Penelitian ini dilaksanakan di Gapoktan Rukun Tani yang berlokasi di Pondok Menteng, desa Citapen, kecamatan Ciawi, kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gapoktan Rukun Tani merupakan salah satu Gapoktan yang membina dan membantu petani yang melakukan usahatani sayuran. Kegiatan pengambilan data terkait dengan produksi dan harga sayuran dimulai pada minggu ke 1 bulan Januari – Akhir Januari 2013.
Jenis dan Sumber Data
Berdasarkan jenisnya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif merupakan data yang bentuknya berupa keterangan dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan penelitian yang bukan angka (non numerik). Data kualitatif meliputi keterangan-keterangan mengenai perkembangan produksi sayuran yang meliputi buncis, cabai keriting, kacang panjang, tomat, dan sawi di Gapoktan Rukun Tani, kondisi usahatani, peralatan yang digunakan, teknis pelaksanaan kegiatan usahatani, dan sebagainya yang berhubungan dengan penelitian. Data kuantitatif adalah data angka atau numerik seperti omset Gapoktan dalam menjalankan kegiatan operasional usahataninya, jumlah produksi per periode, jumlah input, harga jual dan harga input.
Berdasarkan sumber datanya, data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan melalui observasi dan wawancara dengan pihak Gapoktan baik dengan pengurus, maupun dengan petani anggota di Gapoktan Rukun Tani. Tujuannya adalah untuk mengetahui proses produksi sayuran, mengetahui risiko yang terjadi di Gapoktan Rukun Tani, dan penyebab risiko yang terjadi di Gapoktan tersebut terutama terkait dengan risiko produksi dan pendapatan. Data sekunder adalah data yang dipakai untuk menunjang data primer. Data sekunder diperoleh dari penelusuran melalui studi literatur, seperti jurnal, data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan bahan pustaka lainnya.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini disesuaikan dengan subjek yang akan dijadikan sumber informasi. Terdapat beberapa bentuk teknik pengumpulan data, yaitu :
1. Wawancara dan diskusi. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data secara langsung sesuai dengan kondisi kebenaran di lapangan. Teknik ini dilakukan terhadap para petani yang tergabung dalam kelompoktani Pondok Menteng dan Tani Jaya pada Gapoktan Rukun Tani
2. Observasi di lahan petani untuk melihat secara langsung mengenai kegiatan produksi sayuran.
Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive yaitu dengan memilih secara sengaja petani yang dijadikan sebagai responden. Petani yang
dipilih sebagai responden tanpa melalui proses random atau acak dan tanpa melihat daftar petani yang tergabung di Gapoktan Rukun Tani. Petani yang ditemukan datang membawa hasil panen sayuran ke Gapoktan Rukun Tani secara langsung dijadikan sebagai responden. Petani yang menjadi responden adalah petani yang melakukan kegiatan produksi sayuran terutama untuk jenis komoditi kacang panjang, cabai keriting, buncis, tomat dan sawi. Jumlah petani yang menjadi responden pada penelitian ini adalah 11 orang.
Alat dan Prosedur Analisis Data
Data yang berbentuk angka yang sudah diperoleh diolah menggunakan microsoft office excel 2007. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan melalui pendekatan deskriptif. Analisis dengan pendekatan deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran umum mengenai keadaan umum Gapoktan dan manajemen risiko yang diterapkan oleh Gapoktan Rukun Tani. Sedangkan analisis kuantitatif meliputi analisis risiko yang menganalisis penjualan dan risiko pada kegiatan produksi pada Gapoktan Rukun Tani.
Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis manajemen risiko yang diterapkan Gapoktan Rukun Tani untuk meminimalkan risiko dan ketidakpastian yang dihadapinya. Analisis manajemen risiko produksi yang diterapkan yaitu berdasarkan penilaian pengambilan keputusan di Gapoktan Rukun Tani secara subjektif yang dilakukan untuk melihat apakah manajemen risiko yang diterapkan efektif untuk meminimalkan risiko produksi. Pengelolaan risiko dilakukan dengan mengidentifikasi penyebab-penyebab adanya risiko produksi, kemudian dilakukan pengukuran risiko, menangani risiko dan mengevaluasi risiko pada Gapoktan Rukun Tani.
Analisis Risiko
Analis risiko yang digunakan adalah ukuran untuk menilai penyimpangan. Penyimpangan diartikan sebagai selisih antara target atau harapan perusahaan dengan realita yang diterima. Bentuk-bentuk alat ukur yang digunakan terdiri dari ragam (variance), simpangan baku (standard deviation), dan koefisien variasi (coeficient variation). Namun, ukuran-ukuran simpangan ini juga dibantu oleh alat ukur lainnya yaitu perhitungan peluang dan expected return. Risiko yang dianalisis adalah risiko yang terkait dengan risiko pada kegiatan spesialisasi dan kegiatan diversifikasi. Karena kegiatan spesialisasi dan diversifikasi merupakan dua metode tanam sayuran yang banyak diterapkan oleh petani yang ada di Gapoktan Rukun Tani.
Analisis Risiko Spesialisasi
Analisis risiko dapat dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis risiko kuantitatif untuk risiko spesialisasi memiliki perhitungan yang berbeda dengan risiko diversifikasi. Namun, alat analisis yang digunakan untuk dua konsep tersebut sama yaitu peluang (probability), expected return, ragam (variance), simpangan baku (standard deviation), koefisien variasi (coeficient variation).
1. Peluang (probability)
Peluang adalah kemungkinan terjadinya suatu kejadian atau peristiwa dari serangkaian peristiwa yang mungkin terjadi. Peluang menunjukkan distribusi frekuensi terhadap suatu kejadian. Besar kecilnya nilai peluang suatu kejadian sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan internal dan eksternal. Peluang hanya suatu kemungkinan, nilai dari suatu peluang bukan merupakan nilai mutlak dalam suatu kondisi.
Penentuan peluang diperoleh berdasarkan dari suatu kejadian pada kegiatan budidaya yang dapat diukur dari pengalaman yang telah dialami Gapoktan Rukun Tani dalam menjalankan kegiatan usahataninya. Nilai peluang ini ditentukan dengan melakukan observasi kejadian yang sudah terjadi. Peluang dari masing- masing kegiatan akan diperoleh pada setiap kondisi yaitu tertinggi, normal dan terendah. Pengukuran peluang diperoleh dari frekuensi kejadian setiap kondisi yang dibagi dengan periode waktu selama proses produksi, secara sistematis dapat dituliskan
Peluang (P) =
Keterangan :
F = Banyaknya kejadian setiap kondisi (tertinggi, terendah, normal) T = Periode waktu selama proses produksi
Pij menunjukkan nilai peluang dari suatu kejadian pada masing-masing
kondisi. Peluang dari suatu kejadian pada kegiatan usaha dapat diukur berdasarkan pada pengalaman yang telah dialami pelaku bisnis dalam menjalankan kegiatan usaha. Misalkan saja dalam menjalankan kegiatan produksi, pelaku bisnis mengahadapi produktivitas yang tinggi, rendah dan normal. Hal itu menunjukkan terdapat tiga kejadian yang dihadapi pelaku bisnis dalam menjalankan kegiatan bisnis. Masing-masing kejadian tersebut harus dihitung peluang kejadiannya.
Rumus expected return dituliskan sebagai berikut : N
E (Rj) = Σ Pij . Rij
i=1
Dimana :
E(Rj) = Expected return
Pij = Peluang dari suatu kejadian (i = sayuran tomat, buncis, cabai keriting,
kacang panjang, dann sawi ; j = tertinggi, normal dan terendah)
Rij = Return/nilai penjualan (i = sayuran tomat, buncis, cabai keriting, kacang
panjang, dan sawi; j= tertinggi, normal dan terendah) N = Frekuaensi kejadian
Menurut Elton dan Gruber (1995), terdapat beberapa ukuran risiko diantaranya adalah nilai ragam (variance), standar deviasi (standard deviation), dan koefisien variasi (coefficient variation), dimana ketiga alat analisis ini saling berkaitan satu sama lain.
1. Nilai Varian
Pengukuran varian dari return merupakan penjumlahan selisih kuadrat dari return dengan expected return dikalikan dengan pluang dari setiap kejadian. Untuk memperoleh nilai varian dapat diperoleh rumus varian dari return tersebut yang dapat dituliskan dengan rumus dibawah ini: