BAB III METODOLOGI PENELITIAN
III.2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan survei. Pendekatan survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah dari sampel yang diambil dari populasi sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distributive dan hubungan-hubungan antar variabel yang bersifat sosiologis maupun psikologis. Penelitian survei dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual dari suatu kelompok yang diteliti. Penelitian survei ini juga berupaya untuk mengetahui dan mengenal masalah-masalah serta mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktek-praktek yang sedang berlangsung.
III.2.2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif adalah metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, sehingga metode ini membutuhkan akumulasi data dasar. Metode ini bukan saja digunakan untuk memberikan gambaran terhadap fenomena-fenomena, tetapi juga menerangkan hubungan, menguji hipotesa-hipotesa, membuat prediksi serta mendapatkan makna dan implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan.
II.2.3. Sifat Penelitian
Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini bersifat deskriptif explanatory yang bertujuan untuk memperjelas kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara variabel dengan variabel yang lain.
III.3. Populasi dan Sampel
Menurut Sugiono (2005) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Karena tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai Kanreg VI BKN Medan, maka populasi dalam penelitian ini dibatasi pada mereka yang berstatus Pegawai Negeri Sipil dan bekerja pada kantor tersebut, baik yang menduduki jabatan struktural maupun yang menduduki jabatan fungsional. Dengan demikian populasi penelitian adalah Pegawai Negeri Sipil Kanreg VI BKN Medan yang sampai dengan Agustus 2010 berjumlah 130 orang.
Sugiono (2005) menyatakan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Semakin kecil jumlah sampel yang diperlukan akan semakin besar tingkat kesalahannya. Sebaliknya semakin besar sampel yang digunakan akan semakin kecil tingkat kesalahannya.
Umar (2008) menyatakan untuk menentukan minimal sampel yang dibutuhkan jika ukuran populasi diketahui, dapat digunakan rumus Slovin seperti berikut:
Di mana:
n = jumlah sampel N = jumlah populasi
e = persen ketidaktelitian dalam pengambilan sampel
Dengan mengambil persen ketidaktelitian sebesar 10% maka jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebesar 57 orang.
n = N 1 + N e2 130 1+ 130. (0.1)2 n = n = 57
Tabel III.1. Jumlah Populasi dan Sampel
Bagian/Bidang Populasi Sampel
1. Bagian Umum 2. Bidang Pensiun 3. Bidang Mutasi 4. Bidang Inka 5. Bidang Bimtek 46 21 15 34 13 20 10 6 15 6 Jumlah 130 57
Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (data diolah)
III.4. Jenis dan Sumber Data
Data penelitian ini terdiri dari dua sumber, yakni data primer dan data sekunder.
1. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada responden yang telah ditetapkan.
2. Data sekunder diperoleh melalui dokumen dan statistik, berupa dokumen resmi yang terdapat pada instansi pemerintah, baik berupa peraturan perundang-undangan maupun berupa data statistik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
III.5. Teknik Mengumpulkan Data
Data primer diambil melalui kuisioner. Pada kuisioner digunakan skala likert yang diberi pilihan jawaban berkisar antara sangat setuju (SS), setuju (S), kurang setuju (KS), tidak setuju (TS), sangat tidak setuju (STS). Dalam hal ini pegawai
Negeri Sipil Kanreg VI BKN Medan dapat memilih jawaban sesuai dengan kondisi objektif menurut persepsinya.
Nilai persepsi Pegawai Negeri Sipil Kanreg VI BKN Medan ini diukur dengan memberikan nilai jawaban terhadap lima alternatif jawaban yang bergerak dari poin 5, 4, 3, 2, dan 1. Butir pernyataan pada angket adalah butir pernyataan positif dan negatif. Nilai untuk butir positif adalah 5 untuk jawaban sangat setuju (SS), 4 untuk jawaban setuju (S), 3 untuk jawaban kurang setuju (KS), 2 untuk jawaban tidak setuju (TS), dan 1 untuk jawaban sangat tidak setuju (STS). Sebaliknya untuk butir negatip adakah 1 untuk jawaban sangat setuju (SS), 2 untuk jawaban setuju (S), 3 untuk jawaban kurang setuju (KS), 4 untuk jawaban tidak setuju (TS), dan 5 untuk jawaban sangat tidak setuju (STS).
Sedangkan data sekunder diperoleh melalui teknik checklist (membuat catatan-catatan) dari sejumlah data yang dibutuhkan dalam rangka mendukung objektivitas dan keakuratan penelitian ini.
III.6. Identifikasi dan Defenisi Operasional Variabel III.6.1. Identifikasi dan Definisi Variabel Hipótesis Pertama
Pada hipotesis pertama, variabel-variabel yang digunakan sebagai berikut: a. Variabel Terikat (Dependent Variable) dengan simbol Y, yaitu Kinerja
b. Variabel Bebas (Independent Variable) dengan simbol X, yaitu terdiri dari Kecerdasan Emosional dan Motivasi Kerja Pegawai pada Kantor Regional VI BKN.
Definisi operasional dalam pengujian hipotesis pertama sebagai berikut: 1. Kecerdasan Emosional (X1)
Kecerdasan emosional adalah, kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan dengan tepat, termasuk untuk memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, serta membina hubungan dengan orang lain. Indikator (1) memahami perasaan orang lain, (2) mengelola konflik, dan (3) tenang dalam menghadapi permasalahan.
2. Motivasi Kerja (X2)
Motivasi kerja adalah dorongan kerja yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar pegawai mau bekerjasama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Indikator (1) dorongan untuk berprestasi, (2) inisiatif, dan (3) optimisme.
3. Kinerja Pegawai (Y1)
Penampilan kerja atau unjuk kerja individu sesuai dengan tanggung jawabnya dalam mencapai tujuan organisasi. Indikator (1) kualitas kerja, (2) pengetahuan tentang pekerjaan, dan (3) kuantitas kerja.
Variabel-variabel yang telah dioperasionalisasikan dalam penelitian ini terdapat pada Tabel III.2 berikut:
Tabel III.2. Definisi Operasional Variabel Hipotesis Pertama
No Variabel Definisi Indikator Pengukuran
1. KECERDASAN EMOSIONAL
(X1)
Kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan dengan tepat, termasuk untuk memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, serta membina hubungan dengan orang lain.
1. Mampu memahami perasaan orang lain 2. Mampu mengelola konflik 3. Tenang menghadapi permasalahan Skala Likert 2. MOTIVASI KERJA (X2)
Pemberian sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.
1.Dorongan untuk berprestasi, 2. Memiliki Inisiatif 3. Optimisme Skala Likert 3. KINERJA PEGAWAI (Y)
Unjuk kerja individu sesuai dengan tanggung jawabnya dalam mencapai tujuan organisasi. 1. Kualitas Kerja, 2. Pengetahuan tentang Pekerjaan, 3. Kuantitas Kerja, Skala Likert
III.6.2. Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel Hipotesis Kedua
Pada hipotesis kedua variabel-variabel yang digunakan adalah sebagai berikut: a. Variabel Terikat (Dependent Variable) dengan simbol Y, yaitu Kecerdasan
Emosional Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Regional VI BKN.
b. Variabel Bebas (Independent Variable) dengan simbol X, yaitu terdiri dari Kesadaran Diri, Pengendalian Diri, dan Empati Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Regional VI BKN.
Definisi operasional dalam pengujian hipotesis kedua sebagai berikut: 1. Kesadaran Diri (X1)
Kesadaran diri adalah kemampuan seorang pegawai untuk memahami perasaan sendiri, berpendapat positif terhadap orang lain, kemampuan diri, serta percaya pada diri sendiri.
2. Pengaturan Diri (X2)
Pengaturan diri adalah kemampuan seorang pegawai untuk tetap tenang dalam menghadapi permasalahan, keterbukaan, dan berpikiran jernih, dengan segala daya upayanya untuk mencapai tujuan.
3. Empati (X3)
Empati merupakan kemampuan seorang pegawai untuk memahami orang lain dengan cara mendengarkan secara baik, responsif, memahami perasaan orang lain, dan mendorong memperbaiki kinerja.
4. Kecerdasan Emosional (Y)
Kecerdasan emosional adalah, kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan dengan tepat, termasuk untuk memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, serta membina hubungan dengan orang lain. Indikator (1) memahami perasaan orang lain, (2) mengelola konflik, dan (3) tenang dalam menghadapi permasalahan.
Variabel-variabel yang telah dioperasionalisasikan dalam penelitian ini terdapat pada Tabel III.3 berikut:
Tabel III.3. Definisi Operasional Variabel Hipotesis Kedua
No Variabel Definisi Indikator Pengukuran
1. KESADARAN DIRI (X1)
Kemampuan seorang pegawai untuk memahami perasaan sendiri, berpendapat positif terhadap orang lain, kemampuan diri, serta percaya pada diri sendiri.
1. Merasakan senang atau sedih 2. Berprasangka baik
3. Yakin dapat melaksanakan tugas dengan baik
Skala Likert
2. PENGATURAN DIRI (X2)
Kemampuan seorang pegawai untuk tetap tenang dalam menghadapi permasalahan, keterbukaan, dan berpikiran jernih dengan segala daya upayanya untuk mencapai tujuan.
1. Tenang dalam menghadapi masalah 2. Transparansi 3. Berpikir jernih Skala Likert 3. EMPATI (X3)
Kemampuan seorang pegawai untuk memahami orang lain dengan cara mendengarkan secara baik, responsif, memahami perasaan orang lain, dan mendorong memperbaiki kinerja.
1. Mendengarkan dengan baik 2. Responsif
3. Memahami perasaan orang lain 4. Dorongan memperbaiki kinerja Skala Likert 4. KECERDASAN EMOSIONAL (Y)
Kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan dengan tepat, termasuk untuk memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, serta membina hubungan dengan orang lain.
1. Mampu memahami perasaan orang lain 2. Mampu mengelola konflik 3. Tenang menghadapi
permasalahan
Skala Likert
III.7. Pengujian Validitas dan Reliabilitas