BAB I PENDAHULUAN
F. Metode Penelitian
Metode merupakan cara dalam melakukan penelitian. Metode juga bisa dikatakan sebagai alat untuk mengungkap permasalahan yang ada dalam ruang lingkup penelitian. Metode penelitian memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih (Maslikhah, 2013:66). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis metode kualitatif maka mencakup beberapa hal di antaranya:
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan dan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif menurut Kirk dan Milner adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergabung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan perselisihannya (Moleong, 2008:4).
Metode kualitatif berupa pengumpulan data yang berupa data yang bukan berupa angka melainkan berbentuk kata-kata dan mencakup laporan dan foto-foto.
Jadi penelitian ini berbentuk deskripsi atau gambaran pola asuh dan harapan orang tua sebagai buruh pabrik untuk mengupayakan anaknya dalam pendidikan, dengan mengenyam pendidikan di sekolah SMA Islam Sudirman Ambarawa.
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian kualitatif, peneliti bertindak sebagai pengumpul data sehingga peneliti secara langsung datang dalam objek penelitian, agar peneliti mendapatkan data secara langsung oleh narasumber dalam objek yang diteliti, dengan demikian keterlibatan peneliti dalam mencari data secara langsung dan aktif adalah hal yang mutlak dalam mencapai keberhasilan dalam penelitian.
3. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di SMA Islam Sudirman Ambarawa Kab. Semarang provinsi Jawa Tengah. Adapun geografisnya di jalan Jendral Sudirman no. 2A. Alasan penulis memilih lokasi SMA Islam Sudirman Ambarawa karena rata-rata yang bersekolah di SMA Islam Sudirman Ambarawa orang tuanya berprofesi sebagai buruh pabrik, sehingga terdapat hal yang menarik untuk diteliti tentang penyebab anak dapat semangat dalam belajar di sekolah tersebut.
4. Sumber Data
Pada tahap ini, peneliti mencari dan mengumpulkan data yang ada hubungannya dengan masalah yang akan diteliti. Dalam penelitian ini terdapat data primer dan data sekunder.
a. Data primer
Data primer yaitu data yang diperoleh dari lapangan secara langsung. Kata-kata dan tindakan merupakan data asli dari lapangan dengan wawancara secara mendalam. Peneliti menggunakan data ini untuk mendapatkan informasi langsung tentang pola asuh dan ekspektasi buruh pabrik terhadap pendidikan anak (studi kasus pada siswa kelas XI di SMA Islam Sudirman Ambarawa). Adapun sumber data langsung penulis didapat dari orang tua dan anak atau siswa SMA Islam Sudirman Ambarawa kelas XI.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang sudah tersusun dan sudah dijadikan dalam bentuk dokumen-dokumen. Yaitu sumber bacaan yang berupa majalah, hasil studi, studi psikologi, dan sebagainya. Peneliti menggunakan data sekunder ini untuk memperkuat penemuan dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan orang tua dan anak atau siswa SMA Islam Sudirman Ambarawa.
5. Prosedur Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sehingga menitik beratkan pada penalaran yang berdasarkan pada realitas sosial secara objektif. Dalam hal ini perlunya pengumpulan data yang akurat.
Maka penulis menggunakan beberapa langkah yang berkualitas dengan metode penelitian tersebut.
a. Wawancara
Wawancara adalah proses tanya jawab dalam dua orang atau lebih berhadapan secara fisik yang satu dapat melihat muka yang lain dan mendengar telinga sendiri dari suaranya (Sukkandarrumidi, 2004:88). Dengan kata lain bahwa wawancara adalah proses mencari data dari informan secara tatap muka, sehingga melihat dan dengar dengan mata dan telinganya sendiri.
Adapun teknik ini penulis gunakan untuk mencari data tentang ekspektasi buruh pabrik terhadap generasi penerus bangsa, upaya untuk mewujudkan harapan tersebut, kendala yang dihadapi dalam mewujudkan harapan tersebut, dan respon anak terhadap upaya orang tua dalam mewujudkan harapannya. Dalam teknik ini penulis mendapatkan informasi dari wali kelas, wali murid, siswa. b. Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau fariabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, praasti, agenda dan sebagainya (Arikunto, 2002:148). Sifat data ini tidak terbatas oleh ruang dan waktu sehingga memberi peluang pada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. Adapun metode dokumentasi digunakan untuk memperkuat data yang sudah diperoleh dari lapangan dengan
mengumpulkan data berupa catatan tertulis dari wali kelas SMA Islam Sudirman Ambarawa dan rumah dari keluarga anak.
6. Analisis Data
Penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif (moloeng, 2008:10). Artinya dalam pengolahan data dilakukan secara rasional dengan metode berfikir yang bertolak dari fenomena yang khusus, konkrit kemudian menarik kesimpulan yang bersifat umum. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan berupa angka (Moleong, 2008:11). Prosedur penelitian yang menghasilkan data yang deskriptif yang bertujuan menggambarkan data yang diperoleh dari objek penelitian, yang kemudian dilakukan analisis dengan cara:
a. Mendeskripsikan data dari informan.
b. Memilah-milah data yang sesuai dengan analisis penelitian kemudian dianalisis oleh penulis.
c. Disimpulkan untuk menjawab tujuan penelitian. 7. Pengecekan Keabsahan Data
Validitas data merupakan faktor yang penting karena data haruslah sama dengan apa yang diungkapkan oleh informan,
dan data yang diteliti sama dengan data informan, sehingga harus melalui pemeriksaan.
Teknik pengujian validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan perpanjang pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, dan memberchek.
a. Meningkatkan ketekunan
Yaitu dalam melakukan pengamatan dilakukan lebih cermat dan berkesinambungan.
b. Triangulasi
Yaitu mengumpulkan data yang sejenis dari beberapa sumber data yang berbeda, dan juga menggali data yang sama dengan metode yang berbeda.
c. Memberchek
Proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data.
8. Tahap-Tahap Penelitian a. Tahap sebelum kelapangan
Tahapan ini meliputi kegiatan penentuan fokus yang akan diteliti, observasi lapangan, dan permohonan izin kepada subjek yang diteliti, konsultasi fokus penelitian, dan penyusunan usulan penelitian.
b. Tahap pekerjaan lapangan
Tahap ini peneliti mengumpulkan data bahan dari lapangan, kemudian membuat catatan lapangan yang akan dianalisis pada data pola asuh dan harapan orang tua terhadap pendidikam anak atau siswa SMA Islam Sudirman Ambarawa.
c. Tahap analisis data
Analisis data digunakan untuk memperoleh tema dan pola-pola yang dideskripsikan, yang data tersebut berasal dari wawancara, catatan lapangan, observasi, dan dokumentasi dengan anak dan orang tua.
d. Tahap penulisan laporan
Tahap ini meliputi: kegiatan penyusunan data yang sudah diperoleh dari rangkaian kegiatan pengumpulan data. Setelah itu konsultasi hasil penelitian dengan dosen pembimbing untuk mendapatkan perbaikan dan saran demi kesempurnaan skripsi yang kemudian ditindaklanjuti dengan menulis skipsi yang sempurna. Langkah terakhir melakukan penyusunan kelengkapan persyaratan untuk ujian skripsi.