Penelitian ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama merupakan studi observasional retrospektif (case control) untuk melihat perubahan IMT sebelum pandemi COVID-19 dengan IMT saat pandemi COVID-19. Bagian kedua merupakan studi analitik cross-sectional untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap IMT mahasiswa saat pandemi COVID-19.
3.2 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN 3.2.1 Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di tempat responden berada karena penelitian dilakukan secara online.
3.2.2 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus β November 2021 dari pengambilan data hingga pelaporan.
3.3 POPULASI DAN SAMPEL PENELTIAN 3.3.1 Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
3.3.2 Sampel Penelitian
Sampel dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara stambuk 2019 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Perhitungan besar sampel pada penelitian ini berdasarkan rumus Slovin, yaitu sebagai berikut.
π = π 1 + π(π2)
π = 243 1 + 243 (0,1)2
π = 70,84 β 71 n = jumlah sampel minimum
N = jumlah populasi e = nilai presisi (0,1)
Berdasarkan perhitungan rumus tersebut, maka jumlah sampel minimum yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah sebanyak 71 mahasiswa.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling. Maka, subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dikumpulkan dalam penelitian sampai jumlah subjek yang diperlukan terpenuhi (Sudigdo, 2014).
3.4 KRITERIA INKLUSI DAN EKSKLUSI 3.4.1 Kriteria Inklusi
β’ Mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang aktif berkuliah
β’ Mengikuti tes pemeriksaan kesehatan di Poliklinik USU saat sebelum mendaftar ulang untuk mahasiswa baru
3.4.2 Kriteria Eksklusi
β’ Mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang tidak bersedia mengisi kuesioner sampai akhir penelitian
β’ Mahasiswa yang mengalami penyakit kronis yang menyebabkan penurunan berat badan selama tahun 2020-2021
3.5 METODE PENGUMPULAN DATA
Pada penelitian ini peneliti menggunakan data primer, data sekunder dan instrumen penelitian.
3.5.1 Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari responden.
Metode pengumpulan data dengan cara peneliti akan memberikan kuesioner kepada mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang akan menjadi sampel berupa kuesioner dan informed consent online dengan menyebarkan link google form melalui media sosial. Data status gizi berdasarkan IMT pada masa pandemi COVID-19 diperoleh dengan cara mahasiswa melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan di tempat tinggal masing- masing dan diisi di kuesioner google form. Kuesioner aktivitas fisik diambil dari pertanyaan kuesioner IPAQ yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
3.5.2 Data Sekunder
Data IMT pada masa sebelum pandemi COVID-19 diperoleh melalui rekam medis yang berasal dari hasil tes pemeriksaan kesehatan mahasiswa ketika diwajibkan mendaftar ulang saat menjadi mahasiswa baru di Universitas Sumatera Utara.
3.5.3 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen yang berkualitas dan sudah terstandarisasi sesuai dengan kriteria pengujian validitas dan reliabilitas.
Hasil pengukuran validitas dan reliabilitas menggambarkan seberapa besar instrumen yang digunakan dapat dipercaya stabilitas dan konsistensinya dari waktu ke waktu. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini, yaitu:
1. Lembar persetujuan responden
2. Kuesioner pengukuran tinggi badan dan berat badan , kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) yang telah dimodifikasi dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, dan kuesioner riwayat pola makan
3. Rekam medis
Setelah menentukan pertanyaan yang akan dimasukkan ke dalam kuesioner selanjutnya adalah melakukan uji coba validitas kuesioner. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden yang tidak sebenarnya.
Selanjutnya data yang telah didapatkan dianalisis untuk mengetahui seberapa besar validitas serta reliabilitas instrumen penelitian yang digunakan sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan
1. Uji Validitas
Uji Validitas bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instrumen. Analisis validitas dilakukan dengan cara mengakumulasi skor pada setiap pertanyaan kemudian dihubungkan dengan skor total menggunakan aplikasi SPSS. Rumus yang digunakan adalah korelasi Pearson.
Syarat kuesioner dianggap valid adalah jika nilai r hitung > r tabel atau koefisien korelasi minimal mencapai 0,3 (Riyono et al., 2016).
Tabel 3.1 Hasil uji validitas kuesioner
Variabel Bagian
Pertanyaan
Total Pearson
Correlation Status
Aktivitas Fisik 1 0,545 Valid
2 0,390 Valid
3 0,493 Valid
4 0,424 Valid
5 0,325 Valid
6 0,495 Valid
7 0,464 Valid
Riwayat Pola Makan 1 0,691 Valid
2 0,618 Valid
3 0,700 Valid
4 0,442 Valid
5 0,475 Valid
2. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas bertujuan untuk mengukur besar tingkat konsistensi instrumen yang digunakan dari waktu ke waktu sehingga instrumen tersebut dapat diandalkan dan dapat digunakan berulang. Syarat kuesioner dinyatakan reliabel atau konsisten adalah jika nilai Cronbachβs Ξ± > 0,6 (Riyono et al., 2016).
Tabel 3.2 Hasil uji realibilitas kuesioner
Variabel Alpha Status
Aktivitas Fisik 0,652 Reliabel
Riwayat Pola Makan 0,724 Reliabel
3.6 METODE PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 3.6.1 Metode Pengolahan Data
Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui beberapa tahap yaitu:
1. Editing
Editing yaitu data yang telah diperoleh perlu dilakukan penyuntingan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam komputer.
2. Coding
Coding yaitu data berupa jumlah mahasiswa yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian diberi kode secara manual.
3. Entry
Entry yaitu pemasukan data yang telah diberi kode, ke dalam komputer.
4. Cleaning Data
Cleaning data yaitu pengoreksian kembali seluruh data yang telah dimasukkan untuk melihat kemungkinan kesalahan kode, ketidaklengkapan, dan sebagainya.
5. Saving
Saving yaitu penyimpanan data ke dalam komputer sebelum dianalisa.
6. Analisis data.
3.6.2 Analisis Data
Data yang didapatkan akan diolah menggunakan aplikasi statistik SPSS (Statistic Package for Social Science) secara univariat terlebih dahulu untuk mendistribusikan IMT sebelum pandemi COVID-19, aktivitas fisik saat pandemi COVID-19, dan IMT saat pandemi COVID-19. Kemudian pada data IMT sebelum dan saat pandemi COVID-19 akan dianalisis menggunakan Uji Statiska Wilcoxon Ranks Test. Kemudian dilakukan uji analisis bivariat menggunakan uji Kendall Tau-c untuk menentukan hubungan aktivitas fisik saat pandemi COVID-19 dengan indeks massa tubuh saat pandemi COVID-19.
3.7 ALUR PENELITIAN
Gambar 3.1 Alur Penelitian
Pengambilan data dengan kuesioner google form dan rekam medis
Mengolah dan Analisis Data
Hasil dan Pembahasan
Mahasiswa Angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Memenuhi Kriteria Inklusi dan Eksklusi
3.8 DEFISINI OPERASIONAL
Tabel 3.3 Definisi operasional IMT sebelum pandemi COVID-19
Tabel 3.4 Definisi operasional aktivitas fisik
Variabel Aktivitas fisik
Definisi Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh akibat kerja otot rangka yang dilakukan sehari-hari.
Alat ukur Kuesioner IPAQ yang telah dimodifikasi dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia
Cara ukur Responden diminta mengisi kuesioner berupa pertanyaan mengenai intensitas dan durasi aktivitas fisik
Hasil ukur Skor aktivitas fisik merupakan perkalian MET dengan intensitas dalam menit dan hari. Kategori hasil:
>3000 MET menit/minggu : Aktivitas fisik tinggi
>600-3000 MET menit/minggu : Aktivitas fisik sedang
β€600 MET menit/minggu : Aktivitas fisik rendah Skala ukur Ordinal
Variabel IMT sebelum pandemi COVID-19
Definisi Indeks massa tubuh merupakan gambaran status gizi seseorang. IMT responden yang diukur saat pemeriksaan kesehatan di Poliklinik USU
Alat ukur Rekam medis
Cara ukur Observasi data rekam medis
Hasil ukur Indeks Massa tubuh ditentukan dengan rasio berat badan (kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (meter2) lalu hasil dapat dibagi dalam kategori:
IMT < 18,5 : Kurus IMT 18,5 - 25,0 : Normal
IMT 25,1 β 27,0 : Berat Badan Lebih IMT > 27,0 : Obesitas
Skala ukur Ordinal
Tabel 3.5 Definisi operasional IMT saat pandemi COVID-19
Variabel IMT saat pandemi COVID-19
Definisi Indeks massa tubuh merupakan gambaran status gizi seseorang. Saat pandemi COVID-19 memiliki arti bahwa data IMT yang saat penelitian ini berlangsung
Alat ukur Kuesioner google form.
Cara ukur mahasiswa melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan di tempat tinggal masing-masing dan diisi melalui kuesioner google form.
Hasil ukur Indeks Massa tubuh ditentukan dengan rasio berat badan (kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (meter2) lalu hasil dapat dibagi dalam kategori: IMT < 18,5 : Kurus
IMT 18,5 - 25,0 : Normal
IMT 25,1 β 27,0 : Berat Badan Lebih IMT > 27,0 : Obesitas
Skala ukur Ordinal
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN