Penelitian yang dilakukan berada di Sungai Percut yaitu pada Kecamatan Medan Denai yang dibagi menjadi empat titik lokasi yang berada di Jl. M. Nawi Harahap, Jl. Menteng Raya, Jl. Denai, dan Jl. Pelikan Raya. Sedangkan pengujain parameter (TSS dan Total Coliform) dilakukan di laboratorium di Shafera Enviro Laboratoium yang terletak di Jalan Jamin Ginting, Medan Tuntungan, Kota Medan.
Gambar 3.1 Peta Kecamatan Medan Denai Sumber: BPS Kota Medan, 2018
Gambar 3.2 Lokasi Penelitian dan Aliran Sungai Percut di Kecamatan Medan Denai Sumber: Google Earth, 2018
Keterangan:
= batas kecamatan
= aliran sungai
= titik pengambilan sampel
= arah aliran sungai
Titik lokasi penelitian dimulai dari Titik 1 sampai Titik 4 sepanjang ± 6,5 km. Adapun sketsa titik lokasi penelitian dapat dilihat pada gambar 3.3.
Gambar 3.3 Sketsa Titik Lokasi Penelitian
B
A B
A A
B
A B
1 2 3 4
P
2,12 km
2,35 km 2,03 km
P
1
2
3
4
Keterangan:
= masukan limbah domestik = arah aliran air sungai = titik pengambilan sampel A = sisi kanan sungai
B = sisi kiri sungai = jarak
P = pemukiman
3.2 Prosedur Pelaksanaan
Proses pelaksanaan penelitian ini pada prinsipnya terbagi dalam tiga bagian yaitu pengumpulan data, pengolahan/perhitungan data dan keluaran yang berupa hasil analisis. Langkah-langkah yang diambil dalam prosedur penelitian ini adalah studi literatur, pengumpulan data, wawancara dan analisis laboratorium, analisis data, dan pengolahan data.
Adapun tahapan pada penelitian ini dimulai dari studi literatur, yaitu mencari beberapa jurnal sebagai referensi penelitian sebelumnya dengan topik yang serupa. Kemudian, dari referensi yang ada, diidentifikasi dan dirumuskan masalah yang akan diangkat dan dibahas melalui penelitian yang akan dilaksanakan. Setelah diketahui rumusan masalahnya, maka dilakukan pengumpulan data-data yaitu data sekunder untuk mendukung keberlangsungan penelitian, dan juga data primer yang didapat setelah penelitian dilaksanakan.Kemudian dilakukan wawancara dan uji di laboratorium untuk mendapatkan hasil data primer. Selanjutnya, dilakukan analisis dan pengolahan data sehingga didapatkan hasil dan pembahasan serta kesimpulan dan saran dari penelitian ini.
3.3 Metode Penelitian
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei lapangan dan wawancara. Survei lapangan dilakukan untuk mengetahui kandungan Total Suspended Solid (TSS) dan Total Coliform. Lokasi pengambilan sampel dibagi menjadi empat titik dan dilakukan menggunakan metode grab sampling yang merupakan sampel air sesaat.
Sampel diambil secara langsung dari badan air pada lokasi pengamatan. Sampel ini
lokasi pengambilan sampel ditentukan berdasarkan kondisi lapangan yang dapat mewakili karakteristik keseluruhan lokasi yang ditentukan.
Penentuan jarak antara titik satu ke titik berikutnya dilakukan dengan menggunakan Program Google Earth yang didalamnya terdapat fitur ‘ukur jarak’ untuk mengukur panjang jarak dari daerah yang telah ditentukan.
Data hidrolis sungai seperti luas penampang, kecapatan aliran, dan debit air sungai, diukur menggunakan metode pengukuran langsung. Pengukuran tersebut langsung dilakukan di lokasi penelitian pada masing-masing titik.
Pengujian TSS dan Total Coliform air sungai dilakukan di Shafera Enviro Laboratoium yang terletak di Jalan Jamin Ginting, Medan Tuntungan, Kota Medan. Hasil pengujian tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil dari setiap titik yang ditentukan.
Wawancara dilakukan dengan melakukan dan memberikan kuesioner dengan masyarakat di daerah tersebut. Data hasil wawancara tersebut kemudian diolah dan dianalisis.
3.4 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a) Global Positioning System (GPS) untuk menentukan titik koordinat lokasi penelitian.
b) Botol plastik dan stopwatch untuk mengukur kecepatan aliran sungai.
c) Tongkat, tali pita, dan meteran gulung untuk mengukur kedalaman dan lebar sungai.
d) Kertas label, termometer, pH meter, coolbox untuk keperluan dalam uji parameter, serta peralatan uji parameter TSS dan Total Coliform pada laboratorium
e) Perangkat komputer dan software Microsoft Office.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini berupa sampel air Sungai Percut serta bahan dalam uji parameter TSS dan Total Coliform di laboratorium.
3.5 Diagram Alir Penelitian
Diagram alir penelitian dapat dilihat pada Gambar 3.4.
Gambar 3.4 Diagram Alir Penelitian Mulai
Aliran Sungai Jumlah Penduduk
Kecamatan Medan Denai (2017)
Kualitas Air Sungai Percut
(2017)
3.6 Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara, meliputi kegiatan observasi untuk mendapatkan data-data dari lapangan yang mencakup kegiatan survei awal kondisi sungai yang didasarkan pada pengelolaan lahan, dokumentasi, data dari beberapa instansi terkait, data yang akan dilakukan untuk penelitian, survei lapangan dengan melakukan pengamatan, pengukuran dan pencatatan langsung, dan pengambilan sampel air. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah:
A. Data Primer
1. Data Luas Penampang Sungai
Untuk mendapatkan data luas penampang sungai maka harus diketahui lebar dan kedalaman sungai.
a) Lebar sungai diukur dengan pengukuran sederhana menggunakan tali pita yang ditarik dari sisi kiri ke sisi kanan sungai, kemudian panjang tali tersebut diukur menggunakan meteran gulung.
b) Kedalaman sungai diukur dengan menggunakan tongkat yang dimasukkan ke dalam sungai sampai bagian ujung bawah tongkat menyentuh dasar sungai lalu tongkat tersebut diukur menggunakan meteran, dengan pengulangan pengukuran sebanyak tiga kali yaitu di bagian kiri, tengah, dan kanan sungai.
2. Data Kecepatan Aliran Sungai
Data kecepatan aliran sungai dapat diketahui dengan melakukan pengukuran sederhana, yaitu dengan metode apung menggunakan botol plastik yang diisi sedikit air sehingga dapat tenggelam setengahnya agar tidak mudah terbawa angin. Botol plastik tersebut dijatuhkan sebelum garis start yang ditentukan dan dibiarkan ikut terbawa dengan aliran air sungai sepanjang panjang saluran yang ditentukan, pada penelitian ini yaitu 10 m, dan lamanya dihitung menggunakan stopwatch. Pengukuran ini diulang sebanyak lima kali pengulangan dan kemudian dirata-ratakan.
Data luas penampang dan kecepatan aliran sungai diperlukan untuk mengetahui besar debit aliran sungai. Data debit aliran sungai tersebut akan digunakan dalam perhitungan beban pencemar.
3. Data Kualitas Air Sungai
Data kualitas air sungai diketahui dari pengujian sampel air sungai yang dilakukan secara langsung (in situ) untuk parameter pH, temperatur, dan Dissolved Oxygen (DO) dan di laboratorium untuk parameter Total Suspended Solid dan Total Coliform. Hasil yang didapat kemudian akan dibandingkan dengan baku mutu kelas II PP No. 82 tahun 2001, dan kemudian akan dihitung beban pencemarnya.
4. Data Perilaku Masyarakat
Data perilaku masyarakat diketahui dengan menggunakan kuesioner yang diberikan secara langsung kepada masyarakat yang menjadi sampel. Penentuan sampel pada penelitian ini mengacu pada pendapat Roscoe (1975) dalam Sekaran (2003: 253-254), dimana ia mengusulkan aturan penentuan ukuran sampel harus lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian. Dan Ferdinand (2002:51) menyatakan bahwa, bila ukuran sampel terlalu besar, maka model menjadi sangat sensitif sehingga ukuran yang harus dipenuhi adalah minimum berjumlah 100 (Dimyati, 2012). Sehingga sampel pada penelitian ini adalah berupa 100 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Medan Denai khususnya masyarakat yang tinggal pada kelurahan yang dilewati sungai, yaitu Kelurahan Binjai, Kelurahan Medan Tenggara, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kelurahan Denai, dan Kelurahan Tegal sari Mandala II dan yang dipilih adala yang paling dekat dengan sisi sungai dengan jarak 15-25 m dari sungai.
Kuesioner yang digunakan merupakan kuesioner tertutup yaitu kuesioner yang sudah disediakan jawabannya, sehingga responden tinggal memilih dan menjawab secara langsung (Sugiyono, 2008). Kuesioner tersebut berupa kuesioner berskala Guttman dimana jawaban dari pertanyaan yang diberikan sudah ditentukan berupa “Ya” dan
“Tidak”. Peneliti menggunakan kuesioner berskala Guttman ini dengan harapan jawaban yang didapat berupa jawaban yang tegas dari responden terhadap permasalahan yang diteliti. Tahapan proses pengumpulan data dengan kuesioner adalah:
a) Penyusunan dan pembagian kuesioner secara langsung.
b) Penjelasan mengenai pengisian kuesioner.
c) Data primer didapat dari jawaban reponden.
d) Analisa data.
B. Data Sekunder
1. Data Jumlah Penduduk
Data jumlah penduduk didapat dari Badan Pusat StatistikKota Medan. Jumlah penduduk yang dikumpulkan berupa data jumlah penduduk Kecamatan Medan Denai pada tahun terakhir (2017).
2. Data Kualitas Air Sungai Percut
Data kualitas air Sungai Percut didapat dari Balai Wilayah Sungai Sumatera II. Data ini diperlukan untuk mengetahui kelas air Sungai Percut pada tahun terakhir (2017), sehingga hasil uji kualitas air Sungai Percut yang didapat pada penelitian ini dapat dibandingkan dengan kelas yang telah ditentukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera II tersebut.
3.7 Analisis Data
1. Data Luas Penampang Sungai
Data luas penampang sungai didapat setelah diketahui ukuran lebar dan kedalaman sungai, kemudian dilakukan perhitungan dengan perkalian antara lebar dengan kedalaman sungai yang telah diukur, perhitungan tersebut dilakukan menggunakan Rumus 2.2.
2. Data Kecepatan Aliran Sungai
Data luas penampang sungai didapat setelah diketahui hasil dari waktu yang telah diukur dengan stopwatch, kemudian dilalukan perhitungan dengan pembagian antara panjang saluran dengan waktu rata-rata yang telah diukur, perhitungan dilakukan menggunakan Rumus 2.3 dan 2.4.
3. Data Debit Aliran Sungai
Setelah diketahui data luas penampang sungai dan kecepatan aliran sungai, kemudian dilakukan perhitungan debit air sungai. Data debit air sungai didapat dengan melalukan perhitungan dengan perkalian antara luas penampang dengan kecepatan aliran yang telah diukur, perhitungan dilakukan menggunakan Rumus 2.1.
4. Data Kualitas Air Sungai
Data kualitas air sungai untuk parameter pH diketahui menggunakan pH meter, temperature diketahui dengan termometer, dan Dissolved Oxygen (DO) dilakukan secara langsung (in situ) dengan metode Winkler pada setiap titik yang ditentukan dan dicatat hasilnya. Sedangkan untuk parameter Total Suspended Solid dan Total Coliform pada setiap titik dilakukan pengambilan sampel air dan dimasukkan ke dalam wadah untuk dibawa dan diuji di Shafera Enviro Laboratorium. Untuk penetuan TSS dilakukan dengan prosedur yang sesuai berdasarkan SNI 06-6989.3-2004 dan untuk Total Coliform dilakukan menggunakan metode Most Probable Number (MPN) atau Angka Paling Mungkin (APM).
5. Beban Pencemar
Perhitungan beban pencemar yang dilakukan berupa beban pencemar maksimum (BPM) dan beban pencemaran aktual (BPA). Perhitungan tersebut dapat dilakukan setelah mendapatkan data debit, data kelas air sungai, dan data kualitas air sungai.
Karena beban pencemar maksimum merupakan perkalian antara debit dengan baku mutu parameter sesuai dengan kelas yang ditentukan, sedangkan beban pencemar aktual dihitung dengan perkalian antara data debit sungai dan kualitas air sungai yang diukur.
Setelah didapat hasil uji parameter TSS dan Total Coliform, dianalisis beban pencemar yang meliputi beban pencemar maksimum yang dihitung menggunakan Rumus 2.5 dan beban pencemar aktual yang dihitung menggunakan Rumus 2.6.
6. Data Perilaku Masyarakat
Perilaku masyarakat didapat dari jawaban dari kuesioner yang telah diberikan kepada subjek penelitian. Pertama, data kuesioner dikumpulkan dan diperiksa kembali, kemudian dikelompokkan. Lalu data dihitung menggunakan perangkat komputer dengan software Microsoft Excel, kemudian disusun. Selanjutnya dilakukan tabulasi dari hasil yang telah dihitung, dimana data tersebut disajikan dalam bentuk tabel.
Pembuatan tabel tersebut dilakukan dengan cara tabulasi langsung karena data langsung dipindahkan dari data ke kerangka tabel yang telah disiapkan tanpa proses perantara lainnya. (Singarimbun, 1995).
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN