• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab IV: Analisis Data Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

A. Pendidikan Agama Islam

1. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Menurut Amien Hedari (2014:2), Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan ketrampilan serta membentuk sikap, dan kepribadian peserta didik dalam mengamalkan ajaran Islam. Pendidikan Agama islam ditujukan untuk dapat menyerasikan, menyelaraskan, dan mengimbangkan antara Iman, Islam dan Ihsan yang diwujudkan dalam hubungan manusia dengan Allah Swt, hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan lingkungan alam.

Menurut Muhaimin (2002:75), Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa, dalam menyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan dengan memperhatikan tuntunan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan agar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.

Pendidikan sangatlah erat hubungannya dengan segala aspek kehidupan jasmani maupun rohani baik didunia maupun diakhirat yang berlandaskan pada al-qur’an dan hadits. Adapun dalam al qura’an Allah berfirman yang

22

menjelaskan tentang landasan pendidikan agama adalah Q.S an-nahl ayat 125 yaitu:

ُا

ۖ ِةَنَسَحْلا ِةَظِع ْوَمْلا َو ِةَمْك ِحْلاِب َكِِّب َر ِليِبَس ٰىَلِإ ُعْد

ْنَمِب ُمَلْعَأ َوُه َكَّب َر َّنِإ ۚ ُنَسْحَأ َيِه يِتَّلاِب ْمُهْلِداَج َو

ۖ ِهِليِبَس ْنَع َّلَض

َنيِدَتْهُمْلاِب ُمَلْعَأ َوُه َو

Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan

pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Depag RI, 1898:42)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa syariat islam dianjurkan untuk menuntut ilmu dijalan Allah dengan cara yang baik guna memperoleh landasan kehidupan yang baik di dunia maupun di akhirat. Bentuk menuntut ilmu yang dianjurkan dalam syariat tersebut diantaranya mempelajari Pendidikan Agama Islam.

Sedangkan menurut Yusuf (1986:35), mengartikan Pendidikan Agama Islam sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar yang dilakukan oleh pedidik untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran agama islam melalui kegiatan bimbingan,

23

pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam

Suatu tujuan ialah suatu yang diharapkan agar tercapainya usaha atau kegiatan. Maka pendidikan merupakan suatu usaha dan kegiatan yang berproses melalui tahap-tahap dan tingkatan-tingkatan, tujuannya yaitu bertahap dan bertingkat.

Secara umum, tujuan pendidikan Islam menurut Daradjat (1996: 30), terbagi menjadi:

a. Tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran atau cara lain. Tujuan ini meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap, tingkah laku, kebiasaan, dan pandangan. Bentuk insan kamil dengan pola takwa harus dapat tergambar pada pribadi seseorang yang sudah dididik, walaupun dalam ukuran kecil dan mutu yang rendah sesuai dengan tingkat-tingkat tersebut. b. Tujuan akhir adalah berlangsung selama hidup, maka tujuan akhirnya

terdapat pada waktu hidup di dunia ini telah berakhir pula. Pendidikan islam itu berlaku selama hidup untuk menumbuhkan, memupuk, mengembangkan, memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai. Tujuan akhir pendidikan dipahami dalam firman Allah

24

َّلاِإ َّنُتوُمَت َلا َو ِهِتاَقُت َّقَح َ َّاللَّ اوُقَّتا اوُنَمآ َنيِذَّلا اَهُّيَأ اَي

َنوُمِلْسُم ْمُتْنَأ َو

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah

sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

c. Tujuan sementara adalah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal

.

d. Tujuan operasional adalah tujuan praktis yang akan dicapai dengaan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. Suatu unit kegiatan pendidikan dengan bahan-bahan yang sudah dipersiapkan dan diperkirakan akan mencapai tujuan tertentu.

Pendidikan agama Islam mempunyai fungsi berbeda dengan subyek pelajaran yang lain. Secara umum menurut Abdul Majid (2004:136), mengemukakan bahwa kurikulum pendidikan agama Islam untuk sekolah/madrasah berfungsi sebagai berikut :

a. Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga.

b. Penanaman nilai, sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

25

c. Penyesuaian mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan-nya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.

d. Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.

e. Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.

f. Pengajaran, tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nir-nyata), sistem dan fungsionalnya.

g. Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain

3. Ruang Lingkup Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara lain: hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya (Ramayulis, 2008:22-23).

26

Menurut Chabib Toha dan Abdul Mu’thi (1998:60), Pembahasan yang diberikan dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Islam yang dimaksud ialah bahan pelajaran atau bahan ajar pendidikan agama Islam, yang berisikan unsur-unsur pokok yang essensial dalam agama Islam sebagai acuan terhadap tujuan pendidikan yang diharapkan. Unsur-unsur pokok ini merupakan kajian yang harus ditempuh oleh setiap muslim dalam kehidupannya guna pencapaian kedekatan kepada Allah SWT.

Kedekatan tersebut memiliki kondisi yang lebih baik dari sebelumnya, yang terdiri dari hal ihwal yang berkaitan langsung dengan ajaran agama Islam. Bahan disebut juga dengan materi, yaitu sesuatu yang diberikan kepada siswa saat berlangsungnya kegitan belajar mengajar guna pencapaian tujuan pembelajaran. Adapun ruang lingkup bahan pelajaran Pendidikan Agama Islam meliputi tujuh unsur pokok yaitu : Al-Qur'an- Hadis, keimanan, syariat, ibadah, muamalah, akhlak, dan tarikh.

4. Komponen Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam a. Perencanaan pembelajaran

Perencanaan pembelajaran adalah suatu proses pembuatan rencana, model, pola, bentuk, konstruksi, yang melibatkan guru, peserta didik, serta fasilitas lain yang dibutuhkan, yang tersusun secara sistematis agar terjadi proses pembelajaran yang efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan (Chamsijiatin dkk, 2008:4)

27 b. Pelaksanaan pembelajaran

Menurut Hamdani (2011: 203), rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan hal-hal yang akan dilakukan dalam pembelajaran. Oleh karena itu rencana pelaksanaan pembelajaran perlu dikembangkan untuk mengordinasikan komponen-komponen pembelajaran.

c. Evaluasi pembelajaran

Menurut Nizar (2002: 78), evaluasi diterapkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan seorang pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran menemukan kelemahan-kelemahan baik yang berkaitan dengan materi, media, ataupun sarana.

B. Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam