RIWAYAT HIDUP
3 METODE PENELITIAN
3.2 Metode Penelitian 1 Rancangan penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang digabungkan dengan penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi serta diperkuat dengan kuesioner (Moleong 1994; Singarimbun 1989). Subyek dari penelitian ini adalah pelaku di bidang perikanan pantai, baik lelaki dan perempuan. Desain penelitian ini adalah desain penelitian analitis. Menurut Nazir (1999), tujuan studi analitis untuk menguji hipotesis dan mengadakan interpretasi yang lebih mendalam tentang hubungan atau proses.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan in-depth study (studi mendalam). Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dengan menggunakan alat pengumpulan data kuesioner dan wawancara (Singarimbun 1989; Vredenbregt 1984). Tujuan penelitian survei ini adalah untuk mencari data seluas mungkin dalam rangka mempelajari kondisi sosial dari suatu kelompok manusia, hubungan antar-manusia, dan juga pola kelakuan manusia (Vredenbregt 1984; Faisal 2003). In-depth study digunakan untuk memperdalam informasi dari data yang diperoleh dari metode survei dan in-depth interview (wawancara mendalam).
Alat pengumpulan data adalah dengan menggunakan kuesioner dan pedoman wawancara yang digunakan untuk memperoleh data primer. Kuesioner memuat pertanyaan yang bersifat tertutup dan terbuka. Kuesioner ditujukan ke responden masyarakat perikanan pantai, lelaki dan perempuan. Pedoman wawancara digunakan untuk mewawancarai informan. Informan yang terkait dengan kehidupan masyarakat pesisir di Kecamatan Blanakan ini adalah guru, pemuka agama, pamong desa dan pegawai Puskesmas. Menurut Koentjaraningrat (1989), informasi mengenai profil masyarakat pesisir dapat diperoleh melalui wawancara dengan informan.
Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara, observasi dan Focus Group Discussion (FGD). Metode wawancara digunakan untuk mengumpulkan informasi yang terkait dengan data pribadi, sikap dan pengetahuan tentang kondisi sosial setempat. Metode observasi digunakan untuk memperoleh data mengenai gejala nyata di lapangan. FGD (DENR et al. 2001) adalah diskusi kecil mengenai isu tertentu yang digunakan untuk memperoleh informasi, menjernihkan persepsi dan membangun konsensus. Topik FGD dalam penelitian ini adalah peran dan partisipasi perempuan dalam perikanan pantai serta relasi gender dalam masyarakat setempat.
Unit penelitiannya adalah pengambil keputusan (decision-makers) dan pelaku di bidang perikanan pantai. Responden dibagi menjadi dua tingkatan yaitu tingkat instansi beserta penunjang perikanan dan tingkat rumahtangga: responden di tingkat instansi dan penunjangnya yang terkait kebijakan dan program adalah pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Subang, pejabat Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Subang yang membidangi urusan pemberdayaan perempuan, pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Mina; responden di tingkat rumahtangga masyarakat pesisir adalah nelayan, pengolah ikan serta pedagang (Bakul) ikan, lelaki dan perempuan. Jika yang terlibat dalam usaha perikanan tersebut adalah suami-istri, keduanya menjadi obyek penelitian ini. Menurut Hubeis (2001), pada umumnya perempuan (istri) berkedudukan sebagai pengelola di usaha keluarga tersebut.
Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling. Menurut Nasution (1982) dan Lynn (2002), purposive sampling merupakan teknik
pengambilan sampel dengan cara sampel dipilih oleh peneliti sehingga relevan dengan desain penelitian. Responden diambil dari Desa Blanakan dan Desa Muara Ciasem di Kecamatan Blanakan dengan alasan pelabuhan perikanan pantai (PPP) Kabupaten Subang terletak di dua desa ini. Secara spesifik, responden dipilih dari mereka yang memiliki matapencaharian di bidang perikanan yaitu nelayan, pengolah ikan dan Bakul Ikan. Responden diambil sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang lelaki dan 30 orang perempuan.
3.2.2 Pelaksanaan penelitian (1) Data primer
Data primer dikumpulkan dengan kuesioner, wawancara mendalam, FGD dan observasi. Data yang menyangkut kebijakan dan program dikumpulkan dengan wawancara mendalam untuk menjawab tujuan tentang pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan di Kabupaten Subang sudah responsif gender atau belum. Data yang dikumpulkan adalah:
i. Pelaksanaan pengarusutamaan gender (PUG) di Kabupaten Subang yang mencakup kegiatan yang dilaksanakan, struktur organisasi, hambatan, anggaran dan pembinaan yang dilakukan.
ii. Pelaksanaan Perikanan Pantai di Kabupaten Subang yang mencakup tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) serta rencana strategis (Renstra) Dislutkan.
Data primer yang menyangkut rumahtangga yang merupakan kombinasi data kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, wawancara mendalam dan observasi. Data ini untuk mencari profil gender di dalam rumahtangga dan pengetahuan tentang lingkungan di sekitar rumahtangga. Cakupan data yang menyangkut profil rumahtangga sebagai berikut:
i. Profil sosial-ekonomi-budaya keluarga mencakup:
• data karakteristik sosial ekonomi keluarga yang meliputi umur, jumlah anggota keluarga, status pernikahan, pekerjaan pokok dan sampingan, pendapatan dan belanja keluarga, dan kegiatan yang dilakukan sehari-hari, dan
• data karakteristik sosial budaya yang meliputi asal suku, agama yang dianut, adat istiadat yang masih dilakukan, pendidikan dan penyuluhan yang pernah diikuti.
ii. Analisis gender di lingkungan tempat kerja dan rumahtangga meliputi akses, kontrol, partisipasi, manfaat yang diterima, pengambilan keputusan, pembagian kerja dan alokasi waktu (lihat Sayogyo 1981, Hubeis 1985).
iii. Pengetahuan responden tentang pemanfaatan sumberdaya perikanan pantai dan lingkungan hidup mencakup:
• kualitas keseluruhan dari sumberdaya pesisir saat ini,
• kepatuhan terhadap peraturan sumberdaya pesisir dan perikanan,
• penyelesaian konflik komunitas pada isu-isu yang berhubungan dengan sumberdaya pesisir dan perikanan,
• keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perikanan, dan
• masalah lingkungan hidup setempat seperti pendangkalan sungai, pengalihan fungsi kawasan hutan menjadi kawasan budidaya, pencemaran lingkungan.
Data primer tentang sikap pelaku perikanan terhadap kesetaraan gender dalam perikanan pantai dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Data ini untuk menjawab pertanyaan tentang sikap masyarakat terhadap kesetaraan gender dalam perikanan pantai. Jawabannya tersusun atas lima kategori (Azwar 1988, 2003) yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), antara setuju dan tidak (N), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS).
Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk memperoleh informasi dan menyamakan persepsi tentang peran dan partisipasi perempuan di bidang perikanan pantai dan relasi gender dalam masyarakat setempat. Peserta FGD adalah aparat Pemda (Dislutkan dan BPMD), pegawai KUD Mina, nelayan dan perempuan nelayan. FGD di kalangan masyarakat dilaksanakan secara terpisah antara lelaki dan perempuan.
Data primer yang menyangkut profil masyarakat pesisir dikumpulkan dengan melakukan wawancara terhadap tokoh masyarakat, antara lain guru,
tenaga medis, pemuka agama, dan pamong desa. Data tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, kondisi religius, kehidupan sehari-hari dan perekonomian. (2) Data sekunder
Sumber data sekunder adalah laporan, hasil penelitian, data statistik institusi dan literatur. Data sekunder yang dikumpulkan dari dokumentasi dan arsip berupa fotokopi dan file komputer, antara lain adalah sebagai berikut.
i. Kebijakan dan program PUG di Kabupaten Subang.
ii. Kebijakan dan program perikanan pantai di Kabupaten Subang. iii. Data statistik perikanan tangkap dari TPI setempat sebagai berikut:
• jumlah dan jenis kapal atau perahu yang berlabuh,
• jumlah dan jenis ikan yang dilabuhkan,
• jumlah nelayan pemilik perahu dan nelayan buruh,
• jumlah peserta lelang di TPI,
• jumlah dan kondisi sarana-prasarana perikanan yang tersedia,
• penyaluran kredit perikanan, dan
• pemasaran hasil.
iv. Data statistik pengolahan hasil perikanan sebagai berikut:
• jumlah pengolah hasil perikanan,
• jenis produk pengolahan,
• teknologi yang digunakan, dan
• pemasaran hasil.
v. Data profil masyarakat yang diambil sebagai berikut:
• struktur penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin, matapencaharian, pendidikan, agama, tingkat kepadatan serta pertumbuhan penduduk (tingkat kelahiran dan kematian),
• ketenagakerjaan,
• perekonomian lokal meliputi sarana perekonomian, kegiatan ekonomi,
• kesehatan masyarakat meliputi sarana layanan kesehatan, pengobatan dan status gizi balita,
• perkawinan dan perceraian.
Metode pengumpulan data, data yang dibutuhkan dan analisis data yang disesuaikan dengan tujuan penelitian direkapitulasi pada Tabel 1.
Tabel 1 Metode penelitian untuk pengumpulan data dan analisis data sesuai tujuan penelitian di Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang, tahun 2006
No Tujuan penelitian Data yang dibutuhkan
Metode
pengumpulan data Responden Analisis data
1 Analisis responsif gender terhadap pelaksanaan program pembangunan kelautan dan perikanan Kebijakan tentang perikanan pantai dan PUG Wawancara, data sekunder Dislutkan, BPMD Analisis dokumen, GAP Profil relasi gender dalam masyarakat Wawancara dan kuesioner, FGD Komunitas
pesisir Analisis Moser
2 Analisis sikap terhadap kesetaraan gender di perikanan pantai Sikap masyarakat terhadap kesetaraan gender Kuesioner skala Likert Komunitas pesisir Skor T 3 Penyusunan program yang responsif gender Kondisi internal dan eksternal pelaksanaan perikanan pantai Data sekunder,
FGD Aparat Pemda SWOT
Pemrioritasan pelaksanaan program
Program yang
responsif gender Hasil SWOT
Aparat Pemda, KUD Mina, nelayan
AHP