Jenis penelitian menggunakan penelitian data kuantitatif. Penelitian ini bermaksud mengkaji pengaruh diantara variabel bebas (Independen) mempengaruhi variabel terikat (Variabel Dependen).
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan di KPP Pratama Medan Kota yang bertempat di Gedung Kantor Wilayah DJP Sumatera Utara I, Jl.Sukamulia No.17A, Kec.Medan Maimun, Kota Medan (20152). Dimulai pada bulan November sampai selesai.
3.3 Batasan Operasional
Dilakukan pembatasan operasional dengan tujuan agar variabel yang diukur lebih jelas dan terarah.
1. Penelitian dilakukan pada KPPP Pratana Medan Kota periode 2015 – 2019
2. Kepatuhan Wajib Pajak (Y) dijadikan sebagai variable terikat (dependen) .
3. Sosialisasi Perpajakan (X1), Penerapan E-Filing (X2), Pelayanan Fiskus (X3), dan Sanksi Administrasi (X4), pada penelitian ini sebagai Variabel Independen (bebas)
3.4 Definisi Operasional
Tabel 3.1
Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel
Variabel Definisi
Operasional Dimensi Indikator Skala
Variabel Dependen : Kepatuhan Wajib Pajak (Y)
Kepatuhan wajib
tunggakan pajak (Siti Kurnia Rahayu 2013:139)
Kepatuhan
Formal Kepatuhan mendaftarkan diri sebagai wajib pajak
Kepatuhan untuk
menghitung pajak dengan benar, jujur
Kepatuhan untuk
membayar pajak dengan tepat waktu
Kepatuhan untuk
menyampaikan dan mengisi
SPTWajib pajak tidak memiliki tunggakan pajak dan melunasi pajak terutang
Melaporkan SPT masa PPH dengan tepat waktu
Melaporkan SPT Masa PPn dengan tepat waktu.
Likert
Variabel Independen : Sosialisasi Perpajakan (X1)
Sosialisasi adalah proses dimana kita belajar melalui interaksi, cara berfikir, merasakan dan bertindak dimana kesemua itu merupakan hal – hal yang sangat penting dalam menghasilkan partisipasi (Mustafa 2010)
Penyuluhan
Cara Sosialisasi
Tempat
Penyelanggaraan
Media
Penyuluhan untuk menyampaiakan peraturan yang berlaku
Cara sosialisasi bisa dengan
seminar, brosur,
penyuluhan
Tempat penyuluhan
Media yang digunakan bisa berupa media cetak dan elektronik.
Likert
Penerapan
E-filing (X2) E-filing merupakan cara penyampaian SPT yang dilakukan secara online yang real-time melalui
website DJP
(www.pajak.go.id)
Kepraktisan pelaporan SPT
Kualitas Sistem
Keamanan penyimpanan data
Penyampaian SPT dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
Menghemat Biaya dalam pelaporan SPT
Kemudahan dalam mengisi
SPTData selalu lengkap
Keamanan data
Meminimalisisr penggunaan kertas
Likert
Pelayanan
Fiskus (X4) Pelayanan Fiskus adalah cara petugas
pajak dalam
seseorang (dalam hal ini adalah wajib pajak) (jatmiko, 2006).
Kehandalan (Reability)
Daya Tanggap (Responsiveness)
Jaminan (Assurnace)
Empati (Empathy)
Wujud Nyata (Tangibles).
Ketepatan waktu dan kemampuan petugas dalam pelayanan
Kesigapan, sikap, dan ketersedian petugas
Keramahan, kesopanan, perasaan aman serta pengetahuan petugas
Pemahaman dan perhatian petugas.
Skala Likert
3.5 Skala Pengukuran Variabel
Penelitian ini menggunakan dari Skala Ukur Sikap yaitu Skala Likert. Skala Likert yaitu : skala berdasarkan pada banyaknya jumlah responden dalam menjawab semua pernyataan pada kuesioner yang diajukan peneliti yang berdasarkan indikator. Skala Likert yang digunakan disini menggunakan empat jawaban dengan pilihan jawaban Setuju (S), Sangat Setuju (SS), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STJ).
3.6 Populasi dan Sample Penelitian 3.6.1 Populasi
Menurut Sanusi (2016 : 87)”populasi menyeluruhi kumpulan elemen meliputi jumlah dan terdapat karakteristik tertentu pada kumpulan itu”.
Populasi pada penelitian ini merupakan Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Pratama Medan Kota dan sedang melaporkan kewajiban perpajakannya.
Sanksi akan dituruti, ditaati dan dipatuhi, atau
sebagai alat
pencegahan (Mardiasmo 2016)
Sanksi bunga
Sanksi Denda
Sanksi Kenaikan
Sanksi administrasi dikenakan kepada wajib pajak yang terlambat membayar
Meningkatkan kepatuhan wajib pajak
Menciptakan kedisiplinan terhadap wajib pajak
Sanksi yang diberikan atas pelanggaran tanpa toleransi
Sanksi harus diterapkan dengan tegas
Likert
3.6.2 Sampel
Sampel penelitian merupakan bagian dari jumlah populasi yang terdapat pada populasi dan sudah sesuai dengan karakteristik dari objek yang diteliti. Penelitian ini menggunakan accidental aampling dengan rumus Slovin dengan.
Accidental Sampling yaitu merupakan teknik pengambilan sampel berdasarkan secara kebetulan dan dapat digunakan sebagai sampel dan cocok sebagai sumber data. Berikut rumus slovin dalam menentukan jumlah sampel :
� = �
1 + �(���)2 Keterangan :
n = Jumlah Responden N = Ukuran Populasi
Moe = Margin of error (ditentukan 10%)
Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 145.910 wajib pajak orang pribadi yang terdaftar, tingkat kesalahan atau standar error yang bisa ditolerir dalam penelitian ini adalah 10% yang ditentukan peneliti, maka jumlah sample untuk penelitian ini adalah :
� = 145.910
1 + 145.910 10% 2
3.7 Jenis Dan Sumber Data
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan jenis data primer. Dengan data primer yaitu dengan survei langsung dari sumber aslinya yaitu wajib pajak yang terdaftar dan seadang melaksanakan kewajibannyadi KPP Pratama Medan Kota. Dengan membagikan sebuah angket atau kuesioner dan menerima jawaban dari responden.
3.8 Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan metode angket (kuesioner). Menyebarkan kuesioner kepada wajib pajak yang sedang melaporkan kewajiban perpajakannya sehingga peneliti mendapat responden dari wajib pajak. Peneliti juga memanfaatkan internet dengan mengunjungi website yang mendukung, studi kepustakaan, dan artikel – artikel yang terkait masalah yang sedang diteliti.
3.9 Teknik Analisis Data
Untuk mendapatkan suatu kesimpulan yang bisa mendeskripsikan tujuan dari penelitian maka dilakukan analisis dan diuji dengan beberapa metode. Untuk pengujian data agar memeperoleh hasil penelitian.
3.9.1 Uji Instrument 1. Uji Validitas
Uji Validitas ini merupakan sebuah alat untuk menentukan apakah data yang di dapat sudah sesuai. Suatu angket atau kuesioner valid apabila jawaban dari responden mampu memberikan informasi yang nantinya dapat diukur. Ini berarti jika sebuah instrument tersebut dapat mengukur apa yang harus diukur maka data tersebut valid. Untuk mengukur validitas
rumus yang digunakan untuk mencari nilai korelasi adalah Pearson Product Moment.
Pearson Product Moment adalah salah satu uji korelasi yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua variabel atau lebih dari dua.
Sebuah kuesioner dikatakan valid apabila r hitung > atau = r, sebaliknya apabila r hitung < maka data butir valid. Adapun rumus sebagai berikut :
� = � Σ�� −(Σ�Σ�) NΣX2− ∑X 2 NΣY2− ∑Y2
Keterangan :
r : Koefisien Korelasi N : Nilai Sample X : Skor Butir Y : Skor Total
∑XY :Perkalian Variabel XY
∑X2 : Jumlah Kuadrat Variabel X
∑Y2 : Jumlah Kuadrat Variabel Y 2. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas ini berguna untuk mengukur dan melihat apakah responden konsisten dan stabil dalam menjawab pernyataan yang berkaitan dengannkuesioner yang berkaitan dengan variable – variable. Dalam
penelitian ini penulis menggunakan pengukuran Cronbanch’s Alpha, yaitu pengukuran ini dilakukan sekali dan kemudian dibandingkan dengan jawaban dari pertanyan yang lain, pengujian ini dilakukan dalam setiap pertanyaan dari variabel. Adapun rumusnya sebagai berikut
α = k
k − 1 1 −∑si2 st2 Keterangan :
α : Koefisien Alfa
k : Banyaknya Butir Kuesioner
∑st2 : Banyaknya Varian Kuesioner St2 : Jumlah Total Varian
N : Jumlah Responden 3.9.2 Uji Asumsi Klasik
Tujuan penggunaan uji asumsi klasik yyaitu memastikan bahwa hasil estimasi dari regresi lebih pasti, tidak bias dan memberikan perkiraan yang sesungguhnya. Pelanggaran asumsi-asumsi dan uji – uji yang akan dilakukan guna memenuhi kriteria asumsi klasik adalah dengan cara berikut.
1. Uji Normalitas
Uji normalitas berguna untuk mengethaui apakah suatu data bernilai normal atau tidak.Uji normalitas ini merupakan syarat apakah data tersebut layak untuk dianalisis. Jika sebuah data bisa lolos dalam
pengujian uji normalitas maka data tersebut normal dan dapat digunakan pada statistic parametric, namun sebaliknya apabila data tidak normal maka data diuji dengan statistik nonparametric.
Uji Normalitas data dapat juga cara yaitu, uji Kolmogorov-Smirnov,untuk mengetahui suatu data residual berdistribusi dengan nilai normal atau tidak. Dengan pedoman pengambilan keputusan :
Nilai sig atau signifikansi atau nilai probabilitas <0,05 distribusi adalah tidak normal
Nilai sig atau signifikansi atau nilai profitabilitas >0,05 distribusi adalah normal
2. Uji Multikolinearitas,
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (Independen) atau tidak. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel bebas (Gozhali, 2006). Untuk mendeteksi adanya multikolonieritas dengan melihat nilai tolerance dan nilai variance inlation factor (VIF). Untuk mendeteksi adanya multikolonieritas dapat dilakukan dengan dua ketentuan.
Apabila tingkat tolerance diatas 0,1 dan VIFkurang dari 10 dapat ditarik kesimpulan tidak terdapat bebas dari multikolinearitas.
Apabila tingkat tolerane dibawah 0,10 serta VIF diatas 10 dapat ditarik kesimpulan terdapat multikolinearitas.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji ini untuk mengetahui apakah ada ketidaksamaan varian dari satu pengamatan dengan lainnya. Pengujian ini dilakukan dengan uji Glejser.
4. Uji Lineritas,
Uji ini berguna untuk melihat apakah terdapat hubungan linear atau tidak secara signifikan. Uji ini digunakan sebagai syarat dalam analisis korelasi atau regresi linear.
3.9.3 Uji Regresi Linear Berganda
Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda.
Untuk mengetahui apakah satu atau lebih variabel X berpengaruh terhadap variabel Y. Persamaan yang diperoleh untuk mengestimasi nilai y adalah :
Y = α + β1X1+ β2X2+ β3X3 +β4X4+ e Keterangan :
Y : Kepatuhan wajib pajak Β : Konstanta
β1-β2 : Koefisien Regresi X1 : Sosialisasi Perpajakan X2 : Penerapan E-Filing X3 : Kesadaran Wajib Pajak X4 : Sanksi Administrasi e : Error
3.9.4 Uji Hipotesis
Uji ini digunakan untuk mengetahui penelitian akan dilakukan pengujian terhadap hipotesis. Pengujian ini untuk membuat keputusan apakah hipotesis bisa diterima atau tidak.
1. Uji Signifikan Simultan (Uji F)
Menurut Gazali (2013) pengujian signifikasi secara simultan bertujuan untuk melihat signifikansi pengaruh seluruh variabel x (independen) secara bersama – sama terhadap variabel y (dependen). Dasar pengambilan keputusan yakni :
Jika probability F dibawah 0,05 maka seluruh variabel X secara simultan berpengaruh terhadap variabel Y.
Bila probability F diatas 0,05 maka seluruh variabel X secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel Y.
2. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Tujuan pengujian ini untuk mengukur berapa besar presentasi pengaruh besarnya dari seluruh variabel X terhadap variabel Y. Nilai maksimal koefisen ini adalah 1 dan terendah adalah 0. Apabila nilai adjusted R2mendekati 1 maka dapat dijadikan indikator sebagai variable independen yang dapat memprediksi dari variabel dependen.
Data silang biasanya memiliki nilai adjusted R2 yang lebih rendah dibandingkan dengan data time series (Ghozali, 2013). Jika nilai adjusted
variabel X pada taraf yang sangat rendah dan apabila nilai koefisiennya negatif itu akan dianggap 0(Ghozali,2013).
3. Uji Signifikansi Parsial (Uji T)
Untuk mengetahui pengaruh dari setiap variable X terhadap variable Y dapatdilakukan dengan uji parsial (uji t). Berikut dasar pengambilankeputusan uji t.
a. Apabila nilai t dari hasil regresi (t hitung) diatas nilai tyang tertera di tabel serta probability di bawah 0,05 maka variabel X berpengaruh terhadap variabel Y.
b. Apabila nilai t dari hasil regresi (t hitung) dibawah nilai t yang tertera di tabel serta probability di atas 0,05 makavariabel X tidak berpengaruh terhadapvariabel Y.
BAB IV