3.1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian tugas akhir ini dilakukan di UPN “Veteran” Jawa Timur. Sedangkan penelitian ini direncanakan dilaksanakan pada bulan Agustus 2013 sampai dengan data yang diperlukan memenuhi.
3.2. Identifikasi Dan Definisi Operasional Variabel 3.2.1 Identifikasi Variabel
Metode menguji hipotesa studi ini, harus diidentifikasikan variabel– variabel apa saja yang akan dilibatkan dalam studi ini. Ditinjau dari kepentingan studi ini, variabel sebagai segala sesuatu yang menjadi obyek pengamatan atau merupakan faktor – faktor yang mempunyai peranan dalam gejala atau peristiwa yang diamati.
Variabel merupakan suatu atribut yang memiliki variasi nilai (Kerlinger, 2000). Variabel studi ini diklasifikasikan sesuai dengan hipotesis yang telah dirumuskan. Gambaran lengkap tentang identifikasi variabel studi disajikan pada gambar kerangka operasional kondisi perusahaan serta Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Identifikasi Variabel Variabel Bebas / Eksogen Variabel Antara Intervening Indikator Terikat / Endogen Beban Kinerja Dosen -
Bidang Pendidikan Penilaian Kinerja Dosen - Bidang Penelitian Penilaian Kinerja Dosen
Bidang Pengabdian Masyarakat
Penilaian Kinerja Dosen - Bidang Penunjang Penilaian Kinerja Dosen Standard Kerja
Dosen
- Bidang Pendidikan & Penelitian
Penilaian Kinerja Dosen - Bidang Pengabdian
Kepada Masyarakat
Penilaian Kinerja Dosen - Penunjang Penilaian Kinerja Dosen Penilaian Kinerja
Dosen
-
Sesuai Standard Pengembangan Karier - Tidak Sesuai Standard Pengembangan Karier Pengembangan Karier - Dapat Sertifikasi - Peningkatan Jabatan Fungsional Pendidikan Lanjut -
Sumber : Kerangka Konsep Operasional Penelitian, diolah.
3.2.2 Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau konstruk dengan cara memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel atau konstruk tersebut (Nasir, 2000). Dalam pengumpulan data, data dilihat dulu distribusinya, kalau distribusinya tidak normal maka data diolah menggunakan metode statistik non parametrik. Data yang digunakan
menggunakan data normal, menggunakan metode statistik parametrik (Singgih S, 2001 : 219). Persepsi dapat diukur dengan menggunakan skala bipolar dengan 7 buah titik (Nasir, 2000). Karena data menggunakan data yang cukup besar maka dapat diasumsikan berdistribusi normal, dan pengolahannya menggunakan statistik parametrik (Singgih S, 2001 : 86).
3.3. Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan data sampling. Besarnya 100 dosen dari 400 dosen. Ini semua didasarkan pada minimal 10 x n (jumlah data observasi), karena dalam studi ini yang digunakan adalah 12 variable maka didapatkan sampel sebesar 120, yang berarti asumsi SEM yaitu menggunakan teknik maximum
likelihood estimation terpenuhi yang mempuyai besaran 100 – 200 responden
bahwa sampel harus lebih besar atau sama dengan 100, jadi sampel yang diolah sebagai input adalah 100 sampel sehingga asumsi SEM terpenuhi. (Ghozali, 2004 : 21)
Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer maka menggunakan teknik dan alat untuk mengumpulkan data seperti observasi langsung, questioner, dan interview guide (wawancara) maka desain yang dibuat harus menjamin data yang efisien dengan alat dan teknik serta karakteristik dari responden (M. Nazir,
2000).
3.4 Metode Pengolahan Data
Dalam metode pengolahan data ini mencakup langkah – langkah seperti berikut :
1. Penyebaran kuisioner kepada responden
2. Memilah data dari kuisioner untuk diolah lagi untuk menentukan frekuensi 3. Data hasil penyebaran kuisioner diolah lagi dan dimasukkan ke SPSS 20 4. Setelah itu buka program AMOS untuk menggambar konseptual, setelah
gambar jadi (3 model measurement, structural dan modifikasi)
5. Selanjutnya pilih tools input data untuk menginput data yang sudah diolah/ dibuat di SPSS
6. Pilih tools analysis propertis untuk mencentang seluruh outputnya yang ada lalu pilih calculate estimatis untuk melihat hasil Run-nya (Untuk 3 model). 7. Setelah hasil run sudah sesuai dengan harapan
8. Setelah itu di uji kesesuaian
9. Uji persamaan pengukurannya
10. Uji validitasnya, dan 11. Uji signifikansi.
12. Selanjutnya membuat hipotesis
• Hipotesis Pertama
H0 : (X1) tidak berpengaruh, signifikan terhadap penilaian kinerja dosen (Y1)
H1 : Beban Kerja Dosen (X1) berpengaruh, signifikan terhadap penilaian kinerja dosen (Y1)
• Hipotesis Kedua
H0 : Standard Kinerja Dosen (X2) tidak berpengaruh, signifikan terhadap penilaian kinerja dosen (Y1)
H1 : Standard Kinerja Dosen (X2) berpengaruh, signifikan terhadap penilaian kinerja dosen (Y1)
• Hipotesis Ketiga
H0 : Penilaian kinerja dosen (Y1) tidak berpengaruh, signifikan terhadap Pengembangan karier (Y2)
H1 : Penilaian kinerja dosen (Y2) berpengaruh, signifikan terhadap Pengembangan karier (Y2)
13.Kriteria H0 diterima dan H0 ditolak : CR/ thitung > ttabel - H1 diterima CR/ thitung < ttabel - H0 diterima
3.5 Langkah – langkah Pemecahan Masalah
Langkah-langkah pemecahan masalah dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3.1.
Gambar 3.1 Langkah-langkah Pemecahan Masalah
Modifikasi Model
Keterangan langkah – langkah pemecahan masalah : 1. Mulai
Pada tahap ini dilakukan penentuan tema tujuan pembuatan skripsi berdasarkan kondisi perusahaan yang terjadi sebenarnya
2. Studi literatur
Tujuan dilakukannya studi literatur adalah untuk memperluas dan memperdalam wawasan serta pengetahuan peneliti mengenai teori-teori yang berhubungan dengan penelitian.
3. Survey lapangan
Pada tahap ini dilakukan survey lapangan di UPN “Veteran” Jatim adalah untuk mengetahui kondisi nyata yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan
4. Perumusan masalah
Survey yang dilakukan akan membawa penelitian pada tahap analisa perumusan masalah.
5. Penetapan tujuan penelitian
Pada tahap ini ditetapkan tujuan penelitian terkait permasalahan yang ditetapkan
6. Pembuatan Hipotesis
Pembuatan hipotesis : Membuat dugaan sementara.
Pembuatan hipotesis antara variabel eksogen dan endogen dan variabel antara dengan endogen.
7. Identifikasi variabel :
Karena penelitian ini tentang kinerja pemasaran yang dipengaruhi faktor – faktor yang berpengaruh
8. Pengembangan model berbasis teori :
Setelah variabel dependen dan independen ditemukan maka mencari indikator – indikator serta hubungan antara variabel dependen dengan independen yang harus berdasarkan teori.
9. Menyusun part diagram :
Part diagram nantinya akan berupa model operasional dari situ akan terlihat adanya hubungan kausalitas dan analisa faktor konfirmatori serta adanya konstruk endogen dan eksogen.
10. Konversi Part diagram ke persamaan :
Dari part diagram muncul persamaan pengukuran (X1.1.1 = γ 1X1 + e1) dan
contoh persamaan struktural (Y1= β1 X1 + X1.1 + e1).
11. Penyusunan kuisioner :
Kuisioner dibuat dengan menggunakan skala interval dengan angka 1 sampai 7. Setelah itu kuisioner dikirim kepada dosen yang sudah lulus dan mendapatkan sertifikasi di UPN “Veteran” Jatim.
12. Penyebaran Kuisioner :
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Studi (Survey) pendahuluan, wawancara, kuisioner.
13. Pengumpulan Data :
Pengembalian kuisioner diperiksa kelengkapan jawabannya dan kesalahannya. Apabila data yang memenuhi syarat sudah mencapai 100, maka data dapat dikatakan cukup.
14. Analisa karakteristik data :
Menganalisa jawaban responden dengan membagi menjadi 3 karakteristik. 15. Memilih Matrik Input dan Teknik Estimasi :
Karena peneliti ini menguji hubungan kausalitas maka matrik kovarians-lah yang dipakai sebagai input karena hasilnya tidak bias dan untuk tehnik estimasinya dipilih maximum likelihood diharapkan data adalah normal tetapi bila tidak normal tidak jadi masalah.
16. Measurement Model :
Pengukuran berdasarkan 3 uji yaitu goodness of fit, validitas dan signifikansi. Goodness of fit, dengan melihat df pada α = 5 % dibandingkan dengan output. Apabila output lebih kecil maka model bagus.
Uji validitas konvergen : Dilihat c.r-nya, bila c.r > 2. SE berarti indikator yang digunakan secara valid dapat mengukur apa yang seharusnya diukur dalam model.
Uji validitas diskriminan : Melihat hubungan antara variabel independen dengan independen harus kecil dan hubungan antara variabel dependen dengan independen harus besar.
17. Structural Equation Model :
1) Goodness of Fit Test : Dilihat df pada α = 5 % dan dibandingkan dengan hasil. Bila hasil lebih kecil maka model bagus.
2) Uji Kausalitas : Dengan melihat c.r > t-tabel akan terjawab hubungan antar variabel apakah positif atau negatif dan dapat terjawab signifikansinya. 3) Menilai Problem Identifikasi :
Apabila tidak ada problem identifikasi maka model tidak ada masalah. Bila terdapat problem identifikasi akan ada warning.
4) Evaluasi Model :
a. Normalitas dengan melihat assessment of normality. Apabila -2,58 ≤ X ≤ 2,58 maka data normal.
b. Evaluasi atas outliers
- Univariate, dengan melihat Z-Score ≥ ± 3.
- Multivariate, dengan melihat mahalonobis distance. Apabila hasil (output) lebih kecil dari X2 (jumlah indikator , 0,001) diplot di minitab, maka tidak ada outlier.
c. Multikolinearity dan Singularity, syaratnya determinan dari matrik kovarian sampel harus lebih besar dari 0.
d. Goodness of fit, dengan melihat df pada α = 5 % dibandingkan dengan output. Apabila output lebih kecil maka model bagus.
e. Analisis direct, indirect dan total effect, dari sini akan terjawab adanya hubungan langsung, tidak langsung dan hubungan total dari model. 5) Uji Reliabilitas : Syaratnya tingkat reliabilitasnya adalah α ≥ 0,70
6) Intepretasi dan modifikasi model : melalui uji standartdized residual, apabila S.R ≥ ± 2,58 maka model perlu dilakukan modifikasi dengan melihat modification indices yang ≥ 4,0 namun harus berdasarkan justifikasi teori.
18. Pengujian Hipotesis
Hipotesis yang diajukan dilakukan suatu uji sehingga strategi-strategi untuk peningkatan bisa dilakukan
19. Analisa dan Pembahasan : disini akan dibahas mengenai hasil dan analisanya. 20. Kesimpulan dan Saran
Berisikan kesimpulan dan saran mengenai pengaruh Beban kerja dosen, standard kinerja dosen, penilaian kinerja dosen, dan pengembangan karier dosen di UPN “Veteran” Jatim.
21. Selesai