• Tidak ada hasil yang ditemukan

Waktu dan Tempat

Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2016 di kandang broiler, Perumahan Dosen Universitas Hasanuddin Blok AB 5, Makassar.

Materi Penelitian

Bahan-bahan yang digunakan antara lain: ayam ras, kunyit, bawang putih, tetracycline, filler, biakan bakteri Salmonella pullorum, jagung kuning halus, dedak padi, Meat and Bone Meal (MBM), minyak nabati, Chicken Feather Meal (CFM), bungkil kedelai, CaCO3, Dicalcium Phospate (DCP), premiks, garam (NaCl), L-lysin, DL-methionin, vaksin, vitamin, air minum, jarum suntik, kertas koran, tali rafia, sarung tangan, sekam padi (litter), plastik dan kertas label.

Alat yang digunakan antara lain: kandang percobaan, tempat pakan dan tempat minum, sekat bambu, timbangan elektrik, alat semprot desinfektan, lampu pijar, peralatan sanitasi, timbangan, wadah penyimpanan, sekop, baskom, tirai, peralatan bedah, pisau potong, meja processing, panci, kompor dan alat tulis.

Prosedur Penelitian - Persiapan Kandang

Sebelum ternak dimasukkan, kandang terlebih dahulu ditaburi dengan kapur secara merata pada lantai kandang. Selanjutnya dilakukan penyemprotan desinfektan untuk mematikan mikroorganisme patogen. Proses desinfeksi menggunakan larutan formalin yang dicampurkan dengan air bersih dengan perbandingan 25 ml: 15 liter, kemudian larutan tersebut disemprotkan keseluruh bagian kandang. Peralatan kandang seperti tempat pakan dan air minum

22 sebelumnya dicuci menggunakan sabun, kemudian dibilas menggunakan air dan desinfektan.

Kandang yang digunakan adalah kandang sistem litter dengan ukuran 8 x3 m, ukuran per unit sebesar 80 cm x 75 m x 50 cm (20 unit) dengan litter kandang berasal dari sekam padi setebal ± 5 cm. Petak kandang unit percobaan ditempatkan secara berjejer dan dilakukan pengacakan urutan perlakuan dengan masing-masing petak berisi 5 ekor ayam umur satu hari (day old chicken) berjenis kelamin campuran (unsexed) yang diperoleh dari perusahaan penetasan. Setiap petak dilengkapi dengan tempat pakan dan minum. Pemanasan kandang dilakukan dengan menggunakan lampu pijar berkekuatan 60 watt yang dipasang pada tiap petak kandang. Pemanasan dilakukan selama 24 jam hingga umur 14 hari. Pada malam hari, sisi kandang ditutup menggunakan tirai untuk melindungi ayam dari angin dan suhu dingin.

- Pembuatan EAK, EABP, dan EAKBP

Ekstrak kunyit dan bawang putih diproduksi oleh CV. Lansida, Yogyakarta.

Ekstrak kunyit dan bawang putih diperoleh melalui serangkaian proses, mula-mula dilakukan pencucian kunyit segar hingga bersih dari tanah yang menempel dan ditiriskan kemudian diiris-iris tipis, sedangkan bawang putih dilakukan pengupasan kulit luar lalu diiris-iris tipis. Selanjutnya masing-masing bawang putih dan kunyit secara terpisah dicampurkan dengan air (perbandingan 1:5) kemudian diblender dan diaduk dengan menggunakan ultra turax. Selanjutnya larutan kunyit maupun bawang putih difiltrasi dan kemudian dievaporasi. Ekstrak

23 air kunyit dan bawang putih siap digunakan dan dicampur sesuai level pada perlakuan.

- Pembuatan Biakan Salmonella pullorum.

Pembiakan Salmonella pullorum dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar. Biakan bakteri diambil koloni 1 loop dan ditanam pada media kaldu brain heart infusion (BHI) dan diinkubasikan pada suhu 37°C selama 18-24 jam (Alisantosa et al., 2000; Desmidt et al., 1997). Kemudian disentrifus dengan kecepatan 500 gravitasi selama 10 menit sehingga berbentuk pelet. Untuk memperoleh dosis inokulum, pelet diencerkan dengan larutan NaCl fisiologis steril dan kekeruhannya disamakan dengan standar McFarland no.1 yang setara dengan 108 colony forming unit (CFU)/ml (Miyamoto et al., 1998).

- Perlakuan Ransum

Ransum perlakuan diberikan pada ayam broiler mulai d.o.c (day old chicken) sampai umur 38 hari. Bahan penyusun ransum terdiri dari jagung kuning halus, dedak padi, Meat and Bone Meal (MBM), minyak nabati, Chicken Feather Meal (CFM), bungkil kedelai, CaCO3, Dicalcium Phospate (DCP), premiks, garam (NaCl), L-lysin, dan DL-methionin. Ransum yang digunakan dalam penelitian berbentuk tepung (mash) dan disusun menurut rekomendasi Standar Nasional Indonesia (2006) dengan kandungan protein 19% dan energi 2900 kkal/kg. Ransum perlakuan terdiri dari ransum basal ditambah dengan 2,5% EAK, 2,0% EABP dan 2,5% EAKBP (1EAK : 3EABP) sebagai feed additive. Agar total ransum mencapai 100% maka ditambahkan filler berupa pasir halus, filler

24 merupakan bahan yang ditambahkan tapi tidak mengubah komposisi nutrisi dalam ransum. Susunan ransum penelitian disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2. Komposisi Ransum Penelitian (1−38 Hari)

Jenis Pakan Perlakuan Pakan

R0 R1 R2 R3 R4

Jagung Kuning Halus (%) 59,00 59,00 59,00 59,00 59,00

Dedak (%) 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00

MBM (%) 12,00 12,00 12,00 12,00 12,00

Minyak (%) 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00

CFM (%) 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00

Bungkil Kedelai (%) 13,25 13,25 13,25 13,25 13,25

CaCO3 (%) 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00

DCP (%) 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30

Premiks* 0,50 0,50 0,50 0,50 0,50

Garam 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25

L-Lysin (%) 0,10 0,10 0,10 0,10 0,10

DL-Methionin (%) 0,10 0,10 0,10 0,10 0,10

Total Ransum Basal 97,50 97,50 97,50 97,50 97,50

Filler (%) 2,50 2,485 0 0,50 0

Tetracycline (%) 0 0,015 0 0 0

Ekstrak Air Kunyit (%) 0 0 2,50 0 0

Ekstrak Air Bawang Putih (%) 0 0 0 2,00 0

Ekstrak Air Kunyit Bawang

Putih (%) (1EAK : 3EABP) 0 0 0 0 2,50

Total Ransum (%) 100 100 100 100 100

Kandungan Nutrisi Pakan Berdasarkan Perhitungan Energi Metabolis (ME)

(kkal/kg) 3011,25 3011,25 3011,25 3011,25 3011,25

Protein kasar (%) 20,62 20,62 20,62 20,62 20,62

Serat kasar (%) 3,017 3,017 3,017 3,017 3,017

Lemak kasar (%) 4,07 4,07 4,07 4,07 4,07

Kalsium (%) 1,71 1,71 1,71 1,71 1,71

L-Lysin (%) 0,85 0,85 0,85 0,85 0,85

DL-Methionin (%) 0,28 0,28 0,28 0,28 0,28

P (%) 0,40 0,40 0,40 0,40 0,40

Keterangan: *Komposisi premiks per Kilogram; Vitamin A; 1.250.000 UI, Vitamin D3; 250.000 UI, Vitamin E; 1000 mg, Vitamin K3; 200 mg, Vitamin C; 4000 mg,Vitamin B1; 200 mg, Vitamin B2; 400 mg, Vitamin B6; 100 mg, Vitamin B12; 1200 mcg, Biotin; 200 mg, Niacin; 4000mg, Calcium-D-Pantothenate; 400 Mg, L-Arginine; 1000mg, L-Threonine; 1500 mg, DL-Methionine;

5000mg, L-Lysine;12.500, Choline; 2000mg, Folic acid; 50mg, Zinc;7000mg, Ferros;3000mg, Manganese; 6000mg, Copper; 500mg, Iodida;20mg, Selenium;20mg, Cobalt;20mg, Promotor;

2500mg, Antioxidant, carriera.s.f; 1 kg.

R0 = Ransum basal tanpa fitobiotik dan antibiotik dan tanpa infeksi Salmonella pullorum + filler 2,5% (kontrol negatif); R1 = Ransum basal + tetracycline 0,015% + filler 2,485% + infeksi Salmonella pullorum (kontrol positif); R2 = Ransum basal + EAK 2,50% + infeksi Salmonella pullorum; R3 = Ransum basal + EABP 2,00% + filler 0,50% + infeksi Salmonella pullorum; R4 = Ransum basal + EAKBP 2,50% (perbandingan 1EAK : 3EABP) + infeksi Salmonella pullorum

25 - Pemeliharaan dan Perlakuan Penelitian

Broiler dibagi secara acak dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 20 unit kandang, dipelihara selama 38 hari. Pakan dan air minum diberikan secara ad libitum. Pemberian air gula selama 6 jam pada awal kedatangan ayam. Vita stress diberikan sebelum dan setelah dilakukan vaksinasi dan penimbangan berat badan untuk menghindari stress pada ayam. Vaksinasi Newcastle Disease (ND) pada umur 4 hari melalui tetes mata. Ayam broiler ditimbang untuk mengetahui pertambahan berat badan setiap seminggu sekali, dan penimbangan sisa pakan untuk menghitung konsumsi.

Ayam diinfeksi dengan Salmonella pullorum pada umur 4 minggu secara peroral dengan dosis 108 CFU/ml (Alisantosa et al., 2000; Desmidt et al., 1997).

Pengambilan sampel pada akhir penelitian masing-masing dua ekor tiap unit percobaan secara acak untuk dipotong, sehingga jumlah ayam broiler yang dipotong sebanyak 40 ekor (40% total populasi). Peubah yang diamati dalam penelitian ini meliputi konsumsi pakan, pertambahan berat badan, konversi pakan dan berat karkas broiler.

Rancangan Percobaan

Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing satu unit percobaan terdiri dari 5 ekor ayam, sehingga jumlah ayam keseluruhan adalah 100 ekor ayam broiler. Susunan perlakuan terdiri atas 5 macam ransum, yaitu:

26 R0 = Ransum basal tanpa fitobiotik dan antibiotik dan tanpa infeksi Salmonella

pullorum + filler 2,5% (kontrol negatif)

R1 = Ransum basal + tetracycline 0,015% + filler 2,485% + infeksi Salmonella pullorum (kontrol positif)

R2 = Ransum basal + EAK 2,50% + infeksi Salmonella pullorum

R3 = Ransum basal + EABP 2,00% + filler 0,50% + infeksi Salmonella pullorum R4 = Ransum basal + EAKBP 2,50% + infeksi Salmonella pullorum

Parameter Penelitian

 Konsumsi pakan kumulatif

Konsumsi pakan kumulatif merupakan banyaknya pakan yang diberikan dikurangi sisa pakan selama periode pemeliharaan. Perhitungan konsumsi dilakukan setiap minggu berdasarkan selisih pakan yang diberikan dengan sisa pakan setiap minggu pada setiap unit percobaan. (Rasyaf, 2004) :

Pakan yang diberikan (gram) – Pakan sisa (gram) Konsumsi pakan =

(gram/ekor) Jumlah ayam (ekor)

 Pertambahan berat badan kumulatif

Rataan pertambahan berat badan kumulatif dihitung dari rataan berat badan per ekor pada akhir penelitian dikurangi rataan berat badan per ekor pada awal pemeliharaan.

Pertambahan Berat Badan (Rasyaf, 2004):

PBB (gram) = BBakhir (gram) – BBawal (gram)

27

 Konversi pakan

Konversi pakan dihitung berdasarkan perbandingan antara rataan pertambahan berat badan dengan rataan konsumsi pakan setiap minggu

Konsumsi pakan (gram) Konversi pakan =

Pertambahan berat badan (gram)

 Berat karkas

Berat karkas adalah berat tubuh setelah dipotong, dikurangi bulu, kepala, kaki (shank), alat pencernaan, dan organ-organ tubuh bagian dalam kecuali ginjal dan paru-paru. Berat karkas ditimbang pada akhir penelitian.

Analisis Data

Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam (Analyses of Variance/ANOVA) (Gomez and Gomez, 1995). Menggunakan bantuan software SPSS versi 16.0.

Model matematis yang digunakan adalah : Yij = µ + τί + εij

Keterangan :

Yij = Hasil pengamatan dari perubah pada penggunaan ekstrak air kunyit dan bawang putih ke-i dengan ulangan ke-j.

µ = Rata-rata pengamatan τί = Pengaruh perlakuan ke-i

εij = Pengaruh galat percobaan dari perlakuan ke-i dan ulangan ke-j Dimana : i = 1, 2, 3, 4 dan 5

j = 1, 2, 3 dan 4

28

Dokumen terkait