besarnya suatu bagian tumbuhan dimanfaatkan terhadap seluruh bagian tumbuhan yang dimanfaatkan. Untuk menghitungnya digunakan rumus :
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑓𝑎𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 = 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑒𝑛𝑡𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑓𝑎𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛
𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑓𝑎𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 × 100%
3.6.4 Tingkat kegunaan tumbuhan
Penghitungan tingkat kegunaan dilakukan untuk menilai dan menganalisis tingkat kegunaan spesies tumbuhan oleh responden. Analisis tingkat kegunaan merupakan analisis sederhana, tingkat kegunaan suatu spesies tumbuhan dihitung berdasarkan pada berapa jumlah kegunaan yang diperoleh dari suatu spesies tumbuhan yang digunakan.