• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penentuan Daerah Penelitian

Penelitian dilakukan di Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Berdagai. Penentuan daerah penelitian ditentukan berdasarkan pertimbangan bahwa Kecamatan Teluk Mengkudu merupakan kecamatan yang paling banyak mendapatkan program dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Serdang Bedagai. Jumlah program yang diterima oleh Kecamatan Teluk Mengkudu pada tahun 2011 adalah sebanyak 11 program dan 9 program pada tahun 2012 (dapat dilihat pada lampiran 4).

Metode Penentuan Sampel

Populasi dalam penelitian adalah seluruh nelayan di Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, yaitu sebanyak 2.019 nelayan. Penarikan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling, yaitu sampel diambil

secara acak.

Jumlah sampel yang diambil sebanyak 60 petani sampel. Roescoe dalam buku Research Methods For Business memberikan saran tentang penelitian salah

satunya adalah ukuran sampel yang layak dalam penelitian antara 30 sampai dengan 500 (Sugiyono, 2010). Di daerah penelitian terdapat 2.019 nelayan, dari jumlah 2.019 nelayan tersebut kemudian diambil sampel sebanyak 60 nelayan.

Untuk membandingkan apakah ada perbedaan sikap nelayan yang pernah mendapatkan bantuan alat tangkap ikan dan yang belum pernah mendapatkan alat tangkap ikan, maka jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu 30 sampel

nelayan yang belum pernah mendapatkan bantuan alat tangkap ikan dan 30 sampel nelayan yang pernah mendapatkan bantuan alat tangkap ikan.

Metode Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi (pengamatan) dan

wawancara langsung dengan nelayan sampel di daerah penelitian melalui alat bantu berupa daftar pertanyaan (kuesioner). Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari lembaga/instansi terkait seperti BPS SUMUT, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Serdang Berdagai, dan Kantor Kecamatan Teluk Mengkudu.

Metode Analisis Data

Semua data yang diperoleh dari lapangan ditabulasikan terlebih dahulu, kemudian dianalisis dengan metode analisis yang sesuai.

Hipotesis 1 dianalisis dengan metode analisis deskriptif, yaitu akan dijelaskan mengenai perkembangan Program Pengembangan Perikanan Tangkap di daerah penelitian ditinjau dari segi jumlah pelaksana, jumlah program, banyaknya bantuan dan jumlah penerima program.

Hipotesis 2 dianalisis dengan metode analisis skala sikap Likert, yaitu mengelompokkan variabel dengan menjumlahkan skor dari nilai seperangkat variabel yang bersangkutan berupa pernyataan positif dan pernyataan negatif. Adapun skor untuk pernyataan positif adalah SS = 4, S = 3, R = 2, TS = 1, dan STS = 0; sedangkan untuk pernyataan negatif adalah SS = 0, S = 1, R = 2, TS = 3, dan STS = 4. Pengelompokan variabel dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini:

Tabel 2. Pengelompokan Variabel

No. Pernyataan Positif Pernyataan Negatif

1 Program Dinas Perikanan dan Kelautan sangat berperan penting dalam pengembangan usaha perikanan tangkap

Program Dinas Perikanan dan Kelautan tidak memberikan keuntungan bagi nelayan

2 Program Dinas Perikanan dan Kelautan memotivasi (mendorong) nelayan untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya

Program Dinas Perikanan dan Kelautan yang berjalan tidak sesuai dengan harapan nelayan

3 Program Dinas Perikanan dan

Kelautan membantu mengembangkan potensi masyarakat

nelayan

Pengadaan bantuan membuat nelayan menjadi konsumtif (tidak menghasilkan)

4 Program Dinas Perikanan dan Kelautan merupakan perwujudan aspirasi nelayan

Bantuan-bantuan yang diberikan tidak mendukukng kegiatan pengangkapan ikan dilaut

5 Program Dinas Perikanan dan Kelautan membantu memecahkan masalah nelayan

Alat-alat tangkap yang diberikan tidak memenuhi standar operasional 6 Program-program yang dijalankan

Dinas Perikanan dan Kelautan sangat memperhatikan potensi daerah setempat

Bantuan yang diberikan tidak mendukung dengan kondisi yang ada dilapangan

7 Program Dinas Perikanan dan Kelautan mampu meningkatkan pendapatan

Penyaluran bantuan berjalan lambat

8 Bantuan alat tangkap yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan nelayan

Prosedur dalam penyaluran bantuan memberatkan nelayan untuk

memperoleh bantuan 9 Pemberian bantuan sudah tepat

sasaran

Sosialisasi yang diberikan tidak membantu masyarakat nelayan

10 Bantuan pengadaan alat tangkap membantu meningkatkan hasil tangkapan

11 Perahu motor yang diberikan sangat membantu nelayan dalam kegiatan penangkapan ikan di laut

12 Pemberian bantuan tepat waktu 13 Antara nelayan dengan Dinas

Perikanan dan Kelautan terjadi interaksi (hubungan) yang baik

14 Nelayan sangat membutuhkan sosialisasi dalam peaksanaan program

Menurut Azwar (2007), dalam analisis ini responden akan diminta untuk memilih salah satu dari sejumlah kategori yang tersedia dari variabel yang bersangkutan yaitu, Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-Ragu (R), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS), kemudian diukur dengan skala pengukuran sikap Likert dengan rumus:

T = 50 + 10[X−Xrataan

� ]

Keterangan :

T = skor standar

X = skor responden pada skala sikap yang hendak diubah menjadi skor T Xrataan = mean skor kelompok

S = deviasi standar kelompok Kriteria uji :

• Jika T ≥ 50, maka sikap positif

• Jika T < 50, maka sikap negatif

Hipotesis 3 dianalsisi dengan menggunakan alat bantu statistik korelasi “Rank Spearman” dengan bantuan SPSS. Metode korelasi Rank Spearman digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara dua variabel dimana dua variabel itu tidak mempunyai normal dan variasinya tidak sama (terdapat perbedaanantara variabel yang satu dengan variabel yang lain). Rumus korelasi Rank Spearman (rs) adalah:

�� = 1−6∑ � �=1 ��2 �3 �ℎ =��� � −2 1− ��2 Tα = α ; db

Dimana:

rs = nilai koefisien korelasi Rank Spearman

di = perbedaan setiap pasangan rangking

n = jumlah pengamatan α = DerajatNyata db = DerajatBebas

Kriteria pengambilan keputusan adalah :

Jika th≤ tα berarti H0 diterima (tidak ada hubungan antara karakteristik sosial

ekonomi nelayan (umur, tingkat pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan dan pendapatan) dengan sikap nelayan terhadap program).

Jika th > tα berarti H1 diterima (ada hubungan antara karakteristik sosial

ekonomi nelayan (umur, tingkat pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan dan pendapatan) dengan sikap nelayan terhadap program).

(Supriana, 2010).

Untuk hipotesis 4 dianalisis dengan menggunakan menggunakan analisis liniear berganda. Rumus regresi linear berganda adalah sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5

Dimana :

Y = Sikap nelayan terhadap program X1 = Umur nelayan

X2 = Tingkat Pendidikan

X4 = Jumlah tanggungan

X5 = Jumlah Pendapatan

a = Koefisien intersep

b = Koefisien regresi untuk masing-masing variabel

Untuk menguji variabel-variabel tersebut berpengaruh secara serempak terhadap sikap nelayan digunakan analisis uji F, yaitu:

�ℎ�� = � 2/ (1− �)/(� − � −1) Dimana : r2 = Koefisien deterninasi n = Jumlah sampel

k = Derajat bebas pembilang n-k-1 = Derajat bebas penyebut Kriteria uji untuk uji serempak adalah:

Fhitung≥ Ftabel : maka H0 ditolak (H1 diterima)

Fhitung < Ftabel : maka H0 diterima (H1 ditolak)

Untuk menguji variabel-variabel tersebut secara parsial terhadap sikap nelayan, maka digunakan analisis uji t dengan rumus:

�ℎ�� = ���1 1 ��1 =�∑ �21��12(1−�212 ��12= �∑(�−�′ 2) �−3 Dimana: bi = Parameter b (i = 1,2)

Sbi = Standar error parameter (i = 1,2)

X = Variabel yang diuji

r12 = Koefisien korelasi sederhana antara X1 dan X2

Kriteria untuk uji t adalah:

thitung≥ ttabel... H0 ditolak

thitung < ttabel... H0 diterima

(Hasan, 2004)

Untuk hipotesis 5 dianalisis dengan metode analisis deskriptif, yaitu akan dijelaskan mengenai hambatan-hambatan yang dialami oleh pelaksana program di lapangan.

Defenisi dan Batasan Operasional Defenisi

Defenisi dibuat untuk menghindari kekeliruan dan kesalahpahaman dalam menafsirkan penelitian.

1. Program adalah suatu gambaran atau acuan mengenai kegiatan yang akan dilasanakan berikut petunjuk-petunjuk cara pelaksanaannya.

2. Karakteristik nelayan adalah ciri dan keadaan mengenai diri nelayan yang mencakup umur, tingkat pendidikan, pengalaman melaut, jumlah tanggungan keluarga, dan jumlah pendapatan.

3. Umur adalah usia nelayan sejak dilahirkan hingga saat penelitian dilakukan yang dinyatakan dalam tahun.

4. Tingkat pendidikan adalah tingkat pendidikan formal terkahir yang ditempuh oleh nelayan.

5. Pengalaman melaut adalah lamanya usaha nelayan menangkap ikan di laut, mulai dari awal melaut sampai saat penelitian dilakukan yang dinyatakan dalam tahun.

6. Jumlah tanggungan keluarga adalah semua anggota keluarga yang masih menjadi beban tanggungan nelayan sampel.

7. Jumlah pendapatan adalah seluruh pendapatan anggota keluarga, baik dari usaha melaut, maupun dari usaha non melaut.

8. Sikap positif adalah sikap yang menunjukkan atau memperlihatkan, menerima, menyutujui, serta melaksanakan program.

9. Sikap negatif adalah sikap yang menunjukkan atau memperlihatkan penolakan atau tidak menyetujui terhadap program.

Batasan Operasional

1. Sikap adalah sikap nelayan terhadap Program Perikanan Tangkap yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Serdang Bedagai 2. Program pengembangan perikanan tangkap dalam penelitian ini adalah

program berupa pemberian bantuan alat tangkap guna meningkatkan hasil tangkapan nelayan sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan.

3. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2012 – Maret 2013.

4. Daerah penelitian adalah Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai.

BAB IV

Dokumen terkait