• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 dan MA Muallimin

Yogyakarta. Pembuatan usulan tesis dimulai bulan Oktober 2011 sampai

Desember 2011. Kedua sekolah tersebut adalah sekolah di bawah organisasi

masyarakat dengan landasan keagamaan. Organisasi itu yakni Muhammadiyah.

Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Juli

2012. Adapun rencana penelitian lebih rinci dapat dilihat dalam lampiran.

B. Bentuk dan Strategi Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini, maka jenis

penelitian yang cocok adalah penelitian kualitatif deskriptif sebab lebih

mengutamakan masalah proses, persepsi, dan makna. Penelitian ini diharapkan

dapat mengungkap berbagai macam informasi dengan deskripsi-analisis yang

penuh makna. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus

tunggal dengan alasan bentuk, waktu, dan peristiwanya sama. Di samping itu,

karena pusat penelitian sudah dirancang dalam proposal penelitian maka jenis

kasus yang digunakan yakni studi kasus terpancang (embedded case study

research) (H.B Sutopo, 2002:137-139).

C. Data dan Sumber Data

Penelitian kualitatif digunakan karena sumber data dalam penelitian yang

bersifat khas, unik, idiocyncratic, dan multiinterpretable. Data yang paling

commit to user

penting untuk dikumpulkan dan dikaji dalam penelitian ini adalah data kualitatif.

Adapun jenis sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yakni sebagai

berikut.

1. Tempat dan kegiatan yang menunjang dalam proses pembelajaran yaitu ruang

kelas, perpustakaan, dan sarana prasarana sekolah, lingkungan sekolah.

2. Nara sumber atau informan yang terdiri dari aneka pihak baik perorangan

maupun instansi (lembaga) yang terkait dalam penelitian ini seperti warga

SMA Muhammadiyah 1 dan MA Muallimin Yogyakarta (Kepala sekolah,

para Guru, dan para Siswa).

3. Arsip dan Dokumen yang mendukung seperti halnya rencana pembelajaran,

dan silabus dan yang lainnya.

D. Teknik Sampling

Teknik penelitian mengunakan purvosive sampling dengan memilih

beberapa informan yang dianggap paling mengetahui mengenai masalah

penelitian (Sugiyono, 2010: 299). Keputusan yang dibuat tentang siapa dan berapa

jumlah orang yang diteliti dalam penelitian kualitatif, akan tergantung dari

pengunaan strategi kutipan dan seleksi yang dilakukan. Penelitian kualitatif

cenderung mengunakan teknik cuplikan yang bersifat selektif dengan

pertimbangan konsep teoritis yang digunakan, keingintahuan peneliti,

karakteristik empiriknya dan lain sebagainya. Teknik cuplikan yang akan

digunakan dalam penelitian ini adalahpuposive sampling (Sutopo, 2002: 64) atau

commit to user

Moeleong, 2005:165-166). Dalam hal ini peneliti memilih informan yang

dianggap mengetahui permasalahan yang dikaji.

Penelitian diawali dengan memilih informan yang dianggap paling

mengetahui fokus penelitian. Patton, menyebutnya teknik Internal Sampling,

maksudnya sampel tidak difungsikan untuk mewakili populasi tetapi lebih kepada

mewakili informasinya sehingga bila diinginkan usaha untuk generalisasi,

cenderung mengarah pada generalisasi teoritik (Sutopo, 2002: 63). Internal

sampling dapat memberi peluang bahwa keputusan dapat diambil begitu peneliti

memiliki gagasan umum yang timbul terhadap apa yang dipelajari, dengan

informan mana, kapan pengamatan yang tepat, serta dokumen dan arsip yang

perlu dikaji.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini terdiri

dari pengamatan (observasi), wawancara mendalam, dan analisis dokumen.untuk

lebih jelasnya dapat akan dijelaskan sebagai berikut di bawah ini.

1. Pengamatan (Observasi)

Pengumpulan data dengan pengamatan langsung atau dengan

pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan mengunakan alat

indra yang dalam hal ini lebih difokuskan pada mata. Pengamatan langsung

dapat dilakukan dalam bentuk pengamatan (observasi) partisipasi pasif

terhadap berbagai kegiatan dan proses yang terkait dengan penelitian (Sutopo,

2002: 77), (Sugiyanto, 2010: 310). Pengamatan langsung ini akan dilakukan

commit to user

nilai karakter dalam pembelajaran di kelas, perilaku siswa, budaya sekolah,

elstrakurikuler maupun kegiatan di luar kelas atau bahkan kegiatan di luar

sekolah. Pengamatan akan dimanfaatkan untuk memberikan informasi

tambahan tentang topik penelitian.

Pengamatan penelitian akan difokuskan pada kegiatan pembelajaran,

kegiatan di luar pembelajaran yakni budaya sekolah, dan pengembangan diri

(ekstrakurikuler) di SMA Muhammadiyah 1 dan MA Muallimin Yogyakarta.

Pengamatan menjadi lebih kuat karena peneliti akan mengambil bukti-bukti

seperti foto-foto pada situs studi kasus untuk menambah keabsahan penelitian.

2. Wawancara Mendalam (In-depth Interviewing)

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan

oleh dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan

dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu

(Moeleong, 2005: 186). Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini

bersifat lentur dan terbuka, tetapi dengan pertanyaan yang semakin terfokus

dan mengarah pada kedalaman informasi serta sifat pertanyaannya beralih-alih

dari satu pokok kepada pokok lainnya (Koentjaraningrat, 1977: 175). Dalam

hal ini, peneliti akan bertanya kepada informan tentang fakta suatu peristiwa

disamping opini mereka tentang peristiwa yang ada. Peneliti akan meminta

informan untuk mengetengahkan pendapatnya dan mengunakannya sebagai

dasar penelitian selanjutnya (Robert Yin, 1996: 109). Dengan demikian

peneliti akan berusaha menerapkan wawancara secara mendalam dan

commit to user

tanpa merasa ditekan sehingga suasana kekeluargaan dan keakraban perlu

dibangun secara baik.

Pada penelitian ini, wawancara dilakukan secara terbuka guna menggali

pandangan informan mengenai pendidikan karakter dalam proses

pembelajaran maupun dalam kegiatan lainnya. Selain itu wawancara

dilakukan untuk menggali informasi menganai penerapan dan aktualisasi nilai

karakter serta kendala-kendala yang dihadapi. Wawancara ini dilakukan

dengan cara terstruktur yaitu dengan menggunakan interview guide agar

wawancara yang dilakukan tidak keluar dari tujuan penelitian (Sugiyono,

2010: 319).Interview guidedigunakan untuk mengarahkan pokok-pokok yang

akan ditanyakan (Koentjaraningrat, 1977: 181). Penambahan pertanyaan baru

atau pengubahan beberapa pertanyaan awal selama wawancara berlangsung

bukanlah hal yang tabu dalam penelitian ini, bahkan mungkin menjadi suatu

keharusan untuk menggali informasi lebih mendalam dari informan.

3. Arsip, Dokumen yang Dibutuhkan dalam Penelitian

Dokumen yang mendukung dalam penelitian ini seperti perangkat

pembelajaran yang terdiri dari silabus, perencanaan pembelajaran, identitas

guru, sumber belajar, dokumen program sekolah dan sumber data lainnya.

F. Kesahihan (Validitas) Data

Guna menjamin kesahihan data maka dilakukan teknik triangulasi. Teknik

triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut di bawah

commit to user

1. Triangulasi sumber, yakni mengumpulkan data sejenis dari beberapa sumber

data yang berbeda. Dalam hal ini, untuk memperoleh data tentang pendidikan

karakter dalam proses pembelajaran, budaya sekolah dan kegiatan lainnya

dikumpulkan dari hasil wawancara dengan guru, siswa, kepala sekolah dan

hasil observasi di sekolah;

2. Triangulasi metode, yakni mengumpulkan data sejenis dengan mengunakan

teknik pengumpulan data yang berbeda yang dalam hal ini untuk mendapatkan

data digunakan beberapa sumber dari hasil observasi, wawancara dan analisis

dokumen terkait.

3. Triangulasi teori untuk mengintepretasikan data yang sejenis, dalam hal ini

akan mencari berbagai teori mengenai penerapan pendidikan karakter dalam

pembelajaran, budaya sekolah (sekolah keagamaan) dan kegiatan lainnya

melalui berbagai teori yang ada (Sutopo, 2002: 92-99). Tipe-tipe triangulasi

ini merupakan strategi untuk mengurangi bias sistematik dalam data.

Masing-masing strategi melibatkan pengecekan temuan-temuan terhadap sumber lain.

G. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini, teknik analisis yang digunakan adalah analisis

interaktif (Miles dan Huberman, 1992: 20). Dalam analisis ini, setelah data

terkumpul maka digunakan tiga komponen analisis yaitu reduksi data, sajian data,

dan kesimpulan, aktivitas ini dilakukan berulang-ulang hingga membentuk sebuah

siklus. Model analisis interaktif dapat dijelaskan bahwa dalam pengumpulan data

yang bersumber dari informan ataupun dari dokumen data langsung diuraikan.

commit to user

harus menunggu data terkumpul terlalu banyak. Langkah berikutnya yakni

peneliti harus membuat reduksi data. Reduksi data diartikan sebagai proses

pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan

transformasi data yang muncul di lapangan sehingga akhirnya dapat ditarik dan

diverifikasi. Reduksi akan terus berlangsung selama pelaksanaan penelitian. Data

yang tidak dibutuhkan kemudian dipisahkan sehingga yang tersisa hanyalah data

yang benar-benar dibutuhkan. Dengan demikian reduksi data adalah bagian

analisis dan sintesis sehingga akan tercipta sebuah kesimpulan akhir dalam

penelitian. Setelah reduksi data kemudian dilakukan proses penyajian data

sampai penyusunan kesimpulan. Artinya data yang diperoleh dilapangan,

dipahami kemudian data baru disusun secara sistematis. Jika permasalahan yang

diteliti belum terjawab, maka peneliti harus melengkapi kekurangannya. Skema

proses analisis interaktif dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini.

Gambar 4. Model Analisis Data Matthew B. Milles dan Hubberman (Milles dan Hubberman, 1992: 20)

Pengumpulan Data

Sajian Data

Reduksi Data Verifikasi/

Penarikan Kesimpulan

commit to user BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN