Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggambarkan atau deskriptif tentang suatu keadaan secara obyektif (Sugiyono, 2010), dimana dalam hal ini adalah mendekripsikan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun yang diterapkan di PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia.
3.2 Waktu Penelitian
Waktu pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan mulai 1 Mei s/d 20 September 2018 kegiatan-kegiatan pada tahap pelaksanaan ini antara lain meliputi:
1. Obesrvasi lingkungan tempat kerja pada area B3
2. Wawancara dengan beberapa pihak yang ditunjuk dalam pengelolaan
limbah B3.
3. Identifikasi limbah pada area B3
4. Studi pustaka
5. Konsultasi dengan pihak HSE yang mengelola semua limbah yang
dihasilkan di PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia. 3.3 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian bertempat di PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia, Jl. Cendana Raya Blok F10-7A Kawasan Industri Delta Silicon III Lippo Cikarang- Bekasi.
3.4 Gambaran Umum PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia
PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia merupakan perusahaan investor Sumitomo Riko Company,Ltd.(SRK). Business Assembly, sales, Export & Import
of Automotive Hose Product. Berdiri pada bulan Oktober 2011 dengan luas lahan
± 37.000 m2 yang beralamat di Kawasan Delta Silicon 3, Jl Cendana Raya Blok
F10-7A, Lippo Cikarang Desa Serang Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Perusahaan ini bergerak di bidang industri komponen kendaraan bermotor roda dua dan tiga, Industri suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Jumlah produksi sebesar 1.500.000 juta pcs/tahun untuk kendaraan roda dua dan tiga, serta 9.200.000 juta pcs/tahun untuk kendaraan roda empat atau lebih. Saat ini jumlah karyawan 270 karyawan.
Gambar 3.1 Peta Peruntukan Lahan Sumber: UKL-UPL PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia 3.5 Sumber Data
Data yang diperoleh dalam penelitian ini didapat dari dua sumber, yaitu:
29
Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dan hasil pengamatan kegiatan di PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia.
2. Data sekunder
Pengumpulan data sekunder meliputi kegiatan pengumpulan data sekunder data literatur, jurnal, makalah, data keterangan berupa bagian alir proses produksi dan dampak yang mungkin timbul dan data pendukung lainnya seperti metode pengumpulan data informasii dengan cara membaca dan mempelajari literatur yang berkaitan dengan obyek studi pengumpulan dokumen.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian kualitatif perlu ditekankan tentang pentingnya kedekatan dengan orang-orang dan situasi penelitian agar peneliti memperoleh pemahaman jelas tentang realitas dan kondisi kehidupan nyata. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah sebagai berikut:
1. Observasi Lapangan
Observasi lapangan yang dilakukan adalah dengan pengamatan langsung terhadap pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang ada di PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia.
2. Wawancara
Wawancara ini dilakukan terhadap pihak departemen environmen dan departemen produksi yang menangani terkait pengelolaan limbah yang dihasilkan di PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia. Adapun bagian-bagian yang ditunjuk untuk diwawancarai adalah:
1. Departemen HSE dengan Ibu Neli, yang mengelola semua limbah. 2. SPV Produksi dengan Bapak Purwanto, yang mengetahui tempat-tempat
limbah.
3. Leader Produksi dengan Bapak Ikwanudin, yang mensosialisasikan terkait pembuangan limbah yang benar kepada karyawan.
4. Sub Leader produksi Bapak Ulin Mustofa, yang mensosialilsasikan terkait pembuangan limbah yang benar kepada karyawan.
5. Sub leader Maintenance Bapak Mirza Prianda, yang mengelola limbah- limbah oli bekas, lampu TL dan lain-lain.
3. Dokumentasi
Dilakukan dengan cara mempelajari dokumen-dokumen dan catatan-catatan serta literatur-literatur yang ada di perusahaan yang berhubungan dengan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun di PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia.
31
Pengumpulan Data
3.7 Tahapan Penelitian
Data Primer
1. Melalui interview, penulis
mewawancarai langsung kepada pihak departemen enviromen
2. Melalui observasi lapangan,
penulis mengamati proses pengelolaan limbah B3
Data Sekunder
1. Dikumpulkan dari data laporan
harian dan data-data lain yang mendukung
2. Dikumpulkan dari dokumen-
dokumen dan referensi yang ada di PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia
Gambar 3.2 Tahapan penelitian Kesimpulan dan Saran Selesai Mulai Persiapan Studi Analisis Data
3.8 Teknik Analisis Data
Kegiatan analisis data dalam suatu proses penelitian pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu mendeskripsikan data dan melakukan uji statistik. Namun, karena dalam penelitian ini peniliti menggunakan metode kualitatif maka tidak melakukan uji statistik. Mendeskripsikan data adalah menggambarkan data yang ada guna memperoleh bentuk nyata dari responden, sehingga lebih dimengerti peneliti atau orang lain yang tertarik dengan hasil penelitian yang dilakukan dengan menyusun dan mengelompokkan data yang ada, sehingga memberikan gambaran nyata terhadap responden. Analisis yang paling sederhana dan sering digunakan oleh seorang peneliti adalah menganalisis data yang ada dengan menggunakan prinsip-prinsip deskriptif.
Data yang telah diperoleh akan dianalisis dan diolah untuk mendapatkan karakteristik limbah bahan berbahaya dan beracun. Tahapan pengerjaan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Melakukan identifikasi limbah apakah limbah tersebut merupakan limbah
bahan berbahaya dan beracun atau bukan;
2. Melakukan karakterisasi limbah berdasarkan sifatnya, yaitu limbah
flammable (mudah terbakar), exolosive (mudah meledak), corrosive
(menimbulkan karat), toxic waste (buangan beracun). Pengkarakterisasian ini dilakukan dengan menggunakan studi literatur, yaitu melihat MSDS (Material Safety Data Sheet) dari tiap limbah padat atau cair yang dihasilkan.
33
3. Melakukan pengelompokan limbah berdasarkan karakteristiknya yang
sejenis.
Hasil analisis data primer akan dijadikan sebagai bahan awal dalam merekomendasikan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun yang dapat diterapkan di PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia. Berdasarkan analisis data primer diatas, dilakukan rekomendasi sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun yang hanya sebatas pengumpulan dan penyimpanan sementara.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN