• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menurut UU Perkawinan tahun 1974 telah disahkan dan telah mengatur poligami, poligami disyaratkan dengan persyaratan yang ketat dan diizinkan melalui mediasi atas persetujuan isteri akan tetapi meskipun hukum positif dan hukum Islam telah mengatur poligami dengan ketat masih terdapat praktik poligami yang melanggar hukum formal yang sudah ditetapkan.22

Sebagian besar atau dominan orang yaitu menentang poligami atau yang biasa dikenal dengan kelompok oposisi yang mempercayai bahwa poligami telah melanggar suatu hak asasi manusia dan sebuah tindakan aniaya, penindasan ketidakadilan dan pengkhianatan dan penghinaan dari laki-laki kepada perempuan.23 Terdapat banyak hal yang umumnya muncul dalam poligami yang dapat diasumsikan sebagai sisis negatif (mafsadah) seperti mengakibatkan permusuhan diantara isteri sehingga rumah tangga tidak harmonis, bahkan perselisihan tersebut dapat berdampak kepada anak sehingga kebahagian rumah tangga terganggu, dan asumsi dari orang lain terhadap perempuan-perempuan yang mau dipoligami.

penelitian untuk menguji kebenaran dari fakta-fakta yang dimiliki oleh penelitian sebelumnya dan untuk mengkaji permasalahan sosial yang ada di masyarakat.

Penelitian penulis adalah penelitian yang menggunakan metode penelitian seperti observasi, wawancara dan dokumentasi untuk dapat mengumpulkan data-data relevan yang dapat menunjang penelitian penulis.

Dengan menggunakan metode penelitian maka dapat mengajarkan metode-metode dalam proses penelitian.25

. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu penulis melakukan penelitian berdasarkan pengamatan data mengenai suatu fenomena.26 Dengan melalui teknik observasi, studi dokumenter dan menggunakan teknik wawancara.

Penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian Kualitatif.

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan pengamatan interaksi antar konsep yang dianalisis secara empiris.27

Penelitian kualitatif biasa disebut sebagai penelitian naturalistik atau penelitian yang dilakukan secara alami dengan mengamati secara langsung objek penelitian. Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti objek secara alamiah, sehingga hasil penelitian

25 Dewi Sa‟diah, Metode Penelitian Dakwah (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015), hlm. 2.

26 Lexy J moleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung , Remaja Rosdakarya, 2008), hlm. 26.

27 Suwardi Endraswara, Metode Penelitian Sastra (Jakarta: Buku Seru, 2013), hlm.

5.

tersebut dapat mewujudkan suatu makna yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme.28

Penelitian penulis yaitu menggunakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memberikan data yang akurat di lapangan. Lokasi penelitian penulis yaitu di Banyumas, dalam hal ini penulis akan mengumpulkan data mengenai pandangan Ulama Banyumas mengenai adanya Transformasi konsep poligami (Trend Mentoring Poligami oleh KH.Hafidin).

. Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan analisis yuridis normatif. Pendekatan penelitian penulis dilakukan secara deskriptif-analitik berdasarkan teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlandaskan hukum Islam dan hukum positif yaitu undang-undang no.1 tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, buku-buku yang terkait dengan masalah poligami. Digunakannya pendekatan ini untuk dapat lebih mengidentifikasi dan menganalisis pandangan Ulama terhadap Transformasi konsep poligami dengan adanya trend mentoring poligami oleh KH. Hafidin.

. Sumber Data Penelitian

Sumber data penelitian mengenai kaitannya dengan masalah yang diteliti yaitu pandangan Ulama tentang isu kontemporer yang cukup kontroversial adanya trend mentoring poligami oleh KH. Hafidin

a. Sumber Data Primer

28 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: alfabeta, 2016), hlm. 8-9.

Sumber data primer adalah sumber data yang dapat diperoleh langsung dari objek perorangan, organisasi, kelompok.29 Sumber data yang diperoleh untuk penelitian penulis yaitu dengan melalui teknik wawancara dan observasi dan dokumentasi kepada Para Ulama Banyumas (Ulama NU, Ulama Muhamadiyyah, Ulama Al-Irsyad) yaitu Dr. Enjang Burhanudin Yusuf, S.S., M.Pd selaku Sekretaris RmI Banyumas, K.H. Mughni Labib, M.S.I. selaku Syuriah PCNU Banyumas, Dr. Wage, M.Ag. selaku anggota Majelis Tarjih Muhammadiyyah, Drs. Kahar Muzaki, M.A. selaku Ketua Majelis Tarjih PDM Banyumas, Ust. Ibnu Rochi, LC. selaku Komisi Fatwa MUI banyumas.

b. Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder adalah sumber data yang dapat diperoleh secara tidak langsung yang dapat diperoleh dari dokumen-dokumen resmi, buku-buku yang berkaitan dengan objek penelitian.30 Sumber data sekunder yang digunakan oleh penelitian penulis berupa studi kepustakaan melalui penelaahan terhadap buku-buku, jurnal-jurnal dan skripsi mengenai poligami yang dapat dikaitkan dengan analisis terhadap pandangan Ulama Banyumas mengenai adanya mentoring poligami.

. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data digunakan untuk mengolah data yang telah didapatkan sehingga dapat memperoleh hasil yang sesuai dengan objek penelitian. Pengumpulan data dapat diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara atau pengisian kuesioner. Pengumpulan data yang digunakan

29 Rosady Ruslan, Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi (Jakarta: PT Raja Grafindo,2004), hlm. 29.

30Zainuddin Ali, Metode Penelitian Hukum (Jakarta: Sinar Grafika, 2018), hlm. 106.

oleh penelitian penulis yaitu menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.

a. Observasi

Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan berdasarkan pengamatan dengan dilengkapi pencatatan terhadap keadaan atau objek penelitian.31 Mashal menyatakan bahwa “Through Observation, the researcher learns behavior and the meaning attached to that behavior”.

Melalui observasi, penulis dapat belajar mengenai perilaku dan makna dari perilaku tersebut.32 Dalam penelitian ini, penulis menganalisis serta mengamati bagaimana pandangan Ulama terkait Transformasi konsep poligami dengan adanya trend mentoring poligami oleh KH. Hafidin.

b. Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan cara interview pada satu atau beberapa orang yang bersangkutan.33 Wawancara dapat dilakukan melalui percakapan dan tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan narasumber.34 Dalam penelitian ini, penelitian penulis menggunakan metode interview baik dengan wawancara secara langsung maupun tidak langsung yaitu melakukan wawancara langsung bertatap muka dengan Ulama Banyumas yang terdiri dari 6 Ulama yaitu 2 dari Ulama yang berasal dari organisasi masyarakat (Ormas) NU, 2 dari

31 Abdurahmat Fathoni, Metodologi Penelitian & Teknik Penyusunan Skripsi (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), hlm, 104.

32 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2017), hlm. 106.

33 Ahmad Tanzeh, Pengantar Metode Penelitian (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm.

62.

34 Rohmad, Pengembangan Instrumen Evaluasi dan Penelitian (Purwokerto: Stain Press, 2013), hlm. 139.

Ulama Ormas Muhammadiyyah, dan 2 dari Ulama Ormas Al-Irsyad. Maupun wawancara secara online dengan KH. Hafidin sebagai coach dari trend mentoring poligami.

c. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang diperoleh berdasarkan dokumen-dokumen. Dokumentasi dapat diperoleh dengan tulisan, gambar, atau karya-karya dari seseorang. Bentuk dokumentasi secara tulisan seperti catatan harian, sejarah kehidupan seseorang dan biografi seseorang. Dokumen secara gambar dapat berupa gambar, patung, video atau film.35Teknik pengumpulan data dengan menggunakan dokumentasi dapat dijadikan pelengkap dari metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi akan menjadikan penelitian seseorang akan lebih kredibel atau dapat dipercaya. Penelitian penulis menggunakan dokumentasi berupa dokumentasi tulisan yaitu buku tentang konsep poligami karya KH.Hafidin dan dokumentasi gambar atau video terkait mentoring poligami menurut KH.Hafidin yang kemudian dapat dianalisis dengan pandangan Ulama Banyumas terhadap adanya trend mentoring poligami oleh KH.Hafiduddin tersebut.

Penelitian penulis menggunakan metode pengambilan data dengan menggunakan Teknik sampling. Teknik sampling merupakan pemilihan beberapa subjek penelitian sebagai wakil dari sampel yang mewakili objek

35 Husaini Usman, Metodologi Penelitian Sosial (Jakarta: PT Bumi Aksara,2006), hlm. 73.

penelitian yang dimaksud. Pengambilan data dengan menggunakan Teknik sampling dilakukan dengan wawancara secara langsung maupun tidak langsung yaitu melakukan wawancara langsung bertatap muka dengan Ulama Banyumas yang terdiri dari 6 Ulama yaitu 2 dari Ulama yang berasal dari organisasi masyarakat (Ormas) NU, 2 dari Ulama Ormas Muhammadiyyah, dan 2 dari Ulama Ormas Al-Irsyad. Maupun wawancara secara online dengan KH. Hafidin sebagai coach dari trend mentoring poligami.

. Metode Analisis Data

Secara umum, mengolah data merupakan kegiatan yang memerlukan ketelitian dan kecermatan dalam penyederhanaan data. 36Adapun cara mengolah data itu beragam, dari mulai yang paling sederhana, sederhana, dan sulit hal tersebut tergantung jenis data yang diperoleh.

Sebelum penulis melakukan kegiatan analisis data maka penulis harus sudah selesai mengumpulkan data hasil wawancara, data hasil observasi maupun data hasil dokumentasi. Dalam pengumpulan data-data tersebut maka diperlukan ketelitian dalam penyimpanan data tersebut sesuai dengan langkah-langkah analisis data seperti mengorganisasikan dan menyajikan data yang akan dianalisis, membaca seluruh data, membuat koding seluruh data, membuat koding sebagai bahan deskripsi, menghubungkan antar teman, memberi interpretasi dan makna tentang tema.37

Penelitian penulis menggunakan analisis data kualitatif. Analisis kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan cara bekerja dengan data,

36 Suwartono, Dasar-Dasar Metodologi, hlm. 80.

37 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, hlm. 162-164.

mengorganisasikan data, dan memilahnya menjadi satuan yang dikelola , mencari dan menemukan pola tentang apa yang penting dipelajari. Data yang diambil dalam penelitian penulis berdasarkan penelitian kualitatif yaitu dilakukan dengan cara berfikir induktif dan deduktif.

Induktif merupakan kegiatan menganalisis data dari data yang bersifat khusus hingga data dapat disimpulkan sebagai data yang bersifat umum. Data yang dianalisis berasal dari hasil melalui teknik metode penelitian wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan Deduktif merupakan kegiatan menganalisis data dari pengumpulan data secara umum hingga data yang dapat disimpulkan sebagai data secara khusus.38

Setelah data-data yang telah dikumpulkan cukup, maka langkah selanjutnya dalam menganalisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Reduksi merupakan kegiatan untuk merangkum dan memfokuskan objek penelitian, hal tersebut bertujuan agar dapat memudahkan penulis dalam menganalisis data yang banyak yang diperoleh secara acak, dan agar pencatatan penulis terhadap objek kajian penelitiannya dapat terarah.

Selanjutnya yaitu penyajian data, penyajian data merupakan pengumpulan data dengan menyederhanakan data dalam bentuk uraian singkat, bagan dan hubungan antar kategori. Data yang diperoleh dari teknik observasi, wawancara dan dokumentasi mengenai pandangan Ulama Banyumas terhadap adanya trend mentoring poligami, dapat dijadikan

38 Sutrisno Hadi, Metodologi Research (Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, 1962), hlm. 32.

kata yang disusun menjadi paragraf bersifat deskriptif sehingga memudahkan para pembaca.

Kemudian penarikan kesimpulan (conclusion drawing), merupakan kegiatan penelitian untuk dapat menyimpulkan dan memperjelas hasil penelitian. Kesimpulan tersebut sebagai bagian akhir dari hasil penelitian penulis mengenai pandangan Ulama Banyumas terhadap adanya Transformasi konsep poligami (Trend Mentoring Poligami oleh KH.Hafidin).