METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Metode Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk dapat menggambarkan secara mendalam, berdasarkan dukungan fakta dan informasi yang ada mengenai strategi PT. Krakatau Posco melalui aktifitas Corporate Social Responsibility (CSR) dalam membangun
community relations di Masyarakat Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon. Untuk mendapatkan gambaran yang utuh, segala peristiwa perlu dilihat secara kontekstual. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti juga lebih menggunakan paradigma post positivisme yang berlawanan dengan positivisme dimana penelitian ini menggunakan cara berpikir yang subjektif. Kebenaran subjektif dan tergantung pada konteks value, kultur, tradisi, kebiasaan, dan keyakinan. Natural dan lebih manusiawi. Post positivisme merupakan pemikiran yang menggugat asumsi dan kebenaran positivisme.
Menurut pandangan post-positivisme, kebenaran tidak hanya satu tetapi lebih kompleks, sehingga tidak dapat diikat oleh satu teori tertentu saja. “Karakteristik
utama paradigma postpositivisme adalah pencarian makna di balik data”1.
Oleh karena itu, model penelitian yang digunakan mengesampingkan paradigma positivis. Metode kualitatif terkenal dengan pasangannya dalam paradigma post positivisme, sedangkan paradigma positivis lebih dikenal dengan pendekatan kuantitatif. Alasan memakai pendekatan ini adalah :
1
1. Tidak semua penelitian kualitatif merupakan penelitian non-positivisik
yang ideographic. Sebagai contoh, proposi tentang hubungan antara kapitalise dan demokasi yang ditemukan berger
2. Tidak semua penelitian kualitatif menggunakan kriteria non – postivisik seperti authenticity, reflexivity dsb. Kepustakaan yang ada cukup banyak menyajikan metode – metode pengkajian validitas dan rehabilitas penelitian kualitatif dengan metode pengkajian serta prosedur kualitatif. 3. Tidak benar bahwa penelitian kualitatif bersifat eksploratif, menggunakan
pendekatan induktif.cukup banyak analisis ataupun penelitian kualitatif yang menerapkan deduktif .proposisi umum hubungan kausal antara capitalism dan demikasi yang dikemukakan berger ( 1987 )banyak digunakan oleh penelitian lain sebagai teori awal untuk kemudian diturunkan melalui proses deduktif.
Postpostivisme sependapat dengan aliran positivisme bahwa realitas itu memang nyata, ada sesuai hukum alam. Tetapi disisi lain, postpositivisme berpendapat bahwa manusia tidak mungkin mendapatkan kebenaran dari realitas apabila peneliti membuat jarak dengan realitas atau tidak terlibat langsung dengan realitas. Hubungan antara peneliti dengan realitas harus bersifat interaktif , untuk itu perlu menggunakan prinsip triangulasi, yaitu penggunaan bermacam – macam metode, sumber, data, dan lain – lain. Menurut Karl R. Popper, Thomas Kuhn, ada tiga perbedaan dasar yang akan memberikan gambaran tentang posisi aliran postpositivisme dalam kancah paradigma ilmu pengetahuan.
No ASUMSI POSITIVISME POSTPOSITIVISME
1 Ontology Bersifat nyata, artinya realita itu mempunyai keberadaan sendiri dan diatur oleh hukum–
Realis kritis, artinya realita itu memang ada, tetapi tidak akan pernah dipahami sepenuhnya.
hukum alam dan
mekanisme yang bersifat tetap
2 Epistemologi Dualis/objektif, adalah mungkin esensial bagi peneliti untuk mengambil jarak dan bersikap tidak melakukan interaksi dengan objek yang diteliti. Nilai, faktor bias dan
faktor yang mempengaruhi lainnya secara otomatis tidak mempengaruhi hasil studi Objektivis modifikasi, artinya objektivitas tetap merupakan merupakan peraturan ( regulator) yang ideal, namun objektivitas hanya dapat diperkirakan dengan eksternal, seperti tradisi dan komunitas yang kritis
3 Metodologi Bersifat eksperimental/ manipulative : pertanyaan –pertanyaan dan/atau hipotesis–hipotesis dinyatakan dalam bentuk proposisi sebelum
penelitian diajukan dan diuji secara empiris
Bersifat eksperimental dimodifikasi,
maksudnya menekan sifat ganda yang kritis. Memperbaiki
keseimbangan dengan melakukan penelitian dalam latar alamiah.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dengan metode deskriptif peneliti akan mencoba memberi gambaran keadaan subjek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang ada. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Melalui penggunaan metode penelitian deskriptif akan didaptkan penggambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta, sifat serta hubungan antar fenomena yang ada.2
Motode deskriptif mengacu pada observasi dan suasana alamiah.Peneliti terjun langsung ke lapangan, bertindak sebagai pengamat.Peneliti membuat katagori prilaku, mengamati gejala, dan mencatat dalam buku observasi, serta peneliti tidak berusaha untuk memanipulasi variabel.3 Deskriptif yaitu memberi gambaran yang menyeluruh dan jelas terhadap situasi sosial yang di teliti, komparatif berbagai peristiwa dari situasi sosial yang lain atau dari waktu yang lain atau dapat menemukan pola-pola hubungan antara teori dengan aspek lain, dan dapat menemukan hipotesis dan teori. Menurut nawawi penelitian deskriptif diartikan
sebagai “prosedur/cara memecahkan masalah penelitian dengan memaparkan keadaan obyek yang diselidiki (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain) sebagaimana
adanya berdasarkan fakta factual yang ada sekarang”4.
Istilah pendekatan, paradigma dan perspektif adalah sama. Becker (Mulyana, 2001:5) mendefinisikan perspektif sebagai “seperangkat gagasan yang melukiskan karakter situasi yang memungkinkan pengambilan tindakan”; “suatu spesifikasi jenis
-jenis tindakan yang secara layak dan masuk akal dilakukan orang”; “standar nilai yang memungkinkan orang dapat dinilai”. Sedangkan Wimmer & Dominick (2000:102) menyebut pendekatan dengan paradigma, yaitu seperangkat teori,
2
Nazir, Mohammad. 1988.Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. H al 63. 3
Ardianto, Elvinaro.Metodologi Penelitian untuk Public Relations, Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Simbiosa Rekatama Media . 2010. Hal 60.
4
Fuad, Anis. Sapto Nugroho, Kandung. 2014.Panduan Praktis Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Graha Ilmu. Hal 54.
prosedur dan asumsi yang diyakini tentang bagaimana peneliti melihat dunia. Istilah lain dari perspektif adalah pendekatan. Ada dua sifat perspektif atau pendekatan, yaitu bersifat membatasi pandangan kita dan selektif.Artinya, perilaku orang ditentukan oleh perspektifnya tentang realitas.5 Dari uraian tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa istilah pendekatan, paradigma dan perspektif adalah sama. Selanjutnya peneliti akan menggunakan istilah pendekatan.
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah6.
Menurut Sugiyono, bila dilihat dari level of explanation penelitian kualitatif bisa menghasilkan informasi yang deskriptif yaitu memberikan gambaran yang menyeluruh dan jelas terhadap situasi sosial yang diteliti.7 Penelitian ini untuk menggambarkan realitas yang sedang terjadi tanpa menjelaskan hubungan antarvariabel, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.
Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini, peneliti mengharapkan hasil penelitian mampu menghasilkan suatu uraian mendalam tentang interpretasi subjek penelitian berupa ucapan, tulisan dan tindakan yang dapat diamati secara utuh, komprehensip dan holistik dari subjek penelitian, dalam hal ini adalah PT. Krakatau Posco yang berada di Kota Cilegon.
5
Kriantono, rahmat, cet. VI 2012,Teknik Praktis Riset Komunikasi,Jakarta: Kencana Perdana Media Group. Hal 48
6
Lexy J. Moleong. 2006.Metodologi Penelitian Kualitatif: Edisi Revisi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Hal 6
7