• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen Kajian Terhadap Sajian Informasi Media M (Halaman 38-40)

METODOLOGI PENELITIAN

III.1. METODE PENELITIAN

Ada pun dalam penelitian ini, AKUMASSA menggunakan metode campuran (mixed method). Secara sederhana, metode campuran, oleh Johson, Onwuegbuzie, dan Turner (2007), diartikan sebagai berikut:

Mixed methods research is a research design where researchers incorporate components of quantitative and qualitative research to achieve a comprehensive understanding of evidence together with human experience (Johnson, Onwuegbuzie, & Turner, 2007).105

Metode campuran ialah sebuah rancangan penelitian dimana peneliti menggabungkan komponen penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk mencapai pemahaman menyeluruh terhadap bukti bersamaan dengan pengalaman manusia. Pengertian ini sejajar dengan yang dijelaskan oleh Creswell (2006), yakni sebagai berikut:

Mixed methods research is a research design with philosophical assumptions as well as methods of inquiry. As a methodology, it involves philosophical assumptions that guide the direction of the collection and analysis of data and 105. Lihat Michele Whitney. “Mixed Method Research in Social Science”. Suite101.com. 7 September 2010. [Diakses dari http://suite101.com/article/mixed-methods-research-in-the-social-sciences-a283411, tanggal 18 November 2012].

the mixture of qualitative and quantitative approaches in many phases in the research process. As a method, it focuses on collecting, analyzing, and mixing both quantitative and qualitative data in a single study or series of studies. Its central premise is that the use of quantitative and qualitative approaches in combination provides a better understanding of research problems than either approach alone.106

Creswell menyebutkan bahwa penelitian yang menggunakan metode campuran ialah sebuah rancangan penelitian dengan asumsi ilosois serta metode-metode penyelidikan. Sebagai sebuah metodologi, ia melibatkan asumsi ilosois yang memandu arah pengumpulan dan analisis data melalui campuran dari pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam berbagai tahapan proses penelitiannya. Sebagai sebuah metode, ia berfokus pada pengumpulan, analisis, dan pencampuran kedua data kuantitatif dan kualitatif, baik dalam sebuah penelitian tunggal maupun serangkaian penelitian. Premis utamanya adalah penggunaan kombinasi dari pendekatan kuantitatif dan kualitatif memberikan pemahaman yang lebih baik dari masalah penelitian daripada menggunakan salah satu pendekatan saja.

Merujuk pada proses penelitian yang telah dilakukan AKUMASSA dalam Program Pemantauan Media Berbasis Komunitas Rekam Media, terdapat dua jenis data dalam penelitian ini: data kuantitatif dan data kualitatif.

Creswell (2006) menjelaskan bahwa dalam penelitian yang menggunakan metode campuran, data kuantitatif mencakup ‘informasi tertutup’ (closed-ended information) seperti yang ditemukan pada informasi tentang sikap (attitude), perilaku (behavior) dan instrument kinerja (performance instrument). Terkadang juga, data kuantitatif didapat dari dokumen-dokumen seperti data sensus atau catatan kehadiran. Analisis yang dilakukan ialah berupa telaah statistik untuk menakar nilai dari data yang telah dikumpulkan. Sebaliknya, data kualitatif mencakup informasi terbuka (open-ended information) yang dikumpulkan melalui wawancara. Data kualitatif juga dapat berasal dari pengamatan terhadap subjek atau situs penelitian, dari pengumpulan dokumen sebagai sumber data, atau dari bahan audiovisual. Analisis data kualitatif dilakukan dengan menggabungkan (aggregating) kata-kata atau gambar (image) ke dalam kategori informasi dan menyajikan keragaman ide-ide yang dikumpulkan selama proses pengumpulan data.107

106. Lihat Creswell. (2006). Chapter I Understanding Mixed Methods Research. Hlm. 5 [Diakses dari

http://www.sagepub.com/upm-data/10981_Chapter_1.pdf, tanggal 18 November 2012]. 107. Creswell. Ibid., hlm. 6

Dalam penelitian yang dilakukan AKUMASSA, data yang termasuk dalam kategori data kuantitatif ialah jumlah hitungan dari masing-masing isu (good governance, Hak Asasi Manusia, perempuan dan/atau anak, kriminalitas, dan lingkungan hidup) dalam artikel berita di setiap terbitan harian surat kabar cetak. Hitungan jumlah isu yang muncul dalam surat kabar ini direkapitulasi ke dalam bentuk tabel dengan menunjukkan frekuensi isu yang muncul dalam sehari.

Sedangkan data kualitatif dalam penelitian ini, yang menjadi data pelengkap, terdiri dari dua jenis, yakni data laporan (dokumen) mingguan yang ditulis sebagai rangkuman dari kegiatan survei frekuensi isu (dalam bentuk narasi sebanyak lebih kurang tiga ratus kata); dan hasil wawancara dengan narasumber penelitian.

III.1.1. Tujuan Metode Penelitian

Rauscher dan Greenield (2009) menjelaskan bahwa metode campuran membuka kemungkinan bagi peneliti untuk mengungkap hal-hal yang lebih mendalam tentang masalah yang sedang diteliti.108 Lebih jauh, Johnson, Onwuegbuzie dan

Turner (2007) mengajukan tiga alasan yang mendasari pentingnya bagi peneliti untuk memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam satu strategi metode campuran109, yakni sebagai berikut:

1. Metode campuran memberikan peneliti peluang untuk mendukung sebuah hipotesis atau teori dengan bukti dari metode kuantitatif dan kualitatif.

2. Menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif melalui metode campuran dapat menghasilkan sebuah analisis data yang lebih produktif.

3. Menggunakan metode campuran memungkinkan cara-cara baru untuk berpikir yang terwujud dari dua jenis data yang berbeda. Creswell (2006) juga memberikan beberapa alasan mengapa penilitian metode campuran menjadi penting110, yakni sebagai berikut:

108. Michele Whitney. Op cit.

109. Ketiga poin (alasan) tersebut dikutip dari Michele Whitney. Op cit. 110. Creswell. Op cit., hlm. 9-10

1. Metode campuran memberikan kekuatan yang mengimbangi kelemahan penelitian kuantitatif dan kualitatif.

2. Metode campuran memberikan bukti yang lebih komprehensif untuk mempelajari masalah penelitian, baik dari penelitian kuantitatif maupun kualitatif saja.

3. Metode campuran membantu peneliti menjawab pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh pendekatan kualitatif atau kuantitatif saja. 4. Metode campuran mendorong peneliti untuk berkolaborasi dalam

hubungan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif.

5. Metode campuran mendorong penggunaan pandangan atau paradigma ganda ketimbang asosiasi yang khas dari paradigma tertentu.

6. Metode campuran itu “praktis”, dalam arti bahwa peneliti bebas untuk menggunakan semua metode yang mungkin untuk mengatasi masalah penelitian.

Berangkat dari dua argumentasi di atas, tujuan dari AKUMASSA menggunakan metode campuran (menggabungkan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif) dalam penelitian ini ialah untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh dan seksama terhadap masalah yang ingin dikaji.

Dalam dokumen Kajian Terhadap Sajian Informasi Media M (Halaman 38-40)