• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi. Menurut M. Djamal (2015: 107) fenomenologi adalah sebuah aliran pemikiran yang menganggap fenomena (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Pendekatan fenomenologi berusaha menggali makna yang ada di balik gejala melalui tiga tahap reduksi atau penyaringan.

Penelitian ini menggunakan penelitian diskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan objek sesuai dengan apa adanya. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar dan bukan dalam bentuk angka. Oleh karena itu, dalam penelitian ini mendiskripsikan dan menginterpretasikan metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak inklusi di SMP N 7 Salatiga dengan menggunakan pendekatan analisis kualitatif yang pada umumnya menggunakan metode yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi.

Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2002:3), mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menghasilkan data diskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang atau perilaku yang dapat diamati. Data yang berasal dari naskah, wawancara, catatan, lapangan,

11

dokumentasi didiskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan terhadap keadaan atau realitas.

Menurut Sugiyono (2014:9), metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

2. Kehadiran Penelitian

Kehadiran peneliti pada penelitian kualitatif sangatlah penting. Karena peneliti harus melakukan pengamatan sekaligus mengikuti secara pasif kegiatan pembelajaran selama penelitian berlangsung di SMP Negeri 7 Salatiga untuk mendapatkan hasil yang diperlukan untuk menunjang penelitiannya.

3. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di Sekolah SMP Negeri 7 Salatiga yang berada di Jl. Setiaki 15 Dukuh, Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. Adapun alasan pemilihan tempat penelitian di SMP Negeri 7 Salatiga adalah karena di sekolah tersebut merupakan satu-satunya sekolah umum yang menerima anak inklusi di kota Salatiga.

12 4. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Primer

Sumber data primer penelitian ini adalah sumber data yang dapat memberikan data secara langsung oleh peneliti seperti: (1) peristiwa atau kegiatan yang diamati langsung oleh peneliti, (2) keterangan informan tentang dirinya, sikap, dan pandangannya, yang diperoleh melalui wawancara, (3) budaya kelompok masyarakat tertentu yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan. Dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data tentang metode pembelajaran PAI bagi anak inklusi di SMP Negeri 7 Salatiga. Adapun untuk memperoleh data dengan melakukan wawancara yang berkaitan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi an ak inklusi. Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini yaitu: Guru Pendidikan Agama Islam, dan Guru Pendamping Khusus/ Penanggungjawab Inklusi dan anak inklusi.

b. Sekunder

Menurut M. Djamal (2015: 64), sumber data sekunder merupakan sumber yang memberikan data secara tidak langsung yaitu melalui orang atau lewat dokumen seperti: (1) peristiwa atau kegiatan yang diperoleh melalui media massa, (2) keterangan yang diperoleh dari orang lain tentang kedisiplinan seorang guru. Data sekunder juga diperoleh dari sumber-sumber lain selain data data primer.

13

Dalam penelitian ini yang akan dijadikan data sekunder adalah dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan judul penelitian seperti: Visi dan misi SMP Negeri 7 Salatiga, Sejarah SMP Negeri 7 Salatiga, Daftar nama anak inklusi, keadaan guru di SMP Negeri 7 Salatiga, foto kegiatan belajar mengajar dan hal-hal yang berkaitan dengan judul penelitian.

5. Prosedur Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data yang diperlukan, digunakan teknik-teknik berikut:

a. Teknik wawancara

Wawancara merupakan salah satu teknik mendapatkan data dengan mengadakan percakapan secara langsung antara pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dengan pihak yang diwawancarai (interviewer) yang menjawab pertanyaan itu.

Sugiyono (2010:72), menjelaskan bahwa wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan gagasan melalui teknik tanya jawab yang menghasilkan kontruksi makna tentang suatu topik tertentu.

Peneliti dengan metode wawancara ini mendapatkan informasi ataupun data tentang metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak inklusi, faktor pendorong dan penghambat pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak inklusi di SMP Negeri 7 Salatiga. Dalam hal ini

14

peneliti mewawancarai pihak yang terkait yaitu: Guru Pendidikan Agama Islam, Guru Pendamping Khusus/ Penanggungjawab Inklusi, Anak Inklusi.

b. Teknik Observasi

Sugiyono (2014: 145), observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Observasi pada dasarnya merupakan kegiatan untuk mendapatkan informasi melalui indera penglihatan. Karena harus melihat secara langsung, maka peneliti harus terjun langsung ke lapangan. Peneliti melakukan observasi di lingkungan SMP Negeri 7 Salatiga. Hal-hal yang di observasi adalah fasilitas yang ada di sekolah, pelaksanaan pembelajaran PAI juga untuk mengetahui adanya faktor-faktor yang berpengaruh, baik faktor-faktor pendorong maupun faktor-faktor penghambat dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 7 Salatiga.

c. Teknik Dokumentasi

Metode dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan menggunakan dokumen yang ada. Dengan metode ini dapat diperoleh catatan atau arsip yang berhubungan dengan penelitian (Rumidi, 2004:131). Dokumen dapat berupa catatan, buku teks, jurnal, makalah, memo, surat dll. Dokumen pada hakikatnya merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

15

Peneliti dalam metode dokumentasi bertujuan untuk mengumpulkan data dan dokumen dokumen antara lain seperti: Rencana Pembelajaran PAI, data anak inklusi, tenaga pendidik dan kependidikan, data guru pembibing khusus, dan data-data lain.

6. Analisis Data

Analisis data dalam penelitian kualitatif merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh melalui wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sehingga mudah dipahami dan hasil temuannya dapat disampaikan kepada orang lain (Sugiyono, 2010: 88).

Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak peneliti memasuki lapangan, selama di lapangan dan setelah di lapangan. Analisis data bertujuan untuk menyederhanakan data dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan di interpretasi, dalam memberikan interpretasi data yang diperoleh, akan digunakan metode diskriptif kualitatif sehingga digunakan untuk mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran PAI bagi anak inklusi di SMP Negeri 7 Salatiga.

Ada tiga kegiatan analisis data yaitu: a. Reduksi Data

Menurut M. Djamal (2015: 147), dalam pengumpulan data kualitatif, digunakan berbagai macam teknik dan berlangsung secara berulang-ulang sehingga diperoleh data sangat banyak dan komplek. Reduksi data merupakan bentuk analisis untuk mempertajam, memilih, memfokuskan,

16

membuang dan menyusun data ke arah pengambilan kesimpulan. Melalui proses reduksi data, maka data yang relevan disusun dan disistematisasikan kedalam pola dan katagori tertentu, sedangkan data yang tidak terpakai dibuang.

b. Display Data

Display data merupakan proses menyajikan data setelah dilakukan reduksi data, yang paling sering digunakan untuk menyajikan data untuk penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.

c. Verifikasi atau menarik kesimpulan

Merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan sebuah kesimpulan yang dapat diuji kebenarannya berdasarkan penyajian data yang diperoleh dari informan yang menjadi objek penelitian dilapangan.

7. Pengecekan Keabsahan Data

Dalam hal pengecekan keabsahan data penelitian terhadap kriteria keabsahan data yang nantinya akan dirumuskan secara tepat. Setiap data yang diperoleh peneliti tidak selalu benar sesuai dengan realitas yang ada. Oleh karena itu, peneliti harus melakukan pemeriksaan apakah data yang akan diperoleh memiliki keabsahan atau tidak. Teknik pemeriksaannya yaitu dalam penelitian ini harus terdapat adanya kredibilitas yang dibuktikan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, trianggulasi, pengecekan sejawat kecukupan referensi, adanya kriteria kepastian dengan teknik uraian rinci.

17

Untuk menjamin validitas data peneliti menggunakan trianggulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data, dimana pengertian dari trianggulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dengan cara memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data tersebut untuk pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Menurut Sugiyono (2014:274), pada trianggulasi terdapat tiga strategi yaitu:

a) Trianggulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.

b) Trianggulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. misalnya data diperoleh dengan wawancara, kemudian dicek dengan observasi, dokumentasi dan kuesioner.

c) Trianggulasi waktu yaitu data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum punya masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kridebel

Untuk mendapatkan data yang absah dengan trianggulasi , peneliti akan menggunakan strategi yang pertama dan kedua. Pertama trianggulasi sumber

yaitu dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.

Dalam hal ini peneliti menguji keabsahan data tentang metode pembalajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 7 Salatiga, maka

18

pengumpulan data data diperoleh dari Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Guru PAI, dan guru pendamping anak inklusi. Kedua, trianggulasi teknik

yaitu dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Data diperoleh dengan wawancara yaitu dengan mewawancarai Guru PAI, guru pendamping anak inklusi. Kemudian dicek dengan observasi yaitu peneliti melakukan penelitian pada saat proses belajar mengajar didalam kelas. Sedangkan dokumentasi yaitu peneliti mengumpulkan dokumen seperti Rencana pembelajaran PAI, data anak inklusi dan data-data lainnya.

8. Tahap-tahap penelitian

a. Tahap pra lapangan (mengkaji buku-buku yang berkaitan dengan metode pembelajaran PAI bagi anak inklusi, menyusun rencana penelitian,memilih lapangan penelitian, mengurus perijinan, melakukan survey keadaan lapangan, memilih dan memanfaatkan informasi, menyiapkan kelengkapan penelitian, memperhatikan etika penelitian) b. Tahap Pekerjaan Lapangan (memahami latar penelitian, memasuki

lapangan, berperan serta sambil mengumpulkan data)

c. Tahap Analisis Data (meyusun data yang masih tercampur seperti hasil pengamatan, wawancara, dokumen, gambar, foto, dll). Menemukan tema dan merumuskan hipotesis, ketika analisis data dilakukan secara intensif peneliti perlu mendalam dan memperkaya tema dan hipotesis dengan berbagai data yang terkumpul. Menganalisis berdasarkan hipotesis,

19

peneliti melakukan analisis dengan mencari dan menemukan apakah hipotesis itu didukung oleh data. Dari analisis ini bisa terjadi peniliti akan mengubah atau menggabungkan beberapa hipotesis sesuai data yang diperoleh.