• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan

46Peirce dikutip oleh Rizal Mustansyir, “Filsafat Tanda Charles Sanders Peirce dalam Perspektif Filsafat Analitis dan Relevansinya bagi Budaya Kontemporer di Indonesia”. Disertasi Program Doktor Filsafat Program Studi Ilmu Filsafat Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 2011, 184; Hoed, 2011, 46.

dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.47 Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya.48

Sesuai judul penelitian yaitu ”Têtabuhan dan Têtêmbangan dalam Upacara Ngaben di Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung Bali,” maka fokus penelitian ini adalah mengamati penggunaan têtabuhan (balaganjur, gênder wayang, angklung,

gambang, sêlonding, gong gêde, dan gong kêbyar) dan têtêmbangan

(pupuh, kidung, dan kakawin) dalam upacara ngaben. Upacara

ngaben yang dijadikan objek penelitian adalah ngaben nista/alit

(kecil), ngaben madya (menengah), dan ngaben utama/agêng (besar).49

Wilayah penelitian dilakukan di Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung Bali meliputi 18 desa yaitu Darmasaba, Sibang Gede, Jagapati, Angantaka, Sedang, Sibang Kaja, Mekar Bhuana, Mambal, Abiansemal, Dauh Yeh Cani, Ayunan, Blahkiuh, Punggul, Bongkasa, Taman, Selat, Sangeh, dan Bongkasa Pertiwi. Pemilihan wilayah penelitian didasarkan atas pertimbangan, bahwa sebagai

47Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), 6.

48Anselm Strauss dan Juliet Corbin, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif:

Tatalangkah dan Teknik-teknik Teoritisasi Data. Terj. Muhammad Shodiq dan

Imam Muttaqien (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007), 4.

salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Badung, walaupun mendapat pengaruh dari luar seperti pariwisata yang cukup tinggi, tetapi masyarakat Abiansemal tetap setia melaksanakan upacara

ngaben dengan segala kelengkapannya. Selain itu, di Kecamatan

Abiansemal terdapat sejumlah ansambel gamelan pangabenan seperti balaganjur, gênder wayang, angklung, sêlonding, gambang,

gong gêde, dan gong kêbyar yang tersebar di desa-desa di

Kecamatan Abiansemal, yang belum tentu dimiliki oleh kecamatan lainnya di Kabupaten Badung. Sudah barang tentu, ketika di daerah ini dilaksanakan upacara ngaben maka perangkat-perangkat gamelan yang ada di daerah ini digunakan secara maksimal. Oleh sebab itu, upacara ngaben di daerah ini, terutama dari skala menengah (madya) sampai besar (utama), menjadi upacara yang tergolong lengkap.

Pendekatan utama yang digunakan sebagai payung penelitian ini adalah etnomusikologi, sebuah istilah yang berasal dari kata Yunani ethnos (hidup bersama, yang kemudian berkembang menjadi bangsa atau etnis), mousike (musik), dan

logos (ilmu). Ketiga kata tersebut digabung menjadi

ethnomusicology (istilah Inggris yang diberikan oleh ilmuwan

Etnomusikologi yang berarti ilmu musik bangsa-bangsa.50 I Made Bandem dalam kata pengantar buku Musik dan Kosmos Sebuah

Pengantar Etnomusikologi menyebutkan bahwa etnomusikologi

adalah studi musik bangsa-bangsa yang ditinjau dari segi sosial dan kebudayaannya. Musik itu dipelajari melalui peraturan-peraturan tertentu yang dihubungkan dengan bentuk ekspresi budaya lainnya, termasuk kesenian, bahasa, agama, dan filsafat.51

Sementara Nakagawa menyebutkan bahwa ethnomusicology disebut juga anthropology of music di Amerika Serikat dan termasuk dalam bidang antropologi. Dalam hal ini musik dianggap sebagai bagian dari kebudayaan, musik diteliti dalam konteks kebudayaan.52 Oleh karena penelitian tentang têtabuhan dan

têtêmbangan menempatkan musik dalam konteks kebudayaan

dalam hal ini berkaitan dengan upacara ngaben, maka pendekatan etnomusikologis dipandang sangat relevan untuk digunakan.

Data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini diperoleh dari sumber lapangan yang didukung dengan sumber tertulis. Sumber lapangan adalah berbagai sumber yang dapat memberi data secara tidak tertulis, sementara sumber tertulis

50Nakagawa, 2000, 1-3.

51Nakagawa, 2000, x.

meliputi berbagai sumber yang dapat memberi data secara tertulis seperti lontar, buku, jurnal, hasil penelitian, dan makalah.53

Data lapangan tidak tertulis dalam penelitian ini didapat dari informan, peristiwa upacara ngaben, karya seni, dan dokumentasi berupa rekaman audio maupun audio-visual. Informan dipilih atas dasar kualifikasi informan yaitu keahlian informan sesuai bidang yang terkait dengan data yang dibutuhkan seperti praktisi seni, tokoh masyarakat/budayawan, dan tokoh agama. Pristiwa upacara ngaben yang dijadikan sumber penelitian adalah ngaben alit yang berlangsung di Banjar Lambing, Desa Sibang Kaja, tanggal 5 Agustus 2014; ngaben madya di Banjar Kedampal, Desa Abiansemal, tanggal 8 Agustus 2014; dan ngaben

agêng (palêbon) di Puri Agung Abiansemal tanggal 11 Agustus

2014. Karya seni yang dijadikan sumber penelitian adalah berbagai bentuk sajian têtabuhan dan têtêmbangan seperti

balaganjur, gênder wayang, gambang, sêlonding, gong gêde, gong kêbyar, angklung, pupuh, kidung, dan kakawin yang ada di

Abiansemal terutama dalam konteks upacara ngaben. Sementara sumber dokumentasi yang digunakan adalah berupa hasil rekaman prosesi upacara ngaben baik dalam bentuk audio maupun adio-visual.

Teknik yang digunakan untuk menjaring data yang dibutuhkan adalah studi pustaka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan studi pustaka dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber tertulis yang berkaitan dengan objek penelitian. Sementara wawancara adalah teknik yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang kejadian yang oleh peneliti tidak dapat diamati sendiri secara langsung, baik karena tindakan atau peristiwa yang terjadi di masa lampau atau karena peneliti tidak diperbolehkan hadir di tempat kejadian itu.54 Dalam penelitian ini, teknik wawancara dibutuhkan terutama untuk mengetahui pandangan para informan tentang têtabuhan dan

têtêmbangan yang digunakan dalam upacara ngaben.

Selain melalui studi pustaka dan wawancara, data dalam penelitian ini juga dijaring melalui metode observasi. Metode observasi dalam penelitian seni dilakukan untuk memperoleh data tentang karya seni dalam suatu kegiatan dan situasi yang relevan dengan masalah penelitian.55 Berkaitan dengan hal tersebut observasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung penyajian têtabuhan dan têtêmbangan dalam upacara ngaben, di samping ikut terlibat secara langsung dalam prosesi upacara

54Tjetjep Rohendi Rohidi, Meodologi Penelitian Seni (Semarang: Cipta Prima Nusantara, 2011), 208.

ngaben terutama sebagai penabuh gamelan dan peserta upacara

(participant observer).

Seni pertunjukan merupakan seni yang memiliki sifat ‟hilang dalam waktu‟ yang artinya peristiwa itu akan lenyap ketika seni pertunjukan selesai dipertunjukkan.56 Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka dalam penelitian ini digunakan teknik dokumentasi. Teknik ini dilakukan untuk mengambil data dalam penelitian ini baik yang bersifat auditif maupun visual.

Langkah-langkah yang diambil dalam penelitian ini adalah diawali dengan pengumpulan data tentang têtabuhan dan

têtêmbangan yang digunakan dalam upacara ngaben serta data

tentang upacara ngaben itu sendiri baik melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Data yang terkumpul kemudian dipilah menjadi dua kelompok data yaitu kelompok data yang berkaitan dengan tekstual dan data yang berkaitan dengan kontekstual. Selanjutnya dilakukan analisis pada masing-masing data tersebut, dicari relasi antara têtabuhan dan têtêmbangan dengan upacara

ngaben. Langkah berikutnya adalah menganalisis makna yang

terkandung dalam tekstual têtabuhan dan têtêmbangan yang digunakan dalam upacara ngaben untuk menemukan keterkaitan antara têtabuhan dan têtêmbangan dengan upacara ngaben itu

56Soedarsono, 2001, 70.

sendiri. Akhirnya, keseluruhan hasil dari proses yang telah dilalui disusun dalam bentuk laporan penelitian.

Dokumen terkait