• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

G. Metode penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Pendekatan Penelitian

Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, karena pada dasarnya penelitian kualitatif menggunkan paradigma alamiah.Dalam pendekatan ini juga peneliti berusaha menggambarkan fenomena secara holistik tanpa perlakuan manipulatif, keaslian dan kepastian merupakan faktor yang sangat ditekankan dalam penelitian ini.Bogdan dan Taylor dalam Moleong menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.31Di dalam pendekatan penelitian ini, kehadiran peneliti sangat dibutuhkan untuk mendapatkan informasi dari pihak Kantor Urusan Agama setempat, yang

30H.R. Wasito, Hastari Wuryastuti, 2020 “CORONA VIRUS” (Lily Publisher, Yogyakarta), hlm. 11

31 Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008), hal. 4.

juga sebagai penyelenggara tercacatnya perkawinan bagi calon pasangan yang ingin menikah.

2. Kehadiran Peneliti

Kehadiran peneliti dalam penelitian kualitatif mutlak dibutuhkan.Oleh karena peneliti berperan sebagai instrumen kunci dalam keseluruhan penelitan di lapangan. Kehadiran peneliti bukan ditujukan untuk mempengaruhi subjek penelitian, akan tetapi ditujukan untuk melakukan upaya pencarian dan pengkajian data yang berhubungan dengan peran KUA dalam mengatasi nikah siri pada masa pandemi covid-19 sebagai upaya pencegahan terjadinya nikah siri.

3. Sumber Data

Menurut Suharsimi, yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah “subjek dari mana data dapat diperoleh”.32Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini data manusia atau yang disebut informan, dokumen resmi baik itu yang internal maupun eksternal.Artinya dalam hal ini peneliti menguraikan siapa-siapa yang menjadi sumber data untuk memperoleh data yang valid, diantaranya informan yang menjadi objek untuk diwawancarai adalah Kepala Kantor Urusan Agama dan pelaku yang sudah melakukan nikah siri.

Adapun jenis data dalam penelitian ini dibagai menjadi dua macam yaitu: data primer dan sekunder.

a. Data primer, merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan seperti hasil wawancara yang biasa dilakukan oleh peneliti.33 Dalam hal ini adalah manusia atau yang disebut informan yang diwawancarai peneliti menggunakan sistem sampling, yaitu menentukan beberapa elemen yang terkait upaya pencapaian data melalui tanya jawab antara pejabat di Kantor Urusan Agama Kec. Boleng dan pelaku yang melakukan nikah siri di masa pandemi Covid-19.

b. Data sekunder, yaitu data tidak langsung yang diperoleh dengan mengutip dari data-data yang lain, seperti sumber dokumenter, artikel

32 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2006), hal. 129.

33Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007) hal. 42.

dan buku-buku yang dikarang oleh para ahli.34 Terkait dengan masalah yang akan diteliti yakni peran KUA pada masa pandemi.

4. Prosedur Pengumpulan Data a. Observasi

Metode observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan.35Berdasarkan keterlibatan pengamat dalam kegiatan penelitian, observasi dibedakan menjadi dua, yaitu:

1) Obsevasi partisipan, yaitu observasi dimana peneliti ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh subjek yang diteliti atau diamati seolah-olah bagian dari mereka.

2) Observasi nonpartisipan, yaitu observasi dimana pengamat berada di luar subyek yang diteliti dan tidak ikut dalam kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan untuk menggali data.36

Pada penelitian yang akan diteliti, peneliti menggunakan observasi nonpartisipan yang di mana peneliti merupakan bukan bagian dari keadaan alamiah, tempat dilakukannya observasi yakni Kantor Urusan Agama Kec. Boleng37

Alasan peneliti memilih observasi nonpartisipan adalah karena peneliti bukan sebagai salah satu yang melaksanakan nikah siri, maka

34 Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010, hal. 9.

35 Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana. 2007), hal. 115.

36 Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Metodelogi Penelitian, (Jakarta: Galia Indonesia, 2002),hal. 87.

37James A. Black dan Dean J. Champion, Metode dan Masalah Penelitian Sosial, (Bandung: PT Refika Aditama,1999), hal. 289.

dari itu peneliti akan meneliti sesuai prosedur yang di berlakukan oleh Kantor Urusan Agama Kec. Boleng.

b. Metode Wawancara (interview)

Wawancara (interview) adalah sesuatu bentuk komunikasi verbal, atau percakapan yang bertujuan memperoleh informasi.

Metode wawancara adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan kepada informan.Dalam kegiatan wawancara, peneliti telah dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi lokasi wawancara.38

Ada dua cara membedakan tipe wawancara dalam tataran yang luas: terstruktur dan tidak terstruktur.39Dalam hal ini penulis menggunakan wawancara tidak terstruktur karena wawancara tidak terstruktur bersifat lebih luwes dan terbuka.Wawancara tidak terstruktur dalam pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur karena dalam melakukan wawancara dilakukan secara alamiah untuk menggali ide dan gagasan imforman secara terbuka dan tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data. Penulis hanya membuat garis-garis besar pokok permasalahan sehingga dalam proses wawancara peneliti mengajukan pertanyaan yang bersifat fleksibel atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara bebas, tetapi tidak

38Ibid.,hal. 92.

39 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), hal. 162.

menyimpang dari tujuan wawancara yang telah ditetapkan. Dengan demikian peneliti lebih leluasa untuk bertanya dan mendalami permasalahan yang peneliti teliti, tidak terkait dengan pertanyaan tertentu.

Dalam penelitian ini informan yang diwawancarai adalah pihak yang menyelenggarakan peran dalam mengatasi nikah siri, maupun yang melakukan nikah siri. Adapun hal yang diwawancarai adalah seputar peran KUA, cara menyikapi nikah siri pada masa pandemi covid-19, serta alasan dilakukannya nikah siri ini.

Adapun pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan ke pihak Kantor Urusan Agama dan pelaku yang melakukan nikah siri, yaitu:

a. Pihak Kantor Urusan Agama

1. Bagaimana peran Kantor Urusan Agama di Masa Pandemi dalam Mengatasi Nikah Siri, apakah ada Peran yang dilakukan?

2. Peran Apa saja yang sudah dilakukan oleh pihak KUA?

3. Mengapa memilih peran tersebut?

4. Apakah sudah direalisasikan oleh masyarakat terkait peran yang sudah dijalankan?

5. Apakah menjamin berkurangnya angka nikah ketika peran tersebut direalisasikan ke masyarakat?

6. Bagaimana pengaruh dari peran yang sudah dijalankan?

b. Pelaku yang Melakukan Nikah Siri

1. Apa yang anda ketahui terkait nikah siri di Pandemi Covid-19?

2. Apa alasan melakukan nikah siri di masa Pandemi Covid-19, apakah ada pengaruh dari Pandemi Covid-19?

3. Pengaruh apa saja yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19 dalam melangsungkan pernikahan?

4. Adakah upaya untuk melakukan pernikahan sah yang sudah tercatat di kantor urusan agama sebelum melakukan nikah siri?

5. Apakah anda mengetahui peran apa saja yang dilakukan oleh pihak kantor urusan agama dalam mengatasi nikah siri di masa Pandemi Covid-19?

6. Dari mana anda mengetahuinya?

Apakah diketahui dampak dari nikah siri?

c. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan-catatan peristiwa yang sudah berlalu.Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, peraturan, kebijakan dan lain-lain.Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar, seketsa dan lain-lain.Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.40Dalam

40 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif R&D, (Bandung: Alfabeta, 2013), hal. 240.

teknik ini peneliti mengumpulkan dokumen berupa foto, gambar, sketsa, dari redaksi yang di sampaikan oleh narasumber.

d. Analisis Data

Setelah data terkumpul, maka peneliti melakukan analisis dan diinterpretasikan dengan teliti, ulet dan kecakapan sehingga diperoleh suatu kesimpulan yang objektif dari suatu penelitian. Bila data dan informasi yang diperoleh itu sudah dianalisis dan di interpretasikan, maka akan diketahui pola pandangan yang membuat terjadinya nikah siri ini.

Berhubung penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, maka peneliti menggunakan analisis data filosofis atau logika dengan metode induktif yaitu berangkat dari fakta-fakta khusus, peristiwa-peristiwa yang konkrit dari alasan yang dijalankan peran oleh KUA setempat, kemudian dari fakta-fakta khusus atau peristiwa-peristiwa yang konkrit tersebut ditarik kesimpulan yang bersifat umum.

Pada prinsipnya analisis data kualitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Peneliti ini menggunakan analisis data yang dirumuskan oleh Miles dan Huberman. Analisis data dilakukan mencakup tiga kegiatan yang bersamaan: Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi).41

Reduksi data diartikan secara sempit sebagai proses pengurangan data, namun dalam arti yang lebih luas adalah proses

41Basrowi & Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hal. 209-210.

penyempurnaan data, baik pengurangan terhadap data yang kurang perlu atau tidak relevan, maupun penambahan terhadap data yang dirasa masih kurang.

Penyajian data merupakan proses pengumpulan informasi yang disusun berdasarkan kategori atau pengelompokan-pengelompokan yang diperlukan. Interpretasi data merupakan proses pemahaman makna dari serangkaian data yang telah tersaji dalam wujud yang tidak sekedar melihat apa yang tersurat, namun lebih pada memahami mengenai apa yang tersirat di dalam data yang telah tersaji.

Penarikan kesimpulan/verifikasi merupakan proses perumusan makna dari hasil penelitian yang diungkapkan dengan kalimat yang singkat padat dan mudah dipahami, serta dilakukan dengan cara berulangkali melakukan peninjauan mengenai kebenaran dari penyimpulan, khususnya berkaitan dengan relevansi dan konsistensinya terhadap judul, rumusan masalah dan tujuan.

Dari penjelasan di atas, dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan, peneliti melengkapi dan mengklasifikasikan data-data diperoleh serta menyederhanakan data-data yang diperoleh dilapangan, baik data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, maupun, melalui dokumentasi.Kemudian peneliti memberikan kesimpulan sesuai dengan data yang telah dianalisis.

e. Validitas Data

Teknik validitas data yang digunakan peneliti adalah triangulasi, dan pemerikasaan teman sejawat. Untuk lebih jelasnya dibawah ini diuraikan secara rinci sebagai berikut:

1. Triangulasi

Triangulasi dalam penelitian ini adalah untuk mengecek data tertentu dengan membandingkan data yang diperoleh dengan sumber lain.

Triangualasi yang dipergunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode. Triangulasi sumber dilakukan untuk mendapatkan informasi dari informan atau sumber lain yang berbeda. Hal tersebut dilakukan dengan cara:42

a) Membandingkan data hasil wawancara yang satu dengan hasil wawancara yang lain, membandingkan hasil observasi yang satu dengan observasi yang lain, dan membandingkan hasil dokumentasi yang satu dengan dokumentasi yang lain.

b) Membandingkan hasil wawancara dengan hasil dokumentasi, membandingkan data hasil wawancara dengan data observasi, dan membandingkan data hasil dokumentasi dengan observasi.

2. Membicarakan dengan teman sejawat bertujuan untuk memperoleh kritik-kritik, pertanyaan-pertanyaan yang menentang kepercayaan atau kebenaran penelitan. Dengan cara ini peneliti dapat mencari kelemahan

42Ibid. hal.179.

penafsiran yang kurang jelas serta mendiskusikan data yang telah terkumpul. Dengan demikian, maka data yang ditampilkan dalam laporan penelitan benar-benar valid, karena sudah didiskusikan secara saksama dengan orang-orang yang sudah dan sedang melakukan penelitian yang secara rasional paham dalam masalah penelitian.

H. Sistematika Pembahasan

Untuk memudahkan langkah-langkah dalam menulis skripsi peneliti menggunakan sistematika penulisan antara lain:

BAB I : Berupa pendahuluan yang berisi konteks penelitian, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, telaah pustaka, metode penelitian dan sistematika penelitian.

BAB II : Bagian ini akan menjelaskan tentang paparan data dan temuan tentang peran KUA pada masa pandemi covid-19 dalam mengatasi nikah siri.

BAB III : Pada bab ini peneliti mencoba menganalisa peran KUA pada masa pandemi dalam mengatasi nikah siri yang terjadi di masyarakat Terang, Desa Golo Sepang, Kec. Boleng.

BAB IV : Untuk bab ini merupakan akhir dari penulisan yang berisikan kesimpulan, saran, daftar pustaka, dan lampiran yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan peneliti tentang Peran KUA Pada Masa Pandemi Covid-19 Dalam Mengatasi Nikah Siri.

Dokumen terkait