Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak, Departemen Peternakan dan Laboratorium Mikrobiologi, Departemen Ilmu Hama Dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, serta Laboratorium Ilmu Nutrisi Ternak Perah, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, selama 3 (tiga) bulan penelitian dimulai bulan 20 Agustus 2010 sampai 19 November 2010.
Bahan dan Alat Penelitian Bahan
Adapun domba yang digunakan adalah domba lokal jantan lepas sapih: sebanyak 20 ekor, Hijauan (rumput lapangan), Konsentrat sesuai formula yang diberikan 3.5% dari bobot badan yang terdiri dari: kulit daging buah kopi yang tanpa diamoniasi, kulit daging buah kopi yang telah di amoniasi, bungkil inti sawit, lumpur sawit, dedak padi, onggok, molases, garam, urea dan ultra mineral. Cairan rumen. Aquadest, Asam borat berindikator, Larutan Na2CO3 jenuh,
Larutan H2SO4 0,005 N, Larutan HCL 0,5 N, Larutan H2SO4, larutan H2SO4, Es
batu, Vaselin, Larutan NaOH 0,5 N, Larutan indikator PP (Phenol Phtalein), Alkohol 96%, Media agar Na,Obat-obatan seperti: obat cacing (Kalbazen), anti bloat untuk obat kembung, terramycin (Salep mata) dan vitamin B-Kompleks
diberikan untuk menjaga daya tahan tubuh domba, air minum, desinfektan (Rodalon),
Alat
Kandang terdiri dari: kandang individu 20 unit beserta perlengkapannya, Ember sebanyak: 20 buah tempat pakan dan 20 buah tempat minum, Timbangan untuk menimbang bobot hidup berkapasitas 50 Kg dengan kepekaan 50 gr, Timbangan berkapasitas 2 Kg dengan kepekaan 10 gr untuk menimbang pakan, Terpal plastik untuk menjemur bahan pakan, Alat penerangan, Goni plastik, Alat tulis, Sapu dan sekop untuk membersihkan kandang, Pisau, Sarung tangan, Kain muslim, Termos, Corong, Pipet tetes, Shakerbath, Haemocytometer, Mikroskop, Cawan petridisk. Inkubator, Tabung reaksi, Laminator, Gelas ukur, Spidol, Hand counter, Tabung plastik, Indikator pH, Cool bag, Freezer, Cawan conway, Labu erlenmeyer, Beker glass, Cover glass, Pipet serologi volume 25 ml, Seperangkat alat destilasi, Kompor gas, Panci press cooker, Pipet volumetrik 5 ml, Pipet serologi 5 ml, Pipet serologi 1 ml, Magnetic stirrer, Colony counter.
Metode Penelitian
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu:
P0 = Pemberian konsentrat yang menggunakan kulit kopi tanpa diamoniasi dengan level sebesar 15 % + rumput lapangan
P1 = Pemberian konsentrat yang menggunakan kulit kopi diamoniasi dengan level sebesar 15 % + rumput lapangan
P2 = Pemberian konsentrat yang menggunakan kulit kopi diamoniasi dengan level sebesar 30 % + rumput lapangan
P3 = Pemberian konsentrat yang menggunakan kulit kopi diamoniasi dengan level sebesar 45 % + rumput lapangan
Ulangan yang didapat berasal dari rumus : T (n-1) ≥ 15
4(n-1) ≥ 15 4n-4 ≥ 15 4n ≥ 19 n ≥ 5
Model Linear yang digunakan untuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) adalah : Yij = µ + αi + ij + ∑ ij
Dimana : Yij = Respon atau nilai pengamatan dari perlakuan ke-i dan ulangan ke-j
µ = Nilai tengah umum αi = Pengaruh blok ke-i
ij = Pengaruhblok ke-j
∑ ij = Pengaruh galat (Experimental error) perlakuan ke-i
ulangan ke-j
(Hanafiah, 2003).
Denah Pemeliharaan yang dilaksanakan sebagai berikut : R13 R02 R33 R31 R05
R11 R25 R01 R32 R21 R15 R22 R35 R24 R12 R04 R14 R03 R34 R23
Parameter Penelitian 1. Populasi Bakteri
Jumlah populasi bakteri (sel bakteri/ml) = jumlah bakteri dalam cawan petridisk × 105
2. Populasi Protozoa
Jumlah populasi protozoa (sel protozoa/ml) = A + B + C + D + E × 2.000 Ket: A = Jumlah populasi di kotak besar A
B = Jumlah populasi di kotak besar B C = Jumlah populasi di kotak besar C D = Jumlah populasi di kotak besar D E = Jumlah populasi di kotak besar E 3. Konsentrasi VFA
Dilanjutkan dengan pelaksanaan in vitrio mengikuti metode Tilley dan Terry (1963) dan dilakukan perhitungan konsentrasi VFA total yang diukur dengan metode penyulingan uap. Adapun konsentrasi VFA dapat diukur dengan rumus sebagai berikut (Anonim, 1966):
VFA (mM/1000ml) = (b – s) x N HCl x 1000/5 Ket. : N = Normalitas HCl (0,416)
b = Volume yitrasi blanko (5 ml NaOH) s = Volume titrasi sample
4. Konsentrasi NH3
Peubah yang kedua dengan menghitung konsentrasi N-NH3 ditentukan dengan teknik Mikro Difusi Conway dengan rumus sebagai berikut
(Anonim, 1966) :
N- NH3 (mM) = (ml titrasi x N H2SO4 x 1000)
Mencari Data Hilang
Apabila data yang digunakan terjadi kehilangan atau missing data maka data yang sudah ada di masukkan ke dalam rumus ;
(Y x T) + (X x P) – (T x P) (T-1) x (P-1) Ket :
Y = Jumlah ulangan yang hilang X = Jumlah perlakuan yang hilang
T = Perlakuan
P = Ulangan
Pelaksanaan Penelitian Persiapan kandang
Kandang dipersiapkan dengan tipe kandang individu, kemudian di fumigasi dengan desinfektan. Kandang dan semua peralatan yang digunakan seperti tempat pakan dan tempat minum dibersihkan dengan larutan desinfektan. Pengacakan Domba
Domba yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 ekor. Penempatan domba dengan system acak yang tidak membedakan bobot badan domba. Sebelumnya dilakukan penimbangan bobot badan domba.
Pakan yang diberikan adalah pakan dalam bentuk tepung tanpa hijauan dimana semua bahan pakan yang digunakan dijadikan dalam bentuk seperti konsentrat. Pakan diberikan pada pagi hari pada pukul 08.00 WIB dan pada sore hari pukul 16.00 WIB. Sisa pakan ditimbang pada waktu pagi hari keesokan harinya sesaat sebelum ternak diberi makan kembali untuk mengetahui konsumsi ternak tersebut. Sebelum dilaksanakan penelitian diberikan waktu untuk beradaptasi selama 2 minggu sedikit demi sedikit. Pemberian air minum diberikan secara ad libitum, air diganti setiap harinya dan tempatnya dicuci bersih.
Pemberian Obat-Obatan
Ternak domba pertama masuk kandang diberikan obat cacing selama adaptasi dengan adaptasi dengan dosis 1cc/5Kg bobot badan. Sedangkan obat- obatan yang lainya diberikan berdasarkan kebutuhan bila ternak sakit.
Pengambilan Cairan Rumen
- Disiapkan domba ditempat pemotongan lalu domba tersebut dipotong - Setelah itu, organ rumennya diambil dan dibelah secara vertikal dengan
pisau/gunting
- Diaduk isi rumen lalu diremas-remas dengan tangan menggunakan sarung tangan
- Kemudian isi rumen disaring dengan kain muslim
- Diperas isi rumen secara merata dan dimasukkan ke dalam termos hingga penuh benar dengan mengunakan corong, lalu ditutup rapat
Menghitung Populasi Protozoa
- Dicampur dengan alkohol 96% sebanyak 2.5 ml kemudian diaduk rata dengan shakerbath
- Di ambil 1 tetes cairan tersebut di atas haemocytometer - Di amati di bawah mikroskop
- Dihitung populasi protozoa dengan menggunakan hand counter. Menghitung Populasi Bakteri
- Dipanaskan media agar Na - Distrerilkan cawan petridis
- Dipersiapkan inkubator untuk proses inkubasi
- Diambil 1 ml cairan rumen yang berasal dari termos ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan aquadest sebanyak 9 ml ke dalam tabung reaksi tersebut kemudian dikocok untuk melakukan pengenceran
- Diambil 1 ml dari pengenceran pertama kemudian ditambahkan dengan aquadest sebanyak 9 ml, dilakukan pengenceran sampai 5 kali
- Dimasukkan media agar Na kedalam cawan petridisk dan dimasukkan ke dalam inkubator selama 15 menit
- Dari proses pengenceran tersebut, diambil 1 tetes dan ditanamkan ke dalam cawan petridisk tersebut
- Setelah bakterinya ditanam didalam cawan petridisk, dibungkus menggunakkan plastik dan dimasukkan kedalam laminator.
- Dibiarkan sampai bakterinya tumbuh selama 4 hari. Setelah bakterinya kelihatan, di marker, diletakkan di colony counter dan dihitung bakterinya
Untuk analisa VFA dan NH3
- Setelah Isi Rumen Di saring dengan kain muslim
- Diambil 10 ml cairan rumen dimasukkan ke dalam tabung plastik
- Ditambahkan 1 tetes H2SO4 sebanyak 1 tetes kemudian diukur dengan
kertas indikator pH hingga pH nya menjadi asam
- Ditutup rapat tabung plastiknya.
- Dipersiapkan termos pendingin yang telah diisi es batu - Dimasukkan tabung plastik tersebut ke dalam cool bag
- Setelah di laboratorium tabung plastik tersebut dimasukkan ke dalam
frezeer
- Diambil tabung plastik dari dalam freezer dan dilakukan towing sebelum
menganalisa VFA dan NH3
Pengukuran Konsentrasi NH3
- Diolesi dengan vaselin Bibir cawan Conway dan tutupnya
- Di ambil 1,0 ml cairan rumen kemudian di tempatkan pada salah satu ujung alur cawan Conway
- Di tempatkan pada salah satu ujung cawan Conway bersebelahan dengan cairan rumen larutan Na2CO3 jenuh sebanyak 1,0 ml
- Di tempatkan dalam cawan kecil yang terletak di tengah cawan Conway larutan asam borat berindikator sebanyak 1,0 ml
- Di tutup rapat hingga kedap udara Cawan Conway yang sudah di olesi vaselin, larutan Na2CO3 di campur dengan cairan rumen hingga merata
dengan cara menggoyang-goyangkan dan memiringkan cawan tersebut - Setelah itu di biarkan selama 24 jam dalam suhu kamar
- Setelah 24 jam suhu kamar di buka, asam borat berindikator di titrasi dengan H2SO4 0,005 N sampai terjadi perubahan warna dari biru menjadi
merah.
Pengukuran Konsentrasi VFA
- Diisi presscooker dengan aquadest sampai tanda MAX
- Kemudian pastikan air dari kran mengalir yang berfungsi sebagai pendingin
- Di nyalakan kompor gas, sehingga aquadest yang ada dalam panic presscooker tersebut mendidih dan menghasilkan uap yang akan masuk ke tabung-tabung destilasi, dimana hal ini menandakan bahwa kita bisa memulai analisis VFA
- Di ambil cairan rumen sebanyak 5 ml, kemudian di masukkan ke dalam tabung destilasi
- Di tempatkan Erlenmeyer yang berisi 5 ml NaOH 0,5 N dbawah selang tampungan
- Ditambahkan 1 ml H2SO4 15% ke dalam tabung destilasi yang sudah ada
larutan sampel, kemudian segera tutup penutup kacanya - Dibilas dengan aquadest secukupnya
- Uap air panas mendesak VFA dan akn terkondensasi dalam pendingin - Di tampung air yang terbentuk dalam labu Erlenmeyer yang berisi 5 ml
NaOH 0,5 N sampai mencapai 300 ml
- Ditambah Indikator PP (Phenol Pthalin) sebanyak 2-3 tetes dan di titrasi dengan HCl 0,5 N sampai warna titrat berubah dari merah menjadi merah muda seulas
- Catatan : HCl 0,5 N sebagai titrat harus di standarisasi sehingga didapat konsentrasi dengan 4 digit dibelakang koma.