A. Tempat dan Waktu Penelitian a. Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Sitirejo Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati. Penelitian ini akan memperdalam peran pola asuh keluarga dalam membentuk karakter sopan santun yang diterapkan kepada anak di Desa Sitirejo.
b. Waktu Penelitian
Penelitian ini meliputi tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pengumpulan data dan tahap pelaporan. Adapun waktu yang digunakan dalam tahap persiapan adalah pada bulan Juni, tahap pengumpulan data akan dilakukan pada bulan Oktober dan tahap pelaporan akan dilakukan pada bulan November 2020. Penelitian ini diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga dapat memperoleh hasil yang diharapkan sebelumnya.
B. Rancangan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis data deskriptif. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan menekankan kedalaman konsep yang dikaji secara empiris. Teknik pengumpulan data dilakukan secara deskriptif maupun dokumentasi yang diperoleh dari kegiatan observasi. Data yang didapatkan berupa catatan observasi, catatan wawancara, dokumentasi di lapangan dan data pendukung lainnya. Ciri utama pada penelitian kualitatif terletak pada fokus penelitian yaitu berupa kajian intensif tentang suatu fenomena atau keadaan tertentu.
Menurut Sugiyono (2016: 15) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti sebagai instrument kunci dan hasilnya lebih menekankan makna dari generalisasi. Selain itu, menurut Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2010:
24
4) metodelogi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghadirkan data deskriptif beberapa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang dapat diamati. Sedangkan menurut Herdyansyah (2011: 9), penelitian kualitatif adalah penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian, misalnya pelaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain sebagainya.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.
Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang mendeskripsikan atau menggambarkan sebuah fenomena yang diobservasi secara objektif.
Penelitian deskriptif bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan suatu keadaan, peristiwa, objek apakah orang atau segala sesuatu yang terkait dengan variabel-variabel yang bisa dijelaskan berupa data (Setyosari, 2010:
33).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Nana Syaodih Sukmadinata (2011: 62) menjelaskan bahwa ada lima macam metode dalam penelitian kualitatif, salah satunya adalah studi kasus yang biasanya digunakan dalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Studi kasus adalah uraian dan penjelasan komprehensif mengenai berbagai aspek seorang individu, suatu kelompok, suatu organisasi (komunitas) atau suatu situasi sosial. Peneliti studi kasus berupaya menelaah sebanyak mungkin data mengenai subjek yang diteliti dan menggunakan berbagai metode:
wawancara, pengamatan, penelaahan dokumen, survei, dokumentasi, dan data apapun untuk menguraikan suatu kasus secara terperinci (Deddy Mulyana, 2010: 201). Pada penelitian ini akan difokuskan pada fenomena pola asuh keluarga dalam membentuk karakter sopan santun anaknya dan studi kasus dalam hal ini adalah lima keluarga dengan latar belakang yang berbeda di Desa Sitirejo.
Penelitian ini dilakukan dengan mengutamakan observasi langsung di lapangan, melakukan pendataan, kemudian menganalisis data yang telah didapat secara mendalam. Adapun rancangan penelitian ini adalah sebagai berikut.
25
1. Peneliti melakukan study pendahuluan di lapangan, tepatnya di Desa Sitirejo.
2. Selanjutnya peneliti menentukan teknik pengumpulan data yang akan digunakan untuk menggali informasi yaitu dengan melaksanakan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan pencatatan.
3. Setelah data terkumpul, data diidentifikasi, dianalisis kemudian disajikan sebagai hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan.
4. Kemudian penyimpulan hasil penelitian.
5. Tahap terakhir yaitu hasil penelitian dievaluasi sehingga akan dapat ditindaklanjuti.
C. Peranan Peneliti
Pada penelitian kualitatif, peneliti bertindak sebagai key instrument penelitian. Peranan peneliti mulai dari observasi permasalahan yang ada di lapangan hingga akhir penyimpulan hasil penelitian yang telah didapat.
Peneliti bertanggungjawab sepenuhnya atas penelitian yang dilakukan.
Sebagaimana yang diungkapkan Nasution:
“Dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama. Alasannya ialah bahwa segala sesuatu yang belum mempunyai bentuk yang pasti.
Masalah, fokus penelitian, prosedur penelitian, hipotesis yang digunakan, bahkan hasil yang diharapkan, itu semuanya tidak dapat ditentukan secara pasti dan jelas sebelumnya. Segala sesuatu masih perlu dikembangkan sepanjang penelitian itu. dalam keadaan yang serba tidak pasti dan tidak jelas itu, tidak ada pilihan lain dan hanya peneliti sendiri sebagai alat satu-satunya yang dapat mencapainya” (Sugiyono, 2010:
306-307).
Berkaitan dengan pendidikan usia sekolah dasar, peneliti berusaha memecahkan masalah tentang pola asuh yang diterapkan oleh keluarga dalam pembentukan karakter sopan sopan santun pada anak. Setelah menemukan informasi, peneliti dapat mencoba memberikan solusi yang berkaitan dengan permasalahan penelitian sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.
26 D. Data dan Sumber Data
1. Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif.
Dalam penelitian ini data yang diperoleh secara lisan maupun tulisan merupakan hasil dari observasi dan wawancara mendalam kepada narasumber yaitu keluarga siswa dan siswa itu sendiri. Selain itu, data lain diperoleh dari teori-teori pendukung berkaitan dengan variabel yang akan diteliti yaitu pola asuh keluarga.
Data sementara yang diperoleh dari hasil observasi di Desa Sitirejo, peranan keluarga dalam membentuk karakter sopan santun anak masih kurang maksimal. Hal ini dibuktikan dengan masih ada beberapa anak usia sekolah dasar yang kurang menghargai dan menghormati guru maupun orang yang lebih tua. Mereka cenderung bersikap acuh tak acuh dan belum bisa bertutur kata dengan baik. Ketika berjumpa dengan gurunya, anak cenderung bersikap cuek atau pura-pura tidak melihat, namun sudah banyak anak yang berani menyapa dan bersalaman sambil mengucapkan “Assalamualaikum bu guru, selamat pagi bu guru, bu guru sedang apa?.” Masih ada beberapa anak yang ketika berjalan melewati orang yang lebih tua asal nyelonong saja namun tak sedikit pula anak yang sudah mengerti sikap apa yang harus dilakukan, misalnya:
membungkukkan badan sambil berkata “Amit pak, bu.” Berdasar data yang diperoleh, rata-rata orang tua siswa berprofesi sebagai petani, pedagang, Pegawai Negeri Sipil, tukang batu, dan perantauan. Hal ini akan menjadi bahan penelitian mengenai bagaimana bentuk pola asuh dilihat dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda.
2. Sumber Data
Menurut Sugiyono (2016: 308) sumber data dibagi menjadi dua jenis yaitu data primer dan data sekunder.
1) Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.
27
2) Sumber data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.
Dalam penelitian ini, sumber data dibagi menjadi dua yaitu sumber data primer dan sekunder.
1) Sumber data primer, meliputi:
a. Keluarga, terutama orang tua. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengambil informan dengan kategori tertentu sehingga dapat memberikan sumber data yang beragam. Kategori-kategori tersebut berdasarkan profesi, tingkat perekonomian dan latar belakang pendidikan. Perbedaan kategori tersebut diharapkan dapat memberikan sumber informasi yang beragam sehingga peneliti dapat menyajikan data yang kompleks.
b. Siswa atau anak itu sendiri. Dalam hal ini, peneliti menggali informasi dari sudut pandang anak mengenai peranan orang tua dalam memberikan pengasuhan di rumah.
c. Tetangga sekitar dan teman pergaulan. Bukan hanya keluarga saja, tetangga sekitar dan teman pergaulan juga menambah bukti yang kuat bagaimana anak bersikap ketika berada di luar rumah.
2) Sumber data sekunder, berasal dari dokumentasi penelitian, catatan penelitian dan data pendukung lainnya yaitu buku referensi dan jurrnal penelitian relevan yang terkait dengan penelitian ini.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah tahap yang paling penting dalam sebuah penelitian karena tahap ini merupakan langkah awal peneliti mendapatkan sumber data yang kemudian akan dianalisis. Hal ini senada dengan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2016: 308) “Teknik pengumpulan data adalah merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.” Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
28 1. Observasi
Observasi adalah proses pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung dengan objek yang diteliti (Dimyati, 2014: 92). Kegiatan observasi meliputi pencatatan secara sistematik kejadian-kejadian, perilaku, objek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan (Jonathan, 2006: 224). Dalam hal ini peneliti turun langsung ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu di lokasi penelitian.
Dalam penelitian ini observasi yang akan dilakukan peneliti adalah observasi non partisipan, dimana peneliti hanya mengamati peristiwa yang terjadi di lapangan. Peneliti merekam/mencatat dengan cara terstruktur maupun semi struktur terhadap aktivitas-aktivitas orang dalam lokasi penelitian. Peneliti mengamati secara langsung di lapangan berkaitan dengan fokus penelitian, yaitu: (a) aktivitas-aktivitas pengasuhan keluarga dalam membentuk karakter sopan santun anak, (b) berbagai kegiatan yang dilakukan keluarga dalam rangka membentuk karakter sopan santun anak, (c) perilaku anak yang mencerminkan terbentuknya karakter sopan santun anak.
2. Wawancara Mendalam
Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan. Hal ini senada dengan pendapat Gunawan (2013: 162) menjelaskan bahwa wawancara merupakan suatu kegiatan tanya jawab dengan tatap muka antara pewawancara dan narasumber tentang masalah yang diteliti, dimana pewawancara bermaksud memperoleh persepsi sikap dan pola pikir dari narasumber yang relevan dengan masalah yang diteliti.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara semi struktur yaitu peneliti mengawali dengan menanyakan sederet pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu persatu diperdalam guna mendapat keterangan lebih lanjut sehingga jawaban yang diperoleh meliputi semua
29
variabel yang lengkap dan mendalam. Adapun narasumber yang akan diwawancarai adalah sebagai berikut.
a. Informan kunci: ketua RT
b. Infoman utama: keluarga khususnya orang tua, anak atau siswa itu sendiri
c. Informan pendukung: tetangga sekitar, teman pergaulan 3. Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti: arsip-arsip, buku-buku, teori, dalil atau hukum-hukum dan lain-lain yang berhubungan dengan penelitian (Margono, 2000: 181). Peneliti melakukan dokumentasi guna memperkuat bukti yang diperoleh dari observasi di lapangan. Peneliti mengumpulkan seluruh data yang berkaitan dengan keadaan di lapangan dengan cara mencatat maupun mengambil gambar, selain itu peneliti juga menghimpun data-data yang diperoleh dari narasumber yaitu keluarga, anak, tetangga sekitar dan teman pergaulan.
4. Pencatatan
Pencatatan merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mencatat hal-hal penting yang berkaitan dengan data yang dibutuhkan oleh peneliti. Pencatatan biasanya dilakukan dengan menggunakan buku catatan, ponsel dan lembar observasi. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan ketiganya agar dapat mengumpulkan data sesuai dengan kebutuhan penelitian.
F. Keabsahan Data
Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif sangat diperlukan karena untuk memeriksa sekaligus menguji keabsahan data. Menurut Lexy (2014:
324), untuk menentukan keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan.
Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu sebagai berikut.
1. Kepercayaan (Credibility)
30
Kriterium ini berfungsi sebagai melaksanakan inkuiri sedemikian rupa hingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai. Kedua mempertunjukan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti.
2. Keteralihan (Transferbility)
Berfungsi sebagai mengumpulkan kejadian empiris tentang temuan kesamaan konteks. Dengan demikian penelitian bertanggung jawab untuk menyediakan data deskriptif secukupnya jika ia ingin membuat keputusan tentang pengalihan tersebut.
3. Kebergantungan (Dependability)
Kebergantungan merupakan substitusi dari istilah reliabilitas pada penelitian nonkualitatif sehingga ia memiliki kesamaan fungsi.
4. Kepastian (Confirmability)
Kriterium kepastian berasal dari konsep objektivitas menurut nonkualitatif. Nonkualitatif menetapkan objektivitas dari segi kesepakatan antar subjek
Dalam penelitian ini menggunakan teknik keabsahan data triangulasi.
Moleong (2007: 330) mengemukakan bahwa triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang dimanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu sendiri dengan maksud untuk pengecekan atau sebagai pembanding.
Menurut Sugiyono (2007: 241) ada empat tipe dasar teknik triangulasi meliputi.
1. Triangulasi data (Data triangulation) yaitu menggunakan sejumlah sumber data dalam suatu penelitian.
2. Triangulasi investigator (Investigator triangulation) yaitu menggunakan beberapa peneliti atau evaluator.
3. Triangulasi teori (Theory triangulation) yaitu menggunakan beragam perspektif untuk menginterpretasikan sekelompok data tunggal.
4. Triangulasi metodologis (Methodological triangulasi) sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang telah ada
Teknik keabsahan data pada penelitian ini dengan menggunakan teknik triangulasi sumber data yaitu memeriksa keabsahan dan kebenaran informasi atas kebenaran informasi melalui sumber yang berbeda. Dalam penelitian ini untuk mengecek keabsahan data yaitu dengan membandingkan antara informasi yang diperoleh dari subjek dan yang diperoleh dari informan. Jika dua sumber memberikan informasi berbeda atas kebenaran suatu informasi,
31
maka dicari sumber informasi yang lain sehingga diperoleh informasi yang dipandang benar.
Sesuai dengan pernyataan tersebut, peneliti akan memastikan bahwa data yang didapatkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan pencatatan secara langsung dari lapangan harus memenuhi empat kriteria tersebut agar keabsahan data dapat memenuhi fungsi kepercayaan, fungsi keteralihan, fungsi kebergantungan dan fungsi kepastian.
G. Analisis Data
Analisis data yaitu proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catata lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan yang mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain (Sugiyono, 2016: 335). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2009: 337) adalah sebagai berikut.
1. Reduksi data (data reduction)
Mereduksi data merupakan kegiatan merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting dan membuang hal yang tidak diperlukan serta mencari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.
2. Penyajian Data (data display)
Langkah selanjutnya setelah mereduksi data adalah menyajikan data.
Dalam penelitian penelitian ini penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan sebagainya. Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2015) mengemukakan bahwa yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat naratif.
3. Verifikasi atau penyimpulan (consclusion drawing)
32
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2015: 345) adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Verifikasi masih bersifat sementara namun apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten maka data yang disimpulkan merupakan kesimpulan yang kredibel.
33